Home Blog Page 412

Amanat Ketua Muslimat Kabupaten Bekasi di Hari Santri 2020

0

Amanat Ketua Muslimat Kabupaten Bekasi di Hari Santri 2020

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Hari ini sudah tahun ke-5 Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 22 Oktober 2015 tentang Hari Santri. Menerbitkan keputusan bersejarah ini sebagai hadiah negara dalam mengenang dan mensyukuri perjuangan para ulama beserta santrinya dalam mengembalikan hak atas kejayaan tanah, berpikir, bekerja, dan bermimpi warga negara hingga pasca kemerdekaan Republik Indonesia sekarang ini. Itulah mengapa keluarga besar Muslimat NU Kabupaten Bekasi dan seluruh masyarakat baik muslim dan yang saudara sebangsa ikut menghaturkan berbagai bentuk luapan syukur dengan memperingati Hari Santri 2020.

Tahun ini, boleh kita kategorikan sebagai tahun yang berat. Sejak munculnya Pandemi Covid-19 di Indonesia, kemunculannya membawa pesan tersirat bagi kita semua, dampak ekonomi, sosial wa bil khusus pendidikan yang kemudian semua dirumahkan demi meminimalisir segala kemungkinan penyebaran virus corona pada masing-masing kita. Jutaan santri dari berbagai daerah diawal kemunculannya virus ini banyak yang dirumahkan, dan mau tidak mau rumah saat ini menjadi madrasah utama dan orang tua berperan sebagai guru yang menjadi pengikat dari ilmu-ilmu yang disampaikan dari jarak dan ruang yang berbeda.

Sambutan Hj. Vera Susanti

Berdasarkan Fatwa Resolusi Jihad yang digaungkan oleh Hadaratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, sosok Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Pembesar Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, yang bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama, Jalan Boeboetan VI/2 Soerabaja menyampaikan bahwa :

“…Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada di loear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”

Atas Izin Allah SWT, Muslimat NU Kabupaten Bekasi dengan kerendahan hati dan yakin bahwa kita semua pasti bisa melewati segala dampak dari kondisi dunia hari ini, sekaligus mengingatkan kita semua untuk mengikuti segala anjuran pemerintah yang berkenaan dengan pencegahan virus corona.

Mengutip amanah ketua PB NU mengatakan jika dulu, Fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari dimaksudkan untuk melawan kolonialisme dan penjajahan, maka jihad hari ini adalah bersatu melawan wabah agar kita semua diberi keselamatan dan kesehatan.

Dari spirit Resolusi Jihad ini juga, mari kita kontekstual kan dan sandingkan dengan kondisi pandemi ini, maka kita anggaplah saja virus corona sebagai bagian dari penjajah itu. Sehingga bagi kita yang melawan/ mencegahnya walau hanya dengan sekedar menggunakan masker, dan menjaga kebersihan, kesehatan diri sendiri di masa pandemi ini merupakan fardhu ‘ain.

Santri bukan hanya kita yang pernah dan sedang belajar di pesantren, santri adalah kita semua yang mengikuti dan mengamalkan ajaran Islam. Santri juga merupakan saudara sebangsa yang saling menjunjung tinggi rasa toleransi, saling menjaga, saling melindungi demi melestarikan prinsip kemerdekaan Indonesia yang telah lama di cita-citakan oleh para pahlawan kita dengan banyak bertaruh tetesan darah, waktu, bahkan keluarga.

Sekali lagi dihari ini, marilah kita semua menundukan kepala sejenak, meletakkan segala ke-akuan dan kesombongan untuk mengenang jasa para ulama, guru, santri serta pendahulu kita yang telah memberikan kenikmatan hasil kemerdekaan pada kita semua.

Wujudkan ”Santri Sehat, Indonesia Kuat” sebagai langkah kita membawa Nusantara ini lebih baik dan menjadi negara yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (red)

Pekerjaan DAU Di Kelurahan Jakasampurna Akan Selesai Dalam Waktu Dekat Oleh BKM

0

Pekerjaan DAU Di Kelurahan Jakasampurna Akan Selesai Dalam Waktu Dekat Oleh BKM

GUE JABAR || Bekasi Kota – Pembangunan sarana dan prasarana di wilayah, melalui program dari Pemerintah Pusat hampir rampung dikerjakan dan dinilai cukup baik proses pelaksanaannya.

