Home Blog Page 46

Sinergi TNI – Polri dan Pokdar, Polsek Setu Perkuat Keamanan Perbatasan Bekasi – Bogor

0

Sinergi TNI – Polri dan Pokdar, Polsek Setu Perkuat Keamanan Perbatasan Bekasi – Bogor

Kabupaten Bekasi – Dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Setu, jajaran Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) yang berlangsung pada Minggu dini hari (27/7/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, SH, MH didampingi IPDA Nursalim (Ka BKPM GPM/Padal), dengan melibatkan 14 personel gabungan terdiri dari anggota Polsek Setu, TNI, dan Pokdar Kamtibmas.

Operasi dilaksanakan di jalur strategis perbatasan Kabupaten Bekasi–Kabupaten Bogor, tepatnya di Jl. Letjen MT Haryono, Desa Taman Sari, Kecamatan Setu. Lokasi tersebut dipilih karena rawan menjadi jalur keluar-masuk pelaku kejahatan jalanan.

Sasaran utama operasi meliputi kepemilikan senjata tajam, narkoba, orang yang dicurigai akan melakukan tindak pidana, serta kendaraan tanpa dokumen lengkap. Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa sedikitnya 20 unit kendaraan roda dua.

Dari Hasil operasi petugas mengamankan Kendaraan 2 unit sepeda motor tanpa surat-surat dan tanpa pelat nomor.

Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, SH., MH., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian yang bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Setu.

“Operasi ini kita lakukan secara rutin dan terukur, terutama di wilayah perbatasan yang rawan. Sasaran kami jelas : senjata tajam, narkoba, dan kendaraan tanpa dokumen yang berpotensi digunakan untuk tindak kejahatan. Semua pemeriksaan dilakukan dengan cara yang humanis namun tetap tegas,” ujar Kapolsek.

Usai melaksanakan operasi, kegiatan dilanjutkan dengan Patroli Biru kewilayahan di titik-titik rawan, termasuk lokasi berkumpulnya remaja, antisipasi 3C (curat, curas, curanmor), tawuran, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya.

Dengan adanya operasi dan patroli ini, Polsek Setu berharap dapat meningkatkan rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Setu-Bogor yang kerap menjadi jalur pelintas pelaku kejahatan.

Polres Metro Bekasi Ungkap Kasus Tawuran Remaja, 6 Pelaku Diamankan, Semua di Bawah Umur

0

Polres Metro Bekasi Ungkap Kasus Tawuran Remaja, 6 Pelaku Diamankan, Semua di Bawah Umur

Kabupaten Bekasi – Gue Jabar || Kepolisian Resor Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus tawuran remaja yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Dalam konferensi pers di Mapolsek Kedungwaringin, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustopa S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek AKP Aliyani dan Kasi Humas AKP Akhmadi, mengumumkan bahwa pihaknya telah mengamankan 6 orang pelaku tawuran dan menetapkan 1 orang lainnya dalam daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Sabtu malam, 19 Juli 2025, di Jalan Raya Rengasbandung, RT 002/RW 003, Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Mirisnya, seluruh pelaku dan dua korban yang mengalami luka-luka adalah anak di bawah umur.

“Kami sangat prihatin. Baik korban maupun pelaku, semuanya masih anak-anak. Ini menjadi tamparan keras bagi kita semua sebagai orang tua, pendidik, dan masyarakat,” ujar Kombes Mustopa.

Tawuran Direncanakan, Senjata Tajam Disembunyikan di Luar Rumah, Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa para pelaku merencanakan tawuran secara sistematis dengan menyepakati lokasi yang minim patroli polisi dan menyembunyikan senjata tajam di titik tertentu di luar rumah agar tidak dicurigai orang tua.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi:

1 bilah senjata tajam jenis corbek

1 bilah cerulit

2 unit sepeda motor Honda Beat

2 potong celana panjang warna biru

1 sweater biru

Peran Pelaku:

BM – Membawa sajam (corbek)

AL – Membawa sajam (cerulit)

MI, FAK, CLA – Berperan sebagai joki

Egi – Masih buron (DPO)

Para tersangka dijerat Pasal 80 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 170 ayat (2) Jo Pasal 351 ayat (2) KUHP.

