Home Blog Page 242

KETUM DMI Jabar Berikan Apresiasi Kepada Polri Yang Berhasil Ungkap Kasus Kematian Brigadir J

0

KETUM DMI Jabar Berikan Apresiasi Kepada Polri Yang Berhasil Ungkap Kasus Kematian Brigadir J

GUE JABAR | Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provisni Jawa Barat, KH. Achmad Sidik, mengapresiasi Kapolri dan segenap pihak di kepolisian yang telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan beberapa oknum perwira tinggi, perwira menengah dan bintara di jajaran Kepolisian.

“Sebagai orang yang mencintai dan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, kita tentu patut memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pihak kepolisian, yang telah membongkar kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriasnyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai ke akar-akarnya,” kata Achmad Sidik, Rabu 10 Agustus 2022.

Menurut dia, meskipun pada awalnya masyarakat pesimis dan memperkirakan penyelesaian kasus ini hanya akan menyentuh bagian ranting-ranting saja atau bahkan hilang ditelan bumi, namun melalui kerja keras, sikap tegas dan profesionalitas Listyo Sigit beserta seluruh jajarannya telah mampu membongkar kasus pembunuhan Brigadir J dan menetapkan status tersangka pada mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo. Hal ini tentunya akan menjadi salah satu momentum yang baik bagi Pihak Kepolisian untuk dapat menjawab semua keraguan yang selama ini ada di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, berkat kerja keras, sikap tegas dan profesionalitas dari Kapolri dan pihak kepolisian, kasus ini bisa dibongkar sampai ke akar-akarnya dengan menangkap dan menjadikan tersangka siapa yang telah menjadi aktor utama dan atau otak intelektual dalam kasus terbunuhnya Brigadir J,” ujar Achmad.

Ketua Pimpinan DMI Jawa Barat ini mengharapkan kasus Brigadir J dapat dijadikan oleh Polri sebagai momentum untuk berbenah, memperbaiki diri dan instropeksi di dalam internal Kepolisian agar kepercayaan masyarakat terhadap salah satu lembaga penegak hukum di Tanah Air ini semakin meningkat. Dengan demikian, lanjut Achmad, Polri pun diharapkan dapat menjadi salah satu agen perubahan bangsa dan negara agar Indonesia mampu menjadi negeri yang maju, berakhlak, berkeadilan.

“Diharapkan pihak kepolisian akan bisa menjadi salah satu agen dalam perubahan bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai ini ke arah yang jauh lebih baik sehingga diharapkan negeri ini akan bisa menjadi negeri yang maju, berakhlak, dan berkeadilan di mana rakyatnya hidup dengan aman, tenteram, damai, sejahtera, dan bahagia,” ucap Achmad.

(Tim)

Pemerintah Optimistis PMK tak Lagi Merebak Mulai Akhir Tahun

0

Pemerintah Optimistis PMK tak Lagi Merebak Mulai Akhir Tahun

GUE JABAR | Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) meyakini wabah PMK akan mencapai nol kasus baru di seluruh Indonesia mulai akhir tahun 2022. Saat ini sudah 6 provinsi dinyatakan bebas dari temuan kasus baru PMK.

“Kami bekerja dengan time frame enam bulan sejak Satgas dibentuk. Kami harap pada akhir tahun ini kita bisa mengontrol situasi dengan memiliki jumlah kasus terlapor menurun dari waktu ke waktu, terkait kasus positif,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito, belum lama ini.

Optimisme tersebut terkait ketatnya kontrol dan koordinasi rutin dari pusat hingga ke daerah dalam menekan penyebaran wabah. Agar pelaksanaannya sesuai dengan kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi Satgas PMK, yaitu biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik daerah yang terinfeksi atau bebas infeksi. Untuk meyakinkan bahwa mereka melindungi wilayah mereka (bagi zona hijau) dan untuk zona merah diharapkan terus melaporkan kondisi terbaru,” kata Wiku, 09/08/2022.

Pemerintah memperketat penerapan biosecurity hingga ke level turis asing, baik yang datang ke Indonesia maupun yang akan pulang ke negaranya. “Salah satu contohnya dengan menempatkan foot mat dan disinfectant spray di kedatangan maupun keberangkatan Bandara Internasional Ngurah Rai dan Sentani, dan area lain yang termasuk ke dalam zona bebas PMK,” kata dia.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Satgas PMK semakin menggiatkan distribusi vaksin dan penyuntikannya dengan prioritas hewan-hewan ternak di zona hijau.

“Vaksinasi telah dilakukan sebanyak lebih dari 1,2 juta (dosis) vaksin. Di Indonesia, jumlah kasus baru PMK melandai. Dan ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK,” ujar dia.

Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam 2 fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Dan 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.

“Studi membuktikan bahwa vaksin PMK mampu menekan dampak keuangan bagi smallholder livelihood di Asia Tenggara,” katanya.

Berdasarkan data Satgas PMK per 9 Agustus 2022, dari 37 provinsi sebanyak 24 provinsi terpapar wabah PMK. Dari jumlah itu, 6 provinsi tidak ada penemuan kasus baru alias zero case. Empat di antaranya adala Bali, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Kalimantan Selatan.

Masyarakat Diminta Tak Ragu Konsumsi Daging, PMK Tak Menular Pada Manusia

0

Masyarakat Diminta Tak Ragu Konsumsi Daging, PMK Tak Menular Pada Manusia

GUE JABAR | Jakarta – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah mewabah pada hewan ternak Indonesia tidak akan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. PMK bukan zoonosis karena penyakit ini tak menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

“PMK itu bukan penyakit zoonosis. Jadi tidak menular kepada manusia. Manusia bukan inangnya. PMK hanya menyerang hewan berkuku genap. Kita (manusia) berkuku ganjil,” kata Pejabat Otoritas Veteriner Kota Bandung, Jawa Barat, Elise Wieke, belum lama ini.

Elise berharap masyarakat tetap mengonsumsi produk hewan ternak, baik dalam bentuk segar ataupun olahan, seperti biasanya. “Untuk masyarakat, tetaplah mengonsumsi hewan yang rentan PMK. Tanpa harus takut dan ragu. Yang penting pengolahannya benar: dimasak sampai dengan matang,” kata Elise.

Ia menjelaskan tidak ada perbedaan fisik produk segar dari hewan terpapar PMK dengan yang tidak terpapar. “Secara fisik tidak terlihat perbedaannya. Karena memang yang diserang PMK itu kan daerah mulut dan kuku,” katanya.

Kendati produk segar hewan terpapar PMK aman dikonsumsi, ia meminta masyarakat untuk mengolahnya dengan cara tepat. Hal ini bukan karena potensi virus menginfeksi manusia, tetapi guna memotong rantai penyebaran melalui manusia sebagai carrier.

“Misalkan daging itu minimal 30 menit direbus dulu, sebelum diolah. Harapannya virus sudah mati. Atau didiamkan di pendingin selama 24 jam, harapannya virus-virus sudah mati (di situ),” katanya, 08/08/2022.

Wakakordalops Satgas Penanganan PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja menambahkan, untuk produk olahan dari hewan ternak di zona merah tetap aman dikonsumsi masyarakat. Zona merah adalah 70% wilayah sudah terdapat wabah PMK yang menjangkiti ternak.

“Untuk semua produk olahan dari zona merah sebenarnya bisa dibawa ke zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Kenapa? Karena namanya produk olahan tentu sudah melalui berbagai proses agar memenuhi syarat kesehatan dan sebagainya, termasuk juga untuk (bebas penyakit) PMK,” katanya.

Untuk mengendalikan PMK, Kementerian Pertanian (Kementan) antara lain menerapkan karantina ketat bagi distribusi hewan ternak dengan mewajibkan peternak mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Sedangkan bagi produk daging yang diimpor, harus memiliki surat rekomendasi bebas PMK dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Kapolres Metro Bekasi Gelar Police Go To School Untuk Berikan Edukasi Pada Pelajar

0

Kapolres Metro Bekasi Gelar Police Go To School Untuk Berikan Edukasi Pada Pelajar

GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Kepala Kepolisian Resort Polres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan bersama Letkol Inf M. Horison Ramadhan Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Menggelar Police Go To School yang bertempat di SMAN 01 Cikarang Pusat, Perum Cikarang Baru, Jl. Beruang Raya No.9, Jayamukti, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/08/2022).

Kegiatan Police Go To School yang dilakukan ini adalah Program untuk memotivasi Anak-anak, dengan mensosialisasikan pencegahan kenalan remaja yang berupa mencegah aksi tauran pelajar, Lalu lebih bijak lagi dalam bersosial media, disisi lain juga memberikan edukasi tentang No Hoax & No Bullying.

Dalam acara tersebut Turut hadir Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kompol Arga Dija Putra, Kapolsek Cikarang Pusat dan Beserta Jajaran PJU Polres Metro Bekasi.

“Dengan membawa visualisasi keberhasilan – keberhasilan kelingkungan sekolah SMAN 01 Cikarang Pusat, Kita mengenalkan contoh disini, yaitu membawa pemain sempak bola Nasional, Polisi Cilik Anak-Anak yang mengenalkan pola tindak sangat bagus,”Imbuh Kapolres.

Disisi lain dengan di selenggarakan acara ini, kita bersama – sama mensukseskan para generasi bangsa, dengan bekerja sama oleh pihak sekolah agar dapat membangun bersama peradaban generasi yang baik.

“Di gelarnya kegiatan acara ini, sangat berdampak positif, yaitu dapat mengurangi angka resiko kenakalan – kenakalan remaja yang berhadapan dengan hukum,”Ungkap Gidion.

Kedepannya program ini akan terus dilakukan secara rutin dengan menyambangi sekolah – sekolah lainya yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi.

(Ky)

Vaksin PMK Dijamin Aman Bagi Hewan Ternak

0

Vaksin PMK Dijamin Aman Bagi Hewan Ternak

GUE JABAR | Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus menggencarkan distribusi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk menekan tingkat penyebaran wabah.

“Untuk peternak, jangan takut vaksinasi PMK. Sampai saat ini tidak ada efek samping yang signifikan. (Vaksin) Malah untuk melindungi,” kata Pejabat Otoritas Veteriner Kota Bandung, Jawa Barat, Elise Wieke, dalam acara daring “PMK Talks: Protokol dan Implementasi Lalu Lintas Hewan Guna Mengurangi Penyebaran PMK di Indonesia”, belum lama ini.

Ia menjelaskan penyuntikan vaksin PMK pada ternak akan dilaksanakan setelah petugas yang berada di bawah koordinasi Satgas Penanganan PMK melakukan pendataan hewan ternak rawan PMK yang masih sehat. Petugas yang berada di lapangan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk meminimalisasi penyebaran penyakit melalui manusia.

“Kami mendata dulu. Setelah yakin ada daerah yang tidak terkena PMK, kami datangi ke sana. Hewan diperiksa dulu, terutama diukur suhunya. Setelah dinyatakan sehat baru kami vaksinasi,” katanya.

Menurut Elise, hingga kini belum ditemukan ada kasus efek samping pada hewan ternak yang sudah divaksin PMK. “Setelah divaksin beberapa hari kemudian kami evaluasi. Sekitar seminggu setelah vaksinasi, apakah ada efek samping atau seperti apa. Sejauh ini baik-baik saja dari yang sudah dilakukan,” katanya.

Untuk menghilangkan kekhawatiran para peternak terkait adanya efek samping setelah hewan ternak divaksin PMK, lanjut Elise, pemerintah menggiatkan sosialisasi dan edukasi. “Kami lakukan sosialisasi ke perkumpulan peternak, kewilayahan ataupun misalnya bareng Babinsa. Biasanya dari Babbinsa lebih bisa menegaskan,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan PMK per 3 Agustus, sebanyak 800 ribu dosis vaksin sudah didistribusikan dan sebagian besar telah disuntikkan ke hewan ternak pada tahap awal. Kemudian sebanyak 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.

Vaksinasi merupakan bagian dari lima strategi pemerintah yang bertujuan membatasi penyebaran wabah PMK dan melindungi perbatasan antar kota dalam negeri maupun antar negara.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan zona merah segera menjadi zona kuning. Lalu, zona kuning menjadi zona hijau, dan secara bertahap semuanya menjadi zona hijau. “Zona hijau adalah zona yang tidak terkonfirmasi ada kasus PMK,” kata Wakakordalops Satgas Penanganan PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja.

Masyarakat Diminta tak Panik, PMK Aman Terkendali

0

Masyarakat Diminta tak Panik, PMK Aman Terkendali

GUE JABAR | Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik merespons wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah terjadi pada hewan-hewan ternak di Indonesia. Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Kementerian Pertanian (Kementan), Junaidi, mengatakan PMK bisa dikendalikan dan tidak membahayakan manusia.

“PMK ada tapi bisa dikendalikan. PMK ada tapi tidak membahayakan manusia. Yang penting jangan ada kepanikan, karena kami akan tangani bersama-sama di bawah koordinasi Satgas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” kata Junaidi, dalam acara daring, baru-baru ini.

Ia menjelaskan baik pemerintah pusat maupun daerah serta sejumlah instansi terkait dalam penanganan wabah PMK, termasuk TNI dan Polri, bekerja bersama-sama untuk menekan laju penyebaran wabah pada hewan-hewan berkuku genap yang rawan tertular.

“Kementan sudah bekerja keras di dalam menangani PMK di Indonesia. Oleh karena itu, kami semua di bawah struktur Satgas BNPB melakukan sinergi seluruh kementerian/lembaga,” katanya.

Kementan melalui Badan Karantina memperketat distribusi hewan ternak antarpulau di Indonesia, terutama yang berasal dari zona merah, sebagai upaya mencegah penyebaran wabah PMK. Juga akan menindak tegas pihak-pihak yang tidak taat prosedur. Hewan-hewan ternak yang akan didistribusikan diharuskan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Terhadap (distribusi) antarpulau, antarzonasi itu karantina sudah diberi pengetahuan dan edukasi berdasarkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2022. Ini harus dilakukan secara ketat dan tanpa toleransi dari pulau-pulau zona merah ke pulau zona kuning dan hijau dan sebaliknya,” kata Junaidi.

Surat Edaran Satgas Penanganan PMK No. 4 Tahun 2022 mengatur tentang pengendalian lalu-lintas hewan dan produk hewan rentan PMK berbasis zonasi. Wilayah PMK dibagi jadi zona merah, kuning, dan hijau.

Wakakordalops Satgas Penanganan PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja menambahkan, untuk produk-produk olahan dari hewan ternak di zona merah tetap aman dikonsumsi masyarakat.

“Untuk produk olahan berdasarkan surat edaran, berdasarkan zonasi yang kami buat tersebut, untuk semua produk dari zona merah sebenarnya bisa dibawa ke zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Kenapa? Karena namanya produk olahan tentunya sudah melalui berbagai proses kesehatan dan sebagainya termasuk juga untuk PMK,” kata Ary.

Sementara untuk produk segar dan olahan hewan ternak yang diimpor dari luar negeri, Kementan memastikan tidak ada yang terpapar PMK. “Mengenai impor produk daging dari luar negeri harus diberi izin atau terdaftar dari negara-negara yang sudah bebas PMK. Sehingga impor produk olahan dari luar negeri itu kami nyatakan sudah bebas dari PMK,” kata Junaidi.

Pemerintah menerapkan lima langkah utama sebagai strategi kebijakan multilevel dengan tujuan membatasi penyebaran wabah dan melindungi perbatasan antarkota dalam negeri maupun antarnegara, yakni penerapan biosecuriti yang ketat, pengobatan bagi hewan yang sudah terinfeksi PMK, pengujian, vaksinasi, dan pemotongan hewan terpapar PMK. Untuk pemotongan hewan secara terpaksa tersebut, pemerintah telah menyiapkan kompensasi dan bantuan bagi masyarakat.

“Jadi sesungguhnya kalau di zona merah, kuning maupun hijau, kami sudah ada SOP (standard operational procedure). Masing-masing harus diterapkan karena dalam penanganan PMK tidak ada suatu risiko terkecil yang boleh kami toleransi. Karena kami tidak bisa abaikan dengan alasan hanya sekadar hewan. Tapi juga media-media pembawa atau yang bersifat carrier,” tutur Junaidi.

Puluhan Abang Mpok Kabupaten Bekasi Ikuti CFD di Simpang SGC, Humas : Ini Kegiatan Positif

0

Puluhan Abang Mpok Kabupaten Bekasi Ikuti CFD di Simpang SGC, Humas : Ini Kegiatan Positif

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Puluhan anggota Paguyuban Abang Mpok Kabupaten Bekasi, mendadak ikut Catwalk dan berlenggak-lenggok di zebra cross bersama para peserta Cikarang Fashion Day yang berlokasi di Simpang SGC, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa barat. Minggu (07/08/2022).

Dengan mengenakan baju khas Bekasi (Sadariah) para Abang Mpok berparade di Zebra cross di saat lampu lalulintas berwarna merah, yang tentunya langsung menjadi Pusat perhatian warga di sekitar area pusat perbelanjaan SGC,

Humas Paguyuban Abang Mpok Kabupaten Bekasi, Andriansyah, mengaku sangat mendukung kegiatan Cikarang fashion day yang di lakukan anak muda milineal.

” Keberadaan kami di sini, juga mengenalkan baju-baju Khas Bekasi, selain itu, kami juga sangat mendukung Cikarang fashion day, selagi itu hal yang positif dan menjaga ketertiban di masyarakat” ujar Andriansyah ketika di jumpai awak media setelah melakukan catwalk.

Andriansyah juga sangat mengapresiasi para peserta Cikarang fashion day dengan kegiatan sosialisasi tentang sampah kepada warga dan pengguna jalan.

Sementara itu, Amrul, Salah satu peserta mengaku, dengan adanya cfd ( Cikarang fashion day ) kendaraan kini lebih tertib dalam berlalulintas.

” Kesadaran pengguna jalan harus tinggi, dan mereka harus berhenti pada tempatnya, tidak melindas jalur zebra cross di saat lampu merah. Intinya Kabupaten Bekasi, khususnya di area sgc ini, menjadi ruang yang ramah publik. Ujarnya

Selain itu juga kegiatan Cikarang fashion day dalam rangka menyambut hari ulang tahun kabupaten Bekasi ke 72 dan HUT RI ke 77. ( Sofyan )

Kapolres Metro Bekasi Sapa Bonek Yang Menginap di Tenda Stadion Wibawa Mukti

0

Kapolres Metro Bekasi Sapa Bonek Yang Menginap di Tenda Stadion Wibawa Mukti

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Kapolres Metro Bekasi bersama Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. M. Horison Ramadhan dan Kapolsek Cikarang Timur AKP Bambang Krisnady mengecek pengaman Liga 1 sekaligus menyapa suporter Persebaya FC (Bonek) yang menginap di parkir timur Stadion Wibawa Mukti. Sabtu Malam Minggu (6/8/2022).

Belasan Bonek tersebut sudah datang di Stadion Wibawa Mukti beberapa hari sebelum laga Persebaya FC Vs Bhayangkara FC dimulai, yaitu pada Minggu (7/8/2022) besok.

Sebagian besar para suporter itu datang bermodalkan kenekatan demi mendukung klub sepakbola (Persebaya FC) yang mereka cintai.

Menurut Kapolres Metro Bekasi, “agar tidak berpencar sekaligus mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami menyediakan satu tempat yang cukup luas serta meminta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bekasi untuk mendirikan tenda buat mereka,” Ungkapnya.

Dan menurut Kapolrs Metro Bekasi di sekitar tenda itu berdiri pula WC portabel sehingga keberadaan mereka terpantau dan tetap dalam perhatian terutama makanannya.

“Kami mengajak mereka untuk tetap menjaga kondusifitas selama berada di Stadion Wibawa Mukti jelang laga Persebaya FC kontra Bhayangkara FC besok,” Pungkasnya.

Source : @gidionarif7775
@humaspolresmetrobekasi
.
@bonekbekasi_12
@bonekcikarang

FajarPaper Serahkan Bantuan 500 Paket Sembako, 1 Unit Kendaraan Angkutan Sampah dan 80 Sembako Untuk Desa Harjamekar dan Panti Asuhan

0

FajarPaper Serahkan Bantuan 500 Paket Sembako, 1 Unit Kendaraan Angkutan Sampah dan 80 Sembako Untuk Desa Harjamekar dan Panti Asuhan

GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia, menyerahkan 500 paket sembako serta 1 Unit Kendaraan Angkutan Sampah kepada Desa Harjamekar pada hari Kamis (28/07) dan turut ikut serta dalam kegiatan Santunan Yatim Piatu dengan memberikan 80 paket sembako pada hari Rabu (27/7). Bantuan tersebut diberikan dengan adanya kolaborasi manajemen dengan PUK SPKEP SPSI dan Koperasi Karyawan PT. Fajar Surya Wisesa Tbk .

Jefri D. Tambunan selaku General Manager HR FajarPaper menyampaikan pada Kamis (28/07), “Telah kita ketahui bahwa kasus penyebaran Covid 19 masih ada di Indonesia, Salah satu dampak di rasakan oleh masyarakat adalah kekurangannya kebutuhan pangan masyarakat. Maka dari itu, untuk mengurangi kekurangan tersebut, FajarPaper kembali menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Serta untuk membantu warga Desa Harjamekar dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman, FajarPaper menyerahkan 1 unit Kendaraan Angkutan Sampah. Kami harap bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga di Desa Harjamekar.”

Usman Sopandi sebagai Ketua PUK SPKEP SPSI FajarPaper mengutarakan, “Saya selaku Ketua Serikat Pekerja PT. Fajar Surya Wisesa.Tbk dan seluruh jajaran serta atas nama seluruh karyawan merasa berbahagia di moment yang penuh keberkahan ini, kita bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang kekurangan. Terima kasih kapada teman-teman karyawan yang telah mendukung acara “berbagi dengan sesama” atau santunan yang diberikan kepada yang berhak, terima kasih juga kepada pihak perusahaan yang mendukung secara penuh dengan menyumbangkan paket bingkisan sembako. Terimakasih juga untuk koperasi dan DKM Al fajr, semoga apa yang telah kita lakukan bisa memberikan manfaat untuk warga yang membutuhkan dan bagi pekerja semoga dapat meningkatkan kepekaan, meningkatkan solidaritas dan soliditas antar kawan. Mari kita tingkatkan ketaqwaan, ketaatan dan nilai-nilai tanggung jawab kita sehingga dapat diimplementasikan di lingkungan masing-masing. terima kasih dan salam sehat. Wassalamualaikum wr.wb.”

Dadang Komara sebagai Ketua Koperasi Karyawan Surya Abadi menyampaikan, “Saya rasa cukup bagus dan komunikatif dengan adanya kerja sama antara PUK SPKEP SPSI, Koperasi Karyawan Surya Abadi dan juga dr perusahaan FajarPaper serta atas nama karyawan bersinergi dalam berbagi bersama anak panti asuhan khususnya di Kabupaten Bekasi, semoga kedepannya semakin ditingkatkan lagi baik itu dalam nominal, kuantitas yang diberikan, ataupun jumlah anak panti yang dibantu.”

Bapak Jaya selaku Lurah Harjamekar menyampaikan pada Kamis (28/07), “Kami ucapkan Terima kasih kepada FajarPaper yang sudah beberapa kali memberikan sembako kepada warga kami. Sembako ini sangat bermanfaat bagi kami khususnya bagi lansia, janda, dan anak yatim. Serta kami ucapkan Terima kasih atas pemberian 1 unit Kendaraan Angkutan Sampah yang diberikan kepada kami. Dengan adanya Kendaraan Angkutan Sampah ini dapat membantu kami dalam membersihkan lingkungan Desa Harjamekar. Semoga FajarPaper semakin berkembang dan sukses. Doa restu kami menyertai FajarPaper.”

Bapak Nomin sebagai warga Desa Harjamekar mengutarakan pada Kamis (28/07), “Saya ucapkan terima kasih kepada FajarPaper yang sudah membantu warga Desa Harjamekar dengan memberikan santunan berupa paket sembako dan 1 Unit Kendaraan Angkutan Sampah kepada Desa Harjamekar, Saya sebagai salah satu warga dapat merasakan dampak positif dari pemberian FajarPaper. Semoga FajarPaper semakin berjaya.”

