Terus Berlanjut, Program CSR Fajar Paper Distribusikan Paket Sembako di Muara Gembong dan Fogging di Cikarang Utara
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – PT Fajar Surya Wisesa, Tbk mendukung pemerintah Indonesia dalam menangani wabah virus corona (Covid-19), apalagi dengan bertambahnya virus omnicron di awal tahun 2022 ini. Sebanyak 500 paket sembako dibagikan oleh Fajar Paper melalui perangkat desa Pantai Harapan Jaya – Muara Gembong untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari pandemi ini. Pada Bulan Januari di tahun ini masyarakat di desa Pantai Harapan Jaya – Muara Gembong juga terkena banjir yang baru surut dalam waktu yang cukup lama.
Bapak Sumaji selaku PIC dari desa Pantai Harapan Jaya menyampaikan, “terima kasih kepada PT Fajar Surya Wisesa, Tbk yang membantu pemerintah untuk menanggulangi wabah virus Covid-19 khususnya di wilayah Kab. Bekasi. Kami berharap bantuan paket sembako ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan apalagi di saat banjir yang masih merendam sebagian rumah warga kami.”
Secara keseluruhan CSR Fajar Paper, selain bantuan sembako, Fajar Paper juga memberikan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, hand washer, APD medis dan lain sebagainya, dan juga penyemprotan disinfektan yang juga disalurkan melalui instansi pemerintahan. Semua ini adalah bentuk rasa tanggung jawab dan juga partisipasi PT Fajar Surya Wisesa, Tbk dalam menanggulangi wabah Covid-19 khususnya di wilayah Kab. Bekasi
“Bantuan paket sembako ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19 khususnya di wilayah Kab. Bekasi dan kami jajaran manajemen PT Fajar surya wisesa, Tbk mendoakan agar wabah virus Covid-19 dapat segera diatasi, kami siap mendukung pemerintah Indonesia dalam menanggulangi wabah Covid-19’’, ucap H.Zubastian selaku perwakilan dari PT Fajar Paper.
Pada Bulan Januari tahun 2022 Fajar Paper melakukan fogging di daerah Harjamekar di mana ada 2 RT yaitu RT 005/002 dan 006/003, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mengantisipasi musim hujan yang masih berlangsung di bulan Februari, sehingga banyaknya genangan air baik di jalan maupun di saluran air tiap rumah yang ada pada Desa Harjamekar tersebut yang dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Bapak H. Wijayanto selaku Kepala Desa Harjamekar menyampaikan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Fajar Paper yang ikut berpartisipasi dalam pencegahan wabah demam berdarah di desa kami Harjamekar, semoga Fajar Paper selalu maju”.
Selain bantuan penanggulangan Covid-19 dan Fogging masih banyak program kegiatan CSR Fajar Paper lainnya sebagai bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan yang dituangkan dalam kegiatan seperti: bantuan zakat, bantuan hewan kurban, bantuan paket alat tulis dan seragam guru, renovasi sekolah, bantuan korban bencana alam, santunan anak yatim piatu, dan program lainnya.
Para Tersangka Yang Mengibarkan Bendera NII Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
GUE JABAR | Garut – Polres Garut gelar jumpa pers terkait aksi tiga orang pengibar bendera NII di Kabupaten Garut, ketiga orang tersangka merupakan jenderalnya NII yakni Sodikin, Ujer dan Jajang Koswara, warga Desa Pasirkiamis Kecamatan Pasirwangi,Gelaran jumpa pers di laksanakan di Mapolres Garut, Kamis 3/2/2022
Saat ini, berkas penyidikan kasus pengibaran bendara NII yang dilakukan tiga tersangka sudah lengkap dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Garut.
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan setelah melakukan serangkaian penyidikan, pihaknya menemukan fakta-fakta terkait pengibaran bendera NII itu.
“Setelah melakukan pemeriksaan yang intensif, kami menemukan fakta bahwa terdapat sebuah langkah propaganda melalui medsos,” ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Garut, Jawa Barat, Kamis (3/2/2022).
Atas aksi pengibaran bendara NII itu, tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
“Kami sangkakan ke tiga tersangka ini yaitu pasal 110 KUHP terkait masalah makar, dan pasal 28 ayat 2 junto pasal 45 Undang-Undang informasi transaksi elektronik,”
“Termasuk pasal 24 junto 66 terkait masalah bendera, lambang negara itu terkait penodaan lambang Negara. Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, untuk menjalankan fungsi pemerintahan dalam rangka menyelamatkan masa depan bangsa dari hal yang berhubungan dengan radikalisme dan terorisme.
“Kami selaku pimpinan daerah mungkin berkolaborasi dalam rangka menanggulangi radikalisme dan intoleransi serta hal-hal yang lain yang berhubungan dengan terorisme,” ujarnya melalui siaran tertulis yang diterima awak media.
Rudy menyebut pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 451 Tahun 2021 tentang Imbauan Peningkatan Kewaspadaan Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Paham Radikalisme yang mengarah pada terorisme di Kabupaten Garut.
Surat edaran tersebut diharapkan bisa dijadikan acuan bersama oleh semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah paham radikalisme dan terorisme di Kabupaten Garut.
Polres Metro Bekasi Gelar Expo Barang Bukti, Sebanyak 68 Motor Dari Hasil Pencurian
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi gelar Gebyar Expo Barang Bukti secara virtual dengan Polsek Jajaran untuk memberikan barang bukti hasil tindak kejahatan berupa kendaraan bermotor kepada pemiliknya, Kamis 03/02/2022.
Acara yang di pimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, SH.,MH ini berlangsung di halaman Mapolres Metro Bekasi sebagai titik utama dan beberapa Polsek Jajaran secara Virtual.
“Ada 68 motor curian hasil tangkapan tahun 2021 dan Januari 2022. Seluruhnya ditampilkan ke masyarakat untuk dikembalikan kepada pemiliknya,” Kata Kapolres Metro Bekasi.
Dia mengatakan gebyar expo ini juga dilakukan secara virtual melibatkan kepolisian sektor di wilayah hukumnya serta telah diinformasikan serta disebarluaskan melalui Instagram atau situs – situs resmi akun polres metro bekasi sebelumnya kepada masyarakat.
“Kami melakukan pengembalian barang bukti, secara virtual di polsek-polsek dan Polres Metro Bekasi, didampingi perwakilan Kejari Cikarang dan Pengadilan Negeri Cikarang,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes. Pol. Gidion Arif Setyawan, S.H, S.I.K., M.H.
Gidion juga menyampaikan dari total 68 sepeda motor yang dipamerkan, sebanyak 12 unit di antaranya diserahkan langsung secara simbolis kepada pemilik maupun pihak keluarga korban kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang mendatangi Mapolres Metro Bekasi.
“Ada 12 orang yang hadir di sini untuk dikembalikan motornya dan kami serahkan. Ada juga 68 sepeda motor lainnya yang kami sampaikan informasinya secata virtual maupun fisik. Ini adalah hasil temuan Januari 2022, Desember 2021 dan bulan-bulan sebelumnya,” Ungkapnya.
Sedangkan 68 unit sepeda motor lainnya sudah teridentifikasi pemiliknya dan akan diserahkan kembali ke polsek-polsek yang telah melakukan ungkap kasus.
Gidion mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan yang sudah terindentifikasi statusnya langsung diberikan kepada pemiliknya dengan persyaratan pemilik membawa bukti kepemilikan seperti STNK dan BPKB untuk dicocokan dengan yang diduga kendaraan mililknya, dan setelah dicocokan barulah pemilik bisa membawa kendaraanya pulang.
“Harus memiliki identitas kepemilikan yang sah. Kalau terjadi peralihan atau balik nama terhadap pemiliknya diinformasikan saja, kami sudah pegang datanya. Kalau belum dihubungi petugas kami, silakan datang ke sini, kalau memang mirip dan cocok identitasnya akan kami kembalikan. Dan ini gratis, tidak dipungut biaya,” Ungkapnya.
Salah seorang warga yang mengalami korban pembegalan di wilayah Cikarang Selatan tepatnya di bawah Fly Over Tegal Gede, Pasirsari mengungkapkan kegembiraanya dan mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh jajaran Polres Metro Bekasi.
“Alhamdulillah, motor saya sudah kembali, dulu motor saya ini hilang karena dibegal di bawah jembatan tegal gede, saya ucapin terima kasih kepada seluruh Jajaran Polres, karena motor saya bisa kembali lagi,” Ucapnya.
