Home Blog Page 263

Guna Mencegah Penyebaran Covid-19, Dirjen IPK Kemenkominfo Berikan 2 Pesan Kepada Masyarakat Saat Nataru

0

Guna Mencegah Penyebaran Covid-19, Dirjen IPK Kemenkominfo Berikan 2 Pesan Kepada Masyarakat Saat Nataru

GUE JABAR | Jakarta – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) , Usman Kansong menyampaikan 2 pesan yang terus dikomunikasikan kepada masyarakat selama Nataru (Natal dan Tahun Baru) guna mencegah penularan COVID-19. Pesan tersebut yakni meminta masyarakat bijak melakukan mobilitas, serta tentang protokol kesehatan dan vaksinasi.

Menyoroti mobilitas masyarakat saat ini, yakni pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Usman mengingatkan bahwa pergerakan manusia dapat menjadi pemicu penyebaran wabah atau virus
“Berdasarkan pengalaman dan penelitian, wabah atau pandemi terjadi karena mobilitas atau pergerakan manusia. Dan di masa liburan, pergerakan ini berlangsung masif,” ungkapnya dalam Siaran Pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Selasa (28/12/2021).

Mengingat sebelumnya cenderung ada peningkatan kasus setelah libur Idul Fitri lalu, juga libur Natal 2020 yang bertepatan dengan libur Maulid Nabi, Usman menekankan bahwa hal ini seharusnya menjadi alarm bagi setiap pihak untuk dapat mengendalikan dan menahan diri untuk tidak bepergian, meski di tengah masa liburan. Karena itu, masyarakat untuk tetap di rumah dan merayakan Nataru di kediaman masing-masing.

Kementerian Kominfo, dikatakan Usman, terus melakukan berbagai kampanye bertujuan untuk mengurangi atau mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia, terutama pada masa Nataru. Kampanye tersebut menyampaikan 2 pesan.

Pertama, ujar Usman, pesan agar masyarakat menahan diri tidak bepergian bila tidak diperlukan. Karena bepergian akan meningkatkan potensi penyebaran.

“Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menerapkan berbagai kebijakan,” lanjutnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan, bahwa siapa pun yang ingin bepergian dengan pesawat terbang, harus sudah divaksin 2 kali. Kemudian larangan cuti di akhir tahun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), larangan perayaan tahun baru, serta pengaturan kapasitas mall dan tempat hiburan yang dibatasi 75%. Selain itu, aplikasi PeduliLindungi harus ditempatkan di ruang publik, agar ketika terjadi penularan maka akan mempermudah proses tracing dan treatment.

Terkait munculnya varian baru Omicron, pemerintah juga telah menerapkan berbagai upaya dalam rangka mencegah virus ini masuk dan berkembang di Indonesia. Di antaranya dengan menjaga pintu masuk negara, juga pemberlakuan karantina bagi siapapun yang datang dari luar negeri, baik karantina yang terpusat maupun mandiri.

Kedua, dikatakan Usman, bilamana memang harus bepergian, masyarakat harus betul-betul menjaga protokol kesehatan. Mereka yang belum divaksin, harus segera melaksanakan, termasuk anak dan lansia. Hal ini terutama karena vaksin terbukti dapat meringankan gejala yang diderita ketika tertular COVID-19.

Dalam penyampaian pesan-pesan tersebut kepada masyarakat, ujar Usman, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak.

“Kita tentu saja melihatkan kelompok-kelompok masyarakat untuk (kampanye) pencegahan penularan COVID-19 di masa Nataru,” tutur Usman. Kelompok masyarakat dimaksud, seperti Pramuka, Satpol PP di daerah, juga kalangan kampus.

Selain itu, juga melalui para key opinion leader (para pembuat opini publik) seperti ulama, pendeta, tokoh masyarakt, tokoh adat di berbagai daerah. “Agar para pembuat opini publik yang menjadi panutan ini dapat ikut serta dalam kampanye pencegahan penularan COVID-19 pada Nataru,” ungkap Usman.

Pelibatan para pembuat opini publik dalam upaya komunikasi publik terkait COVID-19 tersebut, menurut Usman, akan lebih ditingkatkan pada 2022.

“Pada 2022 akan kami tingkatkan. Ini bagian dari komunikasi sosial. Artinya pada 2022, selain menggencarkan kampanye literasi dan orkestrasi lewat udara, dalam hal ini lewat media masa dan media sosial, kami juga akan melakukan komunikasi yang sifatnya langsung ke lapangan dan masyarakat, dalam konteks COVID-19, konteks pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi,” beber Usman.

Ia berharap kombinasi tersebut akan membuat komunikasi publik, literasi, dan orkestrasi akan semakin efektif sesuai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Sehingga tahun depan, di tengah ketidakpastian tentang COVID-19, Indonesia dapat berharap, bisa segera beralih dari pandemi ke endemi.

