Menyoal Femisida, KOPRI PC. PMII Kab. Bandung gelar Talkshow Edukasi

Menyoal Femisida, KOPRI PC. PMII Kab. Bandung gelar Talkshow Edukasi

Bandung – Kegiatan Talkshow menyoal Femisida digelar oleh Korps PMII Puteri (Kopri) PC. PMII Kabupaten Bandung dengan tema “Talk’s: Kopri PC. PMII Kab. Bandung Menyoal Femisida.”. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu pagi, 25 Desember 2024 di Demos Cafe, Kel. Cipadung, Cibiru, Bandung pukul 10.00 – 15.00 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Harlah Kopri yang ke-57. Talkshow menyoal Femisida ini dihadiri oleh anggota, kader, dan pengurus Kopri yang berada dibawah naungan Kopri PC PMII Kab. Bandung. Terlihat, 8 kopri rayon dan 8 kopri komisariat yang berada dibawah naungan Kopri PC. PMII Kab. Bandung hadir pagi tadi.

Kegiatan diawal dengan opening speech oleh Atifah selaku Bendahara Kopri PC. PMII Kabupaten Bandung selaku moderator di acara Talk’s Edu: Kopri PC. PMII Kab. Bandung Menyoal Femisida.
Atifah mengatakan bahwa kasus-kasus Femisida yang terjadi belakangan ini khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat masih menjadi misteri, apakah motif nya karena “dia perempuan”, pemerkosaan yang berujung pembunuhan, lalu ada motif yang diawali oleh suka sama suka.

Sintia Lisnawati, selalu Ketua Umum Kopri PC. PMII Kabupaten Bandung menjelaskan bahwa pada momentum gebyar kopri bestari ini merupakan gabungan dari tiga momentum besar perjuangan perempuan.

Dengan semarak harlah kopri ke 57 ini bukan lagi usia yang sangat muda tentunya kita sebagai kopri harus senantiasa menjadi bagian pro aktif terhadap persoalan yang terjadi masyarakat.

Kopri harus senantiasa berperan aktif dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak kelompok rentan seperti perempuan, anak dan disabilitas. Salah satu persoalan yang terjadi di masyarakat adalah terkait dengan femisida, Perempuan di bunuh karena mereka perempuan.

Sebagaimana data yang di lansir oleh komnas perempuan pada tanggal 10 desember 2024 menyatakan bahwasanya terdapat 290 kasus yang terindikasi femisida. Hal tesebut berdasarkan pemantauan komnas perempuan melalui pemberitaan online dari tanggal 1 oktober 2023 sampai dengan 31 oktober 2024.

Kopri kab. Bandung hadir untuk mengkaji bersama dan tentunya menjadikan langkah mitigasi agar hal tersebut tidak terjadi lagi pada siapapun dan kapanpun. Kajian ini pula sebagai bentuk dari kopri kab. Bandung yang akan senantiasa terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.”

Dalwa Tajul Arfah, selaku staf advokasi LBH Bandung mengatakan bahwa regulasi femisida belum ada yang mengatur secara eksplisit, hanya ada aturan seperti UU KUHP, UU TPKS, UU Perlindungan anak, dan UU PKDRT dan semua regulasi ini harus di optimalisasikan.

Peran pemerintah seharusnya mengadakan sosialisasi akan penghapusan femisida dan mengenai aturan hukum yang akan menjerat bagi para pelaku femisida maupun impact yang akan diterima akibat melakukan perbuatan tersebut.

Sherly Rachma Fadila, selaku anggota dari Indonesia Hapus Femisida mengatakan bahwa femisida merupakan suatu perbuatan pembunuhan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Pembunuhan terhadap perempuan secara langsung, misalnya pembunuhan yang sedari awal sudah ada niat membunuh perempuan tersebut, salah satu kasus yang ada di Kab. Bandung yakni pembunuhan perempuan di daerah Pacet oleh suami beserta teman-temannya.

Pembunuhan secara tidak langsung yakni terbunuhnya perempuan yang tidak ada motif membunuh, hanya dikarenakan ada konflik dirinya dengan orang lain.

Femisida sendiri dibagi menjadi 9 kategori, yakni Femisida Budaya, Femisida Intim, Femisida Terhadap Perempuan Pembela Ham, Femisida Dalam Konteks Konflik Sosial dan Bersenjata, Femisida dalam Konteks Industri Komersil, Femisida Terhadap Perempuan Disabilitas, Femisida Terhadap Orientasi Seksual dan Identitas Gender, Femisida Dipenjara, dan Femisida Sistematis.

Terkait kasus femisida, masih banyak media yang tidak bisa melindungi privasi korban bahkan melakukan pemojokkan terhadap korban, kadang juga menggunakan bahasa hiperbolis yang pada akhirnya netizen ini membela pelaku.

Akhir kegiatan tersebut, Kopri PC. PMII Kabupaten Bandung mendeklarasikan Kabupaten Bandung Bebas dari Femisida, dan ikut membantu mensukseskan program pemerintah yang menghapus femisida di Kabupaten Bandung.

Related Articles

Stay Connected

20,826FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles