Home Blog Page 240

Indonesia Dinilai Layak Kantongi Penghargaan IRRI

0

Indonesia Dinilai Layak Kantongi Penghargaan IRRI

Jakarta – Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menilai penghargaan yang diberikan International Rice Research Institute (IRRI) bisa dijadikan penyemangat pertanian Indonesia untuk menghadapi tantangan pangan global.

“Kita patut bersyukur, IRRI telah menilai Indonesia mampu menghasilkan penelitian di bidang padi dan sekaligus penerapannya di lapangan,” kata Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso ketika dihubungi, Minggu (14/8).

Menurutnya, penghargaan tersebut bisa dijadikan pemantik bagi pemerintah, juga dunia pertanian Indonesia untuk selalu berinovasi agar mampu menghadapi tantangan pangan global dalam jangka panjang.

“Penghargaan (dari IRRI) sekaligus menjadi pemicu untuk bisa mengantisipasi tantangan pangan global ke depan yang penuh ketidakpastian,” kata Sutarto.

Menurut Sutarto, ada beberapa terobosan yang harus segera dilakukan pemerintah supaya pertanian Indonesia semakin kuat di tingkat nasional maupun global. Yakni meningkatkan produktivitas pangan, mendorong pangan bersumber bahan pangan produksi lokal atau diversifikasi pangan sehat, dan menetapkan harga produk pangan yang sewajarnya.

“Tantangan lainnya agar ketersediaan pangan produksi dalam negeri meningkat, tentunya harga produk pangan seyogyanya bukan asal murah tetapi harga wajar, sehingga petani bisa sejahtera,” katanya.

Secara terpisah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, produksi padi dalam negeri semakin meningkat signifikan hingga mencapai swasembada beras. Ini bisa dilihat dalam tiga tahun terakhir tidak ada impor beras medium atau beras umum.

“Melalui penggunaan teknologi inovasi dalam berbagai aspek di bidang pertanian, Indonesia bahkan telah berhasil membangun bendungan dan irigasi yang jadi tolok ukur hadirnya pertanian yang kuat,” ujar Syahrul dalam keterangan pers, Minggu (14/8)

IRRI menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia atas keberhasilan mewujudkan swasembada beras dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8).

PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan Hadiri Cikarang Fashion Day

0

PJ Bupati Bekasi Dani Ramdan Hadiri Cikarang Fashion Day

GUE JABAR | BEKASI – PJ Bupati Bekasi, Dani Ramdan, berikan motivasi kepada warga Kabupaten Bekasi untuk mengekspresikan berbagai budaya (tradisional maupun kontenporer) dan kreatifitas generasi muda. Hal tersebut di ungkapkan nya ketika mengunjungi kegiatan Cikarang fashion day. Yang berada di Simpang SGC, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Minggu ( 14/07/2022 ).

Kunjungan PJ Bupati Bekasi, yang mendadak tersebut, untuk memberikan dukungan dan Motivasi kepada anak muda yang sedang melakukan Fashion Show dan Kampanye kebersihan lingkungan di lokasi acara Cikarang fashion day.

Kedepannya setiap ivent di hari-hari besar nasional, Pj Bupati Bekasi akan memfasilitasi ajang kreatifitas anak-anak muda.

“Pemerintah kabupaten Bekasi, terus mendorong dan mendukung para anak muda untuk tetap bisa berkreasi, dan saya lihat sendiri komunitas Cikarang Fashion Day ini mempunyai gerakan yang positif,” katanya

Lebih lanjut Pj Bupati Dani menambahkan, Pemkab Belasi akan memfasilitasi fashion sebagai ajang kreatifitas dan budaya di wilayahnya.

“Kita merencanakan kegiatan fashion yang positif sehingga ajang kreatifitas anak-anak muda ini dapat terus tersalurkan,” ujarnya. ( Sofyan )

Mengapa 15 Agustus Ditetapkan Sebagai Hari Jadi Kabupaten Bekasi?

0

Mengapa 15 Agustus Ditetapkan Sebagai Hari Jadi Kabupaten Bekasi?

GUE JABAR | BEKASI – Kabupaten Bekasi sendiri, merupakan sebuah Kabupaten yang terletak di Barat Laut Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi DKI Jakarta. Hari ini, Kabupaten Bekasi tepat memasuki usia yang ke 72 tahun. Hari Jadi Kabupaten Bekasi sendiri ditetapkan setiap tanggal 15 Agustus, dimana 15 Agustus 1950 disepakati sebagai tanggal lahir nya Kabupaten tersebut. Lantas mengapa tanggal tersebut yang ditetapkan menjadi hari jadi Kabupaten yang terkenal sebagai salah satu Lumbung Padi Nasional dan juga Rumah bagi Kegiatan Industri ?

Kata “Bekasi” secara filologis berasal dari kata Candrabhaga; Candra berarti bulan (“sasi” dalam bahasa Jawa Kuno) dan Bhaga berarti bagian. Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan.[5] Pelafalan kata Candrabhaga kadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi.[5] Dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi, dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie (di Stasiun Lemahabang pernah ditemukan plang nama Bacassie).[5] Kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai dengan sekarang.

Bekasi sendiri sebenarnya memiliki sejarah yang panjang nan tua yang bisa kita lacak sampai Zaman Kerajaan Tarumanegara. Bekasi di yakini sebagai pusat dari salah satu kerajaan tertua yang ada di Pulau Jawa tersebut. Namun, untuk kali ini, kita akan fokus kepada sejarah “Kabupaten Bekasi” itu sendiri dan mengapa tanggal 15 Agustus lah yang dipilih sebagai Hari Jadi Kabupaten Bekasi.

Seperti diungkapkan oleh Sejarahwan Bekasi, Ali Anwar. Menurut dia,berdirinya Kabupaten Bekasi dimulai dengan dibentuknya pantia amanat raykat bekasi yang dipelopori oleh KH Noer Alie, R Supardi, Mayor Madniun Hasibuan, Namin, Aminudin, dan Marzuki Urmaini.

Mereka membuat panitia amanat rakyat bekasi untuk menentang keberadaan Republik Indonesia Serikat (RIS)- Pasundan dan menuntut berdirinya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”Atas gerakan itu dilakukan rapat akbar di Alun-alin Bekasi yang dihadiri oleh puluhan ribu rakyat yang berasal Bekasi, Tambun dan Cikarang pada tanggal 17 Februari 1950,”katanya.

Ali menjelaskan,dalam rapat akbar itu ada empat tuntutan yang disampaikan. Tuntutan itu dikenal sebagaiResolusi Rakyat Bekasi.Diantaranya, penyerahan kekuasaan Pemerintah Federal kepada Republik Indonesia, pengembalian seluruh Jawa Barat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)saat itu.

Dan tidak mengakui lagi adanya pemerintahan di daerah Bekasi, selain Pemerintahan Republik Indonesia.Dan menuntut kepada Pemerintah agar nama Kabupaten Jatinegara diganti menjadi Kabupaten Bekasi.”Resolusi rakyat bekasi itu disiar ke berbagai pelosok hingga menjadi contoh pergerakan di daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Upaya para pemimpin panitia amanat rakyat Bekasi untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak terus dilakukan.Diantaranya para pemimpin Masyumidan tokoh militer seperti Mayor Lukas Kustaryo, dan Moh Moefreini Mukmin di Jakarta.Pengajuan usul dilakukan tiga kali antara Bulan Februari sampai dengan Bulan Juni 1950. Sehingga Kabupaten Bekasi secara resmi dibentuk dan ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dan tanggal penetapan tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Jadi Kabupaten Bekasi. (Novian)

Pemdes Ciantra Bersama KKN Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa Gelar Baksos Donor Darah

0

Pemdes Ciantra Bersama KKN Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa Gelar Baksos Donor Darah

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Bentuk bakti sosial Pemdes Ciantra bersama Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa dengan menggelar Donor Darah yang dilaksanakan di Kantor Desa Ciantra Cikarang Selatan Bekasi, Senin 15/08/2022.

Kegiatan Bakti Sosial ini adalah salah satu rangkaian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa di Desa Ciantra.

Kepala Desa Ciantra Mulyadi Fernando menyambut baik kegiatan ini karena sangat berdampak positif dan dapat membantu sesama manusia terlebih yang sedang membutuhkan tranfusi darah.

“Saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini, karena sangat bermanfaat, setetes saja sudah sangat membantu apalgi satu kantong darah yang biasanya diambil dari para pendonor,” Ucap Kades yang biasa disapa Bang Bule itu.

Bang Bule juga menambahkan bahwa saat ini banyak sekali masyarakat yang sedang membutuhkan tranfusi darah dan stok darah di PMI Kabupaten Bekasi ini harus mampu memenuhinya, maka dari itu dirinya sangat semangat bahkan ikut mendonorkan darahnya untuk menambah stok darah di PMI Kabupaten Bekasi.

“Pada saat ini kita ketahui banyak masyarakat yang membutuhkan tranfusi darah dan PMI sendiri harus memenuhi kebutuhan itu, maka dari itu kita harus membantu PMI demi membantu masyarakat juga, saya sendiri ikut mendonorkan darah saya,” Terangnya.

“Harapan saya semoga masyarakat kabupaten Bekasi khususnya untuk yang benar benar sehat dapat membantu PMI Kabupaten Bekasi dengan mendonorkan darahnya, dengan bisa mendatangi kantor PMI Kabupaten Bekasi,” Pungkasnya.

(Redaksi)

Wakapolsek Tambelang Pimpin Upacara HUT Pramuka Ke – 61 Ranting Tambelang

0

Wakapolsek Tambelang Pimpin Upacara HUT Pramuka Ke – 61 Ranting Tambelang

Kabupaten Bekasi – Upacara Hut Pramuka Ke – 61 Kwartir Ranting Tambelang di pimpin langsung oleh Wakpolsek Tambelang IPTU Gianto kegiatan yang di gelar Tanah Kavling Sukamaju, Kampung Wates Rt.001/01 Desa Sukamaju Kecamatan Tambelang Berlangsung Khidmat, Minggu (14/08/2022).

Wakapolsek Tambelang IPTU Gianto Mengatakan, Kegiatan Upacara Hut Pramuka Ke-61 Tahun 2022 ini sekaligus menjadi Penutupan Jambore Ranting Tingkat Kecamatan Tambelang.

“Selain Memimpin langsung Upacara Apel Pramuka Ke – 61 Tahun 2022, Ini juga Menjadi Penutupan Jambore Ranting Tingkat Kecamatan Tambelang,”Ucap Gianto.

Kegiatan jambore merupakan kegiatan edukatif, menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri dari mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial.

“Dengan ditutupnya acara Jambore ini semoga kedepannya sebagai modal adik adik untuk menambah ilmu dalam belajar, serta menambah perilaku dan sikap adik – adik kepada masyarakat,”Imbuhnya.

Di jambore kali ini semua kegiatan terlaksana dengan baik serta berjalan dengan kondusif, Berkat Kontingen Cabang masing-masing, dan semua unsur pendukung juga telah memberikan peran yang besar dan luar biasa untuk berkontribusi positif terhadap kelancaran dan kesuksessan dalam pelaksanaan Jambore. (**)

Sambut HUT RI, Pemdes Pasirsari Gelar Tournament FunFeo Pasirsari Cup

0

Sambut HUT RI, Pemdes Pasirsari Gelar Tournament FunFeo Pasirsari Cup

GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Di bulan kemerdekaan Pemdes Pasirsari gelar beberapa acara atau kegiatan di masyarakat salah satunya kegiatan tournamen sepak bola yang digelar sejak tanggal 13 dan 14 Agustus 2022 untuk menyambut HUT RI ke-77 di Lapangan Pandan Pasirkonci, Desa Pasirsari Cikarang Selatan Bekasi.

Tournamen sepak bola tersebut di ikuti klub dari masing masing RW atau Team RW yang ada di Pasirsari.

Pertandingan tournamen sepak bola tersebut dengan sistem Funfeo yang nanti semi final dan final nya akan dilaksanakan pada saat hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2022.

