Permenaker Atur JHT Cair di Usia 56 Tahun, Gerindra Minta Dicabut
GUE JABAR | Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerbitkan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua yang mengatur pencairan dan Jaminan Hari Tua (JHT) hanya bisa dicairkan saat usia pekerja mencapai 56 tahun. Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahamd Muzani meminta Menaker Ida Fauziyah mencabut aturan tersebut.
“Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 harus dicabut karena di masa pandemi COVID-19 ini, tunjangan JHT yang telah dikumpulkan BPJS menjadi sandaran utama bagi para pekerja, baik buruh pabrik maupun perkantoran,” kata Muzani dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/2/2022).
Muzani menjelaskan jutaan orang telah kena PHK selama pandemi melanda dan sulit mencari pekerjaan kembali karena hadirnya angkatan kerja baru. Muzani menekankan kegunaan dana JHT menjadi tumpuan para korban PHK untuk menggunakan uang tersebut untuk menjajaki dunia usaha kecil, seperti UMKM.
“Ketika pandemi melanda, aktivitas dan produktivitas pabrik maupun perkantoran berkurang yang kemudian menyebabkan pendapatan perusahaan menurun. Maka PHK menjadi pilihan para pengusaha. Begitu seseorang tidak bekerja di perusahaan atau di pabrik, dia akan sulit mencari pekerjaan kembali karena sudah ada angkatan kerja baru dengan semangat yang lebih fresh dan upah yang tentu lebih minim,” ujar Sekjen Partai Gerindra itu.
“Sehingga dana JHT menjadi penting bagi mereka untuk dicairkan dan digunakan sebaik mungkin untuk bertahan hidup tanpa pekerjaan. Jadi jelas, kebijakan Permenaker ini tidak sejalan dengan semangat pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi,” imbuh Muzani.
Menurut Muzani, pemerintah mestinya mengeluarkan kebijakan bagi para korban PHK di masa pandemi ini seperti pelatihan keterampilan berusaha bagi mereka yang berminat menjajaki dunia UMKM. Kebijakan pencairan dana JHT sebesar 30 persen dari peserta BPJS yang sudah menggunakannya selama 10 tahun dinilainya bukan solusi tepat.
“Dana JHT merupakan kesempatan dan modal bagi korban PHK yang sudah tidak memiliki pendapatan tetap. Harusnya pemerintah justru memberikan keterampilan baru dan semangat baru dari penggunaan modal JHT itu. Mestinya orang-orang yang terkena PHK menjadi fokus pemerintah untuk diberdayakan sehingga menjadi energi baru bagi pertumbuhan kegiatan perekonomian kita. Karena yang disebut pensiun itu bukan hanya faktor usia, tapi pensiun adalah berhentinya orang-orang pekerja dari aktivitas pekerjaannya, maka itu ada istilah pensiun muda dan pensiun tua,” kata salah satu Wakil Ketua MPR itu.
Kemnaker: Ini Perlindungan Karo Humas Kemenaker Chairul Fadly mengatakan regulasi tersebut merupakan batasan untuk usia pensiun. Namun, menurutnya, JHT bisa diambil dengan sejumlah ketentuan. “Jadi untuk bicara seperti ini, kan asumsinya dalam regulasi itu untuk batas usia pensiun kan. Sementara itu, klaim JHT dapat diambil untuk persiapan masa pensiun dengan ketentuan telah memenuhi masa kepesertaan. Jadi, kalau sudah 10 tahun pun, sudah bisa diklaim,” ujar Chairul kepada wartawan, Sabtu (12/2).
Chairul mengatakan JHT bisa dicairkan bila telah memasuki masa kepesertaan 10 tahun, yaitu sebesar 30 persen. Menurutnya, hal ini ditujukan untuk keperluan perumahan dan lain-lain.
Dia menjelaskan JHT merupakan jaminan jangka panjang untuk hari tua. Dia menyebut pekerja memiliki jaminan tidak hanya pada jangka pendek, namun jangka panjang.
Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Pemdes Pasirsari Berikan Vaksin Booster Kepada Masyarakat
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Bertempat di Aula Desa Pasirsari pelaksanaan vaksinasi Booster kepada masyarakat dilaksanakan, selain vaksin booster pemdes Pasirsari yang bekerja sama dengan Dinas kesehatan juga memberikan vaksin dosis kedua untuk astrazineca serta dosis pertama dan kedua untuk vaksin sinovac, 15/02/2022.
Sejak pagi hari warga yang sudah diberitahukan sebelumnya sudah melakukan pendaftaran serta mengantri untuk mendapatkan vaksinasi yang diselenggarakan Pemdes dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.
Vaksinasi Booster ini diberikan kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksin dosis kedua dengan jenjang waktu 6 bulan terkahir.
Kegiatan ini juga dengan target dan menyediakan 200 dosis untuk vaksin booster saja sedangkan astrazineca dan sonovac sendiri bervariasi dosisnya.
saat dikonfirmasi, warga yang menerima vaksin tersebut mengungkapkan bahwa sangat senang sekali karena tidak usah susah mencari vaksin.
”Alhamdulillah ngga usah susah susah cari vaksin, di kantor desa sudah mengadakan vaksin booster, apalagi saya sebagai pekerja sangat perlu sekali vaksin booster ini,” Ungkap salah satu warga.
Sekretaris Desa Pasirsari Hj.Ida Hamidah juga mengatakan bahwa ini semua demi menjaga kesehatan masyarakat dari penyebaran Covid-19 varian baru (Omicron), sehingga warga tetap sehat dan beraktivitas seperti biasanya.
”Ya semoga ini bisa meningkatkan imun masyarakat dan terhindar dari terpaparnya Covid-19 varian baru,” Jelasnya.
Kisah Ulama Bekasi Jawa Barat, Waliyullah Hadrotu Syeikh KH.Muhammad Djahari Mintar Ceger ( 1848 M – 1973 M )
KH. Mintar Djahari Sangat Ditakuti Belanda & Disegani Para Jawara Di Bekasi ada sebuah kampung Bernama Ceger. Kampung CEGER adalah sebuah kampung yang jauh dari keramaian. Letaknya, sekitar 30 KM dari Kota Bekasi. Kampung Ceger bagian dari Kampung Bulak Kunyit. Karena menjadi tempat persinggahan para jawara (jeger) dari Banten, jadilah Kampung ini di kenal dengan nama Kampung Jeger atau Nyeger, sebelum akhirnya menjadi Kampung Ceger.
Di Kampung ini bermukim sebagian rombongan jawara Banten yang utus Sultan Banten untuk memperluas lahan pertanian dan irigasi sebagai cadangan pertanian unggulan untuk memenuhi kebutuhan para pejuang Muslim dalam melawan penjajah Belanda.
Jauh sebelum rombongan jawara Banten dari Cirumpak, Balaraja, yang dipimpin oleh Mintarudi Alias Mukhtarudin bin Ajir membuka lahan pertanian dan menempati Kampung Pisang Batu bagian utara, mereka juga membuka lahan pertanian padi, dan menanam pohon salak. Tempat penanaman pohon salak itu di kemudian hari dikenal sebagai Kampung Utan Salak.
Sepanjang perkampungan membentang dari selatan ke utara nama-nama kampung berkaitan dengan sayuran dan buah-buahan, misalnya, Kampung Pisang Batu, Kampung Utan Salak, Kampung Kranji, Kampung Pete Cina, dan Kampung Gabus. Di kampung-kampung tersebut menetap para keturunan jawara banten, sehingga sampai sekarang bahasa yang digunakan sehari-hari di kawasan itu, bahasa Jawa Banten, atau Jawa Serang.
Dari Sakman Menjadi Djahari Tahun 1832, saat kekacauan merajarela di Kesultanan Banten akibat campur tangan dan praktik politik adu domba yang dilancarkan Belanda, Mukhtarudin bin Ajir dan Sariman yang sebelumnya telah membuka lahan pertanian di Pisang Batu, memutuskan hijrah ke Utan Salak, setelah sebelumnya singgah di Jatinegara. dari pasangan suami istri (pasutri) inilah sekitar tahun 1848, lahir seorang bayi yang diberi nama Sakman. Kelak, nama itu dimaknai orang sakti mandraguna, lantaran anak laki-laki dari pasutri asal Banten itu memilki sejumlah kelebihan dalam ilmu kanuragan.
Sakman memang dididik oleh kedua orang tuanya dengan ilmu agama islam dilengkapi dengan ilmu kanuragan. Secara khusus, kedua orang tua Sakman mengirim anak lelakinya itu ke sebuah pesantren untuk mendalami ilmu agama Islam. Dengan tempaan itu, Sakman tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan alim.
Setamat dari pesantren, Sakman kembali ke Utan Salak. Manakala melihat para utusan Kesultanan Banten yang berada di bagian barat Utan Salak (Bulak Kunyit) tidak menjalankan amanah Sultan membuka lahan pertanian sebagai program di pesisir utara Pulau Jawa dan tidak menjalankan syariat Islam, Sakman berinisiatif menginsyafkan mereka agar kembali ke jalan Allah SWT, seperti menegakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa Ramadhan, menunaikan zakat, dan berhaji ke Tanah Suci.
Pada tahun 1865, dalam usia 17 Tahun, Sakman pulang ke negeri leluhurnya di Banten mencari guru mengaji dari beberapa kiai, Sakman mempelajari ilmu agama Islam. Sementara itu keadaan di negeri jajahan Belanda didera kekacawan. Di Banten, rakyat mulai melakukan protes terhadap pemerintah kolonial Belanda.
Selain memperdalam ilmu agam Islam, Sakman terus melakukan tirakat (kahlwat) menempah dan mengasah diri dan pikiran. Pada tahun 1875 Sakman kembali ke Bekasi. Pada tahun itulah atas restu kedua orang tua nya, Sakman menikah dengan Darminah anak perempuan H. Sanusi salah seorang keturunan jawara Banten. Setelah menikah, Sakman menetap di Kampung Ceger.
Saat itu ketidaksukaan Sakman terhadap penjajah Belanda mulai muncul sejalan dengan kesadarannya bahwa penjajah Belanda merampas bangsa dan negaranya, hingga menyebabkan rakyat menjadi miskin dan menderita. Dengan sikap itu, Sakman meningkatkan aktivitas dakwahnya di Kampung Ceger dan sekitarnya- Kampung Telar, Pulo Gebang, Sasak Bakar, Tanah ungkuk, Gabus, Kosambi, Mulo TIga, Pulo Murub, Kobak Badak, dan Builak Kunyit- sambil memberikan kesadaran pada masyarakat mengenai arti penting perjuangan untuk mengusir penjajah Belanda.
Kehidupan penduduk di tempat yang di singgahi Sakman tak menentu, begitu juga dengan kepercayaannya. Masyarakat masih banyak percaya kepada kekuatan alam, menyukutukannya dengan Allah yang Maha Kuasa. Mereka mempercayai pohon besar, sesaji pada setan, dan tidak segan melakukan kejahatan seperti merampok.
Para jawara Kampung, tidak bersimpati kepada Sakman yang membawa ajaran agama Islam, sehingga menjadi perseteruan hebat. Sering terjadi adu kekuatan ilmu kanuragan. Dengan ijin allah SWT Sakman dapat menaklukkan mereka dari ilmu kekebalan dengan mematahkan golok, tombak,dan rotan. Para jawara dari kampung-kampung takluk dan menjadi muridnya.
Sakman pernah dijamu penduduk Ceger berniat meracuninya. Ketika itu dalam gelas yang hendak diminum oleh Sakman, tiba-tiba gelasnya retak dan pecah, tuan rumah pucat pasi. Sakman selamat, lalu tuan rumah yang bermaksud jahat berikrar menjadi muridnya.
Sakman tahu ulah penduduk setempat bermaksud menghalangi dakwahnya dengan cara kekerasan. Hal itu membuat Sakman bertambah keras. Dia menantang semua jawara dengan menumpas perilaku khurafat, sesaji-sesaji diobrak abriknya, upacara kesenian untuk pohon kepercayaan penduduk di hentikan nya dan kesenian Ronggeng berbau maksiat ditumpasnya.
Peristiwa tersebut membuat sebagian antek-antek penjajah Belanda sakit hati. Mereka terus mencari Sakman namun tak membuat Sakmak gentar apalagi menghentikan dakwahnya.
Dia terus berdakwah dengan berindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainnya, Sakman tidak lupa mempersiapkan generasi penerus. Tahun 1882, Sakman membuka pengajian anak-anak. Sedangkan tahun 1890, Sakman mentalqin Thariqat Qodiriyyah dan Naqsabandiyyah kepada teman pesantrennya, Syaikh Asnawi Caringin, bahkan diangkat sebagai Mursyid (Pimpinan) Thariqat. Dengan kesibukannya mendidik anak-anak mengaji, dan memimpin Thariqat, Sakman tidak melupakan tugasnya menyadarkan para jawara Banten mengenai pentingnya perjuangan untuk mengusir penjajah Belanda. Oleh karena itu, Sakman tetap bolak-balik antara Bekasi dan Banten.
Atas saran sahabatnya, Syaikh Asnawi Caringin, pada tahun 1891 Sakman menunaikan ibadah haji. Kesempatan ini digunakan Sakman untuk lebih memperdalam pengetahuannya mengenai agama Islam kepada K.H.M Syadzali dan Syaikh Al-Maliki Al-Maky. Di Tanah Suci inilah, Sakman mengganti namanya menjadi Muhammad Djahari. Kaum Muslimin kemudian mengenalnya sebagai K.H.M Djahari Mintar Al-Bantani.
Bung Karno Berterima Kasih Tahun 1914, Djahari mengubah musholla santri menjafi Masjid Jami’. Dari masjid, Djahari membangun misi dakwah lebih luas. Santrinya semakin banyak. Mereka datang dari berbagai daerah, antara lain Banten, Bogor, Karawang, Pamijahan, Purwakarta, Cirebon, Lampung dan dari beberapa daerah di Sumatera.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran nasional, bangkit pula pergerakan kemerdekaan. Di Banten kesadaran ini justru telah mendahului zamannya. Pada tanggal 9 Juli 1888 pecah pemberontakan petani Banten dipimpin oleh H. Wasid dari Beji. Di pihak pemerintah kolonial Belanda jatuh korban sebanyak 17 orang termasuk Asisten Residen, Wedana, Ajun-Kolektir, dan sejumlah pejabat Belanda lainnya. Di pihak pemberontak, seluruh korban berjumlah 30 orang termasuk H.Wasid, H. Usman, dan H. Ishak. Di antara tokoh-tokoh yang disebut-sebut turut merencanakan pemberontakan yang melibatkan 1.700 petani itu antara lain H. Marzuki dan H. Asnawi. Mereka merencanakannya sejak Februari 1888 dengan melakukan pertemuan-pertemuan tertutup di Tanara, Trate, Saneja, Beji dan Kaloran.
Pada 1921, Syaikh Asnawi Caringin-yang pada tahun 1888 menjadi salah seorang Pemberontakan Petani Banten atau yang di kalangan masyarakat populer dengan sebutan “Gecer Cilegon”- ditangkap Belanda. Djahari menjemput dan membebaskannya. Pada 1926, Asnawi ditangkap kembali dan dipenjarakan di Purwakarta. Djahari pun membebaskannya. Lalu tahun 1948, Asnawi lagi-lagi ditangkap dan dipenjarakan di Cianjur, Djahari kembali membebaskannya sehingga membuat Belanda murka kepada Djahari.
Dukungan Djahari kepada perjuangan kemerdekaan tidak pernah surut. Sesudah kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, Djahari berada di pihak Republik. Mengingat pengaruhnya yang besar, baik penjajah Belanda maupun Jepang pernah menawari Djahari kedudukan empuk, tetapi semua tawaran itu ditolaknya. Kiai Djahari memilih berpihak kepada bangsanya sendiri.
Di masa revolusi kemerdekaan, Kiai Djahari menjalin hubungan erat dengan para pejuang kemerdekaan, antara lain dengan Komandan Batalyon III Hizbullah, K.H Noer Alie. Sesuai dengan keulamaannya, Kiai Djahari memberi sentuhan spiritual kepada para pejuang kemerdekaan, sebelum mereka berangkat ke front pertempuran. Hampir semua pejuang Muslim dan laskar rakyat, termasuk laskar Hizbullah sebelum maju ke medan perang terlebih dahulu menghadap Djahari.
Menggunakan kuda putih kesayangannya, Kiai Djahari berkeliling dari pos-pos pejuang kemerdekaan, antara lain di Gabus, Pulo Puter, Jatinegara, Tambun, Pisangan dan tempat lainnya untuk memberi semangat kepada para pejuang dalam mengusir penjajah Belanda. Kiai Djahari dikenal sebagai motivator pejuang kemerdekaan di wilayah Bekasi Utara dan sekitarnya.
Dalam memberikan motivasi, Kiai Djahari tidak pandang bulu, semua kelompok pejuang seperti Sumber Nyowo, Galak Hitam, Laskar Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI), dan para pejuang Muslim yang bergabung dalam Hizbullah dan Sabilillah, diberinya semangat untuk terus berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Atas peranannya yang signifikan dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, menurut sebuah riwayat, Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno di awal kemerdekaan sengaja datang ke Kampung Ceger untuk menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kiai Djahari atas dukungannya yang tak mengenal rasa lelah pada perjuangan kemerdekaan.
Warisan Kiai Djahari Setelah pengakuan kedaulatan, Kiai Djahari lebih memfokuskan kegiatannya kepada pendidikan. Mekipun pada pemilihan umum 1955, dia memberi restu kepada Partai Masyumi dan Partai Nahdlatul Ulama, tetapi Kiai Djahari menolak aktif di partai politik. Kepada K.H Noer Alie dan K.H. Anwar Kaliabang Bungur, Kiai Djahari mengatakan dirinya sudah tua dan akan fokus pada pembinaan umat melalui pondok pesantren.
Kiai Djahari memimpin umat membangun Masjid Agung Ceger. Atas jasa dan khidmatnya kepada umat dan bangsa. Masyarakat ceger sepakat untuk mengabadikan nama Kiai Djahari, sehingga masjid itu diberi nama “Masjid Agung Al-Ajhariyyah”.
Meskipun usianya sudah sangat lanjut, namun suaranya masih tetap keras dan kencang. Apabila jemari tangannya memukul meja atau lantai, keluar suara bagai benturan antara besi dengan besi. Jamaah yang mendengarnya, merinding.
Setiap kali Kiai Djahari melewati suatu kampung, masyarakat berjejer di kiri-kanan jalan menunggu untuk bersalaman dengan Kiai Djahari. Setelah itu, masyarakat tidak langsung beranjak. Mereka masih berjejer sampai ulama yang mereka hormati itu hilang dari pandangan mereka.
suaranya yang lantang dan keras, Kiai Djahari menyampaikan nasehat atau tausyiah dengan penekanan kepada masalah shalat, zakat, menuntut ilmu, berhaji, serta kerukunan antara sesama anak bangsa.
Kiai Djahari keliling kampung sampai ke pesisir pantai utara. Pengajian setiap hari Senin pagi dijadikan sarana untuk memperjelas hubungan negara dan agama Islam yang kemerdekaannya dipertahankan oleh kaum Muslimin. Umat dididik dengan tauhid dan aqidah Islam. Suaranya yan lantang dan keras, Kiai Djahari menyampaikan nasehat atau tausyiah dengan penekanan kepada masalah shalat, zakat, menuntut ilmu, berhaji, serta kerukunan antara sesama anak bangsa.
Di usia 120 tahun, pada 1968 Kiai Djahari menunaikan ibadah haji untuk yang kesepuluh kalinya. Meskipun usianya sudah sangat lanjut, namun jalannya masih cepat, fisikmya kekar dan suaranya bertambah nyaring, melengking dan tinggi.
Pada hari Jum’at ba’da subuh pada tanggal 23 Rabiul Akhir atau tahun 1972, beliau menghadap Sang Khaliq dalam usia 125 tahun. Beliau dimakamkan di belakang Masjid Agung Al-Ajhariyyah, Ceger, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Makam Kiai Djahari banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di tanah air. Kunjungan para peziarah lebih banyak di malam Jum’at hingga memenuhi ruang dalam Masjid Agung Al-Ajhariyyah.
Kepada kaum Muslimin, Kiai Djahari mewariskan 10 binaan Masjid Jami’, 69 binaan musholla, 69 Majelis Taklim Kaum Ibu, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Pondok Pesantren Al-Ajhariyyah, Majelis Dzikir Thariqat Qodariyyah wan-Naqsabandiyah.
