Pemkot Depok Rancanakan Taman Terbuka Menjadi Taman Musik Depok di Jalan Merdeka

Pemkot Depok Rancanakan Taman Terbuka Menjadi Taman Musik Depok di Jalan Merdeka

GUE JABAR | DEPOK – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat berencana membangun pangung terbuka untuk para musisi, pelaku seni dan budaya di kImage

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono usai menghadiri Depok Media Center (DMC) Words, Jumat (17/2/2023) lalu.

“Nanti kita buat depan Pemda Depok, semua boleh tampil terbuka untuk siapa saja. Pangung terbuka untuk ekspresikan diri,” kata Imam Budi Hartono.

Pria yang akrab disapa Bang Imam ini, Pemerintah Kota Depok juga telah membangun taman musik di Jalan Merdeka, Depok 2.

Taman musik tersebut juga sama untuk tempat mengekspresikan bakat dari pelaku seni, budaya, dan mususi.

“Kita (Pemerintah Kota Depok) sudah bangun taman musik. Tempat itu bisa mengekspresikan bakat anak muda, bisa dimanfaatkan,” ungkap Bang Imam.

Perlu diketahui taman musik atau Taman Musik Depok (Tamude) ini berlokasi di Jalan Merdeka, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Berkapasitas 150 penonton, gedung bernuansa putih serta bermotif tuts piano di pagarnya ini, dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelaku seni dan budaya.

Tamude dilengkapi berbagai fasilitas yang terbilang menawan.

Gedung utama sendiri berada di tengah-tengah dan jika memasuki ruangan tersebut akan melihat ruang pertunjukan berbentuk lingkaran yang cukup apik.

Sementara di sekeliling gedung utama terdapat berbagai hiasan bernuansa musik, seperti patung berbentuk selo, gitar, hingga saxophone.

Tidak sampai disitu, Tamude juga dilengkapi dengan bangku, taman, dan kolam air yang dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang berkunjung.

“Siapapun bisa menggunakan Tamude. Jadi, ini bukan hanya milik Abadijaya, tapi milik seluruh masyarakat Kota Depok, untuk itu silakan dipakai,” ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Dadan Rustandi.

Dadan menambahkan, saat ini gedung kesenian tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

Sambungnya, ke depan pihaknya akan membentuk tim pengelola untuk mengatur penggunaan Tamude.

“Tentunya dengan pengelola, kita bisa melihat jadwal siapa-siapa saja yang memakai Tamude, itulah nanti yang akan kita bentuk,” pungkasnya. (Supriyadi)

Artikel Sumber : republika.co.id