Hadiri Pawai Taaruf Pembukaan MTQ Se-Jawa Barat, Kapolres Metro Bekasi : Kita Ambil Momentum Ini Untuk Pererat Silaturahmi
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Twedi Aditnya Bennyahdi bersama dengan Forkopimda Kabupaten Bekasi menghadiri acara pawai taaruf pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) se-Jawa Barat dan dihadiri oleh para pemimpin daerah, bupati, dan walikota se-Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan di Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Minggu (28/4/2024).
Tahun ini Kabupaten Bekasi yang ditunjuk, merupakan tuan rumah perlombaan tahunan dan diselenggarakan selama 7 hari di berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Bekasi yang diikuti 27 kabupaten dan kota.
Kehadiran Kapolres Metro Bekasi beserta Forkopimda Kabupaten Bekasi dalam acara ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan di wilayahnya. Dalam pawai taaruf yang meriah, mereka turut serta bersama ribuan peserta lainnya dalam mengikuti prosesi pembukaan MTQ yang diselenggarakan dengan khidmat dan penuh kegembiraan.
Acara tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antara pemimpin daerah se-Jawa Barat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai keagamaan dan budaya. Dalam sambutannya, Kapolres Metro Bekasi menyampaikan pentingnya kerjasama antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai.
Selain itu, kehadiran Forkopimda Kabupaten Bekasi juga menjadi simbol dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk memperkokoh kehidupan beragama dan memajukan budaya literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat Jawa Barat.
Acara pembukaan MTQ se-Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam mendorong semangat keagamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.
Pawai Ta’aruf MTQ Ke-38 Jabar di Kabupaten Bekasi Berlangsung Sangat Meriah
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Ribuan peserta mengikuti Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 Tingkat Jawa Barat diselenggarakan di Meikarta, Lippo Cikarang dan berlangsung dengan sangat meriah.
Para Kafilah peserta pawai Ta’aruf berkeliling meikarta menuju panggung utama, dengan menampilkan khas dari daerahnya masing masing, Minggu 28/04/2024.
Pawai Ta’aruf ini sebagai kegiatan awal sebelum acara pembukaan kegiatan bernuansa religi tersebut.
Aksi Pawai Ta’aruf ini menyedot perhatian masyarakat. Mereka terlihat antusias dengan digelarnya pawai ta’aruf ini, Meski matahari pagi cukup terik, namun tidak menghalangi antusias para kafilah dan masyarakat yang mengikuti pawai tersebut.
PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan bahwa dirinya sangat senang karena ini merupakan pawai ta’aruf yang sangat besar dan sangat mewah serta dengan nuansa yang berbeda karena berada di pusat industri.
“Saya merasa senang karena pawai ta’aruf ini mendapatkan respon yang sangat baik dan positif, karena ini merupakan pawai ta’aruf yang berbeda karena berada di pusat industri, dan tidak menggunakan jalan umum sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” Terangnya.
Dani juga mengatakan bahwa ini merupakan suatu kebanggaan sendiri untuk kabupaten Bekasi karena kegiatan ini juga merupakan salah satu ajang terbesar di Jawa Barat yang berlangsung di Kabupaten Bekasi.
“Ini merupakan salah satu ajang terbesar di Jawa Barat dimana seluruh Kabupaten Kota ada di Bekasi, dan ini juga berdampak pada ekonomi yang ada di Kabupaten Bekasi, diantaranya perhotelan, catering, dan nanti kita juga akan menggelar bazar UMKM produk khas Kabupaten Bekasi,” Terangnya.
Dani menjelaskan bahwa untuk target sendiri sebagai tuan rumah Kabupaten Bekasi menargetkan menjadi juara umum karena ada di beberapa cabang yang di lombakan, para kafilah dari Kabupaten Bekasi sudah menjalani latihan dan diyakini bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
“Tentunya kita sebagai tuan rumah menargetkan juara umum, dan kita juga dari beberapa cabang sudah melatih dan yakin akan mendapatkan hasil yang maksimal,” Jelasnya.
Toko Miras di Bawah Fly Over Tegal Gede Kembali Digruduk Warga, Satpol PP Kabupaten Bekasi Turun Langsung
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Toko minuman keras yang beroperasi di Kampung Tegal Gede RT 08/03, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi kembali digruduk warga, Sabtu 27/04/2024.
Pasalnya warga meminta agar toko tersebut tidak lagi beroperasi karena berada di tengah ruang lingkup masyarakat dan sarana prasarana ibadah.
Forum warga yang bernama Gerakan Tolak Minuman Keras (GETOK MIRAS) melaporkan kepada satpol PP kecamatan Cikarang Selatan yang langsung dilaporkan kepada Satpol PP Kabupaten Bekasi untuk segera menutup toko Miras tersebut.
H.Feri selaku tokoh pemuda mengatakan bahwa kegiatan toko tersebut sangat meresahkan masyarakat karena berada dekat dengan tempat ibadah masyarakat diantaranya ada Masjid dan beberapa tempat pengajian.
“Sangat meresahkan sekali dengan adanya toko tersebut, karena sangat dekat dengan sarana prasarana ibadah masyarakat diantaranya ada 2 masjid dan juga majelis serta persis di tempat lalu lalang masyarakat,” Terangnya.
Dirinya (H.Feri-red) mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada aksi masyarakat karena toko tersebut tetap beroperasi dan pada saat itu pada bulan suci Ramadhan.
“Waktu bulan puasa aja toko itu buka, dan kita sudah beberapa kali menegur agar tidak beroperasi namun toko Miras tersebut tetap buka dan tidak menghargai kita semua sebagai masyarakat sini,” Tambahnya.
“Saya mewakili seluruh masyarakat berharap toko tersebut ditutup secara permanen, dan apabila tetap membandel kita akan melakukan aksi lagi,” Tambahnya.
Satpol PP Kabupaten Bekasi yang mendapatkan laporan tersebut pun langsung mendatangi toko Miras tersebut.
“Kami mendatangi toko tersebut berdasarkan adanya laporan dari Satpol PP Kecamatan Cikarang Selatan, dan kami meminta kepada penjaga toko untuk tutup sementara karena ini masih dalam proses penyidikan, kami akan segera melaporkan kejadian ini ke Kasi Wasdak dan kedepanya pemilik dari toko Miras tersebut akan kami lakukan pemanggilan,” Pungkasnya.
Geger, Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa Didalam Koper di Jalan Kalimalang Cikarang Barat
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Telah ditemukan mayat seorang wanita paruh baya di dalam koper di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kampung Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis 25/04/2024.
Korban merupakan korban pembunuhan, karena terdapat sejumlah luka di bagian tubuh korban diantara nya bagian kepala dan bagian perut korban.
Penemuan mayat tersebut berawal dari para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi UPTD Unit 3 yang sedang melakukan pengangkatan sampah di sepanjang jalan inspeksi kali malang.
Dana yang merupakan petugas kebersihan mengatakan bahwa dirinya melihat ada warga yang berhenti dan menemukan sebuah koper, sehingga petugas kebersihan menghampiri untuk menanyakan.
“Awalnya ada warga yang berhenti dan kami menghampiri nya, karena kami menduga mau membuang sampah sembarangan, dan setelah ditanya ternyata ada sebuah koper yang tadinya hendak diambil, begitu dilihat ternyata ada mayat di dalamnya, sehingga kami lapor ke pimpinan dan melaporkan ke pihak kepolisian,” terangnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Gogo Galesung mengatakan bahwa korban merupakan korban pembunuhan karena ada beberapa luka di bagian tubuh seperti kepala dan akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
“Korban merupakan perempuan, dan diduga korban pembunuhan karena ada luka di bagian kepala korban, untuk penyebab kematian nya sendiri kita masih belum menyimpulkan dan melakukan proses otopsi terlebih dahulu,” Terangnya.
“Mohon doanya saja kepada semua rekan rekan, semoga kasus ini cepat terungkap,” Pungkas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi.
FajarPaper Serahkan 190 Unit Tempat Sampah ke 10 Desa di Kab. Bekasi, Dukung Program Kampung Iklim
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi, 19 April 2024 – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan terkemuka yang merupakan anggota dari SCGP di Indonesia, memberikan sebanyak total 190 unit tempat sampah ke 10 desa di Kab. Bekasi. Penyerahan ini merupakan bagian dari upaya nyata perusahaan dalam mendukung Program Kampung Iklim (Proklim) yang digalakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 190 unit tempat sampah yang diserahkan terdiri dari tempat sampah berkapasitas 120 liter dan 660 liter.
Penyerahan tempat sampah ini dilakukan secara bertahap mulai dari Februari hingga April 2024 oleh tim Corporate Social Responsibility (CSR) FajarPaper bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bekasi. Program ini merupakan kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah dalam upaya menjaga lingkungan hidup. Dukungan FajarPaper tidak hanya memberikan manfaat praktis dalam pengelolaan sampah di desa-desa sekitar lingkungan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang dengan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Perwakilan Manajemen FajarPaper, Leonard Lumenta, menyatakan “FajarPaper melalui program Penyerahan Tempat Sampah turut mendukung pelestarian lingkungan yang bersih sebagai komitmen kepedulian FajarPaper pada kesehatan lingkungan di masyarakat sekitar.”
Lurah Mekarsari, Linda Ekawati menyampaikan Terimakasih kepada FajarPaper karena telah memberikan tempat sampah untuk kebutuhan Desa. “Tempat sampah ini sangat bermanfaat untuk bank sampah di Mekarsari. FajarPaper semoga tambah suskes, maju dan bisa bermanfaat untuk banyak orang”
Kepala Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani, Jajuli Sulaeman Abdas mengucapkan “Alhamdulillah kami ucapkan terimakasih atas penyerahan tempat sampah dari FajarPaper untuk warga Sukamanah sebagai fasilitas pendukung untuk melestarikan lingkungan yang bersih dan asri di Sukamanah. Hal ini diharapkan dapat memberi semangat untuk warga dalam ketertiban buang sampah pada tempatnya”
Kepala Dusun 1 Desa Kertamukti, Guntur Wahyudi mengatakan “Saya selaku kepada dusun sangat mengapresiasi sekali segala bentuk bantuan dari CSR FajarPaper tersebut. Saya ucapkan terimakasih kepada FajarPaper yang telah mengadakan kegiatan CSR kepada warga Kertamukti yang berada di Perumahan Taman Rahmani dengan menyediakan tempat sampah. Dengan adanya tempat sampah tersebut diharapkan dapat membantu pengolahan sampah Desa Kertamukti dari tingkat rumah sampai ke TPA/TPS ”
Ketua RW 010 Perumahan Purinawa Permai, Agus Komarudin mengutarakan “Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada FajarPaper. Mudah-mudahan tempat sampah ini dapat dimanfaat sebaik-baiknya di lingkungan Perumahan Purinawa Permai.”
Dengan adanya inisiatif penyerahan tempat sampah ke desa-desa, diharapkan meningkatkan keterlibatan dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Perusahaan melalui program CSR turut berperan aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Tentang Fajarpaper FajarPaper, salah satu perusahaan terkemuka di bidang usaha manufaktur kertas untuk kemasan yang memproduksi containerboard (liner dan corrugating medium) dan boxboard, dan dipasarkan ke dalam maupun beberapa negara lain. Dengan menggunakan 100% kertas bekas sebagai bahan bakunya, FajarPaper turut mencegah kerusakan hutan alam, pencemaran lingkungan hidup, dan menerapkan keberlangsungan dalam proses produksinya.
FajarPaper berkomitmen melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud tanggung jawab terhadap masyarakat yang mencakup bidang pendidikan, kemasyarakatan, dan lingkungan hidup. Dalam bidang pendidikan, FajarPaper memiliki program diantaranya renovasi sekolah, pemberian alat sekolah ke Sekolah Dasar, dan beasiswa. Melalui bidang kemasyarakatan atau sosial, FajarPaper membantu daerah yang terkena banjir dan menyediakan instalasi air bersih, serta aspek lingkungan, menyediakan sarana pengangkut sampah dan secara rutin juga melakukan program bersih sungai di Desa Kalijaya.
LSM GANAS Akan Bersurat ke Dinkes Kab Bekasi Atas Buruknya Pelayanan, Pasien Pulang Kerumah
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Pelayanan Rumah Sakit Kasih Insani mendapat keluhan dari masyarakat, yang dinilai kurang sigap pada saat di ruang Instasi Gawat Darurat (IGD).
Hal itu di ungkapkan oleh Brian Shakti selaku ketua umum LSM Gada Sakti Nusantara (GANAS), dirinya mengaku mendapat aduan dari keluarga pasien yang beralamat di Kp. Srengseng Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, atas kekecewaan pelayanan RS Kasih Insani yang ada di wilayah Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Rabu (24/04/2024).
Brian Shakti memaparkan kejadian tersebut berawal dari keluarga pasien yang membawa neneknya AR (71) ke IGD RS Kasih Insani, sampai kemudian dibawa kembali pulang ke rumah akibat diduga lalainya pelayanan di IGD.
“Miris pelayanan RS Kasih Insani khususnya di IGD kami anggap lalai dan lamban, artinya ruang emergency ini yang dibutuhkan pelayanan cepat dan tanggap agar dapat di tangani dengan segera tidak sesuai SOP, satu jam kurang lebih keluarga pasien menunggu di IGD sampai akhirnya memutuskan balik kerumahnya kembali, hal itu karena diduga tidak mendapatkan pelayanan.” Terangnya.
Ruang emergency ini adalah pelayanan khusus, setidaknya ada perawat maupun dokter yang bergegas menanyakan atau memberikan tindakan kepada pasiennya yang datang, agar keluarga pasien merasa nyaman dalam pelayanan RS itu sendiri.
Brian mengatakan, keluhan pelayanan di RS Kasih Insani bukan hanya satu keluarga pasien saja, dirinya juga mendapat pengakuan dari RD (45) warga Kp. Elo Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, yang membawa ponakannya ke IGD RS Kasih Insan.
“Ponakan saya berobat jalan karena obat habis ke RS, namun karena pasien nyesek dadanya segera saya bawa ke IGD , namun sampai sana hanya disuruh menunggu begitu lama sehingga keluarga pasien memutuskan kembali pulang kerumahnya.” Ucapnya Brian mengutip keluhan RD.
Mendapatkan dua sumber dari keluarga pasien atas keluhan yang sama, Ketua Umum LSM GANAS ini meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Bekasi khususnya Dinas Kesehatan maupun BPJS Kesehatan melakukan sidak atas pelayanan IGD yang diduga lalai dan tidak standar SOP.
Dirinya berharap, Kepada Pemerintah khususnya Dinas Kesehatan agar segera melakukan kroscek kinerja oknum pegawai RS Kasih Insani, hal itu agar tidak dikeluhkan kembali oleh pasien dikemudian hari.
Berikan sangsi yang tegas, apa bila dalam pelayanan IGD RS Kasih Insani terdapat kelalaian maupun berbenturan dengan aturan yang ada, karena bicara RS adalah tentang jiwa manusia yang bukan main main dalam bekerja. Pungkasnya.
Brian Shakti juga akan segera melakukan laporan kepada dinas terkait, atas dasar adanya aduan masyarakat ini, dan tentunya akan mengkaji persoalan tersebut.
Raih 17 Suara, Ade Muksin Pimpin PWI Periode 2024-2027
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Konferensi PWI Bekasi Raya yang digelar Rabu (24/4/2024) di Gedung Biru PWI, Jalan Rawa Tembaga II Kompleks Perkantoran Pemkot Bekasi, melahirkan Ade Muksin sebagai Ketua PWI Bekasi, untuk periode 2024-20227.
