Paguyuban Pemuda Gandamerkar Gelar Aksi Dikantor BPD, Minta Pecat Salah Satu Oknum Anggota

Paguyuban Pemuda Gandamerkar Gelar Aksi Dikantor BPD, Minta Pecat Salah Satu Oknum Anggota

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Paguyuban Pemuda Gandamekar melakukan Aksi Damai (Demo) di Kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gandamekar, yang terletak di Kampung Rawajulang Jalan H.Nilam No.1, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Pada Kamis (02/03/23).

Dalam aksinya, Paguyuban Pemuda Gandamekar menuntut kepada Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memberikan sangsi kepada oknum anggota BPD sodara (JS) yang diduga melakukan kegaduhan dengan mengajukan proposal untuk mementingkan kepentingan pribadi disejumlah perusahaan di Kawasan MM 2100 yang ada diwilayah Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kordinator Aksi Demo, Paguyuban Pemuda Gandamekar, M.Jaya mengatakan, tuntutan pihaknya kepada BPD jangan sampai ada oknum anggota-anggota BPD yang melakukan kegaduhan.

“Karena kami juga sebagai masyarakat Gandamekar butuh makan, selagi masih bisa kita diskusikan ayo kita diskusikan barsama. Artinya sebelum oknum BPD tersebut melakukan tindakan seharusnya bertanya dulu di perusahaan-perusahaan tersebut ada siapa saja masyarakat yang sudah bekerjasama dengan perusahaan, kebetulan warga kami Gandamekar ada disitu, kita butuh makan dan tiba-tiba dia mau ambil bakul nasinya itu bagaimana,” katanya. (02/03/23)

M.Jaya menyampaikan, dalam hal ini mestinya pihak BPD menjaga hubungan baik dengan saling menghargai satu sama lain. Intinya Paguyuban Pemuda Gandamekar menggelar aksi damai.

“Mudah-mudahan aspirasi kita ini tersampaikan dan ditindak lanjuti oleh Ketua dan Wakil Ketua BPD Gandamekar kepada anggotanya, biar mereka (Ketua dan Wakil Ketua BPD) yang menegur anggota nya,” harapnya.

Saat dikompirmasi terkait kesalahan apa saja yang dilakukan oleh oknum BPD tersebut, M.Jaya mengungkapkan, contoh kecilnya ada sebuah perusahaan yang sudah bekerjasama dengan warga dan disitulah kesalahan oknum BPD (JS) memasukan proposal yang mengatas namakan Pribadi kepada perusahaan.

“Karena menurut saya itu sudah diluar jalur tugas dan fungsi sebagai BPD, kita disini melakukan aksi damai memberikan efek jera terhadap BPD dan jangan sampai ada hal-hal seperti itu lagi, kita mesti saling mengerti dan saling memahami dengan satu wilayah,” tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Ketua BPD Desa Gandamekar, H.Usman mengatakan, pihak BPD sebetulnya tidak tahu persoalan ini. Pasalnya, pihaknya baru tahu satu jam sebelum aksi demo dengan menerima surat. Dalam mediasi antara perwakilan BPD dengan perwakilan Paguyuban Pemuda Gandamekar, mereka (Paguyuban Pemuda Gandamekar) tuntutan dari aksi demo diduga ada oknum anggota BPD yang melanggar tata tertib peraturan dari tupoksi sebagai BPD. Dalam hal ini diduga ada salah satu oknum anggota BPD bergesekan dengan warga atau anak-anak muda Desa Gandamekar di Kawasan MM 2100.

“Ya saya juga tidak tahu ada hal ini, karena saya jarang ke lapangan. Karena tugas saya sebagai Wakil Ketua BPD Gandamekar tugasnya hanya rapat-rapat dan rapat, justru saya tahu setelah Ketua BPD telepon, kata ketua saya kalau ada apa-apa atau permasalahan tolong ditekel (tangani), disini saya ditugaskan ketua untuk mewakili ketua, selanjutnya akan saya laporkan ke ketua, karena ketua saya sedang pulang kampung, saya juga disini gak tau ada permasalahan apa, kok tiba-tiba ada Demo, sebetulnya saya satu jam sebelum demo menerima surat akan ada aksi demo, saya baru tau disitu,” ujarnya.

Lanjut dia, kalau memang didugaan tersebut benar ada aturan yang sudah diatur di Permendagri. Itu sudah ada aturan dan undang-undangnya.

“Kalau anggota BPD benar melanggar kami akan berikan surat teguran 1 2 dan 3, gak serta merta langsung dipecat. Dan dari itu semua kita mengacu kepada undang-undang. Insyaallah kedepannya kita akan benahi anggota-anggota kita agar jangan sampai berbenturan lagi dengan masyarakat,” pungkasnya.

(Dayat)