Diduga Keluarkan Kata Tak Pantas Ke Panitia Agustusan, Seorang Bidan di Karawang Didemo Warga
KARAWANG – Persiapan menyambut HUT Kemerdekaan RI di Dusun Munjul Kidul, Desa Curug, Kecamatan Klari, mendadak berubah menjadi tontonan yang tak ada dalam susunan acara panitia PHBN.
Bukan lomba panjat pinang, bukan pula lomba balap karung. Kali ini yang menjadi perhatian warga justru dugaan ucapan kasar yang dilontarkan seorang bidan berinisial L kepada para pemuda panitia 17 Agustus.
Menurut informasi yang beredar, persoalan bermula dari suara pengeras suara yang dianggap mengganggu. Keluhan tentu sah-sah saja.
Namun, yang dipersoalkan warga bukan keberatannya, melainkan cara penyampaiannya yang dinilai lebih nyaring daripada sound system yang diprotes.
Alih-alih menyampaikan dengan santun, bidan tersebut diduga mengeluarkan kata-kata yang membuat warga tersinggung.
Bahkan, kabarnya ada ucapan yang dianggap menantang aparat dan pemerintah desa. Sebuah keberanian yang mungkin tidak masuk dalam materi kuliah kebidanan.
Warga yang mendengar hal itu pun bereaksi. Mereka berkumpul dan meminta pertanggungjawaban atas ucapan yang dinilai tidak mencerminkan etika hidup bertetangga.
Sebab, di kampung, suara musik biasanya bisa dikecilkan. Tapi luka akibat ucapan kadang lebih sulit diredam.
Melihat situasi mulai memanas, Pemerintah Desa Curug bersama Polsek Klari, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa turun tangan melakukan mediasi pada Rabu malam (24/6).
Upaya damai dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Sementara itu, bidan berinisial L untuk sementara diamankan ke Polsek Klari guna menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu proses penyelesaian lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hidup bermasyarakat bukan hanya soal siapa yang paling terganggu oleh kebisingan, tetapi juga siapa yang mampu menjaga lisan saat emosi mulai mengambil alih.
Karena terkadang, masalah tidak muncul dari suara speaker yang terlalu keras, melainkan dari ucapan yang keluar tanpa rem.
“Kalau suara sound system bisa dimatikan dengan sakelar, suara amarah sayangnya tidak selalu punya tombol off.”










