Home Blog Page 136

Hati Hati dengan Pinjol Tidak Resmi, Seorang Warga di Bekasi Diintimidasi Diduga Oknum Debt Collector

0

Hati Hati dengan Pinjol Tidak Resmi, Seorang Warga di Bekasi Diintimidasi Diduga Oknum Debt Collector

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Menyikapi situasi perekonomian sekarang ini banyak cara oknum untuk melakukan penipuan terhadap masyarakat, yang mengalami kesulitan ekonomi.

Seorang warga di Kabupaten Bekasi mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari oknum penagih hutang yang diduga dari pinjaman online ilegal.

Ada oknum yang mengaku dari Pinjaman Online (Pinjol) yang diduga ilegal telah melakukan intimidasi dan pemerasan kepada seorang warga di Kabupaten Bekasi (AS) ,yang bertempat tinggal di Perumahan Graha Asri, Jababeka, Cikarang Utara.

Saat di konfirmasi AS mengatakan bahwa dirinya memiliki bukti percakapan dengan oknum yang diduga dari para Pinjol ilegal tersebut dan akan dijadikan alat bukti untuk melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian.

Sebagai perpanjang tangan informasi untuk mengigatkan kepada seluruh masyarakat terutama ibu ibu , harus berhati hati menggunakan media sosial.

Adapun Oknum yang melakukan intimidasi dapat dilakukan tuntutan hukum sesuai dengan pasal : UU ITE (Informasi & Transaksi Elektronik) | UU No. 11 Tahun 2008 Ketentuan Pidana Pasal 45 yang berklausul

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

(Irwandi)

HARI TANI NASIONAL, PEMUDA TANI : SEJAHTERAKAH PAK/BU TANI INDONESIA?

0

HARI TANI NASIONAL, PEMUDA TANI : SEJAHTERAKAH PAK/BU TANI INDONESIA?

Oleh: H. Syahrir, SE, M.IPol (Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia Provinsi Jawa Barat – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat)

GUE JABAR | BANDUNG -Setiap 24 September, kita memperingati Hari Tani Nasional (HTN), yang kini tahun 2023 ke 63 tahun. Penetapan tanggal 24 September sebagai Hari Tani Nasional diteken Presiden Soekarno dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963. Tanggal ini bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Peringatan HTN untuk mengapresiasi perjuangan petani di Indonesia. Keberadaan petani menjadi penting bagi negara agraris untuk turut serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia merupakan negara agraris, yang artinya sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian di bidang pertanian.

HTN merupakan sejarah perjuangan golongan petani hingga pembebasan mereka dari kesengsaraan.

Dari perjuangan para Pak/Bu Tani, diharapkan apresiasi dalam sejarah penting pertanian Indonesia tidak diperingati sebatas lips service tetapi lebih mendalam dan menyentuh golongan muda, milenial, generasi Z sebagai generasi penerus dan pejuang bangsa.

Alangkah naibnya kita sebagai bangsa bila peringatan HTN hanya dilakukan sebatas ceremonial. Tetapi lebih dari itu, Pemerintah  melakukan introspeksi, evaluasi terhadap upaya-upaya meningkatkan harkat martabat, serta kesejahteraan petani. Sudahkah petani kita sejahtera?

Di era Orde Baru, ada program Panca Usaha Tani, dan saat ini punya jaminan regulasi kesejahteraan petani. Melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Tetapi apakah itu sudah dijalankan dan dirasakan petani?

HTN merupakan kepastian hukum hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat, demi mewujudkan kemakmuran, kebahagiaan, keadilan bagi negara dan rakyat, terutama rakyat tani, dalam menuju masyarakat adil dan makmur.

HTN Orde Baru

Hari Tani Nasional dibentuk atas persetujuan Presiden Soekarno. Hal ini terwujud dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 1963.

Di Masa orde baru, ada berbagai perubahan di bidang pertanian. Pada 1974 dibentuk Badan Litbang Pertanian berdasarkan Keppres tahun 1974 dan 1979.

Kemudian pada 1980 didirikan Departemen Koperasi secara khusus. Koperasi ini dibentuk untuk membantu para petani kecil di luar Jawa Bali agar dapat meningkatkan usaha pertanian berskala lebih besar.

Pada 1983 terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian. Hal ini sesuai dengan Kepres No 24 Tahun 1983.

