Fikom Unisba Gelar Semimar Dengan Tema Perempuan Penangkal Hoaks

Fikom Unisba Gelar Semimar Dengan Tema Perempuan Penangkal Hoaks

GUE JABAR | BANDUNG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sebanyak 9.417 temuan isu hoaks dalam periode Agustus 2018 hingga 16 Februai 2023. Hoaks yang telah meresahkan dan berdampak negatif bagi mereka yang mempercayainya tampak terus bermunculan. Berangkat dari situasi ini, Fikom Unisba melakukan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM bersama Komunitas Pengajian Aisyiyah Kota Bandung selama 2 hari secara online dan offline, pada sabtu dan minggu, 18-19 Maret 2023. Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Rini Rinawati, Dra., M.Si ini adalah tentang Literasi Digital Melalui Pemberdayaan Perempuan : Sebuah Solusi Untuk Menumbuhkan Kesadaran Menangkal Hoaks. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Bandung, Dra. Eti Sri Mulyati, M.Pd. dan wakil ketua Dra. Tuti Kusmiati.

Dekan Fikom Unisba, Prof. Dr. Atie Rachmiatie, M.Si membuka kegiatan PKM ini secara resmi dan dalam sambutannya menyatakan perlu kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar memberi pembekalan soal literasi terutama untuk kaum perempuan ditengah ‘tsunami’ informasi yang menyesatkan, sehingga kaum perempuan terutama yang tergabung dalam komunitas pengajian Aisyiyah akan siaga dan selalu waspada dengan berita-berita palsu.

PKM hari pertama diadakan secara virtual melalui zoom meeting dengan pemaparan materi dan diskusi bersama dosen Fikom Unisba, diantaranya Dr. Ferry Darmawan, S.Sos., M.Ds, yang memaparkan mengenai pengetahuan tentang hoaks. Dalam penjelasannya, disampaikan bahwa hoaks sering kali memiliki konten sensasional atau mengejutkan dan menggunakan bahasa yang emosional untuk memanipulasi pembaca agar mempercayai informasi yang tidak benar, kemudian dijelaskan juga mengenai cara mengidentifikasi hoaks itu sendiri, yaitu dengan memeriksa fakta informasi dengan menggunakan sumber yang kredibel, bersikap skeptis terhadap bahasa yang sensasional atau emosional, dan memverifikasi identitas sumbernya.

Sementara Tia Muthiah Umar, S.Sos., M.Si memberikan materi mengenai etika komunikasi di media sosial, dimana menurut dosen Fikom Unisba ini, etika komunikasi akan sangat mempengaruhi komunikasi, karena secara fakta, kehadiran moral yang baik dalam setiap bentuk komunikasi manusia akan menjadi modal yang kuat bagi terselenggaranya komunikasi yang memuaskan, untuk itu dalam bermedia sosial, komunikasi harus senantiasa berlandaskan pada akhlaqul karimah sesuai tuntunan quran dan hadist.

Pembicara yang lainnya adalah Dr. Dedeh Fardiah, Dra., M.Si yang mengajak peserta untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan cakap dan bijak. Selain itu juga dipaparkan tentang literasi digital terkait dengan proteksi, diantaranya perlindungan data pribadi, keamanan daring dan privasi individu. Di sesi ini, kebebasan berekspresi, kekayaan intelektual dan aktivisme sosial juga disampaikan, sekaligus juga dibahas soal pemberdayaan jurnalisme warga, kewirausahaan dan etika informasi.

Selain ketiga nara sumber di atas, hadir juga dosen Fakultas Dakwah Unisba, Dr. Nia Kurniati, Dra., M.Si dengan materi Islam dan hoaks. Dijelaskan bahwa Islam menaruh perhatian besar terhadap akurasi berita dan menyatakan perang terhadap berita bohong atau hoaks. Manusia yang suka berbohong dikategorikan sebagai orang yang munafik, untuk itu pendekatan agama menjadi instrumen penting dalam bermedia untuk menghindari keterpurukan, dan untuk memandu kehidupan manusia.

PKM hari kedua diselenggarakan secara offline di Aula TK. Aisyiyah Antapani Bandung. Keterampilan literasi menjadi materi yang disampaikan Dadi Ahmadi, S.Sos., M.Ikom sekaligus berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan peserta yang hadir. Peserta diharapkan mampu menyeleksi jenis dan isi media yang dikonsumsi sesuai dengan usia dan kebutuhannya, dapat mengatur kapan waktu mengonsumsi media dan membatasi jumlah jamnya, termasuk memahami dan mengapresiasi isi pesan serta, dapat mengambil manfaat dari isi media yang dikonsumsi tersebut. Selain itu, diadakan juga pelatihan sederhana dan beberapa permainan literasi yang dipandu oleh MC Aldin Aldama, S.Sos., M.Si dengan beragam hadiah menarik sebagai hiburan di akhir rangkaian PKM. Kegiatan yang mendapatkan respon baik dan sambutan peserta dengan antusias tinggi ini berharap berkelanjutan karena manfaatnya banyak dan menjadikan Aisyiyah sebagai agen of change yang istiqomah.

(Den)