Reaksi Orang Tua: Kaget, Anak Dikenal Baik di Rumah

Keluarga para pelaku mengaku tidak menyangka anak-anak mereka terlibat tawuran. Selama ini mereka dikenal sebagai anak baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda perilaku menyimpang.

“Orang tua mereka mengaku tidak tahu-menahu. Para pelaku menyimpan senjata tajam di tempat khusus di luar rumah. Ini menunjukkan adanya perencanaan yang terorganisir,” ungkap Kapolsek Aliyani.

Dua Remaja Luka, Kapolres Serukan Pengawasan Ketat

Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka sabetan senjata tajam dan masih menjalani perawatan medis. Kapolres menegaskan pentingnya pengawasan dari orang tua agar anak-anak tidak berada di luar rumah hingga larut malam.

“Jam 10 malam, anak-anak seharusnya sudah di rumah. Ini soal keselamatan mereka,” tegas Kombes Mustopa.

Sekolah Diminta Aktif, Alumni Jangan Wariskan Budaya Tawuran Sebagian besar pelaku tercatat sebagai siswa aktif di sejumlah SMP di wilayah Kabupaten Bekasi. Karena itu, pihak kepolisian mendorong sekolah dan alumni untuk menjaga lingkungan pendidikan dari pengaruh buruk budaya tawuran.

“Kami minta para alumni tidak mewariskan kebiasaan buruk seperti tawuran kepada adik kelasnya. Wariskan semangat prestasi, bukan kekerasan,” tambah Kapolres.Dalam Pres liris tersebut hadir juga Bpk M. Riza, K3S sebagai K3S SMP Kabupaten Bekasi dan memberikan himbauan, Menanggapi kasus ini,  mengaku prihatin dan menyatakan bahwa pihak sekolah akan mengambil langkah-langkah konkret dan tetap mengacu pada UU Perlindungan Anak no 35 Tahun 2014

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Seluruh kepala sekolah akan kami kumpulkan untuk merumuskan program pencegahan secara terpadu, termasuk penguatan pendidikan karakter, patroli pendidikan, dan pendekatan personal kepada siswa yang berpotensi terlibat, kasus tauran Dan sangat menghimbau peran Orang tua.

“Kami juga akan meningkatkan komunikasi dengan orang tua murid agar pengawasan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Ini bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Peringatan Serius: Cegah Anak Jadi Korban atau Pelaku

Kasus ini menjadi peringatan bahwa pengawasan terhadap anak remaja tidak bisa lagi bersifat permisif. Tawuran bukan lagi sekadar kenakalan remaja, tetapi telah menjurus pada kriminalitas serius yang dapat merenggut nyawa.

Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam membentuk generasi muda yang bebas dari kekerasan. (Elon)

Unit Reskrim Polsek Cikarang Utara Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Tenaga Kerja, Kapolres : Korban nya Puluhan

0

Unit Reskrim Polsek Cikarang Utara Berhasil Ungkap Kasus Penipuan Tenaga Kerja, Kapolres : Korban nya Puluhan

Kabupaten Bekasi – Unit Reskrim Polsek Cikarang Utara berhasil menangkap pelaku penipuan tenaga kerja berinisial B, A dan F, yang merupakan pemilik dan staff dari lembaga penyalur tenagap kerja, dan para pelaku diamankan tanpa ada perlawanan saat ditangkap oleh pihak kepolisian.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustopa dalam konferensi Pers di Mapolres Metro Bekasi mengatakan bahwa B menjalankan lembaga penyaluran kerja ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun dan selalu berpindah tempat, Senin 21/07/2025.

“Yayasan ini sudah berjalan selama 2 tahun dan beberapa kali berpindah tempat dan sudah banyak yang menjadi korban, untuk saat ini yang sudah terkonfirmasi ada sebanyak 29 orang korban nya,” Jelas Kapolres

Kasus ini bisa terungkap usai korbannya melakukan laporan di Polsek Cikarang Utara dan mengatakan bahwa dirinya menjadi korban penipuan tenaga kerja.

“Kita bisa berhasil ungkap kasus ini berkat korban atau pencari kerja melakukan pelaporan menjadi korban penipuan tenaga kerja, dan anggota Reskrim langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku,” Terangnya.