Konferensi PWI Bekasi Raya, diikuti oleh dua kandidat, Ade Muksin dan Zulkarnain Alfisyahrin.
Dalam pemilihan yang dihadiri 27 peserta anggota biasa PWI dari 28 pemilik hak suara tersebut, Ade Muksin meraih 17 Suara, sementara Zulkarnain Alfisyahrin memperoleh 10 suara.
Ade Muksin yang merupakan pemimpin Redaksi Fakta Hukum Indonesia (FHI), sebelum mencalonkan diri sebagai ketua PWI merupakan Sekretaris PWI periode 2021-2024 mendampingi Melody Sinaga.
Dalam mengemban amanahnya, Ade Muksin mempunyai visi misi di antaranya:
VISI:
Konsisten menjaga PWI sebagai wadah organisasi profesi terbaik dan terus meningkatkan profesionalitas kewartawanan, menjaga martabat, independen dan berakhlak dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Prilaku Wartawan (KPW) dan tetap berpegang teguh pada UU No. 40 tahun 1999 tentang PERS.
MISI:
Mengedepankan asas silaturahmi dan transparansi tentang anggaran dasar serta rumah tangga PWI Bekasi;
Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar PWI Bekasi tampil di posisi terdepan untuk menjawab tantangan baru pekerjaan wartawan di era 4.0. Membekali keterampilan jurnalisme multitasking, memperkuat integritas, kemampuan berfikir kritis, logis serta berwawasan kebangsaan.
Memberikan ruang terbuka kepada seluruh anggota untuk memberikan segala kritikan dan saran yang membangun, guna kemajuan organisasi profesi PWI Bekasi.
PROGRAM KERJA
Mempermudah pengurusan administrasi di Sekretariat PWI Bekasi yang kontinue, cepat dan bersifat tidak membebani anggota.
Mensejahterakan dan mengcover iuran bulanan wajib anggota PWI sehingga tidak membebani anggota dengan sumber anggaran dari dana hibah, partisipan, loyalis yang diatur secara transparan (terbuka) dan tertib administrasi.
Menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi para anggota, melalui kerjasama dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan untuk para anggota.
Mengadakan program kegiatan ‘Coffe Jumat Berbagi’ (Mamin Gratis) guna mempererat tali silaturahmi, sarana sharing dan berbagi informasi. Mengadakan kegiatan yang bersifat sosial, edukatif serta menyenangkan yang disusun secara berkala dan berkelanjutan.
Menguatkan Tim Seksi Wartawan Advokasi PWI Bekasi, sebagai lembaga bantuan hukum gratis untuk anggota yang tersandung kasus hukum karena muatan pemberitaan, maupun ancaman yang dihadapi ketika melakukan ‘investigative reporting’.
Mengadakan kegiatan Orientasi Keoorganisasian dan Kewartawanan (OKK) dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara gratis sebagai upaya untuk membesarkan organisasi secara selektif, sehingga ke depan anggota PWI Bekasi dapat memiliki kualitas SDM yang lebih mumpuni dan di akui.
Menyelenggarakan diskusi publik dan/atau podcast dengan narasumber maupun tema variatif yang bersifat mengedukasi memberikan kemanfaatan untuk anggota PWI dan masyarakat Bekasi. (rel)
Korban Tenggelam Akhirnya Ditemukan Setelah 3 Hari Pencarian
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Setelah melakukan pencairan korban tenggelam selama 3 hari, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil membuahkan hasil.
Dihari ke 3 dalam pencarian korban tenggelam di sungai Citarum, Anggota Polsek Muaragembong – Polres metro Bekasi dan tim SAR Gabungan di bantu warga nelayan memperluas pencarian korban hingga 1 mil dari tempat kejadian.
Tepatnya pada hari Senin pagi 22/04/2024 korban berhasil di temukan, dengan jarak sekitar 1 mil dari bibir Pantai, di sekitar Pulau Damar kecil, wilayah perairan Priuk, dengan posisi telungkup.