Mendagri Terus Pacu Kepala Daerah Lakukan Terobosan Tingkatkan Vaksinasi
GUE JABAR | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terus memacu kepala daerah untuk melakukan terobosan dan inovasi kreatif dalam meningkatkan laju vaksinasi Covid-19. Di tengah situasi saat ini, Mendagri mengingatkan agar kepala daerah tidak lengah, apalagi masyarakat Indonesia tengah dihadapkan pada varian Omicron.
“Perlu ada terobosan-terobosan kreatif dalam rangka mempercepat vaksinasi. Belajar dari pengalaman daerah-daerah lain yang sudah sukses,” ungkap Mendagri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/2/2022).
Mendagri menjelaskan, ada sejumlah strategi yang diterapkan pemerintah daerah dalam meningkatkan laju vaksinasi. Pertama, pemerintah daerah menerapkan pemberian vaksinasi berbasis pada administrasi pemerintahan, seperti yang dilakukan Pemerintah Bali melalui kampung dan DKI Jakarta lewat Rukun Warga (RW).
Kedua, pemerintah daerah membangun pusat vaksinasi seperti di lapangan, mal, komunitas, dan sebagainya yang dapat diakses oleh masyarakat. Ketiga, pemberian vaksinasi dilakukan dengan berbasis mobile, yakni aktif mendatangi masyarakat. Cara ini biasanya diterapkan bagi daerah-daerah yang sukar dijangkau, atau masyarakatnya enggan ke tempat pusat vaksinasi.
Keempat, pemberian vaksinasi dilakukan dari rumah ke rumah dengan menargetkan masyarakat lanjut usia (lansia). Upaya proaktif ini penting karena mereka termasuk kelompok rentan terhadap ancaman Covid-19.
Di antara strategi itu, lanjut Mendagri, ada pula pemerintah daerah yang melakukan berbagai terobosan kreatif lainnya. Langkah itu, misalnya, dengan memberikan sembako, bantuan sosial, hingga menyediakan doorprize bagi masyarakat yang bersedia mengikuti vaksinasi. Ia mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan laju vaksinasi.
Di lain sisi, Mendagri bersyukur, meski bukan negara produsen vaksin, kebutuhan vaksinasi di Indonesia relatif terpenuhi. Dirinya mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam pengadaan vaksinasi tersebut. Karena itu, pemerintah daerah perlu mendukung dengan mempercepat penyuntikan vaksin kepada masyarakat agar ketersediaan vaksin dapat dimanfaatkan.
Mendagri berharap, dengan berbagai upaya meningkatkan laju vaksinasi tersebut, pembentukan kekebalan tubuh di masyarakat akan semakin cepat terwujud. Dengan demikian, keberadaan varian Omicron pun dapat teratasi. Selain itu, Mendagri meminta agar kepala daerah tetap mengampanyekan penerapan protokol kesehatan, terutama mengenakan masker kepada masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan skenario terburuk apabila terjadi lonjakan kasus pandemi. Misalnya, dengan mempersiapkan fasilitas kesehatan, baik sarana dan prasarana, termasuk ketersediaan obat-obatan maupun tenaga kesehatan. Dengan begitu, penanganan terhadap lonjakan kasus tersebut dapat dipersiapkan dengan lebih baik.
Satnarkoba Polres Metro Bekasi Kota Kejar Pengedar Ganja Skala Besar dari Bekasi sampai Bogor
GUE JABAR | Kota Bekasi – Satuan Reserse Narkotika Polres Metro Bekasi Kota menggelar presscorm pengungkapan tindak pidana peredaran ganja seberat 31 Kg, di aula Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (3/2/2022).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Hendra Zulpan didampingi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Hengki, S.I.K., M.H, Wakapolres AKBP Rama S. Putra, S.I.K, M.H, M.Si bersama AKBP. Guntur Nugroho Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Kota dalam keterangannya, sekitar Senin (24/1/2022) sekira pukul 09.00 WIB anggota Subnit 4 unit 2 mendapat informasi dari sumber yang dapat dipercaya bahwa di wilayah Jatibening Pondok Gede, Kota Bekasi sering terjadi transaksi narkoba, selanjutnya anggota penyelidikan hingga mendapatkan data pelaku dan dapat berkomunikasi melalui informan.
Kemudian hari Kamis (27/1/2022) sekitar pukul 15.00 WIB akan terjadi undercover buy (Pembelian Terselubung) terhadap pelaku di wilayah Jatibening namun dialihkan ke wilayah Parung, Bogor dengan cara ada uang ada barang kemudian Informan menyanggupi,” ujar Hendra Zulfan kepada wartawan.
Masih sambung Kabid Humas Polda Metro Jaya, kemudian Informan dan anggota Subnit 2 dan 4 meluncur sesuai dengan petunjuk pelaku. Sekitar pukul 19.00 WIB pelaku sudah berada di lokasi yang sudah ditentukan, selanjutnya terjadi transaksi pelaku dengan informan dan saat itu pelaku berhasil ditangkap berikut barang bukti 1 (Satu) Kg diduga narkotika golongan satu jenis ganja,” kata Hendra Zulpan.
Barang Bukti Ganja
Ini kronologinya:
Anggota melakukan introgasi singkat terhadap pelaku dan didapatkan informasi bahwa ditempat tinggal pelaku masih ada barang bukti lainnya, kemudian penggeledahan di rumah pelaku di wilayah belakang Pasar Parung tepatnya di Jalan Kali Suren, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor dan ditemukan 24 bungkus cokelat dan 14 bungkus dilakban cokelat dengan berat 12 Kg tambah 7 Kg yang diduga kuat narkotika golongan satu bentuk tanaman jenis ganja, selanjutnya pelaku beserta barang bukti di bawa ke Polres Metro Bekasi Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah petugas melakukan penyidikan, Jum’at (28/1) sekitar pukul 09.00 WIB di lakukanlah pengembangan informasi pelaku bahwa barang bukti didapat dari seseorang yang berinisial BN yang diantar dengan mobil APV dari Medan, selanjutnya dilakukan komunikasi Pelaku dengan BN di wilayah Jatibening, kemudian sekitar pukul 17.00 WIB BN berhasil ditangkap, kemudian pelaku di bawa untuk dilakukan Penyidikan.
Selanjutnya Anggota Subnit 4 dan 2 juga melakukan pengembangan dan melakukan pengejaran kepada seorang lelaki yang berinisial AL yang berdasarkan keterangan Sdr. NH bahwa barang bukti jenis ganja yang ditemukan berada dirumahnya merupakan milik Sdr. Asmui Lubis yang dititipkan kepada NH untuk di edarkan kembali, “beber Zulfan.
Kemudian pada Jum’at (28/1) sekitar pukul 23.00 WIB berhasil mengamankan Sdr. AL yang berada didalam rumahnya yang beralamat di Jl. Jaman Nairn No. 108 Rt 04/08 Sasak Panjang Kecamatan Tajuk Halang, Kabupaten Bogor.
“Kita temukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik hitam yang didalamnya terdapat Narkotika Jenis ganja dengan berat brutto 250 gram dan 2 buah plastik bening yang didalamnya berisikan narkotika jenis ganja dengan berat brutto 100 gram dan juga 1 (satu) unit Hp merk Nokia 1280 warna biru,” terangnya.
“Para tersangka kita jerat dengan Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.
Inovasi Pembangunan Desa di Jawa Barat Oleh : H. Syahrir.,SE.,M.I.Pol
GUE JABAR | Bandung – Pembangunan desa merupakan bagian dari pembangunan nasional dan pembangunan desa ini memiliki arti dan peranan yang penting dalam mencapai tujuan nasional, karena desa beserta masyarakatnya merupakan basis dan ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
Pada hakekatnya pembangunan desa dilakukan oleh masyarakat bersama-sama pemerintah terutama dalam memberikan bimbingan, pengarahan, bantuan pembinaan, dan pengawasan agar dapat ditingkatkan kemampuan masyarakat dalam usaha menaikan taraf hidup dan kesejahteraannya.
Pembangunan desa dilakukan dalam rangka imbang yang sewajarnya antara pemerintah dengan masyarakat. Kewajiban pemerintah adalah menyediakan prasarana-prasarana, sedangkan selebihnya disandarkan kepada kemampuan masyarakat itu sendiri.
Pembangunan merupakan proses kegiatan untuk meningkatkan keberdayaan dalam meraih masa depan yang lebih baik. Pengertian ini meliputi upaya untuk memperbaiki keberdayaan masyarakat, bahkan sejalan dengan era otonomi, makna dari konsep
hendaknya lebih diperluas menjadi peningkatan keberdayaan serta penyertaan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Oleh karenanya bahwa dalam pelaksanaannya harus dilakukan strategi yang memandang masyarakat bukan hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek pembangunan yang mampu menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya dan mengarahkan proses pembangunan untuk meningkatkan taraf kehidupannya.
Hal ini sesuai dengan arah kebijakan pembangunan yang lebih diprioritaskan kepada pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat atau peningkatan pendapatan masyarakat desa dan menegakkan citra pemerintah daerah dalam pembangunan.
Kebijakan pembangunan perdesaan di Jawa Barat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat perdesaan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Memperluas akses masyarakat terhadap sumber daya produktif untuk pengembangan usaha seperti lahan, prasarana sosial ekonomi, permodalan, informasi, teknologi dan inovasi, serta akses masyarakat ke pelayanan publik dan pasar. (2) Meningkatkan keberdayaan masyarakat perdesaan melalui peningkatan kualitasnya, dan penguatan kelembagaan serta modal sosial masyarakat perdesaan berupa jaringan kerjasama untuk memperkuat posisi tawar. (3) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan dengan memenuhi hak-hak dasar. Serta (4) Terciptanya lapangan kerja berkualitas di perdesaan, khususnya lapangan kerja non pemerintah.
Berkaitan dengan uraian diatas, dapat diketahui bahwa proses pembangunan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik, yang berlangsung pada level makro (nasional) dan mikro (commuinity/group). Makna penting dari pembangunan adalah adanya kemajuan/perbaikan (progress), pertumbuhan dan diversifikasi. Pembangunan adalah sumua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang terjadi secara alami sebagai dampak dari adanya pembangunan.
Dengan semakin meningkatnya kompleksitas kehidupan masyarakat yang menyangkut berbagai aspek, pemikiran tentang modernisasi pun tidak lagi hanya mencakup bidang ekonomi dan industri, melainkan telah merambah ke seluruh aspek yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, modernisasi diartikan sebagai proses trasformasi dan perubahan dalam masyarakat yang meliputi segala aspeknya, baik ekonomi, industri, sosial, budaya, dan sebagainya. Oleh karena dalam proses modernisasi itu terjadi suatu proses perubahan yang mengarah pada perbaikan, para ahli manajemen pembangunan menganggapnya sebagai suatu proses pembangunan di mana terjadi proses perubahan dari kehidupan tradisional menjadi modern, yang pada awal mulanya ditandai dengan adanya penggunaan alat-alat modern, menggantikan alat-alat yang tradisional.
Selanjutnya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu-ilmu sosial, para Ahli manajemen pembangunan terus berupaya untuk menggali konsep- konsep pembangunan secara ilmiah. Secara sederhana pembangunan sering diartikan sebagai suatu upaya untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Karena perubahan yang dimaksud adalah menuju arah peningkatan dari keadaan semula, tidak jarang pula ada yang mengasumsikan bahwa pembangunan adalah juga pertumbuhan.
Pemerintah provinsi Jawa Barat telah menargetkan di tahun 2022 ini tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal. Saat ini di Jawa Barat masih ada 18 desa tertinggal. Ke 18 desa tertinggal, tersebar di 3 kabupaten yakni kabupaten Tasikmalaya, Cianjur dan kabupaten Karawang. “Paling banyak di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi pada acara Ngabejaan Desa (Ngawangkong bareng jeung wartawan Desa), di kantor DPMD jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin (20/12/2021).
Dicky menerangkan pada tahun 2018, di Jawa Barat terdapat 929 desa tertinggal. Jumlah ini terus menurun hingga ahir tahun 2021 tersisa 18. Desa berstatus berkembang juga menurun, karena naik status menjadi desa maju dan desa mandiri. Saat ini terdapat 3.656 desa berkembang, 1.232 desa maju dan 98 desa mandiri di Jawa Barat.
Terus berkurangnya jumlah desa tertinggal ini, merupakan bukti baiknya indeks desa membangun (IDM) di Jawa Barat. Ini terlihat dari perbaikan pada aspek ekonomi, infrastruktur, dan sosial, yang merupakan hal penting untuk perbaikan status desa.
