Jababeka Percepat Transisi Energi, Dorong Pemanfaatan Solar Panel di Kawasan Industri

Jababeka Percepat Transisi Energi, Dorong Pemanfaatan Solar Panel di Kawasan Industri

Jakarta, 20 Agustus 2026 – PT Jababeka Infrastruktur mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan di kawasan industri melalui perluasan akses Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap bagi tenant.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta Puspa, dalam Breakout Session 10 – Greening Industrial Parks: Scaling Rooftop Solar for Industrial Decarbonisation pada IndoSolar 2026 di Fairmont Jakarta, Kamis (20/8).

Dalam forum yang diselenggarakan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) bersama GIZ tersebut, Vega menyampaikan bahwa minat tenant di Kawasan Industri Jababeka terhadap penggunaan solar panel terus meningkat. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan kuota yang tersedia.

“Tenant di kawasan industri Jababeka sebenarnya sudah banyak yang ingin menggunakan solar panel. Namun, salah satu kendalanya adalah kuota yang tersedia. Kami berharap pemerintah dapat mendukung proses akselerasi sistem kuota untuk energi terbarukan agar kebutuhan industri dapat lebih cepat terakomodasi,” ujar Vega.

Selain persoalan kuota, kondisi bangunan juga menjadi perhatian. Dengan karakteristik tenant Jababeka yang beragam, mulai dari anchor tenant hingga perusahaan kecil dan menengah, kondisi konstruksi setiap bangunan tidak selalu sama.

Sebagian tenant juga masih membutuhkan informasi mengenai spesifikasi dan persyaratan struktur atap yang diperlukan sebelum pemasangan PLTS Atap. Menurut Vega, pengelola kawasan memiliki peran penting dalam membantu tenant memahami kesiapan infrastruktur sekaligus mempertemukan kebutuhan tenant dengan penyedia solusi energi terbarukan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari visi Jababeka untuk mendorong kawasan industri yang lebih berkelanjutan. Dalam sesi tersebut, Jababeka juga menegaskan komitmennya terhadap Net Zero Industrial Cluster Community pada 2050, sepuluh tahun lebih cepat dibandingkan dengan target net zero pemerintah pada 2060.

Komitmen ini menjadi salah satu landasan bagi Jababeka untuk terus mendorong adopsi energi bersih dan solusi rendah karbon di lingkungan kawasan industri. Perspektif tersebut turut diperkuat oleh Hendro Gunawan, Policy Analyst in Renewable Energy Kementerian ESDM, yang membahas pentingnya dukungan kebijakan dan regulasi untuk memperluas pemanfaatan PLTS Atap sekaligus menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Sementara itu, Philip Effendy, VP of Operations PT Xurya Daya Indonesia, menyoroti pentingnya aspek teknis, integrasi dengan operasional industri, model bisnis, serta skema pembiayaan agar pengembangan PLTS Atap dapat diterapkan secara lebih luas.

Dari sisi pelaku industri, Dina Ferydsa Verdiana, Climate Risk Specialist Asia Pulp & Paper Group, melihat energi terbarukan semakin relevan sebagai bagian dari strategi iklim dan dekarbonisasi perusahaan, terutama dalam merespons tuntutan investor, pelanggan, dan rantai pasok global.

Melalui partisipasinya dalam IndoSolar 2026, Jababeka menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengelola kawasan industri, tenant, pemerintah, dan penyedia solusi energi untuk mempercepat transisi energi.

Bagi Jababeka, peningkatan akses terhadap energi terbarukan bukan hanya bagian dari upaya mencapai target net zero, tetapi juga menjadi langkah untuk membangun kawasan industri yang lebih hijau, kompetitif, dan siap menghadapi kebutuhan industri di masa depan.

Related Articles

Stay Connected

20,826FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles