Miris Pasien Covid Usai Keluar Dari RSUD Kambuh Lagi, Belum Mendapatkan Tindakan Dari Pihak Terkait

Miris Pasien Covid Usai Keluar Dari RSUD Kambuh Lagi, Belum Mendapatkan Tindakan Dari Pihak Terkait

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Ibu Neneng warga kampung pakuning, RT 02 RW 01 Desa Sukarapih, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi. Punya penyakit ginjal dan sudah melakukan HD ( cuci darah ), Ibu neneng melakukan HD di RS Bhakti Husada dan dirujuk ke RSUD Cibitung.

Dari keterangan keluarga Ibu Neng bahwasanya Pada taggal (1 Januari 2021). Ibu Neneng HD di RS Bhakti Husada dan dari Keterangan dokter Ibu Neneng pada paru-parunya ada cairan dan kotor dan di nyatakan terpapar Covid tanpa hasil swab, lalu kemudian di rujuk ke RSUD Cibitung, dan pihak RSUD Menerima rujukan dari RS bakti Husada.

Ibu neneng di masukan ke ruang isolasi yang dikategorikan pemulihan tanpa bisa dibesuk oleh keluarga dan di isolasi selama 14 hari, Namun pada keterangan boleh pulang degan lampiran

Setelah dilakukan pemeriksaan terkait Covid-19 dengan kriteria sebagai berikut 1 OTG 20 DP3 PDP hasilnya kondisi saat ini kondisi stabil yang dilingkari PDP tindak lanjut isolasi mandiri 14 hari Bekasi (6 Januari 2021) yang menerangkan RSUD kabupaten Bekasi.

Setibanya di rumah keadaan Pasien sesak dan harus cuci darah, “Kami coba hubungi puskesmas, dan pihak puskesmas hanya mengarahkan agar pasien dibawa ke RSUD tanpa mau memberikan rujukan atau pengawalan kepada pasien dengan menggunakan mobil ambulandan, Kita keluarga pun tidak ada sama sekali di lakukan rapid tes dari pihak puskesmas padahal Kita jelas kontak langsung degan pasien”.

Saat awak ingin mengkonfirmasi puskesmas, Kepala Puskesmas tidak ada dokter tidak yang ada hanya staf yang memberikan penjelasan, “Bahwasanya benar tadi pihak keluarga datang ke puskesmas dan kita sarankan ke RSUD, Kita juga tidak tau kalau ada warga disini ada yang menjadi Pasien Covid “. Pihak Dinkes atau RSUD tidak ada pemberitahuan ke kita

Pihak RSUD saat di konfirmasi dr.Lilah menyarankan untuk rujuk kembali dan Puskesmas yang memeriksa keadaan pasiennya, dan coba komunikasi dengan DINKES saja, Karena setiap yg dirawat di RSUD pasien Covid otomatis surveillance RSUD buat laporan secara online ke DINKES.

Sebagai informasi IGD dan ruang rawat pasien Covid RSUD Kabupaten Bekasi sedang penuh, di IGD saja ada stag 8 pasien Covid tapi belum bisa naik karena ruang rawat pasen Covid penuh.

“Agar memudahkan mendapat RS rujukan, bisa hubungi PSC 119 nanti mereka yang akan mencarikan RS rujukan, sehingga pasien mendapat kepastian tempat rawat dan coba komunikasi dengan PSC 119, semoga mendapat kemudahan mba Mariam yang sedang menolong pasien Covid”.jelas pihak RSUD

Dan media konfirnasi ke pihak Dinkes dr.Alamsyah lewat wahasap hanya bisa berkomentar dan berikan tangapan satu kata ” silakan hubungi RSUD”.Ucapnya

Jelas dari pantauan media Lensa pihak terkait kurangnya dalam melayani Pasien Covid-19 yang keadanya sekarang sesak dan harus cuci darah apalagi di biarkan keluarga Pasien kontak dengan orang lain.

(Mar/Red)