“Dengan begitu, kita bisa melaksanakan aktivitas seperti sebelum adanya COVID. Bisa segera memulihkan ekonomi, aktivitas sosial, aktivitas masyarakat yang selama 2 tahun ini dibatasi karena kita ingin COVOD-19 segera berakhir,” tuturnya.

(Redaksi)

Pemerintah Himbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes dan Ikuti Vaksinasi

0

Pemerintah Himbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes dan Ikuti Vaksinasi

GUE JABAR | Jakarta – Jelang akhir 2021, meski tidak terjadi lonjakan kasus di tanah air, namun pemerintah tetap mengimbau masyarakat menegakkan protokol kesehatan (Prokes) serta mengikuti vaksinasi.

Belajar dari pengalaman di berbagai negara, dengan ditemukannya 1 kasus transmisi lokal Omicron, maka angka kenaikan kasus cenderung lebih cepat, sehingga setiap pihak diharapkan lebih berhati – hati.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 – Sonny Harry B Harmadi dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, bertema “Mulai Tahun Baru dengan Kebiasaan Baru”, Selasa (28/12/2021).

“Belajar dari beberapa negara yang terjadi lonjakan kasus (Omicron), cenderung terjadi penyebaran lebih cepat dari varian Delta meski tingkat keparahan lebih ringan,” ujar Sonny seraya menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.

“Hanya masyarakat harus paham bahwa ada risiko varian Omricron yang lebih menular,” tegasnya.

Untuk itu, Sonny mengingatkan bahwa Prokes masih harus tetap ditegakkan. Ia mengakui, kepatuhan Prokes sempat turun pada bulan November hingga minggu kedua Desember. Namun minggu ketiga dan keempat, sudah kembali membaik.

Guna mendorong pelaksanaan Prokes, tutur Sonny, dilaksanakan kolaborasi berjenjang. Yakni dari Satgas dan pemerintah pusat, kemudian satgas daerah, seterusnya adalah posko desa, serta satgas institusi yang berperan memastikan penggunaan PeduliLindungi dan penerapan Prokes oleh masyarakat.

“Edukasi juga terus dilakukan melalui berbagai media, juga melalui duta perubahan perilaku di lapangan yang kini telah mencapai 143 ribu orang,” lanjut Sonny.

Untuk akhir tahun, kata Sonny, sudah ada aturan dari pemerintah. Di antaranya, pembatasan kapasitas dan jam buka mall atau tempat wisata, pelarangan acara tahun baru, juga anjuran bahwa sebaiknya perayaan tahun baru dilakukan di rumah.

“Kami juga sudah siapkan buku saku tentang tanya jawab kebijakan pemerintah terkait Nataru ini,” tuturnya.

Selain menaati aturan-aturan tersebut, Sonny menegaskan, terdapat 9 langkah yang perlu diperhatikan: pakai masker dengan benar, jaga jarak, cuci tangan, pastikan ventilasi udara, hindari tempat ramai tertutup, jaga etika batuk kersin, hindari sentuh mata hidung mulut bila tangan tidak bersih, vaksinasi, dan batasi mobilitas.

Semua upaya tetap harus dilakukan, meski situasi pandemi di tanah air terkendali dan tingkat vaksinasi sudah cukup tinggi. Dikatakan Sonny, “53% penduduk Indonesia sudah divaksin lengkap dan 75% nya sudah dosis pertama.”

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa sampai akhir Desember diperkirakan capaian vaksin 77% dosis pertama dan 56-57% dosis kedua.

“Artinya memang kita harus lakukan akselerasi. Karena untuk dosis pertama sudah masuki area- area yang sulit, seperti daerah dengan tantangan geografis dan transportasi, maupun daerah 3T,” ujar Nadia.

Pada 2022, tuturnya, pemerintah akan menyelesaikan sisa target sasaran vaksin dengan percepatan, sehingga 208 juta sasaran vaksin diharapkan selesai pada Maret 2022. Seiring dengan itu, juga menyelesaikan vaksinasi anak 6-11 tahun pada Juni 2022.

“Vaksin booster dipercepat pada awal 2022 dengan 2 skema yakni secara mandiri dan dibiayai pemerintah,” papar Nadia.

Vaksin booster dikatakannya sudah direncanakan, mengingat adanya risiko varian baru dan penurunan efikasi.

Nadia menjelaskan, vaksinasi akan menurunkan tingkat keparahan dan kebutuhan perawatan di rumah sakit, termasuk pada kasus Omicron.

Melihat pola Omicron yang cepat sekali menular, terdapat potensi kasus yang banyak dalam waktu singkat meski keparahan dan tingkat kematian cukup rendah.

“Ini harus diwaspadai, kita tidak mau gelombang ketiga pasca Nataru,” tegasnya.