Salah satu Team yang bertanding yaitu dari RW 02 yang di komandoi Sadi Egi atau wakil ketua Karang Taruna Desa Pasirsari yang mengatakan sangat menyambut baik kegiatan ini karena bisa mempersatukan kepemudaan melalui kegiatan olahraga.

Kepala Desa Pasirsari H.Suparta saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan ini baru kali ini dilaksanakan setelah beberapa tahun sepi kegiatan seperti ini.

“Kegiatan ini baru bisa kami laksanakan setelah beberapa tahun tidak dapat dilaksanakan akibat pandemi yang melanda di negara kita, Alhamdulillah segala bentuk kegiatan kita tidak ada kendala yang berarti dan berjalan lancar,” Katanya.

H.Suparta juga menambahkan bahwa kegiatan di Desa Pasirsari dalam menyambut HUT RI bukan hanya sepak bola saja melainkan ada catur dan juga tenis meja serta beberapa lomba yang sudah disediakan pada hari kemerdekaan mendatang.

“Selain sepak bola juga kita ada tournamen catur dan juga tenis meja, untuk sepak bola sendiri semi final dan final nantinya akan dilakasanakan pada tanggal 17 Agustus 2022 atau hari kemerdekaan RI,” Terangnya.

(Redaksi)

Pemerintah Genjot Pangan Lokal Pengganti Komoditas Impor

0

Pemerintah Genjot Pangan Lokal Pengganti Komoditas Impor

Jakarta, 12 Agustus – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot produksi beberapa pangan lokal sebagai upaya melepas ketergantungan impor. Sejumlah komoditas pangan impor, seperti gandum, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina. Sementara Indonesia punya aneka komoditas pengganti.

Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan M Ismail Wahab mengatakan Indonesia tidak lagi mengimpor beras medium sejak tahun 2019 karena produksi padi yang masih tinggi sehingga mampu mengimbangi kebutuhan dalam negeri. Namun untuk jagung, kedelai, dan gandum diakui masih bergantung dari impor.

Oleh karena itu, kata dia, Kementan menyiapkan strategi berupa peningkatan produktivitas dan diversifikasi pangan lokal di tengah-tengah potensi munculnya krisis pangan dunia. “Tidak cukup kita meningkatkan produksi pangan kita, kalau tanpa ada diversifikasi,” kata Ismail, belum lama ini.

Untuk jagung, Indonesia masih mengandalkan impor guna memenuhi kebutuhan jagung pangan. Sementara jagung pakan tercatat tidak ada lagi impor dalam tiga tahun terakhir. “Kita masih mengimpor jagung untuk pangan. Ini yang cukup besar. Tahun ini kita mencoba bagaimana jagung pakan ini bisa mensubstitusi jagung untuk pangan,” katanya.

Mulai tahun ini, jelas dia, pemerintah berupaya mendongkrak produksi jagung rendah aflatoksin untuk menggantikan jagung pangan impor. “Ini akan kita lakukan sehingga impornya bisa dikurangi dengan adanya produksi dalam negeri,” ujarnya.

Adapun strategi yang disiapkan Kementan untuk meningkatkan produksi jagung rendah aflatoksin, yakni menerapkan kewajiban serap jagung lokal, melakukan duplikasi produk jagung rendah aflatoksin di daerah sentra jagung, dan penggunaan benih jagung yang memiliki kandungan pati tinggi. Uji coba produksi akan dilakukan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Bedasarkan data yang dipaparkan Ismail, impor jagung di 2021 mencapai 987.005 ton atau senilai Rp1,2 triliun.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa stok jagung dalam negeri masih relatif baik. Bahkan ada pengajuan dari beberapa pengusaha dan pengepul jagung untuk mengekspor jagung sebanyak 5.000 ton. Tapi permintaan itu belum diberi lampu hijau oleh pemerintah karena khawatir stok di dalam negeri tidak cukup.

Sementara untuk kedelai, kata Ismail, pemerintah telah memulai penanaman di luas area 350.000 hektare tahun ini. Sebagai upaya membebaskan Indonesia dari impor komoditas tersebut. Kemudian pada 2023 luas tanamnya ditargetkan bertambah menjadi 900.000 hektare, tahun 2024 seluas 1,15 juta hektare, tahun 2025 seluas 1,4 juta hektare, dan di 2026 seluas 1,5 juta hektare.

