Ramai Di WAG Terkait Adanya Ormas Manguni di Pasirsari Cikarang Selatan, Pemdes Berikan Klarifikasi

Ramai Di WAG Terkait Adanya Ormas Manguni di Pasirsari Cikarang Selatan, Pemdes Berikan Klarifikasi

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Adanya tragedi bentrokan yang terjadi di Sulawesi antara Laskar Manguni dan masyarakat yang sedang melakukan aksi kemanusiaan untuk Palestina yang sehingga berdampak di Kabupaten Bekasi dengan adanya perwakilan sebagai DPC Garda Manguni di Wilayah Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, sehingga mendadak ramai dan menjadi perbincangan di WhatsApp group (WAG) dan menjadi sorotan saat ini.

Setelah mendapatkan informasi tersebut Pemdes Pasirsari bersama TNI dan Polri langsung bergerak cepat untuk melakukan pengecekan dan memastikan keberadaan Ormas tersebut di wilayah Desa Pasirsari.

Kepala Desa Pasirsari H.Suparta langsung berikan instruksi untuk mengecek kebenaran terkait keberadaan Ormas tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Karang Taruna Pasirsari H.Rifa Yusrizal yang mewakili pemerintahan desa Pasirsari mengatakan bahwa ketua RT setempat turun langsung untuk mengecek kebenaran tersebut untuk memastikan keberadaan nya.

“Kami sudah telusuri ke wilayah oleh anggota Karang Taruna Pasirsari dan ketua RT setempat serta Binmaspol dan Babinsa TNI AD serta anggota Polsek Cikarang Selatan bahwa terkait spanduk tersebut sudah tidak ada saat ini, karena berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga di wilayah setempat terkait spanduk sekretariat tersebut memang pernah ada tapi kejadiannya sudah cukup lama,” Terangnya.

Dirinya (Rifa -red) mengatakan bahwa menurut keterangan warga setempat dulu memang pernah ada spanduk tersebut di sekitar kontrakan milik warga dan sudah lama sekali tidak ada lagi.

“Dulu memang pernah ada menurut keterangan warga dan sudah sangat lama sekali keberadaanya itu pun hanya ada di sekitar salah satu rumah kontrakan milik warga dan itu oun sudah lama sekali,” Ungkapnya.

“Dengan ini saya selaku perwakilan pemerintahan desa Pasirsari menegaskan bahwa terkait adanya tentang apa yang sudah beredar baik di media dan juga beberapa medsos yang kini sudah menyebar bahwa itu semua sudah kita tanggapi dan keberadaan nya sudah tidak ada di wilayah desa Pasirsari,” Pungkasnya.

(Erv)