Pengetatan selama Nataru, kata Nadia, juga dapat mencegah Omicron menyebar luas. Bila Prokes kendor, maka terdapat potensi ancaman gelombang ketiga penyebaran Omicron maupun Delta. Diketahu, kemampuan Omicron men-double kasus adalah 2-3 hari sedangkan Delta 10-14 hari.

“Kita betul-betul harus kendalikan laju penularan Omicron ini. Terlebih lagi, Omicron ini diketahui hampir tidak bergejala. Hanya 3 dari kasus konfirmasi Omicron positif yang bergejala dan sangat ringan. Keluhan utama sejauh ini hanya batuk pilek dan demam sedikit,” bebernya.

Sebagai upaya intervensi, Nadia meminta untuk kasus positif Omicron, diharapkan ke isolasi terpusat mengingat potensi penularan yang tinggi. Selain itu juga upaya deteksi harus dikuatkan.

Nadia menegaskan, yang harus kita capai sebelum dapat hidup berdampingan dengan COVID-19 adalah mengendalikan laju penularan.

“Indonesia sampai saat ini belum pernah lakukan relaksasi Prokes,” katanya,

“sampai pada titik kita menyelesaikan vaksinasi dan kita lihat reproduction number virus betul-betul stabil di bawah angka 1, baru kemudian kita bisa menyesuaian, untuk hidup berdampingan dengan virus ini,” lanjut Nadia.

Pemerintah, dikatakan Nadia, terus melakukan pemantauan terkait penularan COVID-19 baik di
level provinsi maupun kabupaten/kota. Pemerintah daerah juga diminta untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk terus memantau, terutama jika muncul potensi terjadinya klaster. Hal ini untuk memepercepat investigasi dan penilaian apakah terdapat keterkaitan dengan varian baru Omicron atau tidak.

(Redaksi)

Untuk Mencegah Meyebarnya Varian Baru “Omricon”, Pemerintah Himbau Masyarakat Untuk Mengurangi Mobilitas Saat Nataru

0

Untuk Mencegah Meyebarnya Varian Baru “Omricon”, Pemerintah Himbau Masyarakat Untuk Mengurangi Mobilitas Saat Nataru

GUE JABAR | Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi mobilitas, terutama pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Hal ini menyusul ditemukannya COVID-19 varian Omicron di dalam negeri, Selasa (28/12/2021).

Demikian disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik
sekaligus Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi dalam konferensi pers virtual “Perkembangan Pandemi COVID-19: Temuan Kasus Transmisi Lokal Omicron” yang ditayangkan dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Selasa (28/12/2021).

“Dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk mengurangi mobilitas, terutama dalam masa libur Natal dan Tahun Baru ini. Hindari kerumunan dan juga selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum divaksin untuk segera divaksin. Yang seharusnya mendapatkan dosis kedua, segera datangi fasyankes untuk mendapatkan dosis keduanya,” ujar Nadia.

Nadia berharap upaya bersama yang dilakukan dapat mencegah meluasnya penyebaran varian Omicron di Indonesia yang kini telah mencapai jumlah 47 kasus. Kemenkes sebelumnya telah mengumumkan adanya penularan varian Omicron yang 46 kasus merupakan imported cased atau kasus yang datang dari luar negeri.

“Kami sampaikan adanya satu kasus transmisi lokal di Indonesia. Sehingga total hingga hari ini ada 47 kasus Omicron, yang terdiri dari 46 kasus merupakan imported cased dan satu kasus adalah transmisi lokal,” paparnya.

Nadia menjelaskan bahwa kasus-kasus impor tersebut langsung diketahui sehingga dapat dilakukan karantina untuk mencegah penyebarannya ke luar, juga tracing terhadap kontak eratnya. Namun, temuan satu kasus transmisi lokal menunjukkan terjadinya infeksi di antara anggota masyarakat disatu wilayah, meski tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Kasus transmisi lokal ini adalah seorang laki-laki, usia 37 tahun, tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri selama beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri,” ungkap Nadia.


Sebagai tindak lanjut, dilakukan proses evakuasi bagi pasien untuk isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. “Dinas Kesehatan sudah melakukan koordinasi dengan Kemenparekraf dan dengan tempat-tempat riwayat perjalanan pasien, seperti restoran di SCBD, juga tracing ke pihak-pihak yang kontak erat dengan yang bersangkutan,” katanya.

Pemerintah, dikatakan Nadia, terus melakukan pemantauan terkait penularan COVID-19 baik di
level provinsi maupun kabupaten/kota. Pemerintah daerah juga diminta untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk terus memantau, terutama jika muncul potensi terjadinya klaster.

Hal ini untuk memepercepat investigasi dan penilaian apakah terdapat keterkaitan dengan varian baru Omicron atau tidak.

