Home Blog Page 8

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Warga Pentingnya Perlindungan Kerja

0

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Warga Pentingnya Perlindungan Kerja

Bekasi – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Gerindra, drg. Putih Sari, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi publik di berbagai daerah.

Kali ini, drg. Putih Sari bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar kegiatan sosialisasi perluasan peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yang dihadiri ratusan masyarakat di Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Jatireja tersebut diawali dengan do’a bersama, sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan agar acara berjalan lancar serta membawa manfaat bagi seluruh peserta. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak dari antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi untuk mengikuti jalannya kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Gerindra drg. Putih Sari, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Indra Gunawan selaku Kabid Kepesertaan Program Khusus Ketenagakerjaan Bekasi–Cikarang Sekretaris Desa Jatireja Deden Marsaleh, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, drg. Putih Sari menyampaikan pentingnya peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja, baik formal maupun informal.

Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja, kematian, atau kehilangan pekerjaan.

“Perlindungan bagi pekerja adalah hak dasar yang harus dipenuhi. Melalui BPJS Ketenagakerjaan, kita ingin memastikan masyarakat memiliki jaminan yang melindungi mereka dan keluarga dari risiko kerja maupun kehilangan pendapatan,” ujar drg. Putih Sari di hadapan peserta.

Polsek Cikarang Timur Cegah Kriminalitas dengan Melaksanakan OKJ

0

Polsek Cikarang Timur Cegah Kriminalitas dengan Melaksanakan OKJ

Bekasi  – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Timur menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) di sepanjang Jalan Citarik Lama, Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (6/8/2026) malam.

Langkah preventif yang dimulai pukul 23.30 WIB hingga selesai ini difokuskan pada pengawasan area rawan tindak kriminalitas malam hari guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Metro Bekasi.

Dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) Aiptu Syafrullah bersama jajaran personel Polsek Cikarang Timur, pemeriksaan ketat dilakukan terhadap para pengguna jalan yang melintas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyasar berbagai potensi pelanggaran dan tindak pidana, mulai dari kepemilikan senjata tajam, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan bahaya kejahatan jalanan lainnya demi menjamin rasa aman bagi warga setempat.

Sambut HUT Ke-81 RI, Polsek Kedung Waringin Gelar Kerja Bakti bersama Warga

0

Sambut HUT Ke-81 RI, Polsek Kedung Waringin Gelar Kerja Bakti bersama Warga

Bekasi – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polsek kedung waringin menggelar kerja bakti lingkungan bersama puluhan warga yang berlokasi Kp. Bojong gang Sinona Rt 001/002 Desa Bojongsari Kecamatan Kedung Waringin, Kamis, 06/08/2026.

Dalam Kegiatan kerja bakti tersebut ,Kapolsek Kedung Waringin Akp. Muhammad Trisno, SH.,MM, turun langsung, dan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong sekaligus bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak memenuhi setiap sudut jalan Sinona Bojong, Bojong Sari Kedung Waringin.

Para personel Polsek Kedung Waringin bersama warga lingkungan bergotong royong membersihkan area lingkungan, memangkas rumput, menyapu jalan, mengangkat sampah,membakar sampah, membersihkan saluran drainase, hingga merapikan berbagai fasilitas umum yang ada di jalan gang sinona tersebut. Diketahui, Jalan sinona merupakan askes jalan warga masyarakat sekitar menuju pasar Bojong.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Seluruh personel Polsek Kedung Waringin bersama warga lingkungan bekerja sama bahu membahu demi mewujudkan lingkungan yang lebih tertata sebagai bentuk kesiapan menyambut momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kapolsek Kedung Waringin, AKP Muhammad Trisno, mengatakan kerja bakti lingkungan bersama merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan salah satu program serentak Polda Metro Jaya (PMJ) Merdeka bersama masyarakat 2026.

Menurut AKP M.Trisno, menjaga kebersihan sebenarnya telah menjadi rutinitas harian di lingkungan terdekatnya. Namun, menjelang peringatan HUT RI, pembersihan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh area terdekat terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Memang setiap hari kami melakukan pembersihan, tetapi kali ini kami melaksanakan kerja bakti secara menyeluruh agar seluruh lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata,” kata AKP Trisno.

Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan warga lingkungan dilibatkan secara aktif. Mereka bersama petugas membersihkan berbagai area sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga lingkungan tempat yang mereka lintasi sehari hari.

Hengki menilai keterlibatan warga binaan memiliki nilai positif karena mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan serta membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan.

“Tidak hanya petugas rutan yang ikut membersihkan, seluruh warga binaan juga kami libatkan. Mereka bersama-sama membersihkan lingkungan sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kebersihan tempat ini,” ujarnya.

Kebersamaan yang terbangun selama kerja bakti menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong tetap dapat tumbuh di lingkungan pemasyarakatan sebagai bagian dari proses pembinaan.

Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi warga binaan. Melalui aktivitas bersama, mereka diajak membangun kedisiplinan, kerja sama, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Menurut Hengki, nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan bekerja bersama, warga binaan belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan tertentu, melainkan menjadi budaya yang terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Hengki menjelaskan bahwa lingkungan yang bersih memiliki peran penting dalam menciptakan suasana rutan yang aman, sehat, dan kondusif. Kondisi tersebut diyakini mampu mendukung pelaksanaan program pembinaan sehingga berjalan lebih efektif.

Menurutnya, kenyamanan lingkungan akan memberikan dampak positif bagi petugas maupun warga binaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kerja bakti lingkungan ini menjadi salah satu bentuk komitmen polsek kedung waringin polres metro bekasi dalam membangun lingkungan yang bersih, tertib, dan humanis.

Selain menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan lebih dekat di tengah masyarakat

Dukungan Terus Berdatangan ke Calon Kepala Desa Mekarmukti Jaka Firman, Mari Ciptakan Pilkades Aman dan Damai

0

Dukungan Terus Berdatangan ke Calon Kepala Desa Mekarmukti Jaka Firman, Mari Ciptakan Pilkades Aman dan Damai

Bekasi – Dukungan terus berdatangan kepada calon kepala desa Mekarmukti Jaka Firman, dukungan yang datang dari berbagai golongan dan para tokoh di desa Mekarmukti. 

Jaka Firman merupakan salah satu bakal calon kepala desa Mekarmukti yang telah resmi mendaftarkan diri ke sekretariat kepanitiaan pemilihan kepala desa (Pilkades) desa Mekarmukti pada Rabu 29/7/2026.

Jaka mengatakan bahwa setiap sosialisasi selalu mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dan selalu dihadiri oleh banyak para tokoh serta masyarakat dari berbagai golongan. 

“Alhamdulillah saat ini setiap kami melakukan sosialisasi antusias masyarakat sangat terlihat dan banyak para tokoh serta masyarakat yang menyampaikan pendapat dan masukan kepada kami,” Jelasnya. 

Jaka juga mengatakan bahwa niatnya mencalonkan diri sebagai kepala desa Mekarmukti untuk mengabdi dan untuk membangun desa Mekarmukti yang lebih baik lagi. 

“Saya berniat mencalonkan diri sebagai kepala desa Mekarmukti guna bisa mengabdi kepada masyarakat dan membangun desa yang lebih baik lagi serta untuk mensejahterakan masyarakat,” Ungkapnya. 

Masih kata Jaka, “Saya mohon doa dan dukungan kepada masyarakat desa Mekarmukti untuk mendukung saya menjadi kepala desa Mekarmukti, ” Katanya. 

Jaka Firman juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas keamanan di wilayah walaupun berbeda pilhan tetap saling menghormati demi menciptakan Pilkades yang aman dan damai di Desa Mekarmukti. 

(Ervin)

Klarifikasi Pemberitaan Beras Merek “NUR”, Distributor Tegaskan Tidak Ada Penimbangan dan Pengemasan Ulang di Ruko

0

Klarifikasi Pemberitaan Beras Merek “NUR”, Distributor Tegaskan Tidak Ada Penimbangan dan Pengemasan Ulang di Ruko

Merangin — Menanggapi pemberitaan sebelumnya berjudul “Sikat Beras Merek ‘NUR’! Tanpa Label Netto dan Sunat Takaran, Distributor & Produsen Terancam Pidana 5 Tahun dan Denda Rp2 Miliar”, Ari Irawan selaku distributor beras merek “NUR” di Kabupaten Merangin menyampaikan hak jawab sekaligus klarifikasi agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru terhadap dirinya sebagai distributor.