Selanjutnya korban langsung di bawa menuju Kampung halamannya Indramayu, untuk proses pemakaman.
Korban di ketahui bernama Toni 22 tahun, warga Indramayu, berprofesi sebagai Nelayan di Kecamatan Muara Gembong, sudah di pulangkan ke kampung halamannya.
Pihak Keluarga dan kerabat korban, mengucapkan terimakasih kepada tim SAR gabungan, Polsek Muara Gembong dan warga Nelayan Muara Gembong yang sudah maksimal membantu pencarian, hingga korban berhasil di temukan.
Sekda Kabupaten Bekasi Tinjau Langsung Lokasi Venue MTQ ke-38 Jabar
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten bekasi Dedy Supriyadi melakukan peninjauan kesiapan lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jawa Barat ke- 38, Minggu (21/4/2024).
Didampingi jajaran Forkopimda, dirinya melihat dan memastikan kesiapan masing-masing lokasi yang akan digunakan selama perhelatan MTQ pada 27 April hingga 5 Mei 2024 nanti.
“Sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat, kita melakukan peninjauan dan persiapan di setiap venue,” ujarnya.
Dari hasil pantauan, kata dia, pihak panitia maupun stakeholder yang terlibat pada kegiatan MTQ terus melakukan penataan. Baik di venue utama, di Plaza Pemda maupun di 12 lokasi lain yang tersebar di sekitar Komplek Pemda Kecamatan Cikarang Pusat.
“Sampai saat ini, persiapan sarana prasarana terus dilakukan. Insyaallah, H-2 semuanya sudah selesai,” katanya.
Adapun peninjauan ini dilakukan di panggung utama Plaza Pemda Kabupaten Bekasi. Disusul dua venue lain yakni Aula KH. Noer Ali, dan ruang Rapat KH. Mamun Nawawi, Gedung Bupati.
Peninjauan juga dilakukan ke Gedung Balai Rakyat, Baznas, Aula Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Diskominfosantik, ULP, Lapangan Tenis dan lokasi Pawai Ta’aruf di Central Park, Meikarta, Kecamatan Cikarang Selatan.
“Persiapan, masih terus berjalan. Saat ini, sudah 70 persen,” lanjutnya.
Pengerjaan Perbaikan Jalan Inspeksi Kalimalang Diduga Proyek Siluman, Tidak Ada Papan Kegiatan
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Pekerjaan paket proyek pembangunan Jalan Inspeksi Kalimalang Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, kabupaten Bekasi, provinsi Jawabarat, mulai disoroti oleh warga setempat. Minggu (21/04/2024)
Pasalnya, Pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir Kurang lebih tiga hari tanpa ada nya papan kegiatan proyek sebagai keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Hal itu kemudian mendapat sorotan dari warga Desa Pasirsari dan warga yang melintas proyek yang dibangun pemerintah kabupaten Bekasi dan dinas pekerjaan umum DPUPR itu, diduga proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang papan nama informasi.
Ironisnya lagi, Pekerjaan proyek itu juga nampak tidak tertera papan informasi di sepanjang pekerjaan, dari awal pengerjaan proyek.
Sebagaimana diungkapkan oleh beberapa warga Desa Pasirsari, yang melintas di jalan tersebut, yang enggan di sebutkan nama nya mempertanyakan tentang papan informasi.
“Kenapa tidak ada papan informasi nya, kami sebagai masyarakat juga pengen tau berapa anggaran nya untuk perbaikan jalan ini, dan sepanjang apa di buat jalan ini kami juga pengen tau”ucapnya
Ditempat yang sama, tokoh masyarakat juga mengatakan, Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas salah satu warga Pasirsari dan beberapa warga lain yang melintas jalan itu sambil tersenyum pada awak media.
Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” pungkas warga yang mengetahui betul tentang proyek itu.
Hingga berita ini dipublikasikan belum juga ada papan nama proyek terpasang, padahal pemasangan papan nama harusnya sejak dari awal penggarapan proyek.