(Redaksi)

Faldo Maldini Sampaikan Pemerintah Telah Mendorong Program Bantuan Untuk Para Pelaku UMKM di Indonesia Saat Menjadi Pembicara Webinar MTI

0

Faldo Maldini Sampaikan Pemerintah Telah Mendorong Program Bantuan Untuk Para Pelaku UMKM di Indonesia Saat Menjadi Pembicara Webinar MTI

GUE JABAR | Jakarta – Dalam rangka mengkaji arah Kebijakan Pembangunan Ekonomi, Millenial Talk Institute (MTI) menggelar acara catatan akhir tahun dengan mengadakan diskusi secara webinar mengangkat tema besar ‘Keberpihakan Pemerintah Dalam Pemberdayaan Ekonomi’ pada Senin (27/12/2021).

Narasumber Diskusi Terakhir disampaikan oleh Faldo Maldini sebagai Staf Khusus Mensetneg RI, Faldo Maldini menjelaskan, bahwa saat ini pemerintah sudah berkomitmen untuk menyelesaikan secepat-cepatnya permasalahan sekarang yaitu pandemi yang dampaknya dirasakan oleh para pegiat usaha kecil menengah.

“Pastinya yang dilakukan pemerintah hari ini adalah memberikan berbagai intensif untuk masyarakat, seperti BLT dana Desa yang sudah menjangkau banyak daerah, ada juga Restrukturisasi untuk kredit bagi pelaku UMKM tentunya, sekaligus mendorong pemasarannya melalui program bangga buatan Indonesia yang Tahun ini akan di Launching oleh Pemerintah, dan kita sedang berusaha melakukan reformasi perlindungan sosial melalui pembaruan data terpadu kesejahteraan sosial agar dapat meminimalisir terhadap orang-orang yang menerima bantuan ini benar-benar tepat”.

Faldo mengatakan, pandemi ini dijadikan sebagai momentum untuk kita tetap bergerak agar ekonomi kita terus meningkat. Disinggung mengenai keberhasilan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), apapun pandangan masyarakat terhadap program tersebut bahkan kritik sekalipun, sah – sah saja karena Indonesia merupakan negara Demokratis. “ saya sangat yakin terkait performa ekonomi kita apalagi dibandingkan dengan Negara-negara lain, kita mempunyai surklus neraca perdagangan straight selama 19 bulan aman-aman saja”. Tak lupa Faldo Maldini mengingatkan yang perlu menjadi catatan dan perhatian adalah tumbuhnya ekonomi digital.

Selanjutnya Acara kegiatan diskusi ini juga dibuka oleh Founder Millenial Talk Institute Hasan Basri, dengan memberi sambutan mengulas sedikit tentang Millenial Talk Institute (MTI), yang mana hadir sebagai gerakan sosial kepemudaan yang berusaha menyediakan berbagai forum inovasi dan mewadahi aspirasi, salah satunya yang bergerak pada penguatan ekonomi.

“Kami memiliki misi untuk membangkitkan semangat pemuda indonesia, menjembatani akses informasi, serta mendorong penguatan sumber daya manusia yang ada di Indonesia khuhusnya generasi muda saat ini,” Tandasnya.

(Redaksi )

Menyongsong 2022, Menparekraf Sandiaga Uno Usung Tema “Bersama Lebih Kuat, Bersama Lebih Hebat” Untuk Kuatkan Potensi Pariwisata

0

Menyongsong 2022, Menparekraf Sandiaga Uno Usung Tema “Bersama Lebih Kuat, Bersama Lebih Hebat” Untuk Kuatkan Potensi Pariwisata

GUE JABAR | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyampaikan, dengan mengusung tema ‘Bersama Lebih Kuat, Bersama Lebih Hebat’, pihaknya optimis Indonesia siap menyongsong tahun 2022 dengan pertumbuhan di aspek pariwisata.

Hal tersebut diutarakan Sandiaga melalui Siaran Pers yang ditayangkan Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Senin (27/12/2021), di mana ia juga menyampaikan sejumlah capaian pada 2021 sekaligus target Kemenparekraf ke depan.

“Bagaimana nilai devisa pariwisata kita yang tadinya turun anjlok di 2020, kita perbaiki dan ada peningkatan di 2022, yang berangkat dari bagaimana 2021 kita benahi,” tutur Sandiaga.

Pandangan optimis ini terlihat dari perkembangan produk domestik bruto (PDB) pariwisata Indonesia di tahun 2022. Terlihat dari data yang disajikan Sandiaga, bahwa PDB pariwisata Indonesia berada di angka 4,2 persen pada 2021 dan diprediksi tumbuh menjadi 4,3 persen di 2022.

“Jadi Bapak-Ibu bisa melihat nilai devisa pariwisata yang 2022 kita harapkan akan meningkat juga kontribusi PDB pariwisata yang sudah mulai stabil di angka 4,3 (persen),” kata Sandiaga.

Tak hanya itu, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan, dari tahun 2021 dengan 20,58 miliar USD, menjadi 21,28 miliar USD sesuai target 2022.