Ari Irawan menegaskan bahwa dirinya telah memenuhi panggilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merangin (Disperindag) serta Unit Tipidter Satreskrim Polres Merangin untuk memberikan keterangan terkait peredaran beras tersebut.

Menurut Ari, dalam proses pemeriksaan dan pengecekan di lokasi usahanya, tidak ditemukan karung kosong, alat maupun timbangan yang digunakan untuk melakukan penakaran ulang ataupun aktivitas pengemasan ulang beras sebagaimana kesan yang dapat timbul dari pemberitaan sebelumnya.

“Saya sudah dipanggil dan memberikan keterangan kepada Disperindag maupun Unit Tipidter Polres Merangin. Setelah dilakukan pengecekan, di tempat saya tidak ditemukan karung untuk pengemasan ulang maupun timbangan yang digunakan untuk menakar beras. Saya ingin meluruskan agar masyarakat tidak salah memahami posisi saya sebagai distributor,” ujar Ari Irawan.

Ari juga menjelaskan bahwa beras tersebut berasal dari Kerinci dan diterima oleh dirinya dalam kondisi sudah berada di dalam karung, namun pada saat diterima, karung tersebut memang belum terdapat tulisan atau label sebagaimana kemasan bermerek.

Setelah barang diterima, menurut Ari, beras tersebut langsung didistribusikan kepada pelanggan, bukan diproses kembali, ditimbang ulang, kemudian dikemas oleh dirinya.

“Beras datang dari Kerinci dalam kondisi karung tanpa tulisan. Saya sebagai distributor menerima barang tersebut dan langsung mengirimkannya kepada pelanggan. Tidak ada proses penimbangan ulang atau pengemasan kembali di tempat saya,” jelasnya.

Ari menambahkan, kondisi kemasan beras saat ini sudah mengalami perubahan. Beras yang beredar kini telah menggunakan kemasan bermerek dan ukuran/netto yang dicantumkan pada kemasan sudah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memastikan produk yang beredar kepada konsumen memiliki identitas dan keterangan yang lebih jelas.

Dengan demikian, Ari meminta agar persoalan mengenai label, netto maupun takaran tidak serta-merta diarahkan kepada dirinya sebagai distributor tanpa melihat terlebih dahulu asal barang, proses produksi serta pihak yang melakukan pengemasan awal.

Mengenai legalitas usaha, Ari menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan penjelasan kepada pihak terkait. Menurut keterangan yang diterimanya dari pihak Disperindag, izin sebagai distributor sudah ada.

“Untuk izin distributor, dari keterangan Disperindag sudah ada. Jadi jangan sampai seolah-olah saya menjalankan usaha sebagai distributor tanpa legalitas sama sekali,” kata Ari.

Ari juga meluruskan penyebutan mengenai lokasi usahanya yang sebelumnya disebut sebagai gudang. Menurut Ari, tempat yang digunakan untuk kegiatan usahanya merupakan ruko dengan ukuran sekitar 5 meter × 8 meter atau kurang lebih 40 meter persegi, bukan gudang dengan ukuran sebagaimana yang dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

“Tempat saya itu ruko, ukurannya sekitar 5 x 8 meter. Jadi saya juga ingin meluruskan penyebutan mengenai lokasi tersebut agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” jelas Ari.

Ari menyatakan bahwa persoalan mengenai kewajiban administrasi atau ketentuan terhadap tempat penyimpanan barang tentunya harus dilihat berdasarkan klasifikasi bangunan, fungsi tempat usaha, ukuran serta ketentuan peraturan yang berlaku.

Ia berharap penilaian mengenai persoalan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari instansi yang berwenang, bukan berdasarkan asumsi.

Ari Irawan menegaskan dirinya menghormati tugas media maupun proses pemeriksaan aparat penegak hukum. Namun, sebagai pihak yang namanya disebut secara langsung, ia meminta agar hak jawabnya dimuat sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.

Ia juga menyatakan siap memberikan keterangan maupun dokumen yang diperlukan apabila masih terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi oleh pihak berwenang.