“Dengan (target) ini kita sudah bisa mencapai untuk memenuhi kebutuhan (kedelai) kita sendiri,” kata Ismail.

Tahun lalu impor kedelai Indonesia tercatat sebesar 7,91 juta ton, dengan rincian bungkil kedelai 4,9 juta ton dan biji kedelai 2,5 juta ton.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri yang harganya naik karena imbas perang Rusia-Ukraina, pemerintah mempertimbangkan beberapa tanaman pangan lokal untuk mensubstitusinya, seperti singkong, sagu, dan sorgum. “Sorgum saya kira tanaman yang berpotensi besar untuk menggantikan gandum,” katanya.

Namun, jelas dia, karena sorgum tidak memiliki kemampuan mengembang layaknya gandum, maka dibutuhkan bantuan teknologi pangan untuk memberi sorgum kemampuan yang sama dengan gandum. “Sorgum ini satu famili dengan gandum dan menurut saya lebih sehat dari gandum,” katanya.

Pada 2021 impor gandum tercatat 11,69 juta ton. Pemerintah menargetkan pengurangan impor komoditi tersebut secara bertahap, yaitu impor gandum berkurang 5% tahun ini, menurun 10% di 2023, hingga di tahun 2025 impor gandum berkurang 20%.

“Tahun depan kita akan mengembangkan sorgum 55.000 hektare. Tahun ini pagu 15.000 hektare, lalu kita usulkan tambahan 40.000. Total tahun 2023 ada 55.000 (hektare). Ini antispasi seandainya gandum benar-benar langka di dunia,” kata Ismail.

Berkat Keberanian Warga, Pelaku Begal Gagal Lancarkan Aksinya dan Tertangkap

0

Berkat Keberanian Warga, Pelaku Begal Gagal Lancarkan Aksinya dan Tertangkap

Bekasi – Polsek Cikarang Utara, amankan pelaku begal yang hendak melancarkan aksinya di.Kp Baru Rt.03/02 Desa Karang Rahayu, Jumat (12/8/2022).

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Cikarang Utara Kompol Mustakim yang mengatakan, “Telah diamankan satu laki-laki yang diduga hendak melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” ujar Mustakim

Kejahatan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dikenal oleh masyarakat dalam sebutan begal, sangat meresahkan masyarakat, kembali diamankan oleh pihak Kepolisian.

“Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul dua puluh tiga, saat itu ada 3 remaja turun dari motor sambil mengacungkan clurit dan parang krmungkinan mau ambil motor dan ketika saksi sdr Ahmad Rida mendengar teriakan salah dari satu warga “MALING MALING” lalu dengan spontan, sdr Ahmad Rida, langsung mengejar menggunakan sepeda motornya, kurang lebih sekitar jarak dua ratus meter, satu orang dari tiga terduga pelaku, dapat berhasil diamankan, sedangkan dua, rekan lainnya berhasil melarikan diri,” kata Mustakim,

Dari terduga pelaku, diketemukan 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan No.Pol B 3850 TVB, dan sebilah senjata tajam berbentuk samurai

“Oleh warga terduga dan barang bukti diamankan dikantor Desa Karang Raharja, kini tersangka, kami amankan di Polsek Cikarang Utara, dan diserahkan kepada piket Reskrim untuk penanganan, guna dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan lebih lanjut,” terang Mustakim

Ia menambahkan, “Pelaku yg masih berusia 14 th dapat dijerat dengan pasal pasal berlapis, percobaan pencurian dgn kekerasan pasal 365 jo 53 KUHP, dan Undang Undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara,” tegas Mustakim.

(Humas Polsek Cikarang)

Vaksinasi Upaya Wujudkan Zero Case PMK

0

Vaksinasi Upaya Wujudkan Zero Case PMK

Jakarta, 12 Agustus – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai ada tanda-tanda terkendali. Satuan Tugas (Satgas) PMK mencatat, dari 37 provinsi sebanyak 24 provinsi terpapar wabah PMK. Dari jumlah itu, enam provinsi tidak ada penemuan kasus baru alias nihil, yaitu Bali, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan pihaknya menerapkan sejumlah strategi sehingga bisa masuk ke dalam salah satu provinsi yang mencatatkan nol kasus baru PMK. Menurutnya, DKI Jakarta patuh melaksanakan vaksinasi terhadap hewan-hewan ternak yang rawan PMK.