Lanjut Kapolres, “Pelaku dalam menjalankan aksinya meminta sejumlah uang kepada para pencari kerja dan menjanjikan kepada korban pasti bisa masuk kerja dan menentukan waktu kapan korban bekerja namun hingga batas waktunya korban tidak juga mendapatkan pekerjaan,” Ungkap Mustopa.

Masih kata Kapolres, “Untuk saat ini ada sebanyak 29 orang korban dan mengaku telah dirugikan dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp5 juta hingga Rp8 juta per orang dan para korban mendatangi Polsek Cikarang Utara untuk memberikan bukti-bukti,” Katanya.

“Kami sedang berupaya dengan maksimal untuk menangkap pihak-pihak yang terlibat. Mohon doanya agar segera membuahkan hasil, dan tidak menutup kemungkinan korban nya akan bertambah karena yayasan ini sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun,” ujarnya.

Kapolres pun mengimbau masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar lebih berhati-hati dalam memilih lembaga penyalur kerja. Pastikan lembaga tersebut memiliki kredibilitas dan legalitas yang jelas sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan mengkonfirmasi dinas ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi.

“Jangan mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang meminta pembayaran sejumlah uang. Pastikan lembaga tersebut memiliki bikin resmi dan kualifikasi yang memadai dan lakukan konfirmasi ke dinas terkait,” pungkasnya 

(Erv)

Gelar OKJ Polsek Cikarang Utara Tegaskan Bukti Nyata Hadirnya Polri Untuk Masyarakat

0

Gelar OKJ Polsek Cikarang Utara Tegaskan Bukti Nyata Hadirnya Polri Untuk Masyarakat

Bekasi — Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) pada akhir pekan, Sabtu malam 19/07/2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Mapolsek Cikarang Utara, dipimpin langsung oleh Wakapolsek Wakapolsek AKP Hotma Napitupulu, bersama Padal (Perwira Pengendali) serta personel gabungan antara lain Polri, TNI dan Pokdar Kamtibmas.

Wakapolsek Cikarang Utaa, AKP Hotma Napitupulu mengungkapkan Kegiatan operasi ini difokuskan pada pencegahan dan penindakan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, seperti tindak pidana Curas (pencurian dengan kekerasan), Curat (pencurian dengan pemberatan), dan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), yang dikenal sebagai kejahatan jalanan 3C. Selain itu, petugas juga menyasar pelaku premanisme, kepemilikan senjata tajam (sajam), serta penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Jadi untuk Sasaran pemeriksaan meliputi orang yang dicurigai berpotensi melakukan kejahatan, kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat resmi, serta barang-barang berbahaya yang dibawa oleh pengguna jalan, terutama pada jam-jam rawan kriminalitas.” Ungkap Wakapolsek.

Dengan pendekatan “cegah sebelum terjadi”, seluruh personel gabungan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara maupun kendaraan yang melintas di lokasi operasi. 

“Saat dilakukan Pemeriksaanpun secara selektif dan humanis, namun tetap mengedepankan sikap tegas terhadap temuan pelanggaran hukum.” Jelasnya.

Kendaraan yang diperiksa terdiri dari beberapa unit kendaraan roda dua (sepeda motor), Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan dua unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan dokumen kepemilikan resmi dan tanpa plat nomor. Kendaraan tersebut diamankan ke Polsek Setu untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, dalam hasil operasi tersebut, tidak ditemukan adanya kepemilikan senjata tajam maupun barang bukti narkotika. Meski begitu, petugas tetap memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengendara agar lebih waspada dan tidak membawa barang terlarang yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Wakapolsek Cikarang Utara juga menegaskan bahwa kegiatan OKJ ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri dalam menjaga dan meningkatkan rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah rawan kejahatan.

“Kami akan terus melaksanakan Operasi Kejahatan Jalanan secara rutin, terutama di lokasi-lokasi strategis yang rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan sebagai titik lintasan ataupun pelarian,” tandas Wakapolsek.

Operasi Kejahatan Jalanan yang digelar Polsek Cikarang Utara ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana upaya pencegahan kejahatan dilakukan melalui patroli dan pemeriksaan aktif di lapangan. 