“Nilai ekspor ekonomi kreatif ada di perbaikan yang cukup signifikan di 21,28 miliar dolar,” jelas Sandiaga.


Sementara untuk pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara juga diprediksi kembali bangkit seiring dengan membaiknya kondisi COVID-19 di Indonesia. Berangkat dari angka 1,5 juta wisatawan di tahun 2021, angka ini ditargetkan tumbuh menjadi 1,8 juta sampai 3,6 juta di tahun mendatang.

“Jumlah wisatawan mancanegara ini selalu dulu menjadi angka yang kita kejar, tapi kali ini begitu

kita melihat angka 2020 4 juta, tahun ini perkiraan di 1,5 juta, tahun depan kita fokuskan di 1,8 sampai 3,6 juta sebagai pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Sandiaga seraya menambahkan bahwa wisatawan nusantara menjadi andalan.

Kesempatan tersebut, Sandiaga membeberkan bahwa nilai tambah ekonomi kreatif Indonesia sudah berada di posisi terbesar ke-3 dunia. Posisi ini berada tepat setelah Amerika Serikat dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-Pop.

“Nilai tambah ekonomi kreatif value added yang mencapai 1.236 (triliun rupiah) menempatkan kita kepada posisi 3 dunia, setelah Amerika dengan Hollywood, Korea (Selatan) dengan K-Pop, dan Indonesia sekarang sudah di posisi ketiga,” papar Sandiaga.

(Redaksi)

Untuk Ingatkan dan Edukasi Masyarakat Tentang Prokes, Kemenkominfo Luncurkan Jingle ”MulaiDariKamu”

0

Untuk Ingatkan dan Edukasi Masyarakat Tentang Prokes, Kemenkominfo Luncurkan Jingle ”MulaiDariKamu”

GUE JABAR | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan jingle #MulaiDariKamu untuk terus mengingatkan masyarakat pentingnya penggunaan masker, vaksinasi sekaligus menangkal berita keliru terkait vaksin COVID-19.

Mengadaptasi lagu kanak-kanak legendaris “Menanam Jagung”, irama jingle ini sangat melekat sehingga diharapkan pesan di dalamnya mudah diingat.

Pelibatan seniman dari beragam suku, serta penambahan aransemen penuh semangat juga dilakukan dengan tujuan dapat merangkul lebih banyak kalangan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Penulis Lirik Jingle #MulaiDariKamu, Dian Kristian dalam Dialog Produktif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Senin
(27/12/2021).

Dian menjelaskan bahwa dari awal seluruh tim menginginkan jingle yang seru, lirik yang mudah, nadanya sederhana mudah diingat, dan pesannya sampai. “Kemudian setelah mencari, kita temukan lagu yang akhirnya kita adaptasi ke dalam jingle ini, yakni lagu Menanam Jagung (karya Ibu Sud),” papar Dian.

Penambahan aransemen hiphop atau rapp, kata Dian juga dilakukan supaya semangat lagu lebih dapat menyasar ke generasi muda. Sedangkan pada penyusunan lirik lagu yang berlangsung sekitar
2 bulan, diutamakan untuk kampanye masker dan vaksin.

“Kehormatan besar, selain lagunya (Menanam Jagung) sudah melegenda, ini adalah campaign besar,” tegas Dian yang mengaku diberikan keleluasaan memilih lagu nasional dengan nada familier dan punya semangat membangun. Pihaknya juga mendapatkan tim terbaik dengan harapan lagu tersebut betul-betul dapat diterima masyarakat sebagai pengingat bahwa pandemi belum selesai, sekaligus mendorong mereka untuk taat bermasker dan segera vaksinasi.

Dalam pengerjaannya, jelas Dian, jingle ini merangkul banyak seniman dari Jogja dan mewakili keberagaman suku, termasuk melibatkan Uncle T, penyanyi dari Indonesia Timur . “Biar nanti sewaktu
ini muncul di Youtube atau TV, semua orang bisa terwakili,” tambahnya.

Dian memaparkan jika sebuah jingle dapat lebih mudah melekat di hati masyarakat dengan berbagai cara. Di antaranya menggunakan rima, nada yang familier, pesan yang terfokus (dalam hal ini masker
dan vaksin), serta bahasa yang umum sehingga bisa ditangkap semua orang.

Dian optimis bahwa hidup bersih sehat bisa menjadi budaya bangsa Indonesia untuk seterusnya.

Melalui jingle #MulaiDariKamu dalam iklan layanan masyarakat yang ditayangkan di radio dan berbagai kanal informasi, Dian ingin mengajak masyarakat jangan kendor prokes dan harus vaksin,
terutama jelang Natal dan Tahun Baru.