“Petugas melaksanakan vaksinasi terhadap ternak di sentra peternakan DKI Jakarta untuk memberikan kekebalan kelompok hewan rentan PMK,” kata Suharini ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (12/8).

Berdasarkan data situs resmi Satgas PMK per 11 Agustus 2022, total hewan ternak di DKI Jakarta yang sudah divaksinasi sebanyak 1.168 ekor dan total ternak sembuh dari PMK 991 ekor.

Selain itu, menurut Suharini, pihaknya juga melakukan pengendalian pergerakan hewan secara ketat. “Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP melaksanakan kegiatan pengendalian dengan melakukan penutupan pergerakan hewan di daerah kasus,” kata Suharini.

Dinas KPKP DKI Jakarta juga melakukan upaya pengobatan terhadap ternak yang terinfeksi dan bergejala klinis. Upaya ini menunjukkan hasil berupa kesembuhan pada ternak yang sakit.

Sementara itu, dalam penanganan PMK, pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menekan penularan penyakit ini, terutama di provinsi dengan penyumbang kasus konfirmasi PMK terbesar, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.

Di samping itu, sebagai upaya menekan penularan, pemerintah mendorong percepatan vaksinasi bagi ternak yang sehat. Vaksinasi memiliki kemampuan untuk mengendalikan jumlah kasus PMK.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito sebelumnya menyatakan kasus PMK di Indonesia ditargetkan melandai dan mencatatkan nol kasus baru pada akhir tahun ini.

“Kami bekerja dengan time frame enam bulan sejak Satgas dibentuk. Yang artinya kami harap pada akhir tahun ini kita bisa mengontrol situasi dengan memiliki jumlah kasus terlapor menurun dari waktu ke waktu, terkait kasus positif,” kata Wiku dalam sebuah acara daring, Kamis (4/8).

Optimisme tersebut terkait ketatnya kontrol dan koordinasi rutin dari pusat hingga ke daerah dalam menekan penyebaran wabah. Hal ini agar pelaksanaannya sesuai dengan kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi Satgas PMK, yaitu biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik daerah yang terinfeksi atau bebas infeksi. Untuk meyakinkan bahwa mereka melindungi wilayah mereka (bagi zona hijau) dan untuk zona merah diharapkan terus melaporkan kondisi terbaru,” kata Wiku.

Food Estate, Dukung Impian Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia

0

Food Estate, Dukung Impian Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia

Jakarta – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Edi Santosa optimistis program Food Estate mampu mendukung Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Kementerian Pertanian.

Kementerian Pertanian berupaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia atau world food storage pada 2045. “(Indonesia sebagai lumbung pangan dunia) sangat mungkin (terwujud), syaratnya harus betul betul serius,” kata Edi, saat dihubungi, Jum’at (12/8).

Menurut Edi, Food Estate akan menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, program ini diharapkan memiliki daya saing tinggi.

“Food estate harus dibangun dengan daya saing, sehingga nantinya mendukung cita cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan wilayah Food Estate di dua provinsi yaitu Kalimantan Tengah, tepatnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Serta Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Selain itu juga berencana memperluas program terkait ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, dan Papua.

Sebelumnya Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Yadi Sofyan Noor menyatakan pembangunan Food Estate di Kalimantan Tengah bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara kuat di dunia.

Menurut Yadi, program yang dikembangkan Kementerian Pertanian tersebut sudah menunjukkan kemajuan hasil yang maksimal.

Berdasarkan data yang dihimpun Yadi, rata-rata penyusutan lahan di Indonesia mencapai 150.000 hektare per tahun. Sementara data cetak sawah di bawah 100.000 hektare, tepatnya 60.000 per tahun. Namun dengan adanya food estate, pencetakan sawah bertumbuh lebih cepat dan lebih maksimal.