Tiga Pelajar Yang Hendak Tawuan Di Amankan Oleh Polsek Setu
Kabupaten Bekasi – Tiga dari puluhan pelajar yang hendak melakukan aksi tawuran dengan pelajar lainnya di amankan petugas yang sedang melakukan patroli Rayon transisi, dari tangan para pelajar tersebut petugas mengamankan 16 senjata tajam jenis clurit,dua buah stik golf dan delapan unit sepeda motor yang di gunakan para pelajar saat akan melakukan aksi tawuran.
Peristiwa diamankannya tiga dari puluhan pelajar yang hendak melakukan aksi tawuran saat petugas Polsek Setu mendapat laporan adanya segerombolan pelajar berkumpul di kampung Burangkeng desa taman sari kecamatan Setu kabupaten Bekasi.
Berbekal informasi warga, petugas yang tergabung dalam patroli rayon presisi langsung mendatangi lokasi berkumpul nya para pelajar,melihat petugas datang kelokasi membuat para pelajar langsung berhamburan melarikan dir, naas bagi tiga pelajar yang langsung di amankan bersama belasan senjata tajam dan delapan motor yang di tinggal pelajar lainnya, oleh petugas tiga pelajar dan barang bukti langsung di bawa ke mapolsek Setu.
“kami mendapat laporan warga adanya sekelompok pelajar yang berkumpul dan hendak melakukan aksi tawuran dengan pelajar lainnya, denga melakukan patroli rayon prasisi langsung mendatangi lokasi dengan mengamankan tiga pemuda bersama belasan senjata tajam dan beberapa unit sepeda motor” jelas Kapolsek Setu AKP Mukmin.
“kelompok pelajar tersebut memang sudah berencana melakukan aksi tawuran di wilayah Bekasi timur kota Bekasi,beruntung aksinya dapat kita halau dengan selalu rutin melakukan patroli Rayon transisi”ujar AKP Mukmin.
Oleh petugas ketiga pelajar yang di amankan terancam pasal dua ayat satu undang – undang darurat nomer 12 tahun 1951, junto paaal 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun.
“kita masih memburu pelajar lainnya yang menjadi aktor rencana aksi tawuran, dan kami tidak segan menindak apabila ada pelajar lain atau warga yang mencoba melakukan aksi tawuran” tandes AKP Mukmin.
70% Sasaran Vaksinasi di Indonesia Sudah Mendapatkan Suntikan Dosis Pertama, Jubir Pemerintah Katakan Ini
GUE JABAR | Jakarta – Jubir Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro mengatakan, hampir 70% sasaran vaksinasi di Indonesia telah mendapatkan setidaknya suntikan dosis pertama. Masyarakat diimbau segera melengkapi vaksin dengan dosis kedua dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dikhawatirkan memunculkan lonjakan kasus.
Dalam Siaran Pers yang ditayangkan dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Jumat (10/12/2021), Reisa menyebutkan bahwa sejak vaksin COVID-19 pertama kali tiba di tanah air pada 6 Desember 2020 lalu, Indonesia telah menerima lebih dari 400 juta dosis vaksin baik dalam bentuk jadi siap suntik, atau bakan baku yang diproses kemudian oleh PT Bio Farma.
Angka tersebut dapat dicapai dengan upaya pemerintah mengadakan vaksin melalui berbagai cara, antara lain pembelian langsung, hibah dari negara sahabat, atau melalui kerja sama internasional seperti COVAX Facility, di mana Indonesia adalah salah satu pemimpinnya.
Hingga 7 Desember 2021 kemarin, tutur Reisa, sudah lebih dari 100 juta warga Indonesia yang telah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi COVID-19.
Sedangkan yang telah menerima suntikan dosis pertama total hampir 145 juta orang, atau dengan kata lain, hampir 70% dari sasaran vaksinasi sudah menerima minimal satu kali suntikan vaksin COVID-19. “Berarti masih ada sekitar 45 juta warga yang sedang menunggu dosis keduanya,” tambah Reisa.
Guna mendukung ketersediaan vaksin, sejak setahun ini, program vaksinasi Indonesia telah menyediakan setidaknya 7 jenis vaksin, yaitu Sinovac, Vaksin COVID-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Janssen.
Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), ujar Reisa, sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk 11 jenis vaksin COVID-19 yakni yakni Sinovac, Vaksin COVID-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Sputnik V, Zifivax, Janssen, Convidecia dan Covovax.
Berkat upaya seluruh pihak, berdasarkan data Our World in Data pada awal Desember 2021 ini, Indonesia menduduki peringkat ke-5 negara dengan jumlah terbanyak vaksinasi COVID-19 dosis lengkap, setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Brazil.
Pada kesempatan tersebut, Reisa juga menyampaikan apresiasi kepada semua pejuang dan aktor vaksinasi yang berjasa sebagai pahlawan yang membantu mengakhiri pandemi.
Terkait target vaksinasi, Reisa menyebutkan, “Kemenkes RI sendiri telah menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai di Maret atau April tahun depan.”
Vaksin, dikatakakannya, bertujuan untuk mengurangi angka kesakitan berat bahkan kematian apabila sampai terpapar. Laporan dari Satgas Penanganan COVID-19 juga menunjukkan bahwa jumlah pasien sembuh naik secara rata-rata dan jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia semakin sedikit.
Vaksinasi juga sudah menjadi syarat perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri . Mereka yang sudah mendapatkan dosis lengkap, persyaratan perjalananannya akan jauh lebih mudah untuk masuk ke tempat-tempat umum yang mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Sedangkan dalam konteks perhatian kita terhadap mutasi-mutasi virus Sars Cov-2 termasuk terhadap variant of concern yang terbaru Omicron, kata Reisa, WHO menyatakan bahwa vaksin masih ampuh melindungi dari sakit berat dan kematian.
Badan Kesehatan Dunia WHO juga menyerukan agar setiap pemerintah dan setiap individu harus menggunakan semua alat yang kita miliki saat ini, pencegahan, pengujian, perawatan untuk tetap melawan COVID-19 terutama dengan mempercepat cakupan vaksin pada populasi paling berisiko. Selain itu, juga mengintensifkan upaya menurunkan penularan dan tetap mempertahankan capaian baik saat ini.
“Dengan memperhatikan prinsip-prinsip public health and social measures atau yang kita terapkan dalam bentuk PPKM level di Indonesia,” lanjut Reisa. Ia juga mengingatkan, bahwa meski sampai dengan malam tadi hasil whole genome sequencing dari Indonesia tidak ditemukan varian Omicron, namun kewaspadaan harus diutamakan.
Untuk itu, Reisa mengajak agar ajang perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi pembuktian bahwa 280 juta rakyat Indonesia percaya lebih baik mencegah atau memutus penularan sekarang, daripada mengobati dan mengalami lonjakan kasus yang mengkhawatirkan nanti di tahun 2022 .
“Mari kita tetap membatasi dan memperketat mobilitas penduduk agar tidak ada lonjakan kasus dan warga tetap sehat setelah perayaan Nataru,” imbau Reisa.
Komitmen pemerintah tidak berubah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, meningkatkan kualitas penanganan, dan memperketat mobilitas selama Nataru yang berpotensi meningkatkan penularan. Pengendalian diterapkan mulai dari pintu masuk kedatangan internasional hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Syarat kedatangan dari luar negeri yang diperketat dengan menerapkan syarat hasil tes PCR negatif yang berlaku dua hari sebelum keberangkatan dan karantina selama 10 hari setelah tiba di Indonesia. Lalu perjalanan jarak jauh dalam negeri wajib vaksinasi lengkap dan hasil antigen negatif yang valid selama 1 hari sebelum keberangkatan,” beber Reisa.
Selain itu, juga pelarangan seluruh jenis perayaan tahun baru di hotel, pusat perbelanjaan atau mall, tempat wisata, dan tempat keramaian umum lainnya.
Kemudian, operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop dan tempat wisata diizinkan dengan kapasitas maksimal 75% dan hanya untuk orang dengan kategori hijau sesuai penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Bersamaan dengan itu, Reisa juga mengingatkan kembali pentingnya menjaga protokol kesehatan. “Seperti pesan Bapak Presiden Joko Widodo sejak awal program vaksinasi di Januari 2021, meski vaksin sudah ada, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumuman, dan membatasi mobilitas.”
Ia mengimbau pemerintah daerah untuk tetap mempertahankan angka 3T tetap tinggi, serta vaksinasi lengkap sukses menyasar semua kelompok dan di seluruh pelosok tanpa kecuali.
“Saat itu dilakukan, insya Allah, 2022 kita akan fokus ke pemulihan bersama dan pulih jauh lebih sehat dan kuat, sesuai tema Presidensi indonesia di G20, recover together, recover stronger,” tegas Reisa.
Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, Pemerintah Perketat Diseluruh Sektor Imigrasi Untuk Sukseskan Presidensi G20
GUE JABAR | Jakarta – Presidensi G20 Indonesia secara resmi telah dimulai sejak 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022.
Pemerintah menyampaikan bahwa ada sekitar 150 pertemuan pada level working group, deputi, menteri dan gubernur bank sentral, hingga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pemimpin negara hingga Oktober 2022. Seiring itu protokol kesehatan (Prokes) ketat pun telah diterapkan sejak kedatangan pertama delegasi negara-negara anggota G20 dan undangan, serta lembaga internasional.
Untuk mencegah masuknya varian baru SARS-CoV-2 jenis B.1.1.529 atau Omicron, Koordinator Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi, menyatakan jika pihaknya bersama aparat keamanan dan imigrasi telah memperketat jalur masuk di berbagai pintu masuk ke wilayah Indonesia, baik udara, darat, maupun laut. Untuk jalur udara, petugas dikatakannya bersiaga di pintu masuk Bandara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta, Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Samratulangi di Manado.
Selain pintu masuk jalur udara, petugas juga bersiaga di pintu masuk pelabuhan. “Untuk pelabuhan kita hanya buka di Batam. Nah di pintu- pintu masuk ini, betul- betul akan kita jaga,” kata Imran Pambudi dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang digerlar virtual dengan tema “Menjaga Wajah Bangsa di Gelaran G20” pada Senin (13/12/2021).
Ditambahkan Imran bahwa untuk di pelabuhan-pelabuhan terdapat kantor kesehatan pelabuhan (KKP) dengan sumber daya manusia (SDM), peralatan sistem informasi yang mendukung serta laboratorium yang mumpuni.
Sehingga mampu secara cepat dapat menditeksi jika ada varian-varian baru COVID-19 yang melewati pintu masuk dari para pelaku perjalanan internasional. “Enggak main- main ini. Lab-nya juga harus standar, dan kalau positif, sample itu akan kita kirim ke Balitbang di Jakarta untuk menditeksi apakah varian- varian baru itu sudah masuk atau belum,” ujar dia.
Namun demikian, ia memastikan bahwa dari hasil sample yang sudah diperiksa hingga saat ini belum ditemukan kasus dengan varian Omicron di Indonesia “Tapi Alhamdulillah, sampai saat ini dari sampel-sampel yang masuk belum ada ditemukan varian Omicron ini,” tegas dia.
G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia yang terdiri atas 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. Forum yang dibentuk pada 1999 ini memiliki posisi strategis karena secara kolektif merupakan representasi dari 85 persen perekonomian dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia.
Forum yang dibentuk pada 1999 ini memiliki posisi strategis karena secara kolektif merupakan representasi dari 85 persen perekonomian dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia. Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) dimulai sejak hari ini Rabu, 1 Desember 2021 lalu dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”.
Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, namun juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube). (FMB9/Johnric/TR).
KPAD Kabupaten Bekasi Soroti Tewasnya Anak di Serapan Air Perum Ratna Megah Katimaha
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi- Peristiwa mengenaskan yang terjadi kepada seorang anak MA (9) warga Kp. Katimaha Desa Karang Anyar, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, yang tenggelam di genangan resapan air Perumahan Ratna Megah Katimaha pada (25/11/2021) lalu, rupanya mendapatkan respon serius dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi.
Hal itu di ungkapkan Dadang Lesmana selaku ketua KPAD Kabupaten Bekasi, bahwa pihaknya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa MA, anak yang masih duduk di kelas 3 SD itu.
“Walaupun Developer atau pihak pengembang Perumahan tidak bisa disalahkan secara utuh, tapi kami (KPAD) memanggil dari sisi rasa kemanusiaannya, agar pihak korban bisa diringankan bebannya yang saat ini masih diras sangat duka.” Ujarnya Dadang Lesmana saat di hubungi melalalui telepon selulernya (12/12/2021).
Dirinya juga menyampaikan, korban yang meninggal dunia hanya ada satu, namun yang tenggelam saat itu bukan hanya satu anak melainkan beberapa orang anak, bagi keluarga korban yang membutuhkan pendampingan penanganan psikologis anak akibat trauma, KPAD bersama DP3A akan membantu.
“Bagi keluarga korban yang membutuhkan pendampingan psikologis anak, kami nanti akan menghubungi Dinas Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (DP3A), disana nanti ada layanan Psikologis.” Terangnya.