Pemegang Hak Cipta Lagu “Menanam Jagung” oleh Ibu Sud sekaligus desainer kenamaan Carmanita menyatakan sangat bersenang hati, bahwa lagu Menanam Jagung diadaptasi sebagai jingle
“Dengan senang hati, karena ini untuk kepentingan nasional dan siapa saja,” tuturnya, “apapun yang
berkaitan dengan kepentingan nasional, kita harus support. Sebuah kehormatan juga, bahwa untuk kesekian kalinya, lagu Embah (Ibu Sud) masih bisa digunakan untuk kepentingan nasional,” lanjut
Carmanita.

Lagu-lagu Ibu Sud, dikatakannya, sudah sering dipakai untuk ILM dan bersifat lintas generasi, yakni sudah 4 generasi. Ibu Sud, ujar Carmanita, adalah seniman total yang terbanyak menciptakan lagu anak dan melodi tiap lagu pun berbeda.

“Semua lagu Ibu Sud pasti punya soul. Karena dialami sendiri. Tidak hanya mengarang,” papar Carmanita. Untuk lagu Menanam Jagung, ia menjelaskan, kesemangatannya pada zaman Romusha di perkebunan, di mana rakyat diharuskan menanam jagung. Sedangkan saat ini, spirit tersebut bisa menjadi penyemangat bangsa Indonesia dalam hal perlindungan kesehatan kala pandemi.

“Jangan kita abai, karena COVID-19 masih ada,” tegas Carmanita. Prokes dan vaksinasi, ujarnya, adalah upaya melindungi diri sendiri dan orang lain. “Care for other people adalah akhlak,” tandasnya.

Ia berkeinginan lagu ini terus bisa menjadi pengingat, serta berharap upaya tidak berhenti pada pembuatan jingle saja melainkan dilanjutkan dengan berbagai ikhtiar lainnya guna membantu masyarakat mengatasi pandemi.

Penyanyi jingle #MulaiDariKamu, Hamigad Yehu Goma atau popular sebagai Uncle T menyatakan apresiasinya dapat bergabung dalam project edukasi masyarakat, serta dapat berkontribusi secara langsung dalam mengajak masyarakat taat prokes.


“Saya sendiri merasa terpanggil turut memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan di masa pandemi. Sebagai seorang pelaku seni, hal itu diekspresikan melalui seni dalam
project ini,” ujarnya.

Sosoknya sebagai pegiat seni kelahiran Alor, Nusa Tenggara Timur, juga memperkaya keragaman seniman yang terlibat dalam pembuatan lagu tersebut. “Kebetulan aku dari Indonesia Timur sehingga ada warna nusantara dalam campaign ini,” imbuh Uncle T seraya menambahkan, bahwa lagu Menanam Jagung telah dinyanyikan sejak kecil sehingga diharapkan masyarakat juga tidak asing
dengan melodinya.

Ia sendiri berencana untuk mengeluarkan karya dengan mengusung dialek Indonesia Timur guna lebih merangkul masyarakat setempat. Sedangkan sebagai musisi, ia mengaku terus berkarya meski
di rumah saja. Kegiatan di luar dibatasi dan tetap jaga prokes.

“Untuk teman dan saudara, tetap jaga kesehatan, pakai masker dan harus vaksin. Pandemi masih ada, aktivitas di luar yang melibatkan banyak orang mari dibatasi, demi kesehatan bangsa dan negara,” pesan Uncle T.

(Redaksi)

Kemenkominfo Terus Berikan Edukasi Bagaimana Bermedia Sosial Yang Aman dan Benar

0

Dirjen Informasi Kemenkominfo Terus Berikan Edukasi Bagaimana Bermedia Sosial Yang Aman dan Benar

GUE JABAR | Jakarta, 27 Desember 2021 – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong menjegaskan adanya transformasi besar dalam komunikasi publik di era reformasi sekarang ini, dibandingkan pada masa orde baru.

“Sebelumnya, tersentralisasi di Departemen Penerangan. Sekarang, di era reformasi yang lebih demokratis, komunikasi publik terdesentralisasi, terdistribusi atau terbagi-bagi, terserap di semua kementerian, lembaga, pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” tutur Usman melalui Siaran Pers yang ditayangkan Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Senin (27/12/2021), tentang Strategi Komunikasi Publik untuk Cegah Disinformasi.

Hal tersebut, dikatakannya kemudian menciptakan tantangan tersendiri dalam komunikasi publik. Karena itu, Presiden pada tahun 2015 mengeluarkan instruksi yang menyebutkan perlunya narasi tunggal dari komunikasi publik pemerintah.

“Yang Kominfo khususnya Dirjen IKP menjadi orkestrator dalam komunikasi publik pemerintah,” lanjutnya.

Tantangan tersebut menurut Usman, juga yang dihadapi dalam mengomunikasikan kepada publik program-program penanggulangan COVID-19, melalui upaya pemulihan kesehatan dan ekonomi.