(Erv)

Gelar OKJ Polsek Setu : Bukti Nyata Hadirnya Polri di Wilayah Perbatasan Rawan Kejahatan

0

Gelar OKJ Polsek Setu : Bukti Nyata Hadirnya Polri di Wilayah Perbatasan Rawan Kejahatan

Bekasi — Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Setu Polres Metro Bekasi menggelar Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) pada Minggu dini hari (20/7/2025).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Raya MT. Haryono, Desa Tamanrahayu, Kecamatan Setu, tepatnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dalam Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., bersama Padal (Perwira Pengendali) Kanit Reskrim Polsek Setu, IPDA Didi Supriadi, S.H., M.Si., serta melibatkan total 23 personel gabungan, terdiri dari 16 anggota Polsek Setu, 1 anggota Koramil Setu, 1 petugas Satpol PP, dan 5 personel dari unsur masyarakat Pokdar Kamtibmas.

Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., mengungkapkan Kegiatan operasi ini difokuskan pada pencegahan dan penindakan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, seperti tindak pidana Curas (pencurian dengan kekerasan), Curat (pencurian dengan pemberatan), dan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), yang dikenal sebagai kejahatan jalanan 3C. Selain itu, petugas juga menyasar pelaku premanisme, kepemilikan senjata tajam (sajam), serta penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Jadi untuk Sasaran pemeriksaan meliputi orang yang dicurigai berpotensi melakukan kejahatan, kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat resmi, serta barang-barang berbahaya yang dibawa oleh pengguna jalan, terutama pada jam-jam rawan kriminalitas.” Ungkap Kapolsek.

Dengan pendekatan “cegah sebelum terjadi”, seluruh personel gabungan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara maupun kendaraan yang melintas di lokasi operasi.

“Saat di lakukan Pemeriksaanpun secara selektif dan humanis, namun tetap mengedepankan sikap tegas terhadap temuan pelanggaran hukum.” Jelasnya.

Kendaraan yang diperiksa terdiri dari 34 unit kendaraan roda dua (sepeda motor). Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan empat unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan dokumen kepemilikan resmi dan tanpa plat nomor. Kendaraan tersebut diamankan ke Polsek Setu untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, dalam hasil operasi tersebut, tidak ditemukan adanya kepemilikan senjata tajam maupun barang bukti narkotika. Meski begitu, petugas tetap memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengendara agar lebih waspada dan tidak membawa barang terlarang yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Kapolsek Setu juga menegaskan bahwa kegiatan OKJ ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri dalam menjaga dan meningkatkan rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah rawan kejahatan seperti daerah perbatasan antar kabupaten.

“Kami akan terus melaksanakan Operasi Kejahatan Jalanan secara rutin, terutama di lokasi-lokasi strategis yang rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan sebagai titik lintasan ataupun pelarian. Ini bagian dari upaya preventif yang juga melibatkan unsur TNI dan masyarakat,” tandas Kapolsek.

Lebih lanjut, Kapolsek menekankan bahwa keterlibatan TNI, Satpol PP, dan Pokdar Kamtibmas merupakan bentuk kolaborasi nyata antarinstansi dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Operasi Kejahatan Jalanan yang digelar Polsek Setu ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana upaya pencegahan kejahatan dilakukan melalui patroli dan pemeriksaan aktif di lapangan.

“Dengan sinergitas antarinstansi dan pendekatan profesional, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana kondusif sekaligus memberikan pesan kuat bahwa aparat keamanan hadir dan siaga untuk menjaga masyarakat dari berbagai ancaman kriminalitas,”pungkasnya.

Kepala Desa Pasirsari Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sambut HUT RI ke-80

0

Kepala Desa Pasirsari Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sambut HUT RI ke-80

Bekasi – Kepala Desa Pasirsari, H. Suparta, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Antar RW se-Desa Pasirsari dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan pembukaan digelar meriah di Lapangan Pandan FC, Sabtu (19/07/2025).

Kepala Desa Pasirsari membuka turnamen dengan melakukan tendangan pertama sebagai simbol dimulainya pertandingan resmi. Dalam sambutannya, H. Suparta mengajak seluruh warga untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan menjaga semangat sportivitas.

“Turnamen ini bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk nyata kebersamaan warga Pasirsari. Mari kita jadikan ini momentum memperkuat persatuan antar RW dan memupuk semangat kebangsaan di momen HUT RI ke-80,” ujar H. Suparta.