“Saya tidak menghindari pemeriksaan. Saya sudah datang ketika dipanggil dan memberikan keterangan sesuai kondisi sebenarnya. Kalau ada yang perlu diperiksa, silakan diperiksa secara terbuka. Tetapi saya juga meminta agar pemberitaan tidak menggiring opini seolah-olah saya melakukan penimbangan atau mengurangi takaran, sementara di lokasi saya sendiri tidak ditemukan timbangan maupun karung untuk melakukan pengemasan ulang,” tegas Ari.

Ari berharap persoalan beras merek “NUR” dapat ditangani secara objektif dengan memisahkan secara jelas antara produsen, proses produksi dan pengemasan di daerah asal dengan distributor yang menerima dan menyalurkan barang.

Ia juga menyerahkan sepenuhnya kepada instansi berwenang untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan, alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Ari menegaskan bahwa kemasan beras yang saat ini beredar telah menggunakan merek dan mencantumkan ukuran/netto yang telah disesuaikan dengan ketentuan, sehingga masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang utuh mengenai kondisi produk saat ini.

Hak jawab ini disampaikan Ari Irawan sebagai klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya sekaligus sebagai upaya memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Polsek Cikarang Timur Gelar Korve Dalam Rangka Sambut HUT RI ke – 81

0

Polsek Cikarang Timur Gelar Korve Dalam Rangka Sambut HUT RI ke – 81

Bekasi – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Timur menggelar kegiatan kerja bakti atau korve bersama Unsur Muspika (Muspicam) dan masyarakat pada Kamis (6/8/2026). 

Dipimpin langsung oleh Plh Kapolsek Cikarang Timur, AKP M. Jamaludin, S.H., M.Si., aksi bakti sosial yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB ini dipusatkan di Lapangan Plaza Kecamatan Cikarang Timur, Desa Jatibaru, Kabupaten Bekasi. 

Sebanyak 25 personel gabungan dari unsur Polsek, Koramil, dan Satpol PP dikerahkan untuk memimpin aksi gotong royong sekaligus mempersiapkan fasilitas umum menjelang puncak peringatan kemerdekaan.

Kegiatan difokuskan pada pembenahan lingkungan sarana publik, meliputi pemotongan rumput yang tumbuh liar di sekitar lapangan, pemusnahan penumpukan sampah dan rumput kering, hingga pembersihan saluran air agar aliran drainase tetap lancar. 

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang asri dan rapi menjelang peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan warga Cikarang Timur demi mewujudkan wilayah yang bersih, aman, dan kondusif.

Ratusan Relawan Joss Iringi Pendaftaran Suwandi Sebagai Calon Kepala Desa Jatireja

0

Ratusan Relawan Joss Iringi Pendaftaran Suwandi Sebagai Calon Kepala Desa Jatireja

Bekasi – Diiringi ratusan massa pendukungnya Suwandi resmi daftarkan diri sebagai kepala desa Jatireja periode 2026-2034, ini merupakan yang kedua kali nya Suwandi menjadi kontestan di Desa Jatireja sebagai calon kepala desa, Kamis 6/8/2026.

Iringan relawan yang mengatas namakan Relawan Joss mengawal dari kediaman Suwandi menuju ke sekretariat kepanitiaan Pilkades Jatireja. 

Suwandi saat dikonfirmasi awak media mengatakan dirinya mencalonkan  di periode kedua ini atas dorongan dari para pendukung nya dengan mendatangi secara langsung untuk meminta agar melanjutka menjadi kepala desa Jatireja. 

“Pencalonan saya ini atas permintaan para pendukung saya yaitu relawan Joss dengan mendatangi saya secara langsung agar kembali mencalonkan diri sebagai kepala desa Jatireja ini,” Jelasnya. 

Suwandi juga mengatakan relawan Joss sendiri sudah mengawal perjuangannya sebagai kepala desa Jatireja sejak dirinya di periode pertama. 

“Pendukung saya atau yang dikenal sebagai relawan Joss ini sudah berjuang bersama saya sejak awal saya mencalonkan diri sebagai calon kepala desa di periode pertama saya dan saya menang sehingga menjadi kepala desa Jatireja dan saat ini Joss kembali mengawal saya kembali di pencalonan kedua ini,” Ungkapnya.