“Disinformasi marak di media sosial dan Kominfo dalam hal ini bertugas sebagai leading sector dalam menanggulangi berbagai disinformasi,” tutur Usman seraya menambahkan bahwa Kominfo melakukan beberapa langkah untuk mengurangi atau mencegahnya.

“Pertama, tentu saja edukasi atau literasi media,” jelas Usman.

Literasi digital, paparnya, adalah untuk mencegah disinformasi sekaligus mengajak masyarakat untuk mengisi ruang digital dan media dengan informasi yang baik.

“Kami mengajak masyarakat untuk beretika dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Selain itu, juga menyampaikan digital skill untuk mengoperasikan teknologi dengan baik, di mana dikatakan Usman, pihaknya memiliki materi dalam literasi digital terkait budaya berdigital yang sesuai dengan Pancasila, norma-norma, adat istiadat, juga kearifan lokal yang tumbuh di berbagai tempat di Indonesia. Termasuk unsur kebangsaan dan keberagaman yang menjadi budaya Indonesia.

“Kita juga sampaikan bagaimana bermedia sosial yang aman agar tidak ada tuntutan hukum di belakang hari. Di Indonesia ada beberapa undang-undang yang mengatur konten media sosial atau digital, antara lain UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” beber Usman

“Kedua, crawling informasi-informasi negatif di media sosial atau platfrom digital melalui perangkat yang kita sebut AIS untuk mengidentifikasi konten negatif. Apakah itu konten pornografi, radikalisme, perjudian, ujaran kebencian, termasuk hoaks ataupun disinformasi,” lanjutnya.

Kemudian, tutur Usman, juga ada tim yang terus memantau media sosial, apakah ada konten negatif atau disinformasi, serta menerima laporan dari masyarakat apabila menemukan konten yang semacamnya.

“Kami biasanya kemudian meminta platform digital untuk men-take down disinformasi maupun informasi hoaks itu. Kami punya kerja sama yang baik dengan Facebook, Google, Twitter, Tiktok, Instagram, dan platform media digital lainnya,” kata Usman.

Ia menilai, pada 2021 pihaknya cukup berhasil mengomunikasikan kepada publik tentang berbagai hal, misal bagaimana menangkal misinformasi. “Di masa COVID-19 memang banyak sekali misinformasi, disinformasi, malinformasi, dan hoaks yang terkait COVID,” lanjutnya .

Berdasarkan identifikasi yang dilakukan, Usman menyebutkan bahwa disinformasi atau hoaks terbanyak adalah tentang kesehatan sehingga harus ditangkal. Namun demikian, bila dilihat statistiknya, disinformasi atau hoaks tersebut sudah menurun drastis terutama yang terkait COVID- 19 atau lebih khususnya, tentang vaksinasi COVID-19.

“2022, dalam upaya percepatan penyebaran atau diseminasi komunikasi publik, kami sudah merumuskan berbagai langkah dan supaya komunikasi publik yang dilakukan pemerintah lebih efektif. Misal kampanye mengajak masyarakat untuk divaksinasi, teruma lansia dan anak-anak. Ini adalah satu perubahan juga dalam komunikasi publik, dalam arti penekanannya,” ujar Usman.

Selain itu, tambahnya, juga harus menekankan sisi pemulihan ekonomi lebih besar daripada pemulihan kesehatan. “Karena mudah-mudahan sejauh ini pemulihan kesehatan sudah berlangsung baik,” tutur Usman.

Ia menegaskan, memasuki 2022, memang harus dilakukan perubahan komunikasi publik serta strategi komunikasi publik yang ada.

(Redaksi)

Mendagri Dorong Pemda Percepat Vaksinasi Jelang Tahun Baru 2022

0

Mendagri Dorong Pemda Percepat Vaksinasi Jelang Tahun Baru 2022

GUE JABAR | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) melakukan percepatan vaksinasi menjelang tahun baru 2022. Hal itu disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi dengan Kepala Daerah terkait Kesiapan Penanggulangan Pandemi Covid-19 masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) dan Penanganan Varian Omicron melalui Video Conference, Senin (27/12/2021). Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

“Percepatan vaksinasi, nanti Bapak Menkes menyampaikan itu, tapi intinya kira-kira rekan-rekan sekalian hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh daerah dan kita minta kepala daerah masing-masing mem-follow up apa yang sudah disampaikan,” kata Mendagri.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, vaksinasi mesti dipercepat. Pengalaman Indonesia pada akhir tahun akan diikuti oleh kenaikan jumlah kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Apabila pada akhir tahun ini pandemi bisa dikendalikan, artinya Indonesia sudah melangkah jauh ke depan.

Menghadapi Nataru, Mendagri juga meminta masyarakat untuk menghindari pantangan-pantangan tertentu. Misalnya, tidak boleh ada kerumunan melebihi 50 orang, tidak ada perayaan, pawai, arak-arakan, pesta kembang api, hingga pembatasan kuota restoran dan mal. Selain itu penerapan PeduliLindungi juga tetap harus dijalankan.

“Intinya adalah kita mengelola pandemi di masa Nataru, Natal dan Tahun Baru, karena kita tahu Nataru ini ada potensi kerumunan masyarakat, mobilitas yang tinggi, sehingga kita tidak ingin seperti tahun lalu terjadi lonjakan, bagi kita ini adalah pertaruhan betul,” tandas Mendagri.

Puspen Kemendagri

Tingkatkan Kapasitas Satlinmas, Pemdes Pasirsari Berikan Pembinaan

0

Tingkatkan Kapasitas Satlinmas, Pemdes Pasirsari Berikan Pembinaan

GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Guna meningkatkan kapasitas SATLINMAS, Pemdes Pasirsari berikan Pembinaan kepada para LINMAS INTI di pegunungan Kuta Kabupaten Karawang, Dua hari (Sabtu dan Minggu), 25-26/12/2021.

Dalam pembinaan ini sebanyak 11 Linmas Inti yang diberikan pembinaan langsung oleh para Instruktur guna lebih memiliki mental yang tangguh dan jiwa yang mumpuni dalam mengemban tugas.

Pembinaan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pasirsari H.Suparta, dan dibimbing langsung oleh Pembina baik dari Polsek Cikarang Selatan Aiptu Sunaryo dan dari Koramil Lemah Abang Sertu Rudi Hartono yang memberikan pembinaan untuk releksasi atau penyegaran untuk penguatan Satlinmas.

“Pembinaan ini untuk penyegaran dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Linmas dimana diantara nya ada 3 (Tiga) Tupoksinya yaitu Membantu Bencana, Pengamanan Pilkada, dan Pengamanan Wilayah (Kamtibmas),” Ucap Karyadi RK Danton Satlinmas Desa Pasirsari.

H.Suparta Selaku Kades Pasirsari memgatakan, “Pembinaan ini agar satlinmas bisa bekerja bersama sama dalam menjalankan tugas dan agar tepat guna dalam menyikapi semua permasalahan, saya berharap Satlinmas Inti ini bisa bekerja lebih baik lagi dan lebih profesional dalam menjalankan tugasnya,” Ucapnya.

Sertu Rudi Hartono mengatakan, “Dalam situasi begini kita harus sungguh sungguh dalam menjalankan tugas, apalagi kita masih dalam menghadapi pandemi Pembinaan harus terus dilakukan dan Satlinmas ini Garda terdepanya,” Ucapnya.

Aiptu Sunaryo pun mengatakan hal yang senada, “Kita dibawa kesini agar lebih memantapkan lagi dengan alam, Linmas itu sama seperti Satpol PP, dan Linmas Garda Terdepan di wilayah Pamswakarsa Desa,” Pungkasnya.

(Oman/Redaksi)

Tinmas Indonesia Ganyang Singapura di Semi Final Leg Ke-2 Piala AFF 2020 dengan Skor 4-2

0

Tinmas Indonesia Ganyang Singapura di Semi Final Leg Ke-2 Piala AFF 2020 dengan Skor 4-2

GUE JABAR | Bertanding di Singapore National Stadium, Sabtu, 25 Desember 2021 malam, Tim Singapura tampil serius dan habis habisan menghadapi Timnas Indonesia untuk amankan langkah ke partai puncak Piala AFF 2021 (2020).

Saking seriusnya, Tim Singapura kebanjiran Kartu Kuning dan menerima tiga kartu merah sehingga ketiga pemainnya dikeluarkan wasit dari lapangan hijau.

Hal sama diperlihatkan Timnas Indonesia dengan bermain penuh konsentrasi, terutama penjaga gawang Nadeo Argawinata. Bertubi-tubi penyerang Garuda berhasil memasuki gawang Singapura dan hampir mencetak banyak gol pada gawang yang dijaga Hasan Suni.

Timnas Indonesia harus berbangga hati setelah berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-2 atas Singapura. Meski begitu Timnas Indonesia mengaku tidak puas karena tidak mampu mencetak banyak gol.

Terlebih ketika tim Singapura hanya tersisa 8 pemain dan terlihat kerepotan menghadapi Macan Indonesia dalam formasi utuh, 11 pemain.

Dalam pantauan pada tayangan Live Streaming Indonesia vs Singapura di RCTI, Sabtu, 25 Desember 2021, gawang kawalan Hasan Suni bobol di babak pertama dan kedua. Lalu dua gol kembali diciptakan Timnas Indonesia pada 2×15 menit babak tambahan kesatu dan kedua.

Meski dipermalukan di kandang sendiri, pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida tak mau larut dengan kekalahan.

Usai pertandingan, Yoshida berkelakar timnya beruntung. Karena meski hanya tersisa 8 pemain namun Hasan Sugi berhasil menjaga gawang dengan baik sehingga tidak kebobolan banyak gol. (***)