Dadang Lesmana juga dengan tegas berpesan kepada pihak Developer, saat dalam proses pembangunan pihaknya lebih memperhatikan dampak yang ditimbulkan.
“Jika ada sesuatu di lokasi perumahan yang membahayakan, pihak developer agar memberikan tanda pengaman atau memperingati agar menjadi kewaspadaan bagi semua.” Pungkasnya Dadang Lesmana.
Pers Media Info Pebayuran (PMIP) Lakukan Penggalangan Dana Untuk Korban Erupsi Gunung Semeru
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Bencana Alam erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Membuat duka yang mendalam bagi warga yang terdampak erupsi, Abu Vulkanik dengan panasnya menerjang pemukiman warga yang menghancurkan seluruh tatanan pembangunan baik rumah warga maupun infrastuktur jalan, jembatan dan segalanya, bahkan hingga mengakibatkan puluhan korban jiwa akibat dahsyatnya terjangan abu vulkanik dengan panasnya.
Sebagai bentuk kepedulian akan sesama, dan turut prihatin serta duka, Pers Media Info Pebayuran (PMIP) bersama Jurnalis Bekasi Peduli Galakan Penggalangan Dana untuk membantu warga masyarakat korban erupsi Gunung Semeru, Minggu (12/12/2021).
” Sebagai Jurnalis atau Wartawan, kita harus peka akan apa yang di rasakan oleh warga masyarakat, tentunya dengan mengimplementasikannya dengan hal yang positif. Erupsi Gunung Semeru yang terjadi di lumajang Jawa Timur, menjadi duka yang mendalam bagi warga masyarakat di sana, bahkan trauma. Dan itu harus kita bantu baik dengan Do’a maupun usaha kita dengan menyisihkan sedikit banyak rezeki untuk mengurangi beban hidup mereka, ” Kata Juheri Ketua Pers Media Info Pebayuran (PMIP).
Dia pun menambahkan, di usianya yang baru akan setahun, Pers Media Info Pebayuran (PMIP), memang belum dapat memberikan yang terbaik selama ini, akuinya. Baik untuk warga masyarakat Pebayuran itu sendiri maupun seluruhnya. Namun sambungnya, akan terus berupaya menjadi penggerak dan pelopor sebagai wadah jurnalis dan wartawan yang mengedepankan kepentingan masyarakat, terutama dalam aksi kemanusiaan, jelasnya
Penggalangan dana yang sementara ini, baru di laksanakan di jembatan merdeka, di Kp. Bojongjaya, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, yang merupakan perbatasan Karawang Rengas Dengklok dan Pebayuran Bekasi, dan akan terus di lakukan beberapa hari ke depannya, dan mudah – mudahan semakin banyak yang terlibat dalam penggalangan dana ini, ujarnya.
Dirinya pun, mewakili Pers Media Info Pebayuran mengucapkan terimakasih banyak, kepada rekan – rekan semuanya, yang sudah bergabung di penggalangan dana peduli korban semeru, dan sudah memberikan dukungannya, tetap semangat dan tetap solid, “Kuatkan Bangsa Bersama Media, ” Pungkasnya.
Waspada !!! Hujan Disertai Angin Kencang Menerjang Sebagian Wilayah Jawa Barat
GUE JABAR | Jawa Barat – Berikut prakiraan cuaca untuk hari ini, Senin 13 Desember 2021 di wilayah Jawa Barat termasuk Priangan Timur seperti yang dilansir dari website resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Untuk siang hari cuaca di Jawa Barat berawan hingga potensi hujan disertai petir. Khusus di wilayah Priangan Timur cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan.
Pada malam hari, secara umum di Jawa Barat berpotensi berawan. Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Cikarang, Cirebon, Karawang, Majalengka, Sumber dan Sumedang.
Sedangkan hujan sedang berpotensi terjadi di Kuningan. Cuaca pada dini hari di semua wilayah Jawa Barat, berawan.
Suhu udara di wilayah Jawa Barat pada hari ini berkisar di 18°C-32°C. Kelembapan udara Jawa Barat berkisar di 60-95 persen.
BMKG pada hari ini mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai hujan yang disertai angin kencang dan petir pada siang hingga malam hari di Kabupaten dan Kota Bogor.
Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kota Cimahi.
Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka.
Sambut Musim Penghujan, Warga Buni Asih Lakukan Kerja Bakti Agar Tidak Banjir dan Dampak Penyakitnya
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Musim penghujan sudah datang dan sekarang sudah sampai di akhir tahun, biasanya curah hujan lumayan tinggi, sebagai bentuk kepedulian agar tidak ada tempat yang kumuh dan identik adanya genangan air.
Warga Kp.Buni Asih RT 03 RW 03 Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi lakukan kerja bakti guna antisipasi banjir dan penyebaran nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti).
Selain itu ada kerja bakti ini agar nantinya apabila musim penghujan memperlancar saluran air dan tidak terjadi banjir.
Kerja bakti ini juga sebagai bentuk antisipasi penyebaran atau berkembang biaknya jentik nyamuk demam berdarah atau Nyamuk Aedes aegypti yang biasanya berkembang di tempat tempat yang penampungan air.
Dedi Junaedi Ketua RT Kp.Buni Asih RT 03 RW 03 mengatakan kerja bakti ini memang sudah sering dilakukan dan bukan hanya di akhir tahun, karena sekarang memang moment akhir tahun dan sudah datang musim penghujan, kerja bakti juga memeriksa tempat tempat yang bisa terjadi penampungan air seperti kaleng, ban bekas dan yang lainya agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.
Salah satu tokoh yang juga menjadi penggerak kegiatan ini Bapak Nasuhi juga mengatakan ini semua demi terlihat kampung yang indah dan bersih karena sudah terlihat banyak juga rumput di pinggiran jalan.
“Ya selain mencegah banjir dan dampak penyakit seperti DBD, ini juga bisa menjadikan kampung terlihat bersih karena sudah banyak terlihat rumput di pinggiran jalan,” Ucap pria yang biasa disapa Cuai tersebut.
Senada dengan yang lainya Khaerudin yang juga sebagai tokoh pemuda kampung Buni Asih sangat mendukung kegiatan ini dan mengikuti dari awal sampai akhir.
“Ya saya sangat mengapresiasi kegiatan ini terlebih buat kampung sendiri, saya juga mengikuti kegiatan ini dari awal sampai selesai,” Singkatnya.
Jubir Kemenkominfo Jelaskan Hasil Survey Hoax Tentang Covid-19
GUE JABAR | Jakarta – Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi mengatakan, data dari survei yang dilakukan Katadata Insight dan Kementerian Kominfo menunjukkan setidaknya 30 hingga 60 persen masyarakat di Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi di dunia maya, Kamis (09/12/2021).
Hal ini harus menjadi perhatian bersama, apalagi mengingat hingga saat ini hoaks terkait COVID-19 masih terus beredar sehingga menuntut kewaspadaan agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang keliru.
Dalam Siaran Pers Menolak Hoaks COVID-19 dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Kamis (9/12/2021), Dedy menjelaskan beberapa hasil suvei terkait masih besarnya pengaruh hoaks terhadap masyarakat.
Salah satunya, Riset Center for International Governance Innovation pada tahun 2019 yang dilakukan terhadap 25.000 responden di 25 negara menunjukkan bahwa sebanyak 86 persen warga online percaya mereka telah terpapar berita bohong atau hoaks saat menjelajah di internet.
Kemudian, survei dari Statista yang diadakan di tahun 2020 menunjukkan bahwa 60 persen masyarakat berusia 16 hingga 24 tahun di Inggris menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi tentang COVID-19. Namun sebanyak 59 persen dari mereka terpapar informasi tidak benar terkait COVID-19.
Di Indonesia sendiri, ujar Dedy, berdasarkan survei Katadata Insight dan Kementerian Kominfo pada tahun 2020, diketahui bahwa setidaknya 30 persen sampai hampir 60 persen masyarakat terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi melalui dunia maya, sementara hanya 21 persen sampai 36 persen saja yang mampu mengenali hoaks. “Melalui survei tersebut juga ditemukan bahwa 11,2 persen responden menyatakan pernah menyebarkan kabar bohong atau hoaks dan 68,4 persen di antaranya mengatakan hanya ingin mendistribusikan informasi, meski belum memverifikasi kebenarannya,” papar Dedy.
Ia menegaskan tentunya hal ini harus terus menjadi perhatian bersama. Terlebih, mengingat angka penemuan hoaks terkait COVID-19 menurut hasil patroli siber Kementerian Kominfo sejak 2020 sampai 9 Desember 2021 masih menunjukan penemuan berbagai macam hoaks dan disinformasi.
Untuk isu hoaks COVID-19, kata Dedy, telah ditemukan 2020 isu pada 5228 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada Facebook sejumlah 4527 unggahan. Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5079 unggahan dan 149 lainnya sedang ditindaklanjuti.
Kemudian, untuk isu hoaks vaksinasi COVID-19, ditemukan sebanyak 408 isu pada 2489 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak juga pada platform Facebook sejumlah 2297 unggahan. Dedy menjelaskan, pemutusan akses telah dilakukan terhadap seluruh unggahan tersebut.
Sedangkan terkait isu hoaks PPKM, ditemukan sebanyak 49 isu pada 1250 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak juga pada Facebook sejumlah 1232 unggahan. Pemutusan akses dilakukan terhadap 1090 unggahan dan 160 lainnya tengah ditindaklanjuti.
“Pada minggu ini, jika dilihat dari setiap topik hoaks terkait COVID-19, masih ada pertambahan isu dan angka sebaran yang melebihi angka dari minggu yang lalu,” papar Dedy.
Lebih rinci ia menjelaskan,“Namun secara keseluruhan, pada minggu ini total pertambahan hoaks tentang COVID-19, vaksinasi COVID-19, dan PPKM adalah sebanyak 17 isu di 74 unggahan media sosial.”
Angka ini sedikit lebih kecil dibandingkan minggu sebelumnya, di mana terdapat total pertambahan 18 isu di 88 unggahan media sosial.
Untuk perbandingan angka selengkapnya adalah sebagai berikut :
• Isu hoaks COVID-19 di minggu ini terdapat pertambahan sejumlah 10 isu dan 34 unggahan, sedangkan minggu sebelumnya, pertambahan yang ada adalah 11 isu dan 32 unggahan hoaks. • Isu hoaks vaksinasi COVID-19, pada minggu ini bertambah 7 isu dan 13 unggahan hoaks. Di minggu sebelumnya, pertambahan isu ini adalah sebanyak 6 isu dan 27 unggahan. • Sedangkan untuk hoaks PPKM tidak ada pertambahan isu minggu ini, namun terdapat pertambahan unggahan sebanyak 27 hoaks. Tercatat pada minggu lalu, adanya penambahan 1 isu dan 29 unggahan hoaks.
Dari 17 isu hoaks seputar COVID-19 yang beredar selama seminggu terakhir, ujar Dedy, terdapat beberapa contoh hoaks dan disinformasi yang perlu ditangkal bersama.
Pertama, pada 2 desember tersebar hoaks melalui sebuah gambar tangkapan layar pada situs WHO yang menunjukkan bahwa varian Omicron terdaftar pada November 2020 dan bukan varian COVID- 19 terbaru. Kedua, pada 3 Desember beredar hoaks melalui sebuah video di media sosial yang mengklaim bahwa penyintas COVID-19 tidak perlu di vaksin karena memiliki kekebalan natural.
Ketiga, pada hari yang sama, telah beredar disinformasi di media sosial sebuah poster film berjudul The Omicron yang diklaim tayang pada tahun 1963.
Keempat, pada 4 Desember beredar disinformasi postingan di media sosial yang membagikan daftar dugaan gejala virus Corona varian Omicron dan menyiratkan bahwa gejala tersebut sebenarnya adalah komplikasi dari vaksin COVID-19
Kelima, pada hari yang sama beredar juga hoaks di media sosial bahwa varian baru Omicron telah dijadwalkan oleh WHO melalui tabel abjad Omicron dengan keterangan bulan Mei 2022.
Keenam, pada 5 Desember, disinformasi video yang berisikan kumpulan atlet yang jatuh pingsan, dikaitkan dengan efek vaksin COVID-19 membuat masalah jantung atau miokarditis pada olahragawan.
Dengan ditemukannya varian baru yang perlu mendapatkan perhatian seperti Omicron, Dedy menekankan pentingnya mewaspadai kabar bohong yang beredar terutama terkait virus tersebut. Karena itu selain mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati, taat protokol kesehatan, mengikuti kebijakan yang berlaku, dan menggencarkan vaksinasi untuk menekan risiko persebaran COVID-19, Dedy mengimbau untuk menghentikan persebaran hoaks. “Mari semakin cerdas dalam memilah informasi agar angka persebaran COVID-19 terus menurun, menuju aktivitas yang lebih aman dan produktif,” ajaknya.
Dirjen Kemenkominfo Bersama KPCPEN Kampanyekan “#MulaiDariKamu” Dalam Bentuk Web Series
GUE JABAR | Jakarta – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) meluncurkan web series Cerita Dalam Jeda sebagai bagian dari kampanye #MulaiDariKamu, Jumat 10/12/2021.
