Perjuangan Hidup di Rumah Tak Layak Huni dan Memilik Penyakit Tuberkulosis (TBC) Paru

Perjuangan Hidup di Rumah Tak Layak Huni dan Memilik Penyakit Tuberkulosis (TBC) Paru

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Sungguh Miris” melihat rumah tak layak huni yang ditempati oleh Mardanih dan Suherman RT/002/02 di Desa Setiadarma, Tambun Selatan. Keadaan rumah ini mencerminkan realitas yang memilukan di mana sebagian masyarakat Indonesia masih hidup dalam kondisi yang jauh dari standar kehidupan yang layak. Masalah rumah tak layak huni masih menjadi masalah sosial yang mendalam di banyak daerah. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dan program. Sabtu 20/05/23.

Rumah Mardanih dan Suherman terlihat dengan jelas Dinding rumahnya sudah tua dan rapuh, ditambah genting yang banyak bocor, serta lantai yang becek menjadi pemandangan yang menyedihkan di sekitar rumah tersebut.

Suherman saat diwawancarai oleh awak media mengatakan, kalau hujan didalam rumah tergenang air mbak, kalau hujan deras air hujan di Tadahin pakai baskom dan ember, tapi tetap saja tergenang air didalam rumah, karena atapnya banyak yang bocor,” ungkap Suherman

Kalau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai dari Desa (BLT-DD), kami dapat mbak, alhamdulillah,” kata Suherman yang didampingi Mardanih

Saya memiliki penyakit Tuberkulosis (TBC) Paru, dulu sempat berhenti berobat karena gak kuat jalan dan sesak nafas, itu yang membuat saya berhenti berobat, gak ada yang mengantarkan ke puskesmas, kalau berobat kan selalu jalan kaki,” ujar Suherman

Saat awak media apakah hari ini sudah makan, masak apa, pakai lauk apa, Suherman dan Mardanih menjawab, masak nasi doang mbak, makannya saja pakai nasi putih,” ujarnya. (mubarok)