Penilaian status desa ini dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tiap tahun sekali dengan melihat Indeks Desa Membangun (IDM), yang mengacu pada tiga indikator, yaitu Indikator Ketahanan Sosial, Indikator Ketahanan Ekonomi dan Indikator Ketahanan Ekologi.
Capaian ini tak lepas dari sejumlah terobosan melalui program strategis yang telah dilaksanakan secara sinergis dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Terobosan yang dilakukan seperti Kotak Literasi Cerdas (Kolecer), penyaluran kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra), Satu Desa Satu Perusahaan (One Village One Company/ OVOC), dan Satu Pesantren Satu Produk (One Pesantren One Product/ OPOP). Lainnya seperti Kampung Caang, yakni program listrik ke daerah terpencil, kendaraan multiguna lewat program Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara), pembangunan Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Desa Digital, Jalan Mulus Desa (Jamu), rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu), serta penyaluran tenaga pendamping BUMDes melalui Program Patriot Desa.
Ada beberapa fenomena disamping prestasi dari sebuah pembangunan desa. Pada dasarnya pembangunan desa yang mengedepankan pertumbuhan akan menimbulkan
kesenjangan wilayah tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena akan menyebabkan ketimpangan yang semakin dalam antara wilayah maju dan wilayah tertinggal.
Desa-desa di Jawa Barat terus mengalami peningkatan laju pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya, namun belum merata. Kondisi belum meratanya pertumbuhan ekonomi desa menjadi pekerjaan rumah untuk mencapai visi dan misi pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan yang merata dan hasil pembangunan harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa di Provinsi Jawa Barat terdiri dari kondisi geografi (letak/jarak, aksesibilitas, dan bencana alam), kualitas sumberdaya manusia, dan kegiatan perekonomian. Faktor penyebab ketertinggalan di tingkat desa/rumahtangga terdiri dari kondisi jalan yang rusak, tingkat pendidikan dan keterampilan sumberdaya manusia yang rendah, etos kerja rendah, bencana alam berupa longsor dan kekeringan, minimnya lapangan pekerjaan, potensi ekonomi lokal tidak berkembang. Penguasaan aset tertinggi yaitu aset alam dan sosial. Arahan pembangunan yang sesuai adalah memperbaiki aksesibilitas (jalan) kemudian peningkatan kualitas sumberdaya manusia agar mampu mengembangkan potensi wilayahnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, serta memperbaiki pola pemanfaatan lahan sebagai upaya meminimalisir bencana alam (longsor).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebaiknya secara rutin melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan wilayah, menganalisis ketimpangan pembangunan desa, menganalisis faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa, dan memberi arahan pengembangan desa tertinggal yang disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya.
Penelitian yang cocok digunakan misalnya menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan deskripsi yang berbasis pada data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh desa di Provinsi Jawa Barat untuk menganalisis tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan pembangunan, sedangkan untuk menganalisis faktor penyebab ketertinggalan desa menggunakan sampel desa tertinggal dengan teknik sampel purposive. Sementara itu, sampel responden ditentukan dengan teknik sampel kuota untuk menganalisis kepemilikan aset rumahtangga miskin. Tingkat perkembangan wilayah dianalisis menggunakan analisis faktor, dengan ketentuan desa yang memiliki skor faktor yang tinggi termasuk desa maju, dan seterusnya. Analisis jarak ekonomi wilayah digunakan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan. Faktor-faktor penyebab ketertinggalan desa dianalisis melalui regresi linier berganda, didukung dengan penjelasan indikator desa tertinggal menurut KNPDT serta kepemilikan aset dengan pendekatan penghidupan berkelanjutan.
Gabungan Team Perintis Presisi Polres Metro Bekasi dan Team Patroli Polsek Cikarang Timur, Amankan 6 Anggota Gengster Beserta Barang Bukti
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Sekira Pkl 03.00 wib Team Patroli perintis presisi polres metro Bekasi di pimpin Iptu Untung Purwoko berhasil mengamankan 6 Anak anak Remaja yg di duga Gangster di jalan raya Lemahabang desa Karangsari, kecamatan Cikarang Tumur Kabupaten Bekasi, Minggu 31/01/2022.