Pertandingan perdana mempertemukan tim Aparatur Desa (Apdes) melawan tim RW 006. Laga berlangsung seru dan berakhir dengan kemenangan RW 006 dengan score ( 5 — 1 ), sementara pada pertandingan kedua antara Tim RW 004 melawan Tim Tamsos (Taman Sentosa) berakhir Imbang dengan score ( 1 — 1 ).

Ketua BPD Pasirsari yang juga Ketua Penyelenggara turnamen, Uwan Sudiryat, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebutkan turnamen ini adalah hasil dari sinergi antara berbagai lembaga desa.

“Kami berterima kasih atas dukungan Karang Taruna, para pemuda, dan seluruh perangkat desa. Tanpa kolaborasi ini, turnamen tidak akan berjalan semeriah ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat positif bagi seluruh warga,” jelas Uwan.

Acara pembukaan juga turut dihadiri oleh Bimaspol, tokoh pemuda, dan seluruh perangkat Desa Pasirsari yang ikut menyemarakkan suasana dengan penuh antusiasme.

(Erv)

Mendikdasmen Beri Kuliah Umum di President University, Pemanfaatan AI pada Pendidikan Dasar Jadi Sorotan

0

Mendikdasmen Beri Kuliah Umum di President University, Pemanfaatan AI pada Pendidikan Dasar Jadi Sorotan

Kabupaten Bekasi – MENUJU Indonesia Emas 2045, berbagai transformasi tengah dilakukan di bidang pendidikan, termasuk pengintegrasian teknologi artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ke dalam sistem pembelajaran. Merespons hal tersebut, President University menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “The Future of Learning: How AI and Digital Literacy are Reshaping Basic Education” pada Selasa (15/7) di Fablab di lantai 1 President University Convention Center (PUCC), Kota Jababeka – Cikarang.

Adapun kuliah umum ini menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti M.Ed sebagai pembicara utama. Acara dibuka oleh pendiri President University Setyono Djuandi (SD) Darmono, yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.

“Hal-hal yang akan dibahas hari ini dapat memberikan inspirasi untuk membangun sistem edukasi yang lebih baik di Indonesia, bahkan mungkin juga di Asia Tenggara.

Dengan berbagai masalah yang kita hadapi saat ini, kami berharap dunia pendidikan dapat menjadi solusi untuk mengatasi dan mengurangi angka pengangguran. Harapannya, mahasiswa kami tidak hanya menjadi karyawan, tetapi juga mampu memberdayakan diri mereka sendiri.

Kami ingin memberikan pendidikan yang terbaik, agar para mahasiswa mampu mengelola berbagai aset yang kita miliki supaya Indonesia Emas yang kita tunggu-tunggu dapat terwujud,” ucap SD Darmono di depan ratusan mahasiswa President University.

Acara dilanjutkan dengan kuliah umum dari Prof. Abdul Mu’ti M.Ed, yang menjelaskan bahwa perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menghadirkan transformasi besar di berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia kerja dan pendidikan. Kemampuan AI dan robot untuk bekerja tanpa lelah dengan tingkat presisi tinggi menjadikan banyak proses menjadi lebih efisien dan produktif. Kemajuan ini berdampak pada hilangnya sejumlah jenis pekerjaan tapi juga melahirkan banyak pekerjaan baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Dalam bidang pendidikan, tantangan juga tak kalah kompleks. Di era digital ini, kebiasaan membaca buku atau berkunjung ke perpustakaan semakin berkurang. Siswa cenderung mengandalkan pencarian cepat melalui internet. “Kini muncul istilah seperti professor download atau doctor download karena semua informasi seolah bisa didapat hanya dengan mengunduh. Padahal, hasilnya belum tentu akurat atau valid. Apalagi sekarang ini, banyak orang hanya ingin pembenaran, bukan kebenaran,” tambahnya.

Untuk menanggapi hal tersebut, Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa pemerintah tengah merancang pengintegrasian AI dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. AI direncanakan menjadi bagian dari mata pelajaran pilihan pada ajaran 2025/2026, bersanding kecakapan hidup abad ke-21 lainnya, seperti coding.

“Anak-anak kita perlu dikenalkan sejak dini kepada AI. Tapi untuk pelaksanaannya, (sekolah) yang siap saja yang melaksanakan,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, mata pelajaran (mapel) berbasis teknologi informasi ini hanya akan diberlakukan di sekolah yang sudah memiliki sarana yang mumpuni. 