Masih kata Suwandi,” Saya tidak bisa berjanji kepada masyarakat, yang pasti saya akan berusaha meningkatkan semua pelayanan masyarakat dan akan terus berusaha menjadikan desa Jatireja lebih baik lagi, perlu diketahui sudah banyak prestasi yang ditorehkan desa Jatireja dimasa pemerintahan saya salah satu nya predikat Desa Bebas atau Anti Korupsi  oleh BPK Provinsi Jawa Barat, ” Pungkasnya.

Oknum Pendukung Bacalon Kades di Karangbahagia Lontarkan Ujaran Kebencian, Pilkades Karang Bahagia Memanas

0

Oknum Pendukung Bacalon Kades di Karangbahagia Lontarkan Ujaran Kebencian, Pilkades Karang Bahagia Memanas

KABUPATEN BEKASI – Pesta demokrasi di Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia, mendadak berbalik menjadi panggung provokasi murahan. Ajang persaingan yang seharusnya berjalan bermartabat lewat adu gagasan, justru dikotori oleh aksi unjuk kebodohan seorang oknum pendukung calon kepala desa yang terang-terangan menebar narasi kebencian di muka umum.

Aksi tak beretika ini terjadi pada Selasa (04/08/2026). Menggunakan mobil komando lengkap dengan pengeras suara, oknum tersebut tanpa malu melontarkan makian destruktif: “Hidup Caum, Yang Masih Mendukung Lurah Lama Saya Anggap Tolol Manusianya,Tolol gak punya otak.” Serangan verbal berisikan caci maki dangkal dan ad hominem ini secara telanjang telah menginjak-injak prinsip dasar kebebasan memilih yang dijamin oleh undang-undang.

Tindakan arogan tersebut tak pelak memantik sumbu pendek kemarahan para simpatisan petahana. Situasi memanas tajam hingga memaksa kedua bakal calon Kepala Desa Karang Bahagia, Caum dan Hamdani Atamam, mendatangi Polsek Cikarang Utara pada Selasa malam guna mencegah bentrokan fisik antarkelompok. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait proses hukum atau langkah mediasi yang diambil atas aksi provokatif tersebut.

*Demokrasi Bukan Panggung Premanisme Verbal*

Insiden ini menjadi bukti gamblang betapa matinya etika politik di tingkat tapak demi syahwat kekuasaan sesaat. Demokrasi memberikan hak penuh bagi setiap warga untuk berbeda pilihan, namun sama sekali tidak memberikan ruang bagi aksi premanisme verbal maupun penghinaan terhadap martabat sesama warga desa.

Jika aksi provokasi semacam ini dibiarkan berlalu tanpa sanksi tegas, Pilkades Karang Bahagia hanya akan meninggalkan luka sosial yang dalam dan merusak tatanan bermasyarakat. Aparat penegak hukum dan panitia pengawas wajib bertindak keras memproses oknum pemicu kerusuhan tersebut demi menegakkan aturan main dan mengembalikan marwah demokrasi yang tercoreng.

Polsek Cikarang Timur Rutin Laksanakan OKJ Guna Antisipasi Kejahatan di Malam Hari

0

Polsek Cikarang Timur Rutin Laksanakan OKJ Guna Antisipasi Kejahatan di Malam Hari

Bekasi – Polsek Cikarang Timur menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) dan razia di Jalan Citarik Raya, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, guna memperketat pengamanan wilayah dari potensi gangguan ketertiban masyarakat. 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali AKP Dedih S. dengan menerjunkan delapan personel untuk memeriksa secara terukur pergerakan kendaraan serta masyarakat yang melintas di jalur utama tersebut.

Langkah preventif ini menegaskan komitmen Polsek Cikarang Timur untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat demi mengantisipasi potensi kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan hingga aksi balap liar. 

Melalui kehadiran polisi secara masif di titik-titik rawan, kepolisian berharap dapat menciptakan situasi yang kondusif sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.

Sambut Hari Mangrove Sedunia, PT Jababeka Infrastruktur Genapkan 100.000 Pohon Mangrove Bersama 27 Perusahaan

0

Sambut Hari Mangrove Sedunia, PT Jababeka Infrastruktur Genapkan 100.000 Pohon Mangrove Bersama 27 Perusahaan

Muara Gembong, 23 Juli 2026 – PT Jababeka Infrastruktur, anak perusahaan PT Jababeka Tbk, bersama 27 perusahaan tenant Kawasan Industri Jababeka mencatatkan tonggak penting dalam upaya pelestarian pesisir Pantai Utara Bekasi. Melalui rangkaian Jababeka Ecoweek 2026, sebanyak 35.000 bibit mangrove ditanam di Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dengan penanaman tersebut, total pohon mangrove yang telah ditanam secara kumulatif sejak program ini dimulai pada 2018 kini mencapai 100.000 pohon.

