Pasca Pembongkaran Bangli di Pasar Kemiri Depok, Drainase Terbuka Ancam Keselamatan dan Kesehatan Warga
DEPOK – Penataan kawasan di belakang Pasar Kemiri, Kecamatan Beji, yang dimulai oleh Pemerintah Kota Depok pada 16 Desember 2025 lalu kini menyisakan kekhawatiran publik. Bekas pembongkaran Bangunan Liar (Bangli) dan pengerukan saluran air yang tidak segera ditindak lanjuti dengan merapihkan drainase permanen kini berubah menjadi ancaman bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sisa material pembongkaran dan lubang galian yang terbuka tanpa pagar pembatas jalan telah memicu sejumlah insiden kecelakaan. Dalam satu bulan terakhir, tercatat dua unit mobil terperosok ke dalam lubang drainase yang gelap dan tidak memiliki pembatas jalan yang memadai.
Insiden pertama menimpa Suzuki XL7 (F 1210 VQ) pada 20 Maret 2026, disusul kecelakaan Nissan Livina (B 2412 EBB) pada malam hari tanggal 6 April 2026. Kondisi saluran yang terbuka lebar di sisi jalan utama pasar tersebut dinilai sangat berisiko bagi pengendara, terutama saat minim penerangan.
Selain aspek keselamatan, tumpukan sampah dan limbah pasar yang menggenang di saluran yang setengah hancur mulai memicu krisis kesehatan. Air yang tidak mengalir menciptakan aroma busuk menyengat dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kondisinya sekarang justru lebih buruk. Saluran terbuka ini jadi sarang nyamuk dan sampah menumpuk total. Kalau hujan turun, air meluap membawa sampah ke area pasar karena alirannya tersumbat material bongkaran,” ujar Bintang Syawalka, salah satu perwakilan warga yang juga mahasiswa UIN Bandung tersebut.
Ia menegaskan bahwa warga dan pemuda setempat mendesak Pemerintah Kota Depok untuk segera melakukan langkah konkret. “Kami mendesak Wali Kota dan jajaran terkait untuk melakukan percepatan pembangunan drainase, pengerukan sampah secara rutin, serta memasang barikade atau simbol perbaikan yang jelas demi keamanan masyarakat,” lanjut Bintang.
Warga berharap Pemerintah Kota Depok bertanggung jawab penuh menyelesaikan penataan kawasan pasca pembongkaran hingga tuntas, guna mengembalikan fungsi saluran air serta menjamin keamanan dan kenyamanan publik di area Pasar Kemiri.
(Novian)










