Polemik Pekerjaan Peningkatan Jalan Teluk Haur – Teluk Ambulu Yang Mangkrak Jadi Sorotan

Polemik Pekerjaan Peningkatan Jalan Teluk Haur – Teluk Ambulu Yang Mangkrak Jadi Sorotan

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Jalan Teluk Haur – Teluk Ambulu Desa Karanghaur Kecamatan Pebayuran, menimbulkan polemik dan mendapat banyak pertanyaan sekaligus sorotan dari berbagai pihak.Berbagai unsur masyarakat Pebayuran, baik itu aktivis, ormas, kepemudaan, sosial control maupun para tokoh tokoh masyarakat di Pebayuran.

Salah satunya komentar di lontarkan oleh aktivis Yusuf Supriatna Ketua Koordinator lapangan Jawa Barat DPP LSM SIRA ( Suara Independen Rakyat Adil )kepada awak media Gue Jabar.com, Kamis 22/12/2022.

Yusuf, sapaan akrabnya ” Seharusnya pekerjaan peningkatan jalan paket 5 Teluk Haur – Teluk Ambulu ini sudah di kerjakan bahkan seharusnya sudah selesai, tapi sampai saat ini di kerjakan pun belum. Di duga Dinas di nilai sudah gagal dalam perencanaan, patut di pertanyakan kepada Dinas terkait” ujarnya.

Masih sambung Yusuf, “apalagi ini sudah di ampar basechose, yang pastinya jelas telah di anggarkan oleh Dinas, akan tetapi kenapa Dinas melakukan pembiaran dan tutup mata, saya minta ketegasannya dari Dinas terkait.Kalaupun ini sudah lewat batas waktu yang di tentukan pengerjaanya, berarti harusnya ada teguran dari Dinas dan konsultan baik secara lisan maupun tulisan ( surat teguran resmi ) kepada pihak rekanan kontraktor,” Ungkapnya.

Kalaulah secara tulisan kita akan pertanyakan apakah ada surat teguranya, juga yang sudah seharusnya kena Adendum.Dalam Adendum itu sendiri kami juga dari LSM SIRA, akan mempertanyakan secara administrasinya berapa denda yang harus di keluarkan pihak kontraktor perharinya.Kami pun akan mengawal sampai pembayaran di Dinasnya seperti apa dan bagaimana,” tutup Yusuf.

Komentar juga di sampaikan Sekjen LUPUST, dari salah satu Ormas GIBAS Sektor Pebayuran ” Saya meminta selaku warga masyarakat Pebayuran kepada pihak yang berkompeten supaya pekerjaan jalan ini di segerakan dalam pengerjaanya, karena banyak dampak yang di rasakan masyarakat dan lingkungan.

“Kita lihat jalan begitu berdebu saat kendaraan melintas ketika cuaca panas, dan jalan menjadi licin ketika hujan turun yang di sebabkan basechose bercampur dengan lumpur,” Kata Lupus.

Hal ini sangat membahayakan keselamatan serta kesehatan warga dan masyarakat, dan kami selalu memberi himbauan kepada para pengguna jalan agar untuk berhati – hati ketika melintasi jalan tersebut”, terang nya. Lupust juga menyampaikan tantanganya kepada dinas PUPR dan Pj Bupati agar turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan segera menyelesaikan perihal ini, dan meminta mem – Blaclist Cv/Pt yang tidak profesional”, ujarnya geram.

Proyek peningkatan jalan Teluk Ambulu – Teluk Haur paket 5 ini berasal dari APBD murni tahun anggaran 2022.

(Dayat)