“Karena, pada pelaksanaan kegiatannya, butuh alat-alat yang canggih, jaringan internet yang stabil, sedangkan kita ketahui, belum seluruh sekolah kita ini punya sarana itu,” kata Abdul Mu’ti.

Dari pemberlakuan mapel AI di jenjang SD ini nantinya, Abdul Mu’ti, berharap bisa menjadikan anak-anak di Indonesia memiliki kemampuan dan kecerdasan digital.

Selain pentingnya kemampuan dan kecerdasan digital, Abdul Mu’ti juga menjelaskan betapa pentingnya kreativitas untuk perkembangan inovasi di masa depan. Menurutnya, kreativitas adalah kunci dari lahirnya inovasi.

“Kreativitas mungkin tidak dapat diajarkan, tapi kita dapat menjadikan kreativitas sebagai kebiasaan. Kreativitas sering kali merupakan awal terbukanya lapangan kerja baru. Inilah saatnya untuk mengkombinasikan kreativitas dan juga keahlian dalam teknologi,” tegas Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa kreativitas tidak hanyalah awal kelahiran berbagai gagasan dan kesempatan baru, tapi juga kunci untuk tetap menjadi relevan di dunia yang dikuasai oleh teknologi saat ini. Abdul Mu’ti menceritakan bahwa ada satu hal lain yang membedakan manusia dengan AI, yakni perasaan. Mungkin AI dapat menciptakan sebuah lagu, tapi lagu yang dibuat AI tidak dapat memiliki perasaan. Inilah perbedaan antara AI dan manusia, yang dapat mengerti perasaan seorang manusia adalah manusia lainnya. 

Abdul Mu’ti pun mengingatkan bahwa kemampuan yang tidak dapat ditiru oleh AI adalah kunci penting untuk terus bertahan disaat AI mulai digunakan untuk segala hal. Hal inilah yang telah dilaksanakan oleh President University.

President University sudah mengerti betapa besar perubahan yang terjadi karena keberadaan AI. Hal inilah yang membuat President University tak hanya mendukung perkembangan akademik para mahasiswa, namun juga secara non-akademik seperti musik, olah raga, dan kemampuan non-akademik lainnya.

Meskipun perkembangan teknologi digital memiliki banyak fungsi, tapi dampak negatifnya tidak dapat dikesampingkan. Salah satu dampak yang sangat terlihat dan dikhawatirkan oleh masyarakat adalah fenomena Brain Rot. Menurut Abdul Mu’ti, satu-satunya cara untuk menangani fenomena ini adalah melalui pendidikan karakter dan juga mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Sebelum memberikan kuliah umum, Mendikdasmen juga menyempatkan diri mengunjungi SMA Presiden, sekolah berasrama dengan pendekatan semi militer di bawah naungan Yayasan Pendidikan President University. Abdul Mu’ti mengapresiasi fasilitas pendidikan yang disiapkan untuk membentuk karakter dan kompetensi siswa secara seimbang. Sehingga, bisa menghasilkan calon-calon pemimpin, termasuk di bidang militer dan kepolisian, bahkan perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

(Erv)

Polres Metro Bekasi Berhasil Ungkap Komplotan Curanmor, 5 Pelaku Diamankan

0

IMG-20250714-WA0058

Keterangan Foto : Polres Metro Bekasi Menggelar konferensi pers pengungkapan pelaku curanmor yang dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Mustofa, Senin (14/7/2025).

Kabupaten Bekasi || Potretpublik – Kepolisian Resor Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Sebanyak lima orang tersangka berhasil diamankan dalam operasi pengungkapan yang dilakukan pada 8 Juli 2025.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa S.I.K., M.H didampingi Kasat Reskrim Kompol Agta Bhuana Putra, Kapolsek Cikarang Selatan AKP Erwin Setiawan, Kapolsek Cabang Bungin AKP Basuni dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 14 Juli 2025, mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat dan rekaman CCTV yang merekam aktivitas mencurigakan sekelompok pelaku di lokasi kejadian.