Dengan adanya penangkapan gangster pada Minggu dini hari sehingga Pada Selasa dini hari tepat di malam perayaan Imlek 01/02/2022 Sekira Pukul 01.00 wib, Team Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi bersama team Patroli kepolisian sektor Cikarang Timur melakukan monitoring kembali yang di pimpin Ipda Didi melakukan penyusuran jalur pantura “Cipta Kondisi” tepatnya berada di jalan raya Rengas Bandung depan KPU dan kantor desa Karang Sambung.
Para petugas gabungan Polres dan Polsek melakukan pengejaran kuat dugaan Akan ada aksi Tawuran kembali di jalan tersebut.
Pada saat melakukan pengejaran sebelumnya di Minggu dini hari, Petugas Team patroli perintis presisi Polres Metro Bekasi, dari jln raya Rengas Bandung depan PT platinum keramik sampai jln raya Lemahabang desa karang sari, Tepatnya di depan PT Michelin Multistrada arah Sarana jl Urip Sumohardjo, Team berhasil mendapatkan 6 anak anak gangster yg membawa Sajam ( Senjata tajam ).
Mirisnya, Ke-6 Pelaku yang di duga Gangster tersebut masih di bawah umur, saat diperiksa oleh para petugas team patroli perintis presisi.
Selain berhasil menangkap 6 Pelaku, Team pun mendapatkan Barang bukti Senjata tajam berjenis Celurit dan samurai serta sebuah korek api seperti pistol.
”Ke-6 anak gangster ini akan melakukan tawuran, tapi berhasil kami amankan,”Ujar Iptu Untung Purwoko.
Selanjutnya para pelaku dan Barang bukti di bawa dan diamankan ke Mapolres Metro Bekasi untuk ditindak lanjut dan dimintai keterangan.
Kapolres Metro Bekasi Kota Meninjau Langsung Jalannya Pergantian Tahun Baru Imlek 2022
GUE JABAR | KOTA BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Hengki bersama dengan Wakapolres AKBP. Rama Samtama Putra meninjau langsung jalannya pergantian tahun baru imlek 2022 di Kelenteng Hok Lay Kiong, kelurahan Margahayu, kecamatan Bekasi Timur pada Senin (30/01/22).
Didampingi oleh Kapolsek Bekasi Timur Kompol. Rusit, Kabag Ops Kompol Agus Rohmat, Danramil Teluk Pucung Kapten Inf Tomi Abdullah dan Kasat Intel Kompol. Tri Wahyono, Kapolres diterima oleh Kepala Seksi Kelenteng Hok Lay Kiong, Beni Gunawan dan sempat berdialog dengan warga yang merayakan Imlek.
“Khusus di Bekasi kota, perayaan Imlek dilaksanakan di Bekasi timur ini tepatnya di kelenteng Hok Lay Kiong, saudara-saudara kita yang merayakan Imlek tentu dengan suka citanya di Susana pandemi ini mereka tetap mematuhi prokes, sehingga kegiatan keagamaan tetap berjalan,” ujar Kapolres.
Pengamanan dilakukan oleh 4 Pilar baik dari Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bekasi, Satpol PP serta unsur lainnya. Polres Metro Bekasi Kota sendiri menerjunkan 10 personil pada setiap kelenteng yang ada.
“Kita sesuaikan dengan keadaan, dan ini memang situasi kita sangat kondusif, karena ini kegiatan sama saja,”katanya.
Didampingi Wakapolres, Kapolres juga sempat memberikan angpao kepada barongsai yang melakukan atraksi di area Kelenteng tersebut.
Sementara itu, Beni Gunawan Kepala Seksi Kelenteng Hok Lay Kiong bahwa perayaan Imlek tahun ini dirayakan dengan sederhana selama 2 tahun belakangan ini. hal ini dilakukan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.
“Tahun ini kita laksanakan dengan sederhana saja, kalau di kelenteng ini dulu-dulu ada acara petasan dan lainnya sekarang ini kita tiadakan, sudah dua tahun lebih, hanya sembarang saja. ini kurang dari lima puluh persen karena dalam situasi seperti ini,” ungkapnya.
Kegiatan cap go meh juga ditidakan pada perayaan Imlek tahun ini. Lilin yang ada di dalam kelenteng pun berkurang dari hari-hari sebelumnya yang mencapai 200-300 lilin. Namun, tahun ini hanya sekitar 150 lilin hasil sumbangan umat.