Pernyataan tersebut diucapkan Lurah Jakasampurna,siang di depan Kantor Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, “Total seluruh kegiatan yang dikerjakan dari anggaran DAU Tahun 2020 sebanyak 8 titik lokasi pekerjaan, dan 2 titik lainnya akan dikerjakan lusa,” ucap Edi Djunaedi Lurah Jakasampurna, saat wawancara cegat/Door Stop yang dilakukan oleh media. Selasa (20/10/2020)

Proses pelaksanaannya sudah cukup baik, sambung Edi Djunaedi, “Mulai dari menampung usulan pekerjaan pada kegiatan muskel (red – Musyawarah Kelurahan) Tahun (2019) kemarin, menyaring (red – Verifikasi) prioritas pekerjaan yang diusulkan masing-masing Ketua RW (red – Rukun Warga) di wilayah, sampai dengan saat ini telah selesai dikerjakan di 6 titik lokasi,” terangnya

Masih Lurah Jakasampurna hendak melakukan rapat di luar kantor. Namun melalui Door Stop di depan Kantor Kelurahan saat itu, ia pun sedikit menyempatkan diri untuk menjelaskan terkait kegiatan pembanguan di wilayahnya. Berdasarkan penjelasan singkat Edi, Kelurahan Jakasampurna mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan Kelurahan, yang dikucurkan Pemerintah Pusat sebesar Rp. 350 juta di Tahun Angggaran 2020. DAU tambahan ini merupakan Tahun kedua anggaran yang diberikan, dari nominal anggaran sebelumnya senilai Rp. 352 juta lebih pada Tahun 2019 lalu, atau mengalami penyusutan anggaran yang diberikan. Anggaran tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Pusat, dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah, sehingga manfaatnya pun bisa langsung dirasakan.

Usai mendapat tanggapan dari Edi Djunaedi, Roni selaku Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Jakasampurna melengkapi keterangan yang diberikan Lurah Jakasampurna. Sebagai pelaksana kegiatan, BKM Jakasampurna terlihat hatam menjelaskan lokasi yang menjadi titik dari setiap pekerjaan.

Dari penjelasan Koordinator BKM Jakasampurna, anggaran DAU tersebut diberikan kepada setiap Kelurahan di Kota Bekasi, sebagai dana tambahan Kelurahan untuk pembangunan dan pemberdayaan di lingkungan masyarakat, “Titik-titik ini ditentukan oleh Lembaga terkait yaitu, Kelurahan, LPM (red – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), Forum RW, dan BKM, melalui Musyawarah Kelurahan. Kemudian dicari beberapa alternatif yang betul-betul membutuhkan, dari sekian banyak titik yang disepakati awal untuk di survei. Maka dari hasil survei dilapangan, ada sebanyak 8 titik yang disepakati untuk dilaksanakan di DAU Jakasampurna,” jelas Roni, ketika disambangi media ke ruang kerja Sekretariat BKM Jakasampurna.

Pelaksanaan DAU Tambahan Kelurahan ini dekerjakan secara bertahap, “Tahap pertama sudah dilaksanakan di 4 titik lokasi yaitu, di RT. 02/RW. 02 adalah jalan lingkungan dengan volume 120 x 2,4 x 0,1 meter, yang memiliki pagu anggaran Rp. 50 juta. Kemudian jalan lingkuan lagi di perbatasan antara RT. 03 dan RT. 04/RW. 021 dengan volume 200 x 1,3 x 0,1 meter, jadi setiap jalan lingkungan itu anggarannya sama yaitu Rp. 50 juta. Lalu saluran air di RT. 010/RW. 06B, anggarannya Rp. 37, 5 juta dengan panjang pekerjaan kurang lebih 70 meter, menggunakan bosh beton. Dan pekerjaan yang terakhir pada tahap pertama adalah pekerjaan saluran air, berlokasi di RT. 003/RW. 011 dengan anggaran yang sama menggunakan bosh beton,” terang Roni menjabarkan pekerjaan di tahap sebelumnya.