Korban dan Kronologi Kejadian

Korban dalam kasus ini diketahui bernama Muhamad Fahreza Maulana. Peristiwa pencurian terjadi pada Senin, 7 Juli 2025 sekitar pukul 04.00 WIB di Jl. Bumi Asih Permai, Cikarang Utara. Motor korban jenis Honda CB150 Verza warna hitam tahun 2024 raib setelah pelaku berhasil merusak kunci kendaraan dan membawanya kabur.

Keesokan harinya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi dan segera dilakukan penyelidikan oleh petugas.

Identitas dan Peran Para Pelaku

Dalam pengungkapan kasus ini, lima tersangka ditangkap. Masing-masing memiliki peran berbeda dalam komplotan:

RN (24) – Joki, warga Cikarang Kota, Bekasi. Pernah terlibat kasus pencurian tahun 2018.

RK (23) – Pengawas aksi, warga Tambun Selatan. Terlibat pencurian dengan kekerasan tahun 2017.

AY (23) – Pemetik motor, warga Karawang. Terlibat pencurian tahun 2018.

RR (22) dan FM (26) – Sebagai perantara penjualan hasil curian. Keduanya warga Karawang dan belum pernah dihukum sebelumnya.

Barang Bukti yang Diamankan

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti:

STNK dan BPKB motor milik korban

1 unit Honda CB150 Verza milik korban

Uang tunai hasil penjualan motor

Beberapa unit handphone milik para pelaku

1 unit sepeda motor Honda Stylo yang digunakan sebagai alat transportasi pelaku

Kunci leter T sebagai alat untuk merusak kunci kendaraan

Modus Operandi dan Penadah

Para pelaku menjalankan aksinya dengan merusak kunci motor menggunakan kunci T, kemudian membawa kabur kendaraan. Setelah berhasil mencuri, motor hasil kejahatan dijual kepada penadah yakni RR dan FM. Penjualan dilakukan melalui perantara dengan harga sekitar Rp 4 juta.

Selain itu, diketahui bahwa RA, RK, dan AY merupakan residivis dengan catatan kriminal sebelumnya. Salah satu tersangka, RS, bahkan terlibat dalam beberapa kasus curanmor di tahun-tahun sebelumnya.

Penangkapan dan Penahanan

Penangkapan terhadap para pelaku dilakukan di berbagai lokasi:

RN ditangkap di rumahnya pada 8 Juli pukul 02.00 WIB.

AY ditangkap saat tertidur di rumahnya di Karangsari, Cikarang Timur.

RK ditangkap di depan rumahnya di Tambun Selatan.

RR dan FM ditangkap di Karawang pada pukul 11.00 WIB oleh tim Reskrim Polres Metro Bekasi.

Proses Hukum dan Pasal yang Dikenakan

Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan/atau Pasal 480 KUHP tentang penadahan. Ancaman hukumannya mencapai tujuh tahun penjara untuk pelaku pencurian, serta maksimal empat tahun untuk penadah.

Kapolres Himbau Warga Tetap Waspada

Kapolres Metro Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kejahatan, terutama pencurian kendaraan bermotor. Ia juga mengajak warga untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan ke pihak berwajib.

“Pengungkapan ini adalah hasil kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Kami akan terus berupaya menjaga keamanan wilayah Bekasi dari kejahatan jalanan,” pungkasnya.

Panitia Siapkan Hadiah Fantastis, Turnamen Wanajaya Cup 2025

0

Panitia Siapkan Hadiah Fantastis, Turnamen Wanajaya Cup 2025

Kabupaten Bekasi – Semarak sambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun, Karang Taruna Wanajaya menyelenggarakan Turnamen Sepak Bola Wanajaya Cup 2025, berlangsung mulai 13 Juli sampai 7 September mendatang. Bertempat di Stadion Mini Cibitung, Minggu, (13/07/2025).

Sekretaris Kecamatan Cibitung, Sarkum, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Karang Taruna dan pemerintah desa yang konsisten mendorong kegiatan positif di lingkungan masyarakat, Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan turnamen olahraga seperti ini memiliki peran penting dalam menjaring bibit atlet lokal.

“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Selain menjalin silaturahmi antarwarga, ini juga menjadi sarana pembinaan bakat olahraga. Dari sini kita bisa melihat potensi-potensi yang kelak bisa dikembangkan di tingkat kabupaten,” ujar Sarkum.