Ia berharap situasi pandemi cepat berlalu agar perayaan Imlek berjalan seperti masa-masa sebelum wabah Covid-19 melanda.
“Penurunan ada pada tahun ini. Semoga cepat berlalu, jadi perayaan normal kembali, karena biasanya perayaan ini bukan hanya kebudayaan Tionghoa, namun ada pula kebudayan lain yang ikut bergabung,” pungkasnya.
Polres Metro Bekasi Gelar Apel Persiapan Pengamanan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2022
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi menggelar apel persiapan pengamanan hari raya Tahun Baru Imlek 2022 yang jatuh pada tanggal 1 Februari 2022.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan pihaknya mengamankan perayaan tersebut dengan mengerahkan ratusan personel yang diterjunkan di Klenteng Tek Seng Bio, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
“Kami melakukan pengamanan kepada saudara-saudara kami yang merayakan hari raya Imlek agar berjalan secara kondusif. Bekerja sama dengan TNI, ada total 250 personel yang kami kerahkan,” tutur Gidion saat menggelar apel di Klenteng Tek Seng Bio, Senin (31/1/2022).
Kapolres menjelaskan saat ini, Kabupaten Bekasi masih menerapkan PPKM Level 2 sehingga polisi mewajibkan pihak pengelola untuk membatasi jumlah pengunjung.
“Tadi kata pengelola, kapasitas maksimal di sini bisa sampai 200 orang, karena dibatasi 50 persen, jadi nanti maksimal hanya boleh 100 orang saja,” katanya.
Meski begitu, Gidion memastikan tidak akan terjadi antrean pengunjung lantaran perayaan di tahun ini digelar tanpa acara.
“Tahun ini tidak ada acara seperti barongsai dan lainnya. Sehingga praktis pengunjung hanya akan beribadah saja. Jadi tidak akan ada antrean,” ucap Gidion.
Kapolres menyampaikan kepada pengelola dan pengunjung untuk terap disiplin menerapkan protokol kesehatan lantaran kasus aktif kini tengah melonjak di Kabupaten Bekasi.
“Patuhi protokol kesehatan karena itu adalah cara terbaik menghindari Covid-19,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayayan Klenteng Tek Seng Bio, Chuling mengharapkan di tahun Macam Air ini, Indonesia bisa segera terbebas dari Covid-19.
“Kami berterimakasih kepada Polrestro Bekasi atas pelayanan yang diberikan kepada kami. Semoga di tahun ini, Indonesia terbebas dari Covid-19,” ujar Chuling.
Menjadi Agenda Rutin, Ranting PKB Karangraharja Kembali Berbagi Paket Sembako
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Ranting Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPAC Cikarang Utara DPC Kabupaten Bekasi memiliki agenda rutin berbagi paket sembako kepada para Dhuafa dan guru ngaji.
Pada kesempatan kali ini, kegiatan rutin yang diadakan setiap bulannya tersebut, bertempat di Kampung Walahir RT 01/04 Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Minggu, 30/01/2022
Ana Suryana selaku tuan rumah dan sekaligus yang mewakili Ranting PKB Karangraharja DPAC Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi dalam acara bertutur, “Saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada kawan-kawan dari ranting yang sudah berpartisipasi sehingga acara ini terselenggara”.
Menurutnya, helatan berbagi sembako tersebut sudah menjadi agenda bulanan yang selalu akan diadakan. Untuk sasarannya, ada para guru ngaji dan kaum Dhuafa, Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bergilir, diadakan keliling disesuaikan donasi yang masuk dan kesiapan perwakilan ranting.
“Ini menjadi agenda rutin, kali ini peruntukannya untuk kaum Dhuafa. Selain berbagi, kami dari kepengurusan ranting bisa mempererat silaturahmi dan adanya manfaat yang bisa kami berikan kepada masyarakat sekitar. Tutur Ana.
Sementara Iyum selaku penerima manfaat mengatakan, “Alhamdulillah, terimakasih banyak atas perhatian Ranting PKB Karangraharja yang telah berbagi kepada kami. Semoga ini bermanfaat dan berkah. Saya berharap semoga pembagian seperti ini terus dilakukan”. Ujarnya.