Pada tahap kedua, pelaksanaan pekerjaan tersebut juga dilakukan di 4 titik lokasi. Dimana pekerjaan tersebut membuat saluran air menggunakan bosh beton dengan panjang volume 75 meter, yang berlokasi di antara RT. 002 dan RT. 003/RW. 018, memiliki pagu anggaran sebesar Rp. 37, 5 juta. Selanjutnya pembangunan saluran air juga yang berlokasi di antara RT. 001 dan RT. 007/RW. 001 dengan volume dan pagu anggaran yang sama.

Dan pekerjaan yang saat ini sedang dikerjakan 1 sampai 2 hari kedepan adalah, pembuatan jalan lingkungan berlokasi di RT. 005/RW. 003 dengan volume 215 x 1,2 x 0,1 dan memiliki pagu anggaran 50 juta. Kemudian pembuatan janlan lingkungan di RT. 007/RW. 004 dengan volume 100 x 3 x 0,1 meter dan memiliki pagu anggaran 50 juta rupiah, “Jadi sudah 6, tinggal 2 pekerjaan lagi. Dalam minggu ini, Insya Allah semua pekerjaan DAU di Jakasampurna akan selesai,” tutup Roni Koordinator BKM Kelurahan Jakasampurna. (Lman)

Komunitas Peduli JKN Sambut Baik Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat Struktural Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi

0

Komunitas Peduli JKN Sambut Baik Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat Struktural Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Jumat 16 Oktober 2020 Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja,SH melantik dan mengukuhkan sebanyak 507 pejabat struktural Eselon II, III, dan IV secara langsung maupun virtual pada dan dituangkan di dalam Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor : 821.2/Kep.1651-BKPPD/2020 tanggal 16 Oktober 2020, terdiri dari 10 orang untuk jabatan Eselon II, 130 orang IV Jabatan Eselon III, dan sisanya 367 orang pada posisi jabatan Eselon IV.

Dicky Swarha selaku Sekjen Komunitas Peduli Jaminan Kesehatan Nasional (KP-JKN) menyambut baik Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat Struktural di Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi.

Dirinya berharap para Pejabat Struktural yang baru dilantik tersebut terutama di Dinas Kesehatan Kab.Bekasi agar lebih bersinergi serta cepat tanggap terhadap permasalahan-permasalahan yang sering terjadi saat ini terutama mengenai jaminan kesehatan baik itu Jaminan Kesehatan Nasional maupun Jaminan Kesehatan Daerah.

Sementara itu, bertempat di Kantor Desa Kedungwaringin Kab.Bekasi, Ketua Komunitas Peduli JKN, Cevi Kurniawan beraudiensi dengan Hj.Tita Komalasari, Kepala Desa Kedungwaringin yang didampingi oleh Sekretaris Desa Kedungwaringin Reza Pratama.

Dari audiensi tersebut diketahui bahwa persoalan yang sering terjadi adalah banyaknya penon-aktifan Kartu KIS, NIK yang belum terupdate maupun NIK ganda. Menanggapi hal tersebut, Cevi Kurniawan menyatakan bahwa Komunitas ini dibentuk untuk mengatasi permasalahan di bidang kesehatan dan sosial.

Terkait banyaknya penon-aktifan Kartu KIS dirinya bersama para relawan sudah sering mengatasi permasalahan tersebut dengan membantu, mengarahkan serta turut serta dalam pendampingan keluarga pasien.

Acara audiensi ini juga dihadiri oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Kedungwaringin, Juanda dan PSM Desa Bojongsari, Agus. (Tyg/red)

Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P. lakukan pengecekan Normalisasi Sedimentasi Sungai Citarum

0

Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P. lakukan pengecekan Normalisasi Sedimentasi Sungai Citarum

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi — Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P di dampingi Konsultan Sektor 20 Yogie Wiguna Rachman, S.T, S.Kom melakukan pengecekan Normalisasi dan Sedimentasi Sungai Citarum, Selasa (20/10/2030).

Pengecekan di lakukan di 3 (Tiga) titik kegiatan Sektor 20 Citarum Harum yang berada di Kecamatan Kedung Waringin, Kecamatan Pebayuran dan Kecamatan Cabang Bungin, di antaranya di Desa Karang Mekar, Desa Karang Harja, Desa Jaya Laksana.

Yang mana tiga kegiatan tersebut hasil dari Swadaya Masyarakat yang sangat mendukung dengan rencana program – program Citarum Harum di Sektor 20 Khususnya. Seperti kegiatan yang berada di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedung Waringin, kegiatan normalisasi sepanjang 2 (Dua) Km, yang di bantu oleh Bpk Gunawan sebagai tokoh masyarakat dengan menurunkan alat berat untuk membantu Sektor 20 dalam kegiatan Normalisasi dan Sedimentasi Sungai Citarum.

Hal yang sama pun di lakukan oleh warga masyarakat Bapak Andi dan Bapak Kris, yang sudah membantu Sektor 20 dalam kegiatan Normalisasi dan Sedimentasi Sungai Citarum di Desa Karang Harja Kecamatan Pebayuran dan Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, yang sudah menurunkan alat berat untuk Normalisasi Sedimentasi Sungai Citarum yang masing – masing sepanjang 1 Km.

Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P mengucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat yang telah membantu Program Sektor 20 Citarum Harum dengan menurunkan alat berat di tiap titik,

“Saya ucapkan terimakasih kepada warga masyarakat, pada umumnya yang sudah membantu Program Sektor 20 Citarum Harum, terutama kepada Bapak Gunawan, Bapak Andi, dan Bapak Kris yang sudah membantu menurunkan alat berat untuk membantu Sektor 20 dalam merealisasikan Program Sektor 20.

Pelaksanaan Normalisasi di tiap titik dengan hasil mencapai 65%, persiapan menghadapi musim penghujan yang di perkirakan datang di Bulan Desember 2020 sampai dengan awal tahun baru 2021.

Turut mendampingi Dansektor, Danki Sektor 20 Kapten Cba Romlih Beserta Personel Sektor 20 Citarum Harum.

(Juheri / Jpch – Red)

Hut Partai Golkar ke-56 Berlangsung Meriah Di DPD Kabupaten Bekasi

0

Hut Partai Golkar ke-56 Berlangsung Meriah Di DPD Kabupaten Bekasi

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Perayaan Hut Partai Golkar yang diselenggarakan secara virtual di masing masing DPD dengan intruksi dari DPP Partai Golkar berlangsung dengan khidmat dan meriah di kediaman Bupati Bekasi yang sekaligus ketua DPD Kabupaten Bekasi H. Eka Supria Atmaja SH. Rabu malam 21/10/2020

Dalam perhelatan ini juga dihadiri oleh para kader dan juga para anggota DPRD kabupaten Bekasi dari F-Golkar serta beberapa tamu undangan mulai dari Tokoh dan yang lainya.

Pada acara ini juga diisi dengan tasyakuran serta beberapa agenda lainya salah satunya tausiah dari salah satu mubaligh asli kabupaten Bekasi KH.Muhidir Hasby dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh beberapa Kader partai yang dimulai oleh ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi.

Protokol kesehatan pun diterapkan dengan selalu lakukan 3M di lokasi dan diwajibkan memakai masker.

Suasana semakin khidmat saat Ketua Umum DPP Golkar memberikan pidato secara virtual dan disambut dengan gembira oleh seluruh DPD Golkar secara virtual dan terlihat jelas kemeriahanya pada layar virtual yang sudah disediakan.

“Harapan kami seluruh pengurus dan kader Partai adalah bisa tetap solid agar Partai Golkar bisa memenangkan pada pilkada 2022 dan semakin berjaya, pengabdian Partai Golkar sendiri sudah terlihat jelas dari usia partai yang sudah 56 tahun” ucap salah satu Pengurus DPD Kabupaten Bekasi

Peringatan Hut Partai Golkar ini ditutup dengan foto bersama dan makan bersama seluruh pengurus dan kader partai yang menghadiri serta para tamu undangan.(red)

Pemerintah Daerah Harus Segera Ungkap Untuk Mencari Tahu Siapa Pemilik Mobil Putih Itu

0

Pemerintah Daerah Harus Segera Ungkap Untu Mencari Tahu Siapa Pemilik Mobil Putih Itu

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Terlihat Sebuah Mobil Blind Van Daihatsu GrandMax Berwarna Putih membuang beberapa bungkusan besar di duga Sampah ke Kalimalang di wilayah Tambun selatan. Rabu, (21/10/2020).

Sepanjang aliran sungai Kalimalang  Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi memang sudah di pagari beton, namun masih saja ada warga yang membuang sampahnya ke tepian sungai. 

” Sangat disayangkan kalau sungai yang seharusnya bisa memberikan banyak manfaat bagi warga DKI Jakarta malah dicemari oleh Sampah ” Tutur Irman

Diketahui berdasarkan Pasal 18 Perda Kabupaten Bekasi nomor 6 Tahun 2006 tentang perubahan atas Perda nomor 4 tahun 1999 tentang retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan, ancaman kurungan dari membuang sampah sembarangan yakni tiga bulan penjara dan denda Rp5 juta.

Berikut di hari yang beda saat media menghubungi Irman narasumber yang memvideokan oknum pembuang sampah di aliran sungai kalimalang, ” tidak peduli sebesar dan sebanyak apa sampahnya, mohon jangan buang sembarangan, apalagi ke kalimalang. Karena saya perhatikan, untuk dampak ringannya saja, banyak loh orang memancing disana. Apa tega melihat mereka makan ikan yg tercemar “.

” Belum adik adik yang mandi di aliran sungai, dampak besarnya kita sama2 taulah, untuk pemerintah, ayo terus cari cara bagaimana supaya semua masyarakat punya rasa peduli akan kalimalang dan sungai sungai di wilayah Kabupaten Bekasi “, Tambahnya.

Jangan seperti kejadian yg di video… semua tutup mata, tak ada hasrat untuk menegor, harusnya pemerintah mencari cara agar supaya semua orang punya rasa perduli,
Bukan cuma anjuran, ” jangan buang sampah “, Lanjutnya.

Tapi “siapapun kita, mari kita jaga kalimalang, sampaikan pada kami jika ada yang masih melakukan itu “, Tutupnya.(Lman)

GBS Kembali Di kunjungi Ibu Mentri Peranan Wanita RI dan Sesmen Koperasi dan UKM RI

0

GBS Kembali Di kunjungi Ibu Mentri Peranan Wanita RI dan Sesmen Koperasi dan UKM RI

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Luar biasa gebrakan dari Ketua GBS ( Gerai Bunda Sugi) yang
mengahdirkan dua Kementrian yaitu; Kementrian Peranan wanita Dan Perlindungan anak ibu Mentri I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan kementrian Koperasi dan UMKn Repubik Indonesia, Prof Rully Indrawan MSi hadir ditengah tengah pelaku UMKM yang tergabung di GBS ( Gerai Bunda Sugi) Yang beralamat di jl.Dr.Ciptio Mangunkusumo Ruko Plaza Lodium Blok C3/23 Simpangan, Cikarang utara Kabuaten Bekasi .

Sri Sugiarti SE S.ip Ketua Alisa Khadijah ICMI Kabupaten Bekasi yang menjadi pengawas di koperasi konsumen Alisa Khadijah menyampaikan ke awak media bahwa, hari ini tgl 20 Oktbet 2020 adalah hari yang sangat bersejarah buat saya bisa di kunjungii dua Kementrian langsung, bersama Mentri Ibu Bintang dan Sesmen Kementrian Koperasi UKM RI, ucap Sri Sugarti yang akrab di sapa bunda Sugi.

Bunda Sugi menambahkan, bukan hanya sekedar berkunjung ke UMKM GBS ini tetapi dua Kementrian ini bersinergy untuk menyelenggarakan event FGD penguatan kewirausahaan bagi kelompok strategis perempuan.

Saya sangat berterimakasih sekali kepada Ibu Mentei dan bapak Sesmen Koperasi di tengah kesibukan Beliau, disela sela kegiatan Ibu Mentri Peranan Wanita dan Sesmen Koprasi dan UKN RI dapat berkunjung ke anggota Koprasi Alisa Khadijah yang aktif di bank sampah, imbuhnya.

Aprisiasi sambutan Ibu Mentri dan pak Sesmen ke bank sampah yang dipelopori oleh ibu Nurmaria Putri sebagai anggota Koprasi Alisa Khadijah serta Ketua Ranting Alisa Khadijah ICMI kabupatem Bekasi sangat bangga sekali, saat bu mentri datang sedang aktifitas menimbang sampah perumahan yang disetorkan ke bank sampah, yg akan dijadikan produk pruduk yang mempunyai nilai jual, hasilnya produk tersebut sebagian dititipkan ke GBS utk dibantu jual, beber Sri Sugiarti.

