Stadion Megah! Event Nasional Sepak Bola Muda Piala Ketua DPD RI Sepi Penonton

Stadion Megah! Event Nasional Sepak Bola Muda Piala Ketua DPD RI Sepi Penonton

Bekasi – Pembukaan turnamen sepak bola usia muda Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Youth Cup V “Piala Ketua DPD RI” Tahun 2026 yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/10/2026), menyisakan sorotan tajam. 

Event tingkat nasional yang digadang-gadang menjadi ajang bergengsi pembinaan pesepak bola muda tersebut dinilai gagal menyedot antusiasme publik setelah tribune stadion tampak melompong dan sepi penonton.

Berdasarkan agenda yang dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB, acara pembukaan ini sejatinya dirancang meriah dengan melibatkan parade defile peserta dari berbagai kelompok umur (U-10, U-12, U-14, dan U-16), pertunjukan seni tradisional, serta dihadiri sejuta harapan pembinaan sepak bola pelajar nasional. Sebanyak 74 tim dilaporkan mendaftar untuk berlaga dalam ajang tersebut.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan pemandangan sebaliknya. Meski ditargetkan untuk menjangkau seluruh kalangan pelajar dan penikmat sepak bola tanah air, suasana di tribune Stadion Wibawa Mukti terbilang lengang. Kehadiran penonton dari kalangan dewasa maupun pelajar sangat minim.

Diduga minimnya publikasi dan evaluasi penyelenggaraan sehingga membuat sepinya tribune stadion megah berkapasitas puluhan ribu penonton ini mengundang kritik keras, terkait efektivitas sosialisasi dan pengemasan acara oleh pihak penyelenggara. Kompetisi skala nasional yang membawa label pejabat tinggi negara yaitu Piala Ketua DPD RI, seharusnya mampu menyedot perhatian publik serta penggiat olahraga daerah maupun nasional.

Sangat disayangkan, dari pantauan awak media ajang piala DPD RI yang diikuti hingga 74 tim dari berbagai daerah ini terkesan ‘sepi selebrasi’. Atmosfer kompetisi usia muda yang seharusnya riuh oleh dukungan suporter dan pelajar justru terasa dingin.

Kondisi ini memicu keprihatinan banyak pihak terkait manajemen penyelenggaraan event olahraga usia muda di Indonesia, agar event serupa di masa mendatang tidak sekadar menjadi formalitas seremoni semata, melainkan mampu menghidupkan ekosistem dan gairah sepak bola usia dini secara nyata.

Related Articles

Stay Connected

20,826FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles