Fikom Unisba dan Tular Nalar Mafindo Menggelar Pelatihan Sekolah Kebangsaan untuk Pemilih Pemula dalam Rangka Milad Unisba ke-65

Fikom Unisba dan Tular Nalar Mafindo Menggelar Pelatihan Sekolah Kebangsaan untuk Pemilih Pemula dalam Rangka Milad Unisba ke-65

GUE JABAR | BANDUNG – Fikom Unisba kembali menggelar kegiatan pelatihan Sekolah Kebangsaan, satu pelatihan   dengan target audiens anak-anak muda pemilih pemula. Kegiatan diselenggarakan pada Jumat (27/10/2023) di SMA Negeri 2 Sumedang, Jalan Sebelas April KM 3 Sumedang pada pukul 07.30 – selesai, merupakan kerja sama dengan Program Tular Nalar Mafindo dan menjadi salah satu kegiatan PKM dalam rangkaian perayaan Milad Universitas Islam Bandung (Unisba) ke-65.

Dari empat pelatihan yang direncanakan, SMA Negeri 2 Sumedang menjadi tempat pertama. Pemilu yang semakin dekat akan memicu beragam berita hoax beredar dimasyarakat, dan pemilih pemula adalah kelompok yang rentan untuk tertepa berita hoax, maka Tular Nalar sejak tahun lalu menyiapkan “amunisi” berupa materi literasi digital dan dikemas melalui pelatihan micro teaching yang seru dilakukan oleh anak-anak muda. Diharapkan melalui pelatihan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapan para pemilih pemula dalam menghadapi pemilu yang akan datang. Sehingga mereka bisa menjadi agen perubahan dalam menangkal berbagai hoax yang tumbuh subur menjelang Pemilu.

Rangkaian kegiatan pelatihan ini dimulai dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), Alexandria Cempaka Harum, S.I.Kom., M.I.Kom yang dilanjutkan dengan pengarahan dari Person in Charge (PIC) kegiatan, Venny Sevtiany, S.I.Kom., M.I.Kom terkait dengan maksud dan tujuan acara. Kegiatan ini disambut dengan baik oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sumedang, Suhara Sudrajat, S.Pd.  Dalam sambutannya, Wakepsek menyampaikan bahwa, “Acara ini sangat bermanfaat bagi para siswa kelas tiga dalam menyambut pemilu. Kami sangat menyambut baik dan semoga kegiatan ini dapat berlanjut di masa yang akan datang,” ujarnya.

Pelatihan yang dilakukan perkelompok kecil dan di temani oleh satu orang fasilitator ini, diawali dengan mengisi pre-test terkait materi, dan dilanjutkan dengan paparan materi tentang “Demokrasi” dan “Pemilu”, siswa terlihat antusias mengikuti materi ini apalagi penyampaiannya juga diselingi oleh beberapa gim Distorsi Informasi sebagai media kreatif pengenalan berita palsu (hoaks).

Di akhir acara, siswa peserta pelatihan mengisi lembar refleksi yang merupakan aktivas perenungan kembali materi-materi yang ditelah didapatkan selama FGD sebagai bentuk penguatan pemahaman siswa. Kegiatan diakhiri dengan kegiatan berbagai komentar muncul dari siswa selama kegiatan ini, salah satunya adalah dari Mezaluna (18), yang merasa pelatihan ini sangat menarik dan dan banyak sekali ilmu yang di dapat. Ia juga menambahkan bahwa “Kami belajar belajar tentang demokrasi dan pemilu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Selain itu, informasi di luaran sana banyak sekali yang palsu. Jadi, jangan percaya (begitu saja) dengan informasi yang ada di luaran sana.” Hal yang sama juga disampaikan oleh Helmi (17), yang mengatakan bahwa “Banyak informasi yang didapatkan seperti belajar pemilu, demokrasi, dan hoaks. Nanti (saya) akan memilih saat pemilu karena sudah berusia 17 tahun.”

Pelatihan-pelatihan literasi digital memang menjadi salah satu kekuatan tema yang sering dilakukan oleh civitas akademika Unisba, apalagi oleh Fikom Unisba yang menjadi panitia perayaan Milad Unisba tahun ini. Kegiatan ini sejalan dengan tema Milad Unisba ke-65 yakni “Penguatan UNISBA UNGGUL dalam Mewujudkan SDG’s Melalui Kolaborasi Hepta-helix”. Tema ini dipilih sebagai perwujudan upaya mengeratkan kolaborasi baik itu bersama unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa.

Kerja sama Unisba yang terjalin dengan Tular Nalar Mafindo tentu merupakan salah satu wujud nyata dari kolaborasi hepta-helix tersebut. Diharapkan melalui kegiatan pelatihan ini akan tumbuh kesadaran di masyarakat terutama anak-anak muda pemilih pemula akan pentingnya pengetahuan literasi digital, sehingga tidak terjebak pada berbagai informasi yang salah terkait dengan pelaksanaan pemilu. 

(Db)