Pada 1993, dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh provinsi sesuai dengan Keppres No 83 Tahun 1993. Selain itu juga terjadi pembentukan 2 unit organisasi BPTP di 2 Propinsi, yaitu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung (Kepmentan No. 633/Kpts/OT.140/12/2003).

(Tim)

Utamakan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat Puskesmas Pembayuran Launching Ruang Rawat Inap

0

Utamakan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat Puskesmas Pembayuran Launching Ruang Rawat Inap

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat puskesmas Pembayuran kabupaten Bekasi pada hari ini Senin, 25-09-2023 Launching ruang rawat inap dengan tema LARASATI Layanan Ranap Sehati.

Dalam sambutannya kepala dinas kesehatan kabupaten Bekasi dr.Alamsyah mengatakan Puskesmas merupakan sarana kesehatan terdepan atau ujung tombak yang memberikan pelayanan kesehatan berupa upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi masyarakat dengan mutu yang terjamin. Keberhasilan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembayuran memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena fungsi utama Puskesmas Pebayuran lebih ditekankan pada upaya-upaya promotif dan preventif. Dalam rangka peningkatan akses layanan kesehatan kepada masyarakat maka dibentuklah Puskesmas Pembayuran menjadi rawat inap. Diharapkan dengan adanya Puskesmas rawat inap masyarakat yang memerlukan perawatan lanjutan tingkat dasar seperti persalinan normal, penanganan beberapa penyakit seperti diare, observasi febris dan demam berdarah dapat dilakukan di Puskesmas Pembayuran. Ungkapnya

Masih di acara yang sama kepala puskesmas Pembayuran, Umar Iskandar, menerangkan bahwa Instalasi rawat inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan rawat inap Puskesmas Pembayuran yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, keperawatan dan rehabilitasi . ujarnya

“Semoga puskesmas Pembayuran ini dapat menambah pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Pembayuran,” Harap dr.Alamsyah.

dr.Alamsyah didampingi camat Pembayuran, Hasyim Adnan, dan Kepala UPTD Puskesmas Pembayuran, Umar Iskandar meresmikan Ruang Rawat Inap Puskesmas Pembayuran.

Dilanjut keterangan Kepala puskesmas Pembayuran, “Umar Iskandar mengatakan dengan adanya ruang rawat inap yang baru ini haruslah menjadi dan penambah motivasi bagi petugas puskesmas dalam melayani masyarakat, karena mempunyai ruang rawat inap yang lebih representatif.

“Puskesmas selain melayani juga punya peran mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat. Suatu saat kalau memang mereka sakit dan harus dirawat inap, ya mereka dirawat inap cukup di sini, jadi tidak harus ke Rumah sakit,” katanya.

Umar menambahkan, penambahan fasilitas ini tentunya semangatnya ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, berobat sudah gratis, pelayanan harus tetap bagus.

Peresmian ditandai dengan pemotongan untaian bunga melati oleh kepala dinas kesehatan kabupaten Bekasi, dr.Alamsyah, dan turut dihadiri ketua BPJS, Camat Pembayuran beserta jajaran, kepala desa, serta para kepala puskesmas se-kabupaten Bekasi.

(Ung)

Junaedi S.Sos Lakukan Sosialisasi dengan Gelar Senam Silaturahmi Bersama Masyarakat

0

Junaedi S.Sos Lakukan Sosialisasi dengan Gelar Senam Silaturahmi Bersama Masyarakat

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Bacaleg Partai Gerindra Dapil 7 H.Junaedi S.sos lakukan sosialisasi dengan menggelar senam silaturahmi bersama para Zumba di Kampung Warung Kobak, Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu 24/09/2023.

Terlihat ratusan peserta mendatangi lokasi untuk mengikuti senam silaturahmi bersama Bacaleg Partai Gerindra Dapil 7 Kabupaten Bekasi tersebut.

Bacaleg yang biasa disapa Bang Ajuk ikut senam bersama dengan para ibu – ibu peserta senam silaturahmi dari berbagai kampung.

Junaedi S.Sos mengatakan bahwa dirinya melakukan sosialisasi dengan menggelar senam silaturahmi ini guna memperkenalkan dirinya sebagai Bacaleg Dapil 7 Kabupaten Bekasi dari Partai Gerindra.

“Pada kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk memperkenalkan diri saya sebagai Bacaleg dari Partai Gerindra di Dapil 7,” Terangnya.