Selain bangga Ibu mentri dan pak Sesmen juga banyak memberikan masukan mengenai proses pemanfaatan limbah termasuk administraisnya.
Kami sangat bangga atas kunjungan kedua Kementrian di lapak kami sebagai motivasi kami bahwa kami dapat perhatian khusus dari pemerintah, tutur Bunda Sugi.

Setelah berkunjung ke Koprasi Khadijah Ibu Mentri Peranan Wanita , Ibu Bintang dan Sesmen Koperasi UKM RI, meninjjau ke Ibu Rina Herlina Pelaku UKM yaitu NENG PAWON yang memproduksi snack oleh oleh khas Bekasi yaitu Stick jengkol, akar kelapa kentang mustofa dan lain lain, yang saat ini sudah mampu memproduksi 24 jenis produk.

Rombongan Ibu Menteri dan Sesmen tiba pukul 12.00 Wib langsung kelokasi GBS. Dengan ramah tamah sambil makan siang yang dsiapkan oleh team UKM yang tergabung di GBS yaitu,

rendang jengkol..ayam babakak bersama urap,soto betawi asinan betawi. Kami juga menghadirkan seledang mayang dan minuman birpletok kalo liat Ibu Mentri dan pak Sesmen merasakan enaknya masakan ibu2 ukm bekasi sampai nambah look.. ..dan belaiu berucap nanti kita pesen buat diacara Kementrian ya , ucap Bu Menteri.

Dalam sambutannya Sesmen Koperasi dan UKM mengatakan “bahwa PNM bisa memberikan solusi dan dengan waktu bersamaan dan akan mensuport para pelaku UMKM dengan program yg ada dikementrian ujar Sesmen Kop dan UKM RI.

Menteri Bintang melalu PNM memberikan simbolis banpres terhadap 3 pelaku UKM di acara tersebut.
(SS)

Hanya Di Hadiri 3 Kepala Desa, Acara Sertijab Camat Sukakarya

0

Hanya Di Hadiri 3 Kepala Desa, Acara Sertijab Camat Sukakarya

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Usai hasil pejabat yang di lantik pada tanggal 16 Oktober 2020, terjadinya rotasi di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Salah satunya Pemerintahan Kecamatan Sukakarya yang telah terjadi rotasi kepada Camat yang sebelumnya di duduki oleh Encun Sunarto, SE, MM. yang di gantikan oleh Rusdi Azis, S.IP sebagai Camat Sukakarya, Acara serah terima jabatan (Sertijab) pun di gelar pada, Rabu (21/10/2020). Di aula Kecamatan Sukakarya.

Namun miris acara yang digelar hanya di sambut oleh 3 (Tiga) Kades (Kepala Desa), yang terdiri di wilayah Kecamatan Sukakarya dari 7 (Tujuh) Desa.

Diantaranya yang hadir adalah, Kades Eman (Sukajadi), PJ Umar (Sukalaksana), Wawan (Sukamakmur), empat Kades yang lainnya tidak ikut serta menghadiri acara Sertijab Camat Sukakarya.

Saat dimintai Komentarnya Rusdi Azis usai Sertijab dirinya menjelaskan, untuk acara Sertijab tidak ada hukumnya wajib.

“Tidak ada yang mewajibkan datang kepada para undangan termasuk Kades yang tidak datang, namun mereka yang merupakan unsur kecamatan dan wilayah selama tidak ada halangan seharusnya datang.”Terangnya Camat Sukakarya.

Karena kita tidak tau ketidak hadirannya kenapa, Masih Kata Camat “apakah berhalangan atau tidak enak badan, kita berharap untuk Kondisi mereka yang memang dalam baik baik saja seharusnya hadir.”

“Saya akan memberikan pembinaan, pengarahan, dan pendekatan emosional secara pribadi, baik itu di acara minggon kecamatan maupun minggon desa”.Pungkasnya Camat Sukakarya.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada keterangan dari yang bersangkutan atau Kades yang tidak hadir.
(tif/fbn)

DEKLARASI PEMBENTUKAN ALIANSI KONSULTAN PENGKAJI TEKNIS INDONESIA

0

DEKLARASI PEMBENTUKAN ALIANSI KONSULTAN PENGKAJI TEKNIS INDONESIA

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Penyelenggaraan bangunan gedung harus dilakukan secara tertib administratif dan Prosedur teknis untuk menjamin kualitas bangunan gedung. Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2002, PP Nomor 36 Tahun 2005, dan Permen PUPR Nomor 27 Tahun 2018, diatur bahwa SLF (Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung) merupakan sertifikat yang menyatakan kelaikan fungsi sebuah bangunan dan gedung berdasarkan hasil pemeriksaan kelaikan fingsi nya dilakukan oleh Pengkaji Teknis.

Demikian disampaikan ketua Aliansi Konsultan Pengkaji Teknis Indonesia (AskPEKTI) Ir. M. Tahar Oesman, IAP dalam sambutannya pada pelantikan AskPEKTI di Hotel Sakura Kota Deltamas Kabupaten Bekasi, Rabu (21/10/2020) pagi.

Menurutnya, definisi dari konsultan dan pengkaji Teknis adalah orang, perseorangan atau badan usaha yang berbadan hukum, Badan yang mempunyai sertifikat kompetensi kerja kualifikasi ahli yang diberikan ranah oleh pemerintahuntuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung.

“Secara faktual, ketersediaan tenaga Pengkaji Teknis masih belum memadai secara kuantitatif dan belum merata penyebarannya di Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain secara kualitatif, praktek pengkajian teknis yang telah dilakukan dan berjalan saat ini masih belum memiliki standar kompetensi, standar kinerja, dan standar biaya. 

“Padahal kebutuhan (demand) masyarakat dunia usaha, corporate, dan sektor swasta, sangat besar ketergantungannya akan tenaga Pengkaji Teknis untuk mendukung proses penerbitan atau perpanjangan SLF, sudah sangat tinggi,” jelasnya.

Senada hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi H. Obing Fachrudin mengakui bahwa pembentukan AskPEKTI tidak mudah. Sehingga, saat terbentuknya AskPEKTI selaku pendiri dan sekaligus pembina, dirinya mengaku lega.

“Ke depan AskPEKTI ini akan menjadi asosiasi pengkaji teknis skala nasional,” harapnya.

Ketua KADIN berpesan agar pengurusan dokumen Laik Fungsi tidak dipersulit pemerintah, baik tingkat nasional maupun daerah.

“Inilah alasan kami mengajak beberapa pejabat daerah sebagai Dewan Pakar AskPEKTI, seperti pak Ir. H. MP Jamary Tarigan selaku Kepala Dinas PUPR,” jelas H. Obing. yang mana ke depannya harapan saya kehadiran AskPEKTI menjadi rumah besar untuk para konsultan dan pengkaji Teknis.

AskPEKTI, tambahnya, harus memberi warna dan bersinergi dengan kelelembagaan yang saling berhubungan seperti asosiasi-asosiasi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jasa Konstruksi di Kabupaten Bekasi.

“Kebetulan turut hadir Ketua Umum FMJK Kabupaten Bekasi, H. Yaman Edie Bair,” jelasnya.

Dalam kelembagaan AskPEKTI, H. Obing turut mengikutsertakan tokoh fenomenal penggerak pembangunan Kabupaten Bekasi bagian utara, H. Zakaria.

“Beliau memiliki konsep brilian menggandeng potensi masyarakat yang ada dan jejaring di tingkat nasional,” jelasnya. 

Bupati Bekasi diwakili Asda 3, Abdul Rofik menyampaikan rasa bangga Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja atas terbentuknya AskPEKTI di Kabupaten Bekasi. 

“Pak Bupati menitipkan rasa bangganya untuk disampaikan dalam forum ini karena AskPEKTI ini dipastikan menjadi prestasi Kabupaten Bekasi berikutnya,” jelas Abdul Rofik. 

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H.M Ben Kholiq saat menyampaikan sambutannya. “Saya optimis kehadiran AskPEKTI menjadi langkah awal yang nyata untuk dapat membina dan mengembangkan profesi pengkaji teknis di Indonesia dan berkontribusi mendukung pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Bekasi,” jelasnya. 

Dalam pantauan wartawan, acara pelantikan AskPEKTI berjalan tertib dan mengikuti aturan protokol Covid-19.