15 film pendek tersebut akan ditayangkan melalui kanal Youtube Kemkominfo TV mulai 11 Desember 2021, bertujuan membangun optimisme kehidupan sehari-hari di tengah pandemi, sekaligus sebagai sarana sosialisasi informasi yang benar terkait COVID-19 dan upaya menggairahkan kembali industri kreatif tanah air.
Hal tersebut dinyatakan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong, Jumat (10/12/2021).
“Optimisme, sikap positif, resiliensi, adalah hal-hal yang sangat signifikan untuk ditanamkan pada masyarakat, terutama dalam situasi pandemi yang makin membaik ini. Upaya bahu-membahu, semangat kolaborasi yang ditunjukkan dalam Cerita Dalam Jeda, juga kami harapkan dapat mendorong masyarakat untuk selalu bersinergi guna pemulihan Indonesia,” imbuhnya.
Nilai-nilai dan narasi yang divisualisasikan dengan baik dalam web series ini, dikatakan Usman, juga menjadi bentuk imbauan kepada masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pengendalian pandemi, misalnya menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi.
“Kominfo akan terus menggaungkan dan menyosialisasikan edukasi dan informasi yang perlu didengar masyarakat, melalui setiap kanal komunikasi publik yang ada. Semoga web series ini dapat menjangkau dan merangkul lebih banyak orang, kemudian pada akhirnya, memberikan kontribusi pada pengendalian pandemi dan pemulihan Indonesia,” tandas Usman.
Ia juga menekankan, karena penggarapan web series ini sepenuhnya dikerjakan oleh para anak bangsa, diharapkan Cerita Dalam Jeda juga dapat mendukung pulihnya industri kreatif dan kembali berkiprahnya para pekerja seni di tanah air.
Terpisah, dalam Dialog Kreatif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Jumat (10/12/2021), Sutradara Web series Cerita Dalam Jeda, Thaleb Wirachman Wahjudi mengatakan, 15 film pendek tersebut berisi cerita ringan yang memuat nilai-nilai kehidupan di masa pandemi, dengan mengusung tema besar #MulaiDariKamu.
“Ini adalah cerita fiksi tentang kehidupan para perantau yang tinggal di sebuah rumah kos di Jakarta. Bersama-sama mereka menghadapi tantangan dan menciptakan solusinya di tengah pandemi,” papar Thaleb, “pada intinya, melalui cara yang menarik, kami ingin menyebarkan semangat optimisme dan kolaborasi kepada masyarakat, terutama dalam melawan pandemi,” tambahnya.
Dalam proses kreatifnya, Thaleb bekerja sama dengan para pekerja seni peran seperti Faris Nahdi, Shindy Huang, Abdurrahman Arif, Akina Fathia, dan Tenno Ali. “Mewakili tim yang terlibat, kami berbesar hati dapat bergabung dalam project dengan tujuan baik ini. Juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang tidak berhenti mengeksplorasi ide-ide kreatif untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” tutur Thaleb.
Web series Cerita Dalam Jeda akan ditayangkan kanal Youtube Kemkominfo TV mulai 11 Desember 2021, dengan jadwal tayang pada Kamis pukul 19.00 WIB dan Sabtu pukul 13.00 WIB.
Kampanye #MulaiDariKamu sendiri adalah gerakan untuk membangun peran kolektif masyarakat di masa pandemi melalui semangat saling bantu dan edukasi hidup sehat yang diinisiasi oleh Ditjen IKP Kominfo dan KPCPEN. Kampanye ini digulirkan melalui platform media sosial dan media-media informasi lainnya.
Sinopsis Cerita Dalam Jeda – Pandemi membuat sebuah rumah kos terancam tutup karena penghuninya berkurang drastis. Pemilik kos berencana menjual rumah tersebut lantaran merugi, namun dicegah oleh para penghuni yang memiliki ikatan emosional tak tergantikan.
Mereka juga ingin menyelamatkan penjaga kos dari ancaman kehilangan pekerjaan. Dengan kapasitas masing-masing, mereka pun bekerja sama agar rumah kos tidak berpindah tangan.
Tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)
Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional. Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.
Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Di Kalangan Masyarakat, MPR RI – GSA Foundation Gelar sosialisasi 4 Pilar
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Dilaksanakan di Swiss-Bellin Hotel Cikarang, Kabupaten Bekasi, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bersama dengan GSA Foundation (Yayasan Gerakan Silih Asah Asih Asuh) menggelar Sosialisasi 4 Pilar, pada Sabtu (11/12/2021). Empat Pilar yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Ika, dan NKRI.
“Kami menyambut baik dan apresiasi tinggi kepada lembaga MPR RI atas program Sosialisasi 4 Pilar, guna mewujudkan masyarakat Pancasilais, sekaligus mampu menjawab harapan, aspirasi dan perbaikan yang dihadapi masyarakat untuk meraih keadilan dan kemakmuran, tanpa ada yang ketinggalan”, ungkap Kang Fuad, Ketua Pembina GSA Foundation Bekasi yang juga IKAL PPSA-23 Lemhannas RI.
“Arus globalisasi berdampak luas. Bekasi yang sudah menjadi kawasan industri global, terjadi perubahan dari budaya agraris ke masyarakat industri baru. Di samping kemajuan, ada juga kesenjangan dan ketertinggalan. Perlunya kewaspadaan bersama, agar karakter dan jati diri bangsa tetap menjadi identitas nasional, tidak boleh hilang atau tergerus oleh budaya luar. Keempat pilar sebagai konsensus nasional, harus terus dijaga dan diamalkan untuk memberi solusi”, demikian Kang Hero dalam Sambutannya mewakili pimpinan MPR RI sekaligus membuka acara ditandai dengan pemukulan gong.
Dalam Sambutan pengantarnya, Kang HERO, Dr Herman Khaeron, menegaskan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila, konstitusi UUD 1945, pelestarian Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen NKRI.
Dari jajaran MPR RI hadir, Dr. Ir.E. Herman Khaeron, M.Si (F-Demokrat), A.A. Bagus Ashi Mahendra Putra, S.H., M.H (F-Golkar), Fernando Sinaga, S.Th (DPD), dan Habib Ali Alwi (DPD). Hadir juga secara virtual Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S (F-PDI Perjuangan), drg. Putih Sari (F-Gerindra), Hj Aliyah Mustika Ilham, SE (F-Demokrat), Ir. Alimin Abdullah (F-PAN).
Unsur Forkompimda hadir Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Hendra Gunawan, SIK, MM dan Dandim 05/09 : Kol. TNI. Tofan Tri Anggoro. Dalam Sambutannya, Kapolres menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar di Kabupaten Bekasi yang membutuhkan penguatan nilai-nilai dan pengamalan Pancasila di tengah arus perubahan. Pancasila sebagai dasar negara menjadi pemersatu dan perekat di tengah keragaman.
Habib Ali Alawi, dari unsur DPD RI dari Banten, menegaskan pentingnya pemahaman secara utuh dan pengamalan kelima nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat hingga ke tingkat keluarga. Sementara, Fernando Sinaga, Unsur DPD RI dari Kaltara, mengajak peserta sosialisasi 4 Pilar untuk terus membumikan Pancasila, karena Pancasila adalah rumah kita, rumah kita semua.
Di samping itu, A.A. Bagus, Fraksi DPR RI Golkar, mengingatkan pentingnya kesadaran bersama untuk mengelola perbedaan tanpa ada diskriminasi dan intoleransi. “Perbedaan dalam keragaman merupakan karunia indah, merupakan energi besar bangsa”.
“Semoga program Sosialiasi 4 Pilar terus dikembangkan dan diperluas, berkesinambungan hingga menyisir pedesaan, komunitas dan lapisan masyarakat terbawah, agar lebih hidup dan membumi”, harap Kang Fuad, Dosen Universitas Presiden yang juga Tokoh Bekasi.
Hadir sekitar 250 Peserta Undangan dari perwakilan komunitas, organisasi, lintas agama, dan tokoh masyarakat, Asosiasi Pengusaha, Forum Investor Bekasi, H Salahuddin, termasuk pimpinan Partai Politik, seperti Ketua DPC Gerindra, H Arya san Ketua DPC Demokrat, H Romli, bersama DPRD Bekasi Mia el Dabo, dan Jampang.
Seluruh rangkaian diisi dengan doa dibacakan oleh KH Abi Adi Supardi Sholeh, Ketua Majelis Zikir Al Hadi Bekasi. Tanya jawab tejadi antara peserta dengan nara sumber degan dinamis.
Situasi menarik dari acara Sosialisasi tersebut, berjalan dengan dialogis dan kritis. Kehebohannya, terjadi saat para nara sumber bersama peserta, melakukan aksi borong produk UMKM Bekasi yang dipamerkan hingga mencapai 10 juta rupiah.