Cerita Rakyat di Sekitar Kiai Djahari
Saat mengontrol front pejuang di Cemara, Karawang dan Cikampek, mendadak hujan turun, sementara makanan habis. Lalu Kiai Djahari mengumpulkan seikat batang padi, lalu berdzikir, bertahmid dan bertahlil. Atas izin Allah SWT, batang padi tersebut berubah menjadi makanan.
Salapian adalah salah seorang pemimpin perjuangan dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang bermarkas di Sasak Bakar dan Cibarusah. Salapian bercerita kalau Kiai Djahari memanggil para Kiai, kawan seperjuangannya cukup menghubunginya dengan seutas tasbih dan selang beberapa jam kemudian para Kiai itu berdatangan.
Dalam suatu perjalanan, Kiai Djahari dihadang pasukan Belanda. Sambil menodongkan pistol, seorang tentara bertanya, “Tuan kenal dengan Djahari?” Lalu dengan tenang Kiai Djahari mengeluarkan sehelai daun rokok kawung dan mengarahkan ke dada Belanda sambil berkata, “Ya, saya yang namanya Djahari.” Spontan tentara Belanda yang bertanya itu gemetar dan meminta-minta agar tidak dibunuh. Dimata mereka, rokok kawung yang dikeluarkan Kiai Djahari adalah sebuah pistol.
Demikian riwayat singkat hidup Kiai Djahari. Bukan untuk di kultuskan akan tetapi lebih sebagai inspirasi, motivasi dan tauladan dari segi kebaikan serta semangatnya bagi generasi dan keturunannya dalam mendakwahkan ajaran Islam dan membangun kerukunan, serta pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Daftar pustaka
Hamidullah, Dudun., Maksum, Bahar., dkk. 2016. Ulama Pejuang Kabupaten Bekasi. Majelis Ulama Indonesia: Kabupaten Bekasi.
Keluarga Besar Hadrotusyeikh Waliyullah KH.Muhammad Nawawi Djahari Mintar Ceger ( ABNA NAWAWI )
~ Waliyullah KH.Muhammad Djahari Mintar D Makamkan Kp. Ceger Cibitung Bekasi ( 1848 M – 1973 M ) ~ Waliyullah KH.Muhammad Nawawi Djahari Kp. Ceger Cibitung Bekasi ( 1921 M – 1998 M )
PUTRA Abah KH.Muhammad Nawawi
KHM.Thohir Nawawi
(Alm) KHM.Shopandi Nawawi
KH.Muhiddin Kamal Nawawi
(Alm) KH.Busyro Nawawi
Syeikh Rohimuddin Nawawi
KH.Nasrullah Nawawi
KH.Abdullah Nawawi
KH.Khoiruddin Nawawi
KH.Abdul Karim Nawawi
Semoga Guru guru kita semua yg telah wafat d tempatkan d SyurgaNya & yg masih hidup, selalu dberikan sehat wala’fiyat panjang umur dan diberi keistiqomahan oleh Allah agar bisa mendidik dan membimbing kita dari Dunia sampai Akhirat🤲🏻🤲🏻🤲🏻 Amin YaAllah….😍
Pura – Pura Menjadi Tenaga Medis, 4 Orang Wanita Komplotan Perampok di Kuningan Diringkus Polisi
GUE JABAR | Kuningan – Polres Kuningan menangkap komplotan perampok yang terjadi di perumahan di Lamepayung, Kompleks Kantor Dinas di Kuningan.
Kapolres Kuningan, AKBP Dhany Aryanda, mengatakan komplotan perampok tersebut terdiri dari lima orang.
Ada empat perempuan dan satu pria yang bertugas sebagai pengemudi.
“Dari lima orang yang terlibat perampokan ini, anak yang berstatus ibu dan anak. Yang bertugas sebagai sopir itu anak dari satu dari empat perempuan,” kata Dhany Aryanda ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Kuningan, Senin (14/2/2022).
Kapolres mengatakan komplotan perampok itu berpura-pura menjadi petugas medis sekaligus vaksinator Covid-19.
Keempat perempuan masuk sebuah rumah dan berpura-pura menawarkan alat terapi hingga layanan terapi.
Dua dari empat perempuan menyelinap masuk ke kamar dan menguras harta pemilik rumah.
“Keempat perempuan ini memiliki peran yang berbeda, ada yang sebagai terapis dan dua orang mengambil harga korban. Yang laki-laki hanya mengatur kendaraan yang digunakan komplotan perampok itu,” katanya.
Akibat tindakan komplotan perampok itu, ucap Dhany Aryanda, korban mengalami kerugian puluhan juta.
“Tersangka mengambil 1 gelang emas berat 10 gram, 2 cincin emas total berat 10 gram, dan 1 jam tangan merek ALFA yang disimpan di atas meja rias, dan uang tunai Rp 25.429.000 yang disimpan dalam lemari,” katanya.
Aksi Bejat Oknum Guru Ngaji yang Diduga Cabuli 6 Muridnya, Pelaku Sudah Diamankan Pihak Kepolisian
GUE JABAR | Subang – Seorang guru ngaji di Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bertindak asusila terhadap enam murid perempuan yang masih di bawah umur.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak enam muridnya menjadi korban pencabulan sang guru ngaji yang berinisial AN (36) yang masih merupakan warga dari Kecamatan Patokbeusi.
“Pelakunya sudah kita amankan, korbannya baru 6 orang, perkaranya masih kami dalami untuk mengetahui ada atau tidaknya korban lainnya,” ucap Kasat Reskrim Polres Subang AKP Zulkarnaen, Minggu (13/2/2022).
Menurut Zulkarnaen, pelaku bertindak asusila dengan modus mengajarkan muridnya dengan cara Bab Nifas/haid (mandi besar).
Bahkan, parahnya lagi, pelaku melakukan pelecehan itu di depan para murid lainnya. Pelecehan itu dilakukannya secara bergiliran kepada para korban.
“Korban dipanggil satu per satu untuk maju. Setelah dekat, pelaku melancarkan aksi bejatnya di depan santri, mulai dari meraba bagian atas hingga kemaluan. Pelaku memasukkan jari ke dalam kemaluan korban,” katanya.
Selain itu, kata Zulkarnaen, mayoritas dari korban masih di bawah umur, mulai dari usia 11-19 tahun yang masih warga setempat.
Aksi tidak terpuji ini, lanjut Kasat Reskrim sudah dilakukan guru ngaji kepada korbannya 3 sampai 4 kali di tempat yang sama.
Terakhir pada 9 Februari 2022 sekira pukul 20.00 Wib di Musholah Al Ikhlas Kecamatan Patokbeusi. Aksi bejat guru ngaji ini terungkap setelah dua korban menceritakan kepada orang tua mereka dan melaporkan ke pihak berwajib. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Subang.
Batiqa Hotel Jababeka Tawarkan Ladies Night Promo Setiap Hari Jumat
GUE JABAR | Jakarta – Pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi BATIQA Hotel Jababeka dalam berinovasi mengaktivasikan promo mereka. Hotel yang berlokasi di Cikarang tersebut memulai event promo khusus untuk wanita di hari Jumat tanggal 11 February 2022 dengan mengundang beberapa media dan influencer dengan tema “Party Jeng…” Event ini adalah sebagai penanda permulaan promo ladies Night setiap hari Jumat malam di BATIQA Hotel Jababeka.
Diskon 10% akan dinikmati khusus oleh kaum hawa di hotel berinterior elegan tersebut. Diskon ini dapat di nikmati dengan total minimum belanja sebesar Rp 100.000.
Dalam acara tersebut Chef Heru Manurung memperkenalkan Roppang Ice Cream sebagai menu dessert andalan yang pasti dapat menarik perhatian para Ladies. Chef dan tim dapur di BATIQA Hotels Jababeka juga ingin tamu dari acara menyicipi Gabus Puncung signature menu dari Hotel berlogo bunga angrek tersebut.
“Acara ini bertujuan memperkenalkan BATIQA Hotel Jababeka beserta produk andalannya kepada masyarakat, yang kami informasikan ke rekan media, influencer, bloggers dan content creator” ujar Sumargo, General Manager BATIQA Hotel Jababeka.
Beliau menambahkan, silahturahmi dengan rekan-rekan media ini adalah hal rutin yang kami selengarakan. “Mengingat pandemic Covid-19 masih ada, kami membatasi partisipan dan penerapan standard protokol kesehatan kami utamakan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci makan” papar Sumargo.
Rangkaian kegiatan acara ini terdiri dari sesi makan malam, dengan menu bertema “Pasar Malam Seafood”, dimana seluruh tamu bebas memilih menu seafood yang di sediakan. Ditemani oleh live music beserta talkshow dengan tim BATIQA Hotels serta paparan mengenai perawatan kulit dan wajah yang di sampaikan oleh Dr. Gloshe diharapkan para tamu wanita yang datang mendapatkan kenangan dan informasi yang berguna untuk mereka.
Acara malam ini di akhiri oleh kesempatan tamu terundang untuk mengalami pengalaman menginap di BATIQA Hotel Jababeka. Keesokan harinya para tamu undangan diundang untuk mengikuti aerobic dan kelas memasak, yang menandai berakhirnya event “Party Jeng…” di Hotel yang teletak di Jababeka tersebut.
Nurisda Dwi Wahyuni, Marketing Communication BATIQA Hotel Jababeka menambahkan, diskon dan penawaran lain nya mengenai BATIQA Hotel Jababeka dapat di peroleh dengan mengunjungi www.batiqa.com atau bisa juga menghubungi whatsapp di nomor 08111454003.
BATIQA Hotels merupakan jaringan hotel di Indonesia dengan visi untuk menjadi manajemen perhotelan terbesar, terpercaya dan yang diakui se-Asia Tenggara.
BATIQA diambil dari kata “Batik” yang menjadi salah satu ikon kebanggan Indonesia, serta inisial A diakhir nama merek menjelaskan bahwa BATIQA Hotels adalah hotel dengan “Quality A” (read: kualitas A) menampikan produk dan pelayanan terbaik.
FRESQA Bistro adalah tempat yang ramai dan menggugah selera di BATIQA Hotels di mana menunya berasal dari bahan-bahan segar. Di FRESQA Bistro, semuanya disatukan dengan sepenuh hati untuk membuat pengalaman bersantap Anda lebih menyenangkan.
FRESQA berasal dari kata “FRESH” dan “BATIQA”, hanya menyajikan bahan-bahan segar mulai dari masakan Indonesia, Asia hingga masakan Barat.
BHM Hospitality selaku group yang menaungi BATIQA Hotels menerapkan unsur etnik tradisional dalam setiap hotel yang di bangun.
Salah satu unsur yang menampilkan ke-khasan Indonesia adalah ucapan selamat datang cap batik setiap tamu melangkah masuk ke area lobby BATIQA Hotels, keramah tamahan khas Nusantara yang di jadikan standard sapaan karyawan kepada tamu serta minuman tradisional selamat datang khusus tamu yang menginap di hotel.
Saat ini BATIQA Hotels berada di 8 kota, yaitu Jayapura, Surabaya, Lampung, Pekanbaru, Palembang, Jababeka, Cirebon, dan Karawang, serta dalam tahap pembangunan di Jember.
Terus Tingkatkan Kamtibmas, Kapolres Metro Bekasi Gelar Apel Patroli Skala Besar
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Kepolisian Resort Polres Metro Bekasi Melakukan Apel Patroli Skala Besar guna meningkatkan situasi keamanan Kamtibmas di masyarakat yang dipusatkan di Mapolsek Pebayuran, Sabtu Malam (12/02/2022).
Guna mengantisipasi terjadinya tindakan kriminalitas dan gangguan gangguan di masyarakat pada setiap malam sabtu dan minggu perlu sedikit cara yang ekstra dengan meningkatkan kuantitas maupun kualitas patroli dalam menjaga keamanan Kambtinas.
Selain kamtibmas patroli ini juga memberikan himbauan – himbauan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan karena saat ini varian Omicron sedang menyebar di Indonesia.
Giat Patroli skala besar ini diawali dengan apel pasukan gabungan bersama Muspika Kecamatan Pebayuran yang dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, ”Hari ini kita ada patroli besar setiap hari sabtu bersama dengan TNI untuk melakukan pengendalian terhadap penanganan Covid -19 Omicron yang saat itu kita ketahui sedang meningkat,” Ucap Kapolres.
”Dengan fokus membangun kepercayaan masyarakat supaya tidak takut , tetapi juga menyadarkan masyarakat untuk tetap perketat prokes menggunakan masker,” Tuturnya.
Selain itu dalam mengantisipasi tindakan kejahatan kita juga lakukan, ”Dua cara bertindak satu patroli yang kedua mengungkap , dan yang paling penting adalah mencegah untuk tidak terjadi tindakan kriminalitas dan gangguan – gangguan di masyarakat,” Tandasnya.
”Untuk titik Ringserse sendiri di bagi secara rayonisasi , dengan menerjunkan kurang lebih 350 anggota Gabungan TNI dan Polri dalam kegiatan apel patroli di Polsek ini,” Tutupnya.
Ata Bin Kaming Bapak Tujuh Anak Dapatkan Bantuan Bedah Rumah
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Aksi sosial di lakukan dua kakak beradik Rania Salsabila Azzahra (14) dan Rizqi Al-Maliki Ramadhan (13),dengan membedah rumah bapak yang memiliki tujuh orang anak di kampung tegal gede RT 11/ 04 Desa Pasirsari, kecamatan Cikarang Selatan, kabupaten Bekasi.
Rasa haru nampak di wajah Ata bin Kaming(50) dan Ibu Ita(47) pasangan suami yang memiliki tujuh orang anak ini,tidak kuasa menahan tangis saat melihat rumah miliknya sudah berubah dari kondisi awalnya yang sempit dan kotor, kini jauh lebih dari yang di harapkan,rumah tersebut oleh kakak beradik yang merupakan anak dari bapak Rusli yang tidak lain pemilik dari perusahaan Rusli Jagat Utama.
“bersama adik saya kami melakukan bedah rumah milik bapak ata,ini kami lakukan setelah sebelumnya melakukan survai terlebih dahulu, dan saat melihat kondisi tempat tinggalnya langsung berinisiatif membedah rumah bapak tersebut” ujar Rania Salsabila Azzahra dengan semangat.
“bedah rumah yang kami lakukan selama dua bulan, dan kami mendapat dukungan penuh dari orang tua kami termasuk adik kami juga” lanjut Rania.
Hal yang sama juga di ungkapkan Rizqi Al-Maliki Ramadhan, saat dimintai tanggapan tenteng bedah rumah yang di lakukan pada keluarga dengan tujuh anak tersebut.
“dari kecil kami sudah di ajarkan untuk membantu warga yang tidak mampu, dan salah satunya saat ini kami lakukan pada bapak tujuh anak di sini”ungkap Rizqi.
“hal serupa akan terus kami lakukan tidak hanya saat ini pada bapak tujuh anak saja, namun akan kami lakukan semampu kami pada warga tidak mampu di wilayah kabupaten bekasi kedepannya”lanjut Rizqi.
Sementara pajak Ata bin Kaming keluarga yang tempat tinggalnya di bedah rumah mengaku sangat terharu dan berterima kasih kepada kakak beradik Rania Salsabila Azzahra dan Rizqi Al-Maliki Ramadhan,yang secara tulus membantu memperbaiki tempat tinggalnya.
“sebelum di perbaiki rumah kami bocor bila hujan tiba dan sangat sempit dengan tujuh anak yang kami miliki, untuk tidur saja kami harus berdesak desakan” beber Pak Ata dengan mata berkaca-keca.
“kami hanya dapat mengucapkan rasa terima kasih pada anak dari bapak Rusli, semoga perusahaan miliknya semakin maju dan di berikan keberkahan selalu,terlebih saat ini rumah kami yang di bedah di tingkat dua, hingga kami lebih nyaman lagi untuk tidur dan beristirahat” pungkas Ata yang di amini keluarganya.
Polsek Cikarang Selatan Gelar Vaksinasi Presisi Lansia di Desa Pasirsari
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Gelar Vaksin Presisi Lansia secara serentak dilakukan Polsek Cikarang Selatan Polres Metro Bekasi di Aula Desa Pasirsari yang bekerja sama dengan Pemdes dan Puskesmas Cibatu sebagai tenaga kesehatanya (Nakes), Jumat 11/02/2022.
Dalam vaksinasi dosis kedua ini menggunakan vaksin Sinovac dengan target lansia yang sudah di data sebelumnya, dan sudah menerima vaksin Sinovac dosis pertama.
Dalam acara Vaksin Presisi untuk lansia ini juga dilakukan bersamaan secara serentak dan virtual dengan Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian seluruh Indonesia.
Gerai Vaksin Presisi tersebut juga dihadiri oleh Camat Cikarang Selatan Drs.H Agus Dahlan dan Wakapolres Metro Bekasi AKBP Deddy Supriadi serta Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Satirin beserta jajaranya.
Sekretaris Desa Pasirsari Hj.Ida Hamidah mengatakan bahwa dengan adanya vaksinasi ini semoga bisa memberikan kekebalan Imun yang lebih kepada para lansia yang ada di Pasirsari sehingga terbebas dari wabah Covid-19 karena sekarang varian Omicron sudah mulai banyak yang terpapar.
”ya semoga dengan adanya vaksinasi lansia ini masyarakat Pasirsari khususnya lansia bisa lebih kuat Imun nya dan bisa memiliki kekebalan yang lebih serta terhindar dari terpaparnya Covid-19,” Ucapnya.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Satirin mengungkapkan bahwa vaksinasi lansia dosis kedua ini serentak se-Indonesia dan Polsek Cikarang Selatan sendiri sudah melakukan di tiga desa (Desa Pasirsari, Desa Sukaresmi dan Desa Sukadami).
”ini se-Indonesia dan Kami sudah melaksanakan vaksinasi lansia ini di tiga desa di wilayah kami, dengan target sendiri sebanyak 462 lansia dan ini dihari ke empat dengan jumlah yang sudah diberikan vaksin sebanyak 329 lansia dan pastinya sudah dilakukan pengecekan kesehatan sebelumnya yaitu hipertensi, Jantung, MD, dll,” Ungkap Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Satirin.
Kapolsek juga menjelaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan hingga tangga 16 Februari 2022 dengan cara Door to Door dengan sasaran sisa lansia yang belum divaksin dari jumlah data yaitu sebanyak 133 lansia.
”Kita masih akan terus melakukan door to door sampai dengan tanggal 16 Februari 2022,” Jelasnya.
Kepada lansia yang datang untuk melakukan vaksinasi mendapatkan berupa paket sembako dengan beberapa jenis komodity sebagai bentuk apresiasi yang diberikan dan juga sebagai daya untuk menarik minat para peserta vaksinasi.
Polsek Cikarang Utara Dampingi Nakes Untuk Lakukan Vaksinasi Dengan Cara Door to Door
GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Jalankan Vaksinasi Presisi Lansia Polsek Cikarang bersama nakes menyusuri rumah warga untuk memberikan vaksin kepada warga yang sudah berusia 60 tahun keatas (Lansia).
Kapolsek Cikarang Kompol Mustakim bersama Jajaran Polsek Cikarang dampingi Tim Nakes lakukan vaksinasi secara mobile (Door to Door) di Desa Waluya, Cikarang Utara, Kamis (10/2/2022).
Kapolsek mengatakan bahwa dengan cara door to door ini guna mempercepat vaksinasi kepada masyarakat dengan cara mendampingi nakes guna memberi semangat juga kepada para lansia untuk diberikan vaksin.
“Menunjang percepatan vaksinasi, jajaran mendampingi nakes lakukan vaksinasi door to door dengan sasaran lansia” Ujar Mustakim.
Ia menambahkan “Personil Polri dampingi Nakes (Puskesmas Waluya) lakukan jemput bola, agar tercapai vaksinasi, dosis Pfizer yang diberikan kepada lansia di Cikarang Utara,” ungkap Mustakim.
“Guna meningkatkan herd imunity dalam menekan penularan omicron yang telah merebah diwilayah kita percepat vaksinasi agar mencapai target” tegasnya Mustakim.
Kegiatan vaksinasi mobile di pimpin oleh Wakapolsek Cikarang, serta Ketua PKM Waluya dihadiri okeh Camat Cikarang Utara di Kp Walahir, Desa Waluya, Cikarang Utara.