Home Blog Page 273

Jelang Hut ke-76, Yon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya Gelar Baksos

0

Kabupaten Bekasi – Di gelar di Aula Mako Yon D Pelopor Cikarang, Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menggelar Baksos Donor darah jelang HUT Brimob ke- 76. Di gelar pada Sabtu pagi (13/11/21), aksi Baksos Donor darah ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi.

Tercatat, sebanyak 122 orang dari total 158 orang yang sudah terdaftar mengikuti Baksos donor plasma darah Yon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya tersebut.

Nampak terlihat antusiasme para pendonor dalam kegiatan Baksos donor darah ini.

Sebanyak 122 orang bisa diambil darahnya, sedangkan sisanya tidak bisa setelah dilakukam cek HB,” kata Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya Kompol Budi Prasetya, SIK melalui Pasi Ops, Iptu Subarsana.

Dijelaskannya, Baksos Donor Darah ini merupakan bagian daripada rangkaian kegiatan peringatan HUT Brimob yang ke- 76 yang akan jatuh pada Minggu esok 14 November 2021.

Selain berasal dari personel Yon D Pelopor Satbrimob PMJ, dalam baksos kali ini juga turut di ikuti oleh ibu-ibu anggota Bhayangkari serta Masyarakat sekitar yang tinggal di dekat Mako Batalyon D Pelopor.

Melalui aksi Donor Darah kali ini, kita berharap dapat lebih meningkatkan solidaritas dan soliditas personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya,” ujar Iptu Subarsana

Selain itu juga menumbuhkan rasa nilai kemanusiaan di jajaran personil Brimob Polda Metro Jaya untuk membantu sesama.

Ia juga menambahkan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa nilai kemanusiaan di jajaran personel Brimob Polda metro Jaya untuk membantu sesama.

“Kita juga ingin mengedukasi kepada masyarakat jika Donor Darah itu baik, selain untuk sang pendonor dan juga untuk menyelamatkan nyawa bagi pasien yang membutuhkan,” tambahnya.

Terlebih jika melihat ketersediaan darah di PMI yang terbatas selama pandemi Covid-19.

“Ini adalah bentuk kerja-kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, sebagai warna baru dalam melayani masyarakat, dengan semboyan Jiwaku demi kemanusiaan” tutupnya.

(Novian)

Jangan Sampai Asal-Asalan, Dinas Diminta Untuk Evaluasi Kegiatan Normalisasi Saluran Pembuang Kali Balong Jati Desa Karang Satu

0

Jangan Sampai Asal-Asalan, Dinas Diminta Untuk Evaluasi Kegiatan Normalisasi Saluran Pembuang Kali Balong Jati Desa Karang Satu

Kabupaten Bekasi – Jangan sampai asal-asalan Kegiatan Normalisasi Saluran Pembuang Kali Balong Jati di Desa Karang Satu Kecamatan Karang Bahagia yang bersumber dari APBD 2021 Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi bidang PSDA, Yang dikerjakan oleh rekanan Dinas CV Bangun Persada Nusantara dengan pagu anggaran Rp. 197.712.260. Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dan Bina Kontruksi, Diminta Untuk mengevaluasi kegiatan tersebut.

Hal itu diungkapkan salah satu pemuda Karang Satu, Ahmad Ahim kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021). Ia meminta kepada Dinas SDABMBK Bidang PSDA untuk melakukan evaluasi kegiatan Normalisasi Saluran Pembuang Kali Balong Jati di Desa Karang Satu, agar jangan sampai dikerjakan asal-asalan.

“Iya saya minta kepada Dinas terkait Bidang PSDA untuk Evaluasi kegiatan tersebut, jangan sampai dikerjakan asal-asalan”, ujar Ahim sapaan akrabnya pria yang juga berlatar belakang jurnalis itu.

Karena, kata Ahim, Dalam papan kegiatan tidak adanya informasi berapa meter kegiatan tersebut dikerjakan. Tentu kita semua harus tahu berapa puluh atau ratus meter juga pekerjaan tersebut, karena dampak dari kegiatan normalisasi sangat bagus dan harus benar-benar manfaatnya dirasakan para petani.

Lebih lanjut dikatakannya, Berapa juga si kubikasi dalam dalam mengeruk lumpur dalam kegiatan Normaliasi tersebut. Kita juga harus tahu, Jangan sampai kegiatan tersebut dikerjakan asal-asalan. Maka dari itu perlu adanya Evaluasi dari Dinas terkait.

“Saya sudah tanya sama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang PSDA, Kalau tidak salah PPTK nya Pak Agung Gunawan Jatnika. Berapa meter kegiatan tersebut dan berapa Kubikasi dalam mengeruknya, tetapi Pak Agung tidak jawab, padahal dia Pejabat teknis dalam kegiatan tersebut”, Ujarnya.

Kemudian kata Ahim, Jangan sampai kegiatan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dan Bina Kontruksi yang sudah dimenangkan oleh CV Bangun Persada Nusantara di pihak ketigakan lagi pada pihak lain.

Misalkan kata Ahim, Sebuah kegiatan A sudah dimenangkan oleh CV B lalu kegiatan A tersebut dikerjakan pihak lain lagi, tentu hal itu akan berpengaruh terhadap sebuah kualitas pekerjaan. karena akan ada nilai anggaran yang berkurang.

“Tidak tahu saya, kegiatan tersebut dikerjakan pihak lain lagi atau gak, mudah-mudahan gak lah. Tetapi akan saya tanyakan jika hal itu benar, boleh atau tidak hal itu dilakukan. Dan itu sudah saya tanyakan sama PPTK, kalau benar boleh atau tidak, lagi-lagi tidak dijawab. Tapi nanti pembuktian di Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi, boleh atau tidaknya, silahkan kawan-kawan kawal ya, Mudah-mudahan tidaklah, agar pekerjaan tersebut bagus sesuai dengan RAB nya”, pungkas Ahim.

(AM)

dr.Asep Surya Atmaja Resmikan Busines Center SMK Teknologi Industri Mandiri

0

dr.Asep Surya Atmaja Resmikan Busines Center SMK Teknologi Industri Mandiri

Kabupaten Bekasi – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Industri Mandiri lakukan peresmian Busines Center dalam bentuk bengkel praktek para siswa sebagai untuk melatih kewira usahaan, Sabtu (13/11/2021).

Dalam peresmian tersebut juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bekasi dr.Asep Surya Atmaja, dan aparatur pemerintahan Desa Pasirsari diantaranya Kepala Desa Pasirsari H.Suparta serta perwakilan dari perusahaan mitra SMK Teknologi Industri Mandiri.

Pada saat peresmian tersebut juga dr.Asep Surya Atmaja dan Kepala Desa Pasirsari H.Suparta, sempat menyapa para siswa dan siswi untuk memberikan motivasi.

Saat di konfirmasi awak media dr.Asep Surya Atmaja selaku Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi mengatakan, saya sangat mengapresiasi adanya satu sekolah kejuruan yang nantinya siswa memiliki keahlian.

“Alhamdulillah saya hari ini diundang oleh masyarakat untuk melakukam peresmian bengkel Busines Center SMK Teknologi Mandiri, Saya sangat mengapresisasi karena di Bekasi ini ada sekolahan yang sangat mendidik siswa nya agar nanti nya memiliki keahlian apabila setelah lulus dari sekolah ini, dan saya akan mengajak para dewan guru dan yayasan nantinya untuk audiensi ke temen-temen Komisi III, terkait nanti kedepanya masalah tenaga kerja, karena ini nantinya memiliki ahli dibidang industri juga,”Ujarnya.

Tambah dr.Asep, “Ternyata disini bukan hanya sekolah kejuruan biasa, karena disini menyediakan seluruh alat praktek dan tenaga ahli sebagai dewan guru dan sekarang melakukan peresmian bengkel Busines Center untuk memberikan jiwa kewira usahaan kepada siswa nya,”Tambahnya.

Komite Sekolah H.Jayadi menjelaskan bahwa sebelumnya sekolah berdiri sudah tiga tahun yang lalu dan berada di Cikarang Trade Center (CTC) dan sudah memiliki 2 alumni.

“Sekolah berdiri sejak 3 tahun yang lalu dan berada di gedung CTC, karena adanya pembangunan kita pindah kesini dan diresmikan langsung oleh Bupati H.Eka dan juga Camat Cikarang Selatan”, Ucapnya.

Lanjut H.Jayadi, “Gunanya kita medirikan Busines Center SMK Teknologi Industri Mandiri ini untuk menciptakan jiwa wiraswasta kepada para siswa, karena kita sadari dalam mencari pekerjaan sekarang agak sulit, tapi Alhamdulillah kedua Alumni kita sudah bekerja seluruhnya,”Tambahnya.

Ditempat yang sama H.Suparta selaku Kepala Desa Pasirsari juga mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi sekolah SMK Teknologi Industri Mandiri karena menciptakan siswa dan siswi yang memiliki keahlian dan siap bersaing di dunia teknologi dan industri,” Ucapnya.

“Ditambah disekolah ini juga tadi pihak sekolah menjelaskan bahwa untuk biaya masuk sekolah di gratiskan, dan sudah bekerja sama dengan perusahaan terkait PKL dan juga penyaluran tenaga kerja serta sudah memiliki kerja sama dengan LPK,”Pungkasnya.

(Oman/Redaksi)

Untuk Peningkatan Pelayanan Pengamanan Obyek Vital, Polda Banten Luncurkan Aplikasi Pendekar Banten

0

Untuk Peningkatan Pelayanan Pengamanan Obyek Vital, Polda Banten Luncurkan Aplikasi Pendekar Banten

Serang – Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi telah membuat terobosan kreatif guna meningkatkan pelayanan pengamanan Objek Vital yaitu dengan meluncurkan aplikasi berbasis android Pendekar Banten. Aplikasi tersebut telah dilauncing oleh Kapolda Banten IJP Dr. Rudy Heriyanto di hotel Royale Krakatau pada Selasa (09/11) lalu.

Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan bahwa aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play Store. “Aplikasi Pendekar Banten dapat diunduh melalui Google Play Store berbasis android dengan cara masuk ke aplikasi Play Store ketik Pendekar Banten, kemudian unduh setelah terunduh, login dengan memberi ijin untuk akses lokasi, akses sambungan telepon, dan akses penyimpanan sehingga aplikasi tersebut bisa digunakan.”

Dalam aplikasi Pendekar Banten tersaji fitur highlight berita, fitur Listing berupa list objek wisata, perusahaan, layanan pengamanan serta list rumah sakit yang ada di Provinsi Banten. “Ada banyak fitur yang tersaji di aplikasi Pendekar Banten berupa fitur highlight berita, fitur Listing berupa list objek wisata, perusahaan, layanan pengamanan serta list rumah sakit yang ada di Provinsi Banten,” jelas Edy.

Edy Sumardi menambahkan aplikasi tersebut bisa memudahkan perusahaan untuk mengajukan permohonan kerjasama pengamanan, layanan sosialisasi pengamanan dan bagaimana menjadi mitra Pamobvit. “Dengan adanya Aplikasi ini dapat memudahkan perusahaan untuk dapat mengajukan permohonan kerjasama pengamanan, layanan sosialisasi pengamanan dan bagaimana menjadi mitra Pamobvit,” ujar Edy Sumardi.

Selanjutnya Edy Sumardi mengatakan Aplikasi ini juga didukung fitur emergency call 110 yang tersambung ke call center 110 Polsek, Polres dan Polda Banten yang memudahkan penggunanya untuk membuat laporan yang membutuhkan kehadiran kepolisian.”Dalam aplikasi ini didukung emergency call 110 yang tersambung ke call center 110 di Polsek, Polres dan Polda Banten yang memudahkan penggunanya untuk melaporkan suatu peristiwa yang membutuhkan kehadiran kepolisian,kata Edy Sumardi.

Edy Sumardi mengatakan aplikasi ini didukung dua bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa Inggris sehingga memudahkan warga negara asing yang sedang berada diwilayah Polda Banten untuk mengakses aplikasi pendekar.”Aplikasi pendekar didukung dua bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa Inggria hal ini untuk mempermudah warga asing yang sedang berada diwilayah hukum Polda Banten untuk mengakses aplikasi pendekar,” kata Edy Sumardi

Dirpamobvit juga menjelaskan tentang teknis pengoprasionalan aplikasi Pendekar. “Untuk mengoprasionalka aplikasi ini maka Ditpamobvit telah menunjuk operator dari personel Ditpamobvit Polda Banten yang siap untuk memberikan pelayanan optimal bagi pengguna aplikasi,” tutur Edy Sumardi.

Harapan Edy Sumardi, “Dengan adanya aplikasi ini maka diharapkan Ditpamobvit Polda Banten dapat meningkatkan pelayanan baik dalam pemberian informasi, Manajemen data, dan kemitraan serta pelaporan masyarakat mengenai objek Vital diseluruh wilayah hukum Polda Banten pungkas,” Edy Sumardi.

(Bidhumas)

Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Sambamgi UPTD Stadion Wibawa Mukti, Untuk Pertanyakan Retribusi Liga 1

0

Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Sambamgi UPTD Stadion Wibawa Mukti, Untuk Pertanyakan Retribusi Liga 1

Kabupaten Bekasi – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar sebut pertandingan Liga I yang di gelar di Stadion Wibawa Mukti belum membayar sewa. Hal tersebut dia utarakan ketika melakukan kunjungan lapangan ke UPTD Stadion Wibawa Mukti. Jumat (12/11/2021).

Diapun menyayangkan Dinas Keubudayaan, Pemuda dan Olahraga terkesan membiarkan hal tersebut. Padahal menurutnya sudah beberapa kali pertandingan liga satu menggunakan Stadion Wibawa Mukti tetapi dinas terkesan membiarkan dan tidak ada langkah kongkrit untuk berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari penyewaan gedung tersebut.

“memang jawaban dari dinas terkait liga satu perda retribusi kan persekali tanding itu 100 jt untuk malam hari, jadi kita itu antara 75 sampe 125 juta. Untuk terkait ini sudah dibayar belum? Oh ternyata belum dan jawaban dari dinas ini baru melayangkan surat penagihan kepada panitia liga satu walaupun ada yang diistimewakan ada diskon untuk liga satu, pas saya tanyakan diskon berapa atau berapa belum memberikan jawaban dari uptd,” Jelasnya.

Lanjut Sunandar mengatakan “Mungkin dari apakah secara administrasinya tentang dasar atau sebagainya belum dilakukan. Tapi kan dari hal ini saya mengetahui bahwa sebelum jauh-jauh hari juga dari panitia liga satu berapa kali sudah menyetorkan untuk bermain di stadion wibawa mukti. Dan itu saya tanyakan setornya itu kemana? Ternyata langsung ke rekening kas daerah, tapi selaku dari dinas terkait mungkin mengetahui sudah di setorkan atau belum kemarin. Mungkin perkiraan sudah enam atau lima kali belum di setorkan juga,” Ungkap Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi tersebut.

(Mam)

Kades Segara Makmur Selalu Himbau Warga Agar Tidak Buang Sampah Sembarangan, Sehat Itu Mahal

0

Kades Segara Makmur Selalu Himbau Warga Agar Tidak Buang Sampah Sembarangan, Sehat Itu Mahal

Kabupaten Bekasi – Pemandangan tidak sedap disertai terciumnya aroma busuk, kerap terjadi saat melintasi jalan Marunda Makmur, tepatnya di Kampung Kebon Kelapa Desa Segara Makmur Kecamatan Tarumajaya akibat menumpuknya sampah yang berserakan hingga di bahu jalan.

Hal tersebut tidak hanya dikeluhkan oleh pengguna jalan dan warga sekitar, keluhan yang sama juga di utarakan Kepala Desa H. Agus Sopyan setiap kali melintasi jalan tersebut.

Kades yang di kenal akrab dengan para awak media ini menyayangkan pola pikir masyarakat yang membuang sampah dengan jurus asal lempar hingga tercecer sampai ke bahu jalan.

“Di bilang capek ya capek, belum lama di bersihkan dua atau tiga hari kemudian sampah sudah menumpuk lagi, dari pantauan warga sekitar, banyak pembuang sampah berasal dari perumahan dan diluar warga Segara Makmur, jadi mereka berangkat kerja sambil membawa kantong sampah lalu melemparnya sembarangan, kadang hanya diletakan di pinggir jalan.” Ujar H. Agus Sopyan,Jum’at 12/11/21

“Dengan adanya kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan pagi tadi, Saya berharap tumbuhnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan sampah, terlebih di penghujung tahun ini Intensitas curah hujan sudah mulai tinggi, dikuatirkan bila hujan cukup deras, ceceran sampah itu akan menghiasi jalan yang menjadi penghubung antara kabupaten Bekaai dengan DKI Jakarta” katanya berharap
hal yang sama dipaparkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD ) Segara Makmur, Muhamad Nur,bahwa permasalahan sampah sudah dibicarakan saat Bintek BPD

“Sementara ini dari pemerintah desa, terus mengupayakan keterlibatan pemerintah dan dinas kebersihan terkait untuk pengangkutan sampah, karena sejak kegiatan World Clean Up Day beberapa bulan lalu tidak lagi ada pengambilan sampah” jelas M. Nur

“Jadi langkah yang kami ambil hanya membakar dan mengumpulkan sisa -sisanya lalu membuang ke arah dalam dan itupun tidak sebanding dengan sampah-sampah yang di buang disini, kami berharap masyarakat yang melihat aksi bersih-bersih ini tergerak hatinya untuk tidsk lagi membuang sampah yang jelas-jelas sangat merusak pemandangan dan mengeluarkan bau busuk” katanya lagi menambahkan

Giat Jumat Bersih di Kampung Kebon Kelapa tepatnya di Jalan Marunda Makmur Desa Segara Makmur Kecamatan Tarumajaya dilaksanakan secara gotong royong bersama Kadus, RT/RW, Linmas dan Perangkat Desa, turut hadir Babinsa Koramil 02/Tarumajaya dan Bimaspol Polsek Tarumajaya.


(ASP)

CV Nuri Abadi Jaya Jelas Lalai Hingga Menelan Korban Pengendara Motor Sampai Koma, Dinas Juga Harus Ikut Bertanggung Jawab

0

CV Nuri Abadi Jaya Jelas Lalai Hingga Menelan Korban Pengendara Motor Sampai Koma, Dinas Juga Harus Ikut Bertanggung Jawab

Kabupaten Bekasi – Kegiatan Pembangunan Pintu Air Kp Peundeuy Desa Karang Satu yang dikerjakan oleh CV Nuri Abadi Jaya menelan korban Pengendara motor (SB) yang juga Warga Desa Karang Satu, Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Kecelakaan tersebut akibat bahan matrial pasir tanpa adanya rambu-rambu yang memakan jalan hingga 3 meter pada Proyek Kegiatan Pembangunan Pintu Air Kp Peundeuy yang dikerjakan oleh rekanan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi.

Adanya dugaan jelas kelalain tersebut yang memakan korban pengendara yang diduga akibat bahan matrial pasir dipinggir jalan yang memakan jalan hingga 3 meter tanpa adanya rambu-rambu tersebut jadi sorotan dan perbincangan dikalangan masyarakat. Salah satunya sorotan tersebut datang dari Warga Desa Karang Satu, Ahmad Ahim.

“Hari ini jelas adanya dugaan kelalaian hingga menelan korban sampai koma dalam proyek Pembangunan Pintu Air Kp Peundeuy yang dikerjakan oleh CV Nuri Abadi Jaya terbukti. Dimana hari ini terlihat rambu-rambu tersebut dipasang. Secara tidak langsung sudah mengakui kelalaian dan kesalahan donk”, jelas pria yang juga berlatang belakang jurnalis dilokasi kegiatan, Jum’at (12/11/2021).

Dikatakan Ahim, Atas kejadian dan kelalaian tersebut oleh CV Nuri Abadi Jaya, Konsultan dan Pengawas, PPTK pada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dan Bina Kontruksi pada Bidang PSDA, khususnya Kepala Bidang PSDA juga harus ikut serta bertanggung Jawab.

Karena Kata Ahim, Ini semua diduga akibat lemahnya pengawasan dan ketegasan baik dari konsultan maupun Pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Bidang PSDA. Ia pun meminta kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dan Bina Kontruksi, Pak Iwan Ridwan untuk mengavaluasi kinerja bawahannya khususnya bidang PSDA, agar hal serupa tidak terjadi di Pembangunan wilayah lainnya.

“Saya mohon dengan hormat kepada Kepala Dinas Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi, Pak Iwan Ridwan, untuk mengevaluasi kinerja bawahannya, khususnya Bidang PSDA dibawah Kepala Bidang, Buk Sukmawati, tolong untuk dievaluasi, agar hal serupa tidak terjadi lagi”, ujar Ahim.

Lebih lanjut dikatakannya, Pekerjaan tersebut sudah dipasang rambu-rambu, lalu bagaimana pekerjaan yang lainnya khususnya yang berada di Wilayah Desa Karang Satu. Saya lihat tidak ada Pembangunan yang lainnya dipasang rambu-rambu.

“Apa menunggu ada korban selanjutnya sampai koma lagi?, baru mereka sibuk. Dari situ kita lihat tidak adanya ketegasan dan Evaluasi baik dari Konsultan maupun Dinas, karena Proyek lainnya tidak ada rambu-rambu, semoga tidak ada korban selanjutnya”, Cetusnya.

Dilanjutkan Ahim, Ia pun sudah menghubungi Konsultan yang diketahui bernama Rido, untuk meminta kejelasan, tetapi belum ada penjelasan.

“Dia mau ketemu langsung janjinya hari ini Habis sholat Jum’at, tetapi tidak ada kabar. Dia telepon saya katanya lagi mendampingi Buk Kabid di Cabang Bungin”, kata Ahim

Sebelumnya Ia mengatakan Kalau melihat dari Kegiatan. Berdasarkan hasil penelusurannya Kalau tidak salah kegiatan tersebut berjudul Turap Kali Pembuang Balong Jati. Kalau benar itu, berarti yang mengerjakan adalah CV Tiga Putri dengan anggaran Rp 196.256.801.

“Kemarin saya bilang kalau tidak salah Turap Kali Balong Jati oleh CV Tiga Putri. Ternyata Bukan, Hari ini jelas mereka pasang papan kegiatannya yaitu CV Nuri Abadi Jaya dengan Judul Kegiatan Pembangunan Pintu Air Kp Peundeuy dengan pagu Anggaran Rp 97.998.283 dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2021”, ujarnya

Karena tidak ada penjelasan dari Konsultan maupun Pengawas dan PPTK, Ia akan melayangkan surat keberatan Khsusunya pada pekerjaan Proyek Pembangunan Pintu Air Kp Peundeuy untuk meminta penjelasan Kepada Kepala Bidang PSDA, atas kelalaian tersebut hingga menelan korban pengendara motor hingga koma.

Untuk diketahui, Kejadian tersebut terjadi pada Hari Selasa (9/11/2021) malam sekitar pukul 18:45 WIB dan korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi dan berdasarkan informasi yang didapat pada hari ini Kamis (11/11/2021) pada pukul 19:19 WIB, korban belum sadarkan diri hingga harus menjalankan Operasi pada bagian kepala.

Pengendara Motor Jadi Korban Kelalaian Proyek Siluman Turap Kali Pembuang Balong Jati di Desa Karang Satu

0

Pengendara Motor Jadi Korban Kelalaian Proyek Siluman Turap Kali Pembuang Balong Jati di Desa Karang Satu

Kabupaten Bekasi – Pengendara motor (SB) yang juga Warga Desa Karang Satu, jadi korban kecelakaan akibat bahan matrial pasir tanpa adanya rambu-rambu yang memakan jalan hingga 3 meter pada Proyek Siluman Turap Balong Jati di Desa Karang Satu, Kecamatan Karang Bahagia yang dikerjakan oleh rekanan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi.

Kejadian tersebut, terjadi pada Hari Selasa (9/11/2021) malam sekitar pukul 18:45 WIB dan korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi dan berdasarkan informasi yang didapat pada hari ini Kamis (11/11/2021) pada pukul 19:19 WIB, korban belum sadarkan diri hingga harus menjalankan Operasi pada bagian kepala.

Adanya dugaan kelalain tersebut yang memakan korban pengendara yang diduga akibat bahan matrial pasir dipinggir jalan yang memakan jalan hingga 3 meter tanpa adanya rambu-rambu tersebut jadi sorotan dan perbincangan. Salah satunya sorotan tersebut datang dari Warga Desa Karang Satu, Ahmad Ahim.

Pria yang berlatar belakang Jurnalis dan aktif di Lembaga tersebut menuding, Kegiatan Siluman Tanpa Papan Kegiatan tersebut telah lalai dalam menaruh barang matrial tanpa rambu-rambu. Hal itu terjadi diduga lemahnya pengawasan Konsultan dan Dinas terkait seperti Pengawas dan PPTK, diduga tidak memberikan arahan pada rekanan.

Dikatakan Ahim, Harusnya dalam menaruh barang dipinggir jalan kasih donk rambu rambu, 10-30 meter sebelum barang. Agar pengendara lain sudah tahu bahwa didepan ada barang matrial apakah itu batu kali, pasir dan lain-lainnya. Lah ini tidak ada rambu-rambu sama sekali, berarti lalai.

“Semua harus ikut bertangung jawab atas kejadian tersebut. Dari mulai rekanan atau kontraktor, Konsultan, Pengawas, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Dinas. Karena diduga akibat lemahnya pegawasan dan tidak diberikannya arahan dari konsultan maupun Dinas “, ujarnya.

“Kalau melihat dari Kegiatan. Berdasarkan hasil penelusuran saya, Kalau tidak salah kegiatan tersebut berjudul Turap Kali Pembuang Balong Jati. Kalau benar itu, berarti yang mengerjakan adalah CV Tiga Putri dengan anggaran Rp 196.256.801 (Seratus Sembilan Puluh Enam Juta Dua Ratus Lima Puluh Enam Ribu Delapan Puluh Satu Rupiah)”, kata Ahim.

Untuk lebih jelas agar jadi terang benerang, Jelas Ahim, ia akan meminta kepada Pemerintah Desa Karang Satu dan BPD untuk mengehentikan sementara proyek tersebut agar dipasang papan kegiatan dan memanggil Pihak kontraktor, Konsultan dan Pengawas.

“Saya akan minta kepada Pemerintah Desa dan BPD untuk menghentikan sementara Proyek tersebut agar menghadirkan Pihak kontraktor, Konsultan, Pengawas dan PPTK. Jika Pemerintah Desa dan BPD tidak berani menyetop, saya yang akan Stop sendiri kegiatan Proyek Siluman itu”, tegasnya.

Kepada wartawan, Ahim sapaan akrabnya, Ia juga akan melayangkan surat Keberatan Atas Proyek tersebut karena diduga telah lalai hingga memakan korban pengendara jalan dan juga akan meminta Evaluasi kepada Dinas terkait terhadap rekanan pada Proyek tersebut. Jika ada unsur kesengajaan atas kelalain tersebut, ia meminta pada Dinas terkait harus berani Blacklist.

Ia pun akan mendukung pihak keluarga korban, jika kejadian tersebut dibawa ke ranah Hukum agar semua jelas dan menjadi terang benerang atas dugaan kelalaian dalam menaruh barang tanpa adanya rambu-rambu.

Disisi lain, Ia pun mengapresiasi dan berterima kasih atas Pembangunan yang berada di Desa Karang Satu pada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan oleh Dinas terkait melalui rekanan. Tetapi, keselamatan mulai dari pengendara maupun pekerja juga harus di utamakan.

Sampai berita ini diterbitkan pihak kontraktor dan Dinas terkait belum dapat dihubungi.

(AM)

Konkoorcab ke XX, Apriliana Eka Dani-Winda Nurmaulida Resmi Terpilih Sebagai Ketua PKC dan Kopri Jawa Barat

0

Konkoorcab ke XX, Apriliana Eka Dani-Winda Nurmaulida Resmi Terpilih Sebagai Ketua PKC dan Kopri Jawa Barat

Bekasi Kota – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat baru saja menetapkan Apriliana Eka Dani sebagai Ketua PKC PMII Jawa Barat dan Winda Nurmaulida sebagai Ketua Korps PMII Putri (Kopri) masa khidmat 2021-2023 pada pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) ke XX yang diselenggarakan di gedung Embarkasi Asrama Haji Kota Bekasi pada Kamis (11/11) dini hari tadi.

Dengan memperoleh suara sebanyak 13 dari total 23 suara, Apriliana Eka Dani ditetapkan sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan dalam forum tersebut. Sementara untuk Winda Nurmaulida berhasil mengalahkan pesaingnya Nurafifah dengan selisih 4 suara dimana Winda Nurmaulida memperoleh sebanyak 11 suara sedangkan Nurafifah hanya berhasil mengumpulkan 7 suara.

Dalam proses akhir pelaksanaan forum, Pemimpin sidang Andra Maulana Putra membacakan Konsideran dimana “Menetapkan Sahabat Apriliana Eka Dani sebagai Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Barat Masa Khidmat 2021-2023,”.

“Sahabat Winda Nur Maulida Sebagai Ketua Kopri Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Barat Masa Khidmat 2021-2023,” sambung Andre dalam forum tersebut.

Ketua Kopri terpilih saat ini Winda Nurmaulida merupakan salah satu kader PMII Kabupaten Cianjur, sementara untuk Apriliana Eka Dani, ketua PKC terpilih adalah kader PMII Kabupaten Bandung dimana sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai ketua PC PMII di daerah tersebut.

Novian

Tim Gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Bekasi, Tertibkan Bangunan Liar di Cikarang Utara

0

Tim Gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Bekasi, Tertibkan Bangunan Liar di Cikarang Utara

Kabupaten Bekasi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi lakukan penertiban bangunan liar di bantaran sungai cilemah abang, Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara. Hal itu dilakukan mendukung proses pembangunan di Kabupaten Bekasi, Kamis 11/10/2021.

Kasatpol PP Kabupaten Bekasi, Dodo Hendra Rosika yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, penertiban bangunan liar merupakan program untuk menormalisasi aliran sungai dan Penertiban menyasar ke titik yang menjadi fokus pembangunan di Kabupaten Bekasi.

“Penertiban menyasar pada bangunan yang berada di Bantaran kali, dan semenjak dikeluarkan Surat Edaran dari Pol PP Kabupaten Bekasi warga mengerti dan membongkar sendiri bangunanya,”Ucapnya.

Penertiban ini sesuai dengan Perda Kabupaten Bekasi No 4 Tahun 2012 Pasal 27 point B tentang Ketertiban Umum dan Tertib Bangunan yang menyebutkan, “Kecuali atas izin Bupati atau Pejabat yang ditunjuk setiap orang atau badan dilarang : MENDIRIKAN BANGUNAN PADA RUANG MILIK JALAN, RUANG MILIK SUNGAI, RUANG MILIK SITU TAMAN DAN JALUR HIJAU”.

Dodo menyebutkan, sebenarnya ada lima titik penertiban yang menjadi target Satpol PP Kabupaten Bekasi menertibkan Bangli dan bangunan tak berizin di tahun ini. Namun, target tersebut terkendala dengan SOP kegiatan.

“Lima target penertiban itu di antaranya di wilayah Kecamatan Tarumajaya, Bangli perbatasan Tambun -Cibitung tepatnya di sekitar wilayah Kalimalang. selanjutnya Tegal Gede, Kedungwaringin dan Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara yang telah dilakukan,”Tutupnya.

Dalam penertiban tersebut juga mengerahkan anggota TNI Koramil 07 Cikarang dan Anggota Kepolisian dari Polsek Cikarang.

Penertiban Bangunan Tak Berizin atau Bangunan Liar ini juga disaksikan langsung oleh perwakilan Pemerintahan Desa Waluya dan Karang Taruna Desa Waluya serta para masyarakat.

Redaksi