Pencapaian ini sejalan dengan tema “Resilient Coasts, Sustainable Impact”, yang mencerminkan komitmen membangun ketahanan kawasan pesisir terhadap ancaman abrasi dan perubahan iklim, sekaligus memastikan setiap upaya pelestarian lingkungan memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem maupun masyarakat sekitar.

Momentum ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia (International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem) yang diperingati setiap 26 Juli, sebagai pengingat pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di seluruh dunia.

Di tingkat nasional, program ini sejalan dengan Gerakan Tobat Ekologis Nasional yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Penanaman 35.000 bibit mangrove di Muara Gembong turut tercatat sebagai kontribusi terhadap target nasional penanaman 2 miliar pohon yang terus didorong pemerintah di berbagai kawasan pesisir Indonesia.

General Manager PT Jababeka Infrastruktur, Ricky Aditya, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen yang dibangun secara konsisten selama hampir satu dekade.

“Setiap tahun kami terus menambah jumlah bibit yang ditanam di kawasan ini. Tahun ini, semangat itu kami lanjutkan dengan menambah 35.000 bibit baru sehingga total penanaman kumulatif sejak 2018 kini mencapai 100.000 pohon. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi antara pengelola kawasan, tenant industri, dan masyarakat pesisir mampu menghasilkan dampak jangka panjang bagi lingkungan,” ujarnya.

Program Jababeka Ecoweek pertama kali digagas pada 2018 sebagai inisiatif PT Jababeka Infrastruktur bersama para tenant Kawasan Industri Jababeka dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sejak saat itu, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir, mengurangi abrasi pantai, serta memulihkan kawasan mangrove di Muara Gembong.

Keberhasilan penanaman 35.000 bibit mangrove pada tahun ini merupakan hasil kolaborasi 27 perusahaan tenant Kawasan Industri Jababeka, yaitu:

PT AkzoNobel Indonesia
PT International Paint Indonesia
PT ICI Paints Indonesia
PT Metalsindo Pacific
Graha Buana Cikarang
PT Cikarang Listrindo
PT Pharma Health Care
PT Sumber Mas Autorindo
PT Hulane Tech Manufacturing
PT Fukoku Tokai Rubber Indonesia
PT Dexa Medica
PT Hanes Supply Chain Indonesia
PT Astemo Bekasi Manufacturing
PT Sari Takagi Elok Produk
PT Sanjaya International Fishery
Padang Golf Cikarang
PT Komatsu Undercarriage Indonesia
PT Kurita Indonesia
PT Magnum Ice Cream Indonesia
PT Nippon Steel Chemical & Material Indonesia
PT Anugerah Pharmindo Lestari
PT Tokai Texprint Indonesia
PT BS Indonesia
PT Mane Indonesia
PT Piaggio Indonesia Industrial
PT Kao Indonesia
PT Citra Langgeng Sentosa

Keterlibatan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, farmasi, otomotif hingga consumer goods, menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas industri bersama pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Bappeda Kabupaten Bekasi, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Camat Muara Gembong, Kepala Desa Pantai Bahagia, serta Ketua Pokdarwis Alipbata, sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Jababeka Ecoweek 2026 juga meresmikan kawasan wisata mangrove di Pantai Bahagia. Kehadiran destinasi wisata ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi.

Dengan demikian, pencapaian 100.000 pohon mangrove tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan melalui perlindungan pesisir dan pemulihan ekosistem, tetapi juga mulai menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

PT Jababeka Infrastruktur bersama seluruh tenant Kawasan Industri Jababeka menegaskan bahwa pencapaian 100.000 pohon bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk memperluas upaya pelestarian lingkungan di masa mendatang. Melalui semangat “Resilient Coasts, Sustainable Impact”, perusahaan berkomitmen untuk terus membangun pesisir yang lebih tangguh sekaligus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.