Bacaleg yang biasa disapa Bang Ajuk ini juga menjelaskan bahwa sebelumnya juga sudah melaksanakan kegiatan yang sama di beberapa daerah di Dapil 7 salah satunya di Perum Graha.

“Kita juga sudah melaksanakan kegiatan yang sama sebelumnya di Perum Graha Cikarang, Selain memperkenalkan diri juga, kita terus melakukan sosialisasi untuk memenagkan H.Prabowo Subianto selaku ketua umum partai Gerindra sebagai Calon Presiden 2024,” Ungkapnya.

Junaedi juga berharap kepada seluruh masyarakat agar pada nanti disaat hari pemumgutan suara agar menggunakan hak pilihnya dan tidak Golput.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat pada tanggal 14 Februari 2024 nanti agar mendatangi TPS untuk melakukan pencoblosan dan jangan Golput, karena itu hak dari masyarakat untuk memilih pemimpin nya,” Pungkasnya.

(Erv)

Polres Tasikmalaya Kota Amankan Ratusan Liter Tuak di Kandang Kuda, Saat Giat Operasi Pekat

0

Polres Tasikmalaya Kota Amankan Ratusan Liter Tuak di Kandang Kuda, Saat Giat Operasi Pekat

GUE JABAR | KOTA TASIK – Patroli Sat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota mengamankan ratusan liter minuman keras (miras) jenis tuak disebuah kandang kuda di jalan Cilembang Kelurahan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Jumat (23/09/23) malam

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP SY Zainal Abidin melalui Kasat Sabhara Iptu Hartono mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka  Operasi Pekat Lodaya 2023.

“Kami amankan ratusan liter miras jenis tuak di sebuah kandang kuda, kegiatan ini dalam rangka operasi Pekat Lodaya 2023,” ungkapnya

Ia menjelaskan, kandang kuda tersebut diduga dijadikan tempat produksi dan gudang miras,namun
pemiliknya berhadil kabur saat didatangi Polisi.

“Menindaklanjuti informasi warga,kemudian saat di cek kami temukan ratusan miras jenis tuak dalam tong besar dan kemasan plastik siap jual,” jelasnya

Kemudian Patroli dilaksanakan juga di wilayah Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, dan  mengamankan Puluhan Botol Miras berbagai merek dan jenis dari sebuah warung.

“Kita juga temukan puluhan Botol Miras dari sebuah warung di Wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, semuanya kami amankan ke Mapolres,”sambungnya

Ia menegaskan bahwa wujud komitmen Polres Tasikmalaya Kota dalam memberantas peredaran miras, pihaknya menghimbau partisipasi warga untuk bersama sama menjaga lingkunganya dari gangguan kamtibmas.

“Menghimbau partisipasi warga untuk melaporkan melalui Bebeja Ka Polres di nomor WhatsApp 081-119-110-110, apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkunganya, pasti Polisi segera meresponnya,” pungkasnya

(Sampe)

Polisi Tetapkan 3 Orang Tersangka Pada Kasus Bentrokan Ormas di Bekasi

0

Polisi Tetapkan 3 Orang Tersangka Pada Kasus Bentrokan Ormas di Bekasi

GUE JABAR | BEKASI – Polisi masih menyelidiki kasus bentrokan dua ormas di Bekasi yang berujung satu orang tewas. Terkini, polisi telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Sudah ada (tersangka), tiga orang,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Dani Hamdani saat dihubungi, Jumat (22/9/2023).

Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan tiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas.

“Tiga tersangka, penganiaya semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kombes Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan tidak ada kontak fisik yang terjadi saat kedua pihak bersitegang. Menurutnya, permasalahan itu terjadi karena kesalahpahaman di antara dua kelompok yang dipicu oleh masalah penarikan mobil.

“Kesalahpahaman masalah ‘mata elang’, penarikan kendaraan bermotor. Kalau tadi sore kaitannya soal pengambilan kendaraan. Satu dari pihak leasing atau debt collector, satunya lagi dari pihak pemegang kendaraan,” jelasnya.

Menurut Twedi, permasalahan tersebut sudah selesai di Polsek Setu. Tidak ada yang diamankan dalam kejadian ini.

“Tidak ada yang diamankan, hanya terjadi kontak fisik, karena kesalahpahaman sudah bisa kita bubarkan,” ujarnya.

Namun bentrokan kembali terjadi di wilayah Mustika Jaya, Bantargebang, Kota Bekasi. Polres Metro Bekasi pun mem-backup Polres Metro Bekasi Kota, mengingat wilayahnya berbatasan.

“Iya itu perbatasan Setu dan Bantargebang, kami backup, Polres Metro Bekasi Kota,” ucap Twedi.

Dihubungi terpisah, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Dani Hamdani menyampaikan hal serupa. Kasus ini kini ditangani oleh Polres Metro Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota.

“Awalnya penarikan kendaraan di wilayah Setu. Ditangani (Polres Metro Bekasi) Kabupaten untuk TKP Setu dan Bekasi Kota untuk yang di Bantargebang,” tutur Dani.

(Wati)

Polda Metro Jaya Dan Mabes Polri Gelar Sosialisasi Penyegaran Pemahaman Hak Asasi Manusia

0

Polda Metro Jaya Dan Mabes Polri Gelar Sosialisasi Penyegaran Pemahaman Hak Asasi Manusia

GUE JABAR | JAKARTA – Polda Metro Jaya bersama dengan Staf ahli Kapolri dan Divisi Hukum Polri menggelar Sosialisasi Penyegaran Hak Asasi Manusia bagi anggota Polri, kegiatan berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Kamis (21/9/2023).

Acara dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, Irjen Pol Hendro Pandowo selaku Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya, Brigjen Pol Imam Sayuti selaku Kepala Biro Bantuan Hukum Divisi Hukum Polri, Bapak Nurkholis selaku Penasehat Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia, Wakapolda, Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Metro Jaya serta seluruh peserta sosialisasi.

Dalam kesempatan ini Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto membuka langsung acara tersebut, Karyoto mengatakan bahwa Menjaga Keselamatan Jiwa Raga, Harta Benda dan Hak Asasi Manusia adalah merupakan Pedoman seluruh anggota Polri yang tercantum di dalam Catur Prasetya.

“Tentunya secara filosofis, setiap tindakan Kepolisian haruslah dapat berimplikasi pada keselamatan manusia secara utuh yaitu selamat jiwanya, selamat hartanya dan terjaminnya hak-hak yang melekat pada manusia tersebut, ucapnya”.

Karyoto mengungkapkan saat ini Polda Metro juga telah melakukan serangkaian kegiatan kemanusiaan yang dapat dimaknai sebagai upaya-upaya pengakuan dan pemenuhan hak asasi manusia seperti kegiatan bedah rumah dan bakti sosial yang membantu masyarakat untuk memenuhi hak atas hidup yang layak, kegiatan pengamanan demo, sebagai upaya mendukung hak kebebasan berpendapat di muka umum dan lain sebagainya.

Kemudian, pada kesempatan yang sama Staf ahli Kapolri Bidang Sosbud Irjen Pol Hendro Pandowo mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan sosialisasi ini agar seluruh anggota Polri dapat memahami prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia serta dalam pelaksanaan tugas harus tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

“Polri Sebagai Institusi yang Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan (Presisi) dalam pelaksanaan tugas senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum, norma agama, norma kesopanan, kesusilaan serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” ucapnya.

Diakhir, Karyoto berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan literasi dan penguatan pengetahuan akan Hak Asasi Manusia dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi seluruh personel Polda Metro Jaya saat pelaksanaan tugas dilapangan.

Polres Tasik Kota Ungkap Kasus Penganiayaan Yang Korbannya Meninggal Dunia

0

Polres Tasik Kota Ungkap Kasus Penganiayaan Yang Korbannya Meninggal Dunia

GUE JABAR | KOTA TASIKMALAYA – Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP SY Zainal Abidin S.I.K, Melakukan Press Release Kasus Tindak Pidana Penganiayaan Yang Direncanakan Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia di Jl. Letnan Harun dekat jembatan sungai ciloseh, kp. Gunung Tujuh Rt 02 Rw 04 Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, ditangkap Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (20/09/2023)

Peristiwa pembunuhan pria berusia 26 tahun tersebut terjadi pada Sabtu (09/09/2023) sekira pukul 01.15 WIB. 

Sat Reskrim mengamankan 2 pelaku pembunuhan berinisial RCK (24) warga Kelurahan Sukamajukaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat dan Ar (26) warga Kp. Garunggang, Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. 

modus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku yakni membacok korban dengan celurit ukuran 70 cm, sehingga mengenai tubuh korban bagian punggung kiri atas , lengan kiri atas ,paha kiri belakang, pinggang belakang, telapak kaki kiri, sehingga korban mengakibatkan meninggal dunia.

Ia menuturkan, Tersangka menghubungi korban dengan maksud untuk mengajak berkelahi, sehingga tersangaka bersama 6 (enam) teman lainnya berangkat ke TKP namun sebelum tersangka mengambil 1 (satu) bilah celurit yang disimpan di rumahnya, kemudian tersangka 1 (RCK) dan tersangka 2 (AR) menemui korban sementara temen lainnya menunggu di stopan Gunung Tujuh yang berjarak kurang lebih 200m.

“Setelah tersangka bertemu korban, tersangka mengeluarkan 1 (satu) bilah celurit sehingga korban lari dan terjatuh. Pada saat badan korban posisi miring kanan, kemudian tersangaka mengayunkan celurit ke arah badannya secara acak sebanyak 5 kali” ujarnya. 

Korban memeluk badan tersangka dari arah belakang akan tetapi tersangaka mencoba melepaskan dengan memukul beberapakali ke arah wajah korban, korban melawan dan berteriak “begal” ternyata di sekitar banyak warga dan bis yang melintas.

Selanjutnya, tersangaka mendorong badan korban sehingga terjatuh keduanya kedalam jurang sehingga tersangaka dapat melarikan diri ke arah timur dan bersembunyi di belakang rumah warga sekitar.

Sekira jam 05.00 Wib tersangka keluar menuju rumah saksi AANG yang berlokasi di kp. Leuwidahu Kota Tasikmalaya.

“Saat tersangka mengetahui bahwa korban telah meninggal pada saat itu juga tersangka melarikan diri ke daerah semarang dengan menggunakan BUS,” ungkapnya. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 353 ayat 3 Jo 56 KUHPidana tentang penganiayaan yang dilakukan dengan direncanakan terlebih dahulu, yang perbuatan itu mengakibatkan kemaitan orang.

“Ancamannya penjara selama-lamanya 9 tahun” pungkasnya.

(SHM)

“Sinergi Dalam Menggapai Masa Depan” Kapolda Jabar Silaturahmi dengan Rektor Universitas dan Perguruan Tinggi Jawa Barat.

0

“Sinergi Dalam Menggapai Masa Depan” Kapolda Jabar Silaturahmi dengan Rektor Universitas dan Perguruan Tinggi Jawa Barat.

GUE JABAR | BANDUNG – Kapolda Jabar Silaturahmi dengan Rektor Universitas dan Perguruan Tinggi Jawa Barat dengan tema “Sinergi Dalam Menggapai Masa Depan” di Ruang Aula Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat Jl. Soekarno Hatta No.839, Babakan Penghulu, Kec. Cinambo, Kota Bandung, Rabu 20/09/23.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bermaksud menjalin Silaturahmi dengan civitas Akademik Universitas khususnya di Jawa Barat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta membentuk sebuah karakter dan jatidiri seorang Mahasiswa sebagai Agen Of Change yang berfikir kritis, kreatif dan inovatif menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Dalam acara silaturahmi yang digelar tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M, Brigjen Pol. Bariza Sulfi, S.I.K (Waka Polda Jabar) beserta PJU Polda Jabar, Dr. H. R. Iip Hidajat, M.Pd. (Kepala Badan Kesbangpol Prov. Jabar yang mewakili PJ Gubernur Jabar), Dr. H. Abdul Harris Bobihoe (Ketua Komisi V Mewakili Ketua DPRD), Kolonel CAJ Rudi Prianto (Staf Ahli Pangdam III Siliwangi Bidang Ekonomi).6. Bapak Sani Rozali, S.H., M.H (Koordinator Kajati Jabar), Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T. IPU. (Kepala LLDikti Wil IV Jabar), Bapak Rifqi Alimubarok. S. Ag., M.Si (Ketua KPU Prov Jabar), Bapak Setia Budi Hartono, SH.,MH (Kabag Penanganan Penyelenggaraan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu), H. Efendi Rahmat, M .Ag (Perwakilan Kemenag Jabar), Prof Dr. UMAM SUHERMAN, AS, M.Pd (Guru Besar dan Pemerhati Pendidikan), Rektor Universitas dan Warek Perguruan Tinggi di Wilayah Jawa Barat.

Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M dalam sambutanya katakan bahwa, “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat ini, kita semakin mendekati hari H Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang, atmosfer dan temperatur Politik pun semakin terasa mengalami peningkatan. Pertempuran narasi antar relawan dan pendukung ketiga bakal calon tampaknya menjadi magnet perbincangan publik, baik di dunia nyata maupun dunia virtual. Realitas aktual dan faktual ini telah menjadikan arena Politik pun otomatis dipenuhi gejolak.
Kita bisa melihat berbagai perang retoris yang menghiasi media sosial dan layar gawai. Dalam takaran tertentu, perbedaan pilihan Politik merupakan konsekuensi logis dari apa yang namanya demokrasi, sehingga perbedaan pilihan sesungguhnya merupakan dinamika kontestasi,” Ungkap Kapolda Jabar.

“Sepanjang semua berbicara dan bergerak dalam konteks untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk itulah, di atas perbedaan pandangan dan pilihan Politik, semangat persatuan dan kesatuan harus menjadi landasan utamanya untuk menghindari dampak negatif polarisasi yang bisa mengarah pada perpecahan. Bapak dan ibu sekalian yang saya banggakan, Setelah sebelumnya kita memasuki era vuca (volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity) dimana mengilustrasikan sebuah kondisi transformasi yang terjadi dengan super cepat, tanpa bisa kita duga, rumit dan membingungkan, untuk menggambarkan kondisi sebelum adanya pandemi, disrupsi teknologi, dan ketidakstabilan perPolitikan dunia. Kemudian pasca pandemi covid-19 menuntut adanya pemahaman baru yang bisa kita kenal dengan istilah bani (brittle, anxiety, non-linear dan incomprehensible) untuk mendefinisikan keadaan Ekonomi, Politik dan Sosial yang bisa berimplikasi pada instabilitas keamanan. Artinya akan banyak variabel baru yang bisa muncul kapan saja dan dimana saja yang bersifat super dinamis dan unpredictable,” Terangnya.

“Untuk itulah kita semua hadir dan bertemu disini dalam rangka meningkatkan semangat kebersamaan, turut berkontribusi secara aktif sesuai profesi luhur kita dalam menjaga dan memelihara kondusifitas kamtibmas, khususnya di seluruh wilayah jawa barat dan umumnya di seluruh wilayah indonesia. Peran Perguruan Tinggi sebagai kawah candradimuka dalam menggemleng generasi muda penerus bangsa, memegang peranan krusial dalam menciptakan pemimpin yang bersih dan moral yang luhur agar mampu membawa bangsa ini menuju kemakmuran dan keadilan sosial. Di dalam konteks filsafat pendidikan, ada dua hal utama yang perlu dibangun,” Tambahnya.

“Pertama, kemampuan berpikir kritis. Kedua, mendorong kreativitas dalam berinovasi dan menciptakan nilai nilai kemanfaatan bagi kemanusiaan. Hal ini berarti tidak hanya fokus pada aspek kognitif semata, tetapi juga melihat masalah secara komprehensif,”.

“Pendidikan memiliki hubungan erat dengan berbagai jenis kecerdasan, seperti intelligence quotient (iq), Emotional Quotient (EQ), dan Transcendental Quotient (TQ) atau kecerdasan spiritual. Oleh sebab itu indikator kecerdasan bukan hanya sebatas pengetahuan yang dimiliki seseorang, melainkan juga meliputi kemampuan empati, kepedulian terhadap lingkungan dan pemahaman yang mendalam terhadap aspek-aspek manusia yang lebih dalam. Dalam konteks inilah, dimana lingkungan strategis saat ini banyak dipengaruhi oleh multi variabel maka kita perlu bahu membahu dalam semangat kebersamaan untuk menjaga persatuan. Terlebih di tahun Politik seperti saat ini. Di samping itu, perlu diketahui juga terkait dengan ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan Mahasiswa,”.

“Mahasiswa saat ini dibidik sebagai subjek dan objek kejahatan. Baik dia sebagai pemakai, ataupun dia menjadi bagian dari lingkaran kejahatan sehingga terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Hal ini perlu mendapat perhatian kita bersama agar di usia produktifnya mereka lebih diarahkan untuk menghasilkan karya karaya inovatif sehingga membawa kebermanfaatan pada lingkungan dan mengharumkan nama bangsa dan negara,” Pungkas Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.

Dalam sambutanya Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Bariza Sulfi, S.I.K mengatakan Semoga silaturahmi yang telah kita bangun bersama selama ini terus bersinergi, terjaga dan ditingkatkan eksistensinya dalam bekerjasama mendukung Polda Jabar guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib dan damai. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa karakterteristik mahasiswa yang kritis transformatif atas kepedulian kepekaan dan empati terhadap persoalan sosial masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam roda pemerintahan, dimana dapat menjadi agen pembawa perubahan bagi bangsa dan negara hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena tidak hanya menempuh pendidikan diperguruan tinggi, tetapi juga sebagai wadah pemberi solusi bagi berbagai permasalahan yang timbul.

Wakapolda juga mengatakan bahwa tujuan dari lembaga pendidikan tinggi yaitu agar para mahasiswa menjadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia berilmu kreatif, kompeten dan mandiri sehingga mahasiswa mempunyai tempat tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. kondisi bangsa saat ini menghadapi kondisi Ipoleksosbudkam global yg sangat dinamis, seiring itu semua perkembangan kerawanan sosial yang berkembang kerawanan sosial yang berkembang saat ini seperti bahaya Narkoba, Sex bebas, LGBT, Radikalisme dan meningkatnya kriminalitas di masyarakat dimana elemen mahasiswa banyak terkait dalam hal itu.

“Untuk menangkal itu semua perlunya keterpaduan semua Stakeholder negara selain itu tantangan kondisi bangsa indonesia yang saat ini akan menghadapi agenda demokrasi tahapan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 dimana masyarakat berperan untuk ikut serta memilih dan menentukan anggota legislatif serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tentunya setiap tahapan Pileg dan Pilpres mempunyai kerawanan masing” diantaranya money politik, black campaign, intimidasi, konflik antar pendukung, pengerahan massa, berita bohong/hoax, isu sara, hate speech dan sebagainya sehingga berpotensi dapat menimbulkan konflik komunal terbuka antar elemen masyarakat,” Terang Wakapolda

Lanjut Wakapolda, “Maka diperlukan peran dan partisipasi dari seluruh komponen bangsa termasuk para rektor universitas dan perguruan tinggi sebagaimana fungsi dan perannya untuk melakukan pembinaan dan pengarahan bagi para mahasiswa sebagai salah satu cara untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan memberikan dampak positif baik dikalangan akademik maupun non akademik, sehingga kita semua berharap pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 dapat terlaksana dengan aman, damai dan sejuk sesuai prosedur hukum guna mewujudkan demokrasi yang semakin matang,” Sambungnya.

“Sebelum mengakhiri sambutan ini saya mengajak untuk bekerjasama, bersinergi, dalam memelihara kamtibmas guna menjaga keutuhan, kedaulatan negara dan mempererat persatuan bangsa khususnya di Wilkum Polda Jabar,” Pungkas Brigjen Pol. Bariza Sulfi, S.I.K.

Ditempat yang sama Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T. IPU. (Kepala LLDikti Wil IV Jabar) mengatakan Jumlah perguruan tinggi di Wilayah Jabar ada 350 perguruan tinggi artinya presentase dosen dan mahasiswa itu sangat banyak yang bisa berpengaruh dalam hal pemilu yang akan datang. Jumlah mahasiswa di Jabar lk 700 ribu orang mahasiswa dan tidak semuanya berasal dari Wil Jabar karena setiap kampus menerima mahasiswa dari seluruh provinsi di luar Jabar.
Semoga tidak ada kasus besar yang menyangkut dengan pemakaian narkoba di semua perguruan tinggi di Wilayah Jabar.

“Kampus harus bebas dari intoleransi dan juga harus terbebas dari perbedaan suku maupun perundungan ataupun seks bebas dalam lingkungan kampus. Kami sudah berkeja sama dengan densus 88 untuk mencegah adanya aliran – aliran yang mulai menyimpang ataupun gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi mahasiswa di kampus – kampus Jabar, Jadi untuk ibu/bapak para rektor semua, menjadi rektor itu sangat berat tanggung jawabnya karena kita sebagai rektor bertanggung jawab akan SDM yang berkualitas bagi masa depan bangsa,” Ungkapnya.

Lanjut Dr. M. Samsuri, “Alhamdulillah secara besar kampus di Jawa Barat aman kondusif tidak ada kasus atau tindakan besar yang harus di tindak lanjuti,” Tambahnya.

Ketua KPU Jabar Rifqi Alimubarok. S. Ag., M.Si yang juga hadir dalam acara silaturahmi Polda Jabar tersebut katakan rasa syukurnya atas silaturahmi tersebut yang juga dalam menyambut Pilpres 2024 tersebut untuk menjaga kondusifitas di masyarakat karena kedepanya banyak para pemilih Milenial yang akan mengikuti proses pemilu serentak pada 2024 mendatang.

“Suyukur Alhamdullilah kita bisa bersilaturahmi di sini untuk menyambut Pilpres 2024, Didalam masa Pandemi Covid kita bisa menghadapi Pilkada tahun 2020 kita bisa hadapi dengan baik dengan sinergitas. Kami harapkan di Pilkada Serentak 2024 kita bisa menghadapi dengan baik khususnya di wilayah Jawa Barat. Di Forum yang luar biasa ini kita harapkan bisa mewujudkan sinergitas yang tinggi untuk menghadapi Pilpres / Pilkada serentak 2024, dimana Jawa Barat saat ini cukup memiliki permasalahannya yang komplek dengan jumlah penduduk yang cukup banyak sekitar 7 Jt penduduk di Jawa Barat adalah generasi Z, sedangkan 32 % di Wilayah Jawa Barat generasi milenial,” Ungkapnya.

“Kami mohon dari jajaran Keamanan TNI / Polri baik dari Universitas untuk mengawal tahapan kampanye 2024 dengan baik. Putusan Mahkamah Konstitusi terbaru yang memperbolehkan aula yang berada di Universitas bisa dijadikan tempat kampanye, namun harus memiliki izin baik dari kepolisian maupun pemilik tempat (Universitas) Mari kita meningkatkan sinergitas di Antara Universitas dengan pihak keamanan pemerintah / TNI / Polri dalam mewujudkan JabarvKondusig 2024,” Harapnya.

(Tim)

Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Sertijab Kasat Lantas, Kasat Samapta dan 4 Kapolsek

0

Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Sertijab Kasat Lantas, Kasat Samapta dan 4 Kapolsek

GUE JABAR | KOTA TASIKMALAYA – Kapolres Taaikmalaya Kota AKBP SY Zainal Abidin memimpin upacara serahterima jabatan (sertijab) di Lapangan apel Mapolres Tasikmalaya Kota, Senin (18/09/23)

“Mutasi dan rotasi jabatan adalah hal biasa agar visi misi program kerja Institusi Polri dapat tercapai ke sasaran dan tujuannya,” ungkap Kapolres AKBP SY Zainal Abidin.

Menurutnya, peralihan jabatan sebagai bentuk tanggungjawab Polri guna menjawab tantangan jaman, karena tugas Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat serta untuk penyegaran internal Polri.

“Selamat kepada kepada pejabat baru, segera beradaptasi guna memperkuat soliditas dan kinerja internal , kami yakin pengalaman kerja dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugas,” jelasnya

Ia menjelaskan, pejabat yang dimutasikan adalah Kasat Lantas AKP Tejo Reno Indratno, diganti oleh Iptu Dede Iskandar ,Kasat Samapta AKP Sunarto digantikan oleh Iptu Hartono, Kapolsek Ciawi Kompol Karyaman diganti AKP Mahmud Darmana, Kapolsek Cineam AKP Dede Darmawan diganti AKP Asep Setiawan Priyatna, Kapolsek Sukaratu AKP Mahmud Darmana diganti Iptu Sandi Suardani dan Kapolsek.Mangkubumi Iptu Hartono diganti Iptu Ruhana Efendi.

“Kepada pejabat baru segera menyesuaikan dengan lingkungan tugasnya yang baru, kepada pejabat lama kami sampaikan terimakasih atas dedikasi dan loyalitasnya dalam melaksanakan tugas, selamat menjalankan tugas di tempat yang baru,” tandasnya

Selanjutnya, setelah pelaksanaan sertijab dilanjutkan dengan kenal pamit yang dilaksanakan di aula Endra Dharmalaksana Mapolres Tasikmalaya Kota.

(SMH)