Hadir dalam kegiatan terebut sejumlah tamu undangan, diantaranya Ketua SMSI perwakilan Bekasi Raya (Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi), Doni Ardon, ketua KADIN H. Obing Fachrudin, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi H.M Ben Holik, Asda 3 Kabupaten Bekai Abdul Rofik, Kepala Dinas PUPR, Ir. H. MP Jamary Tarigan, Prof. DR. Ir. Suprapto, MSc. FPE.APU, Ir. Sofyan Muhammad Nasir dan pengurus AskPEKTI lainnya. (***)

Sinergitas Sektor 20 CH Dengan Kementerian Pertanian dan DisPertan Kab. Bekasi Bersama BBWS

0

Sinergitas Sektor 20 CH Dengan Kementerian Pertanian dan DisPertan Kab. Bekasi Bersama BBWS

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi — Untuk meningkatkan ketahanan pangan Sektor 20 Citarum Harum Bersinergi dengan Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi bersama BBWS.

Berkaitan dengan ketahanan pangan, Sektor 20 Citarum Harum bersama Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian serta di bantu oleh BBWS, Bersama – sama meninjau perencanaan normalisasi Irigasi di Desa Jaya Sakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020).

Kurang lebih dengan jarak 7 Kilo Meter irigasi di Desa Jaya Sakti rencananya akan di normalisasi, di karenakan di saat musim kemarau tiba, lahan pertanian di Desa Jaya Sakti sering kekurangan air, sehingga irigasinya harus di normalisasi untuk mengantisipasi kekurangan air untuk lahan pertanian.

Dengan di normalisasi nya irigasi, semoga bisa menjadi solusi untuk lahan pertanian di Desa Jaya Sakti ketika musim kemarau, dan bisa mengairi kurang lebih 600 Hektar lahan pertanian bahkan ribuan hektar di Desa Jaya Sakti, Umumnya di Desa – Desa lain di Kecamatan Muara Gembong.

Dansektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf Suyitno, S.I.P mengatakan, dirinya akan bersinergi dengan Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian dan BBWS untuk tujuan ketahanan pangan di Desa Jaya Sakti Umumnya di Kecamatan Muara Gembong.

“Kita akan sinkronkan, Sektor 20 dengan Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian dan BBWS bersama – sama bersinergi untuk tujuan bagaimana membantu masyarakat Desa Jaya Sakti umumnya masyarakat Kecamatan Muara Gembong dalam rangka ketahanan pangan, ” Katanya

Dansektor pun berharap, ketika berhasil di lakukannya normalisasi irigasi di Desa Jaya Sakti, bisa neningkatkan Lahan Tambah Tanam (LTT) untuk meningkatkan hasil pertanian yang secara automatis akan menguatnya ketahanan pangan, sehingga membuat masyarakat Desa Jaya Sakti akan lebih sejahtera, Tambahnya

Ditempat yang sama, Tri Hartono dari Tim Verifikasi PJ LTT Kementrian Pertanian menyampaikan, untuk permasalahan irigasi – irigasi dananya di Kementrian Pertanian sangat terbatas, meskipun dananya terbatas dengan harapan bisa mendapatkan menghasilkan yang maximal, bagaimana air bisa sampai ke lahan pertanian, untuk meningkatkan intansitas pertanaman dan produksitas hasil pertanian sehingga bisa membuat warga masyarakat sejahtera.

“Saya sangat berharap kepada semua aparat dan stek holder yang ada, terutama desa dan warga, karena kegiatan ini bersifat Swakelola dan padat karya, sehingga dana ini bisa di laksanakan oleh warga, dan memberikan dampak kepada masyarakat” Jelasnya

Hadir dalam kegiatan Dansektor 20, Kolonel Inf Suyitno, S.I.P, Danki Sektor 20 Kapten Cba Romlih,Tri Hartono dari Tim Verifikasi PJ LTT Kementerian Pertanian, Iwan dari Dinas Pertanian Kab Bekasi, Kaur Pembangunan Desa Jaya Sakti Suyatno, Kepala Desa Jaya Sakti Patori, Binmaspol dan Babinsa Desa Jaya Sakti, dan Personel Sektor 20 Citarum Harum.

Kegiatan pun berjalan dengan aman dan tertib, yang di isi dengan diskusi solusi untuk membantu petani di Desa Jaya Sakti.
“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”

(Juheri / Jpch – Red)