FajarPaper yang saat ini mempekerjakan hampir 3.000 karyawan dan 30% dari hasil produksinya diekspor ke manca negara, senantiasa berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui berbagai kegiatan CSR perusahaan baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, maupun lingkungan. Beberapa kegiatan CSR yang telah dilakukan FajarPaper dalam membantu penanganan wabah Covid-19 yang lalu diantaranya adalah mendonasikan 1 Unit kendaraan mobile lab PCR kit kepada BNPB, berkolaborasi dengan KBRI Singapura dan Diaspora Indonesia di Singapura dengan mendonasikan 12 Unit Oxygen Generator yang tersebar di RSUD di perkotaan sampai ke pelosok daerah dan mendonasikan hampir 35.000 paket sembako kepada masyarakat melalui berbagai instansi serta berbagai kegiatan donasi lainnya.

(Redaksi)

Tersandung Pungli PTSL, Kades Cantik di Bekasi Ditahan

0

Tersandung Pungli PTSL, Kades Cantik di Bekasi Ditahan

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Di duga Jadi tersangka pungutan liar (Pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kepala Desa Lambangsari Kecamatan Tambun Selatan (PH) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi. Selasa (2/8).

Kepala Seksi Intelejen Kejari Kabupaten Bekasi Siwi Utomo menjelaskan, hari ini Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penahanan terhadap Kades Aktif (PH) yang ditetapkan sebagai tersangka kasus Pungli program PTSL.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menetapkan PH sebagai tersangka Pungli program PTSL tahun 2021,”kata Kastel Kejari Kabupaten Bekasi Siwi Utomo kepada media, Selasa (02/08).

Adapun kronologis singkat terhadap tersangka Kades berparas Cantik tersebut, penyidikan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang keberatan atas permintaan uang dari program PTSL.

Awalnya kata Siwi, Desa Lambang Sari Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 merupakan salah satu desa yang mendapatkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya proses untuk para warga bisa mendaftarkan tanahnya untuk mengikuti Program PTSL dilakukan dengan mengajukan berkas permohonan ke masing masing Ketua RT.

“Selanjutnya dokumen tersebut diteruskan ke Ketua RW, Kepala Dusun, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan, Sekdes dan terakhir diserahkan kepada kepala Desa Lambang Sari untuk selanjutnya diserahkan Ke pihak BPN,”ungkapnya.

Kemudian lanjut Siwi, untuk penyelenggaraan PTSL ini, Kepala Desa Lambang Sari mengadakan rapat bersama dengan Sekdes, Kasi Pemerintahan, Kadus, Ketua RW, dan Ketua RT.

“Dimana dalam keputusan rapat Kepala Desa Lambang Sari memerintahkan kepada Sekdes, Kasi Pemerintahan, Kadus, Ketua RW, dan Ketua RT untuk meminta uang kepada para warga yang mau mengikuti program PTSL agar membayar sebesar Rp.400.000 (empat ratus ribu),”terang Ia.

Selanjutnya Siwi berujar, untuk tiap sertifikat dan uang tersebut dikumpulkan kepada Kepala Desa Lambang Sari. Uang tersebut untuk biaya patok, materai, fotokopi dan lain sebagainya dibebankan kepada pemohon.

“Bahwa total permohonan yang masuk untuk mengikuti program PTSL di Desa Lambang Sari adalah sebanyak 1180 sertifikat untuk tiga dusun. Selanjutnya dari total uang hasil pungutan PTSL sebesar Rp.466.000.000 (empat ratus enam puluh enam juta puluh juta ),”tandasnya.

“Ada dugaan masih melakukan permintaan uang dengan jumlah yang lebih besar terkait penyalahgunaan program PTSL dari pemohon badan hukum atau perusahaan. dan untuk kepentingan penyidikan Tersangka PH telah dilakukan penahanan untuk waktu 20 hari ke depan, sampai tanggal 21 Agustus 2022,”pungkasnya.

( Tim R3daksi/FBN )