Ia menambahkan, hampir seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Cibitung turut berkontribusi dalam menyemarakkan HUT RI ke-80 dengan berbagai perlombaan, mulai dari sepak bola, voli, bulu tangkis, hingga catur dan tenis meja di tingkat RT dan RW.

Sarkum juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung. Ia berharap penyelenggaraan turnamen ini menjadi contoh yang baik bagi desa-desa lain dalam hal peningkatan fasilitas olahraga dan pelibatan aktif masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak untuk saling menjaga suasana kondusif, termasuk penonton, pelatih, pemain, hingga wasit. Mari jadikan ini sebagai ajang yang menggembirakan dan mempererat silaturahmi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Wanajaya Cup 2025, Alfuad Hendarwan, mengatakan bahwa kompetisi sepak bola diikuti 12 tim yang akan bertanding setiap akhir pekan dengan sistem dua laga per hari, pihaknya telah menyiapkan hadiah yang cukup fantastis untuk juara pertama akan membawa pulang satu ekor sapi, juara kedua mendapat tiga ekor kambing, juara ketiga dua kambing.

“Tahun ini persiapannya lebih matang dari segi fasilitas lapangan dan dukungan Pemerintah Desa Wanajaya, Hadiah yang diberikan pun lebih menarik dibanding tahun sebelumnya, kita sudah menyiapkan hadiah untuk pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, hingga suporter terbaik,” jelas Alfuad.

Menurutnya, dalam pelaksanaan Turnamen Wanajaya Cup 2025 panitia membatasi jumlah pemain luar desa maksimal tiga orang per tim, langkah ini diambil untuk meningkatkan potensi pemain lokal sekaligus memberi ruang pembinaan bagi pemain muda Desa Wanajaya.

“Kami juga menggandeng wasit dari ASKAB PSSI Kabupaten Bekasi yang profesional untuk menjaga netralitas, wasit akan diganti di setiap pertandingan agar objektivitas tetap terjaga turnamen ini juga terdapat piala bergilir bagi tim pemenang juara 1,” pungkasnya.

(Dar)

Tidur Nyenyak Usai Mencuri Motor, Pemuda Pelaku Curanmor di Tangkap Polisi di Rumahnya

0

Tidur Nyenyak Usai Mencuri Motor, Pemuda Pelaku Curanmor di Tangkap Polisi di Rumahnya

Kabupaten Bekasi – Jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Babelan, Polres Metro Bekasi, berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor roda dua (curanmor R2) yang terjadi di wilayah hukum Babelan. Pelaku di tangkap saat sedang tidur di kediamannya, pada Minggu (13/7/2025).

Penangkapan pelaku berawal dari laporan warga atas kehilangan sepeda motor Honda Beat Pop warna merah milik Sdr. Geo J. Harahap yang terjadi pada Jumat dini hari (11/7), sekitar pukul 03.20 WIB di Gg. Koramil RT 005/001, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Saat kejadian, korban memarkir sepeda motornya di depan kontrakan dalam kondisi terkunci stang. Namun, ketika hendak digunakan kembali, korban mendapati motornya sudah tidak ada di tempat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 7.000.000,- dan melaporkannya ke Polsek Babelan.

Kapolsek Babelan, Kompol Wito, SH.,MH., Mengungkapkan menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Reskrim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Luhut, S.H. dan jajaran melakukan penyelidikan intensif.

“Berbekal ciri-ciri pelaku dari informasi yang diterima, petugas berhasil menangkap pelaku di kediamannya di Kampung Kali Kopeng, Babelan Kota,” ungkap Kapolsek.

Dari tangan tersangka, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu unit sepeda motor Honda Beat Pop bernomor polisi B-4758-FBU, satu buah kunci T beserta mata kuncinya, serta STNK asli atas nama pemilik kendaraan, Sdr. Eka Fadhila Farda.

Hasil pengembangan penyelidikan mengarah pada penemuan unit kendaraan yang telah dipindahkan ke wilayah Kampung Blendung, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

“Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Babelan guna proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Kompol Wito SH., MH.

Kapolsek Babelan juga menghimbau, Bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memberikan pengamanan tambahan pada kendaraan, serta segera melapor jika terjadi tindak kejahatan.

“Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya meningkatkan pengamanan kendaraan, terutama saat diparkir di luar ruangan. Selain itu, Kami juga mengingatkan warga agar tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan,” pungkasnya.