Home Blog Page 301

Lewat Adu Penalti Persikasi Sukses Boyong Piala Soeratin U-17

0

Lewat Adu Penalti Persikasi Sukses Boyong Piala Soeratin U-17

Kabupaten Bekasi – Kehadiran Plt Bupati Bekasi H. Akhmad Marjuki dianggap membawa keberuntungan bagi Persikasi. Setidaknya, dalam babak final pertandingan sepakbola memperebutkan Piala Soeratin, Persikasi Bekasi berhasil mewujudkan mimpinya menjadi Juara Soeratin Piala H. Umuh Muchtar lewat adu penalti 6-5 atas Tim Super Progresif Bandung. Pertandingan bergengsi tanpa penonton itu berlangsung di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Rabu, 24 November 2021. 

Meski tidak mengundang kehadiran supporter dan penonton, Partai Final disiarkan langsung melalui kanal YouTube Diskominfosantik Kabupaten Bekasi. 

“Selamat kepada Persikasi Bekasi yang berhasil membawa kembali Piala Soeratin ke Kabupaten Bekasi setelah sekian lamanya berkeliling di Kabupaten dan Kota lain,” kata Plt Bupati Bekasi H. Akhmad Marjuki.

Persikasi merupakan pemegang rekor juara pertandingan sepakbola piala Soeratin dengan 5 kali menjadi juara, yakni tahun 1984, 1985, 1989, 1991, dan 1994.

Laga yang khusus dibuat untuk pemain sepakbola usia muda itu dianggap sebagai turnamen usia muda terbesar dan tertua di Indonesia sejak penamaannya diambil dari tokoh pendiri PSSI Ir. Soeratin Sosrosoegondo tahun 1965.

Akhmad Marjuki yang menonton babak final pertandingan sepakbola menyambut kemenangan itu dengan penuh semangat. 

“Saya bangga kepada anak-anak muda Kabupaten Bekasi yang memiliki bakat sepakbola yang luar biasa dan berhasil mengharumkan nama Kabupaten Bekasi di tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.

Pemkab Bekasi akan mendukung penuh Persikasi untuk terus berjuang meraih prestasi di level yang lebih tinggi.

“Kedepan, saya berharap Persikasi lewat kepengurusan yang baru dapat berbenah diri. Kami pemerintah daerah akan mem-backup penuh agar Persikasi dapat naik dari Liga 3 ke Liga 2,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para pemain tetap menjunjung tinggi sportifitas dan bekerjasama dengan baik untuk meraih kemenangan dan meningkatkan prestasi.

“Kita tunjukkan sportivitas, fair play dan kerjasama tim yang baik,” tandasnya.

Dalam tayangan terlihat pertandingan dimenangkan dengan adu finalty setelah imbang 0-0 dalam 90 menit dan babak tambahan.

Selama jalannya pertandingan di babak pertama maupun babak kedua, pemain Persikasi Bekasi terlihat bertahan dan lebih mengandalkan serangan balik untuk bisa mencuri gol. 

Namun, hingga akhir pertandingan, dan setelah babak tambahan, perolehan skor tetap imbang sehingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti. 

Dalam drama adu penalti yang menegangkan, eksekutir Persikasi Bekasi sukses mencetak enam gol melalui tendangan Rai Aisan, Ramadani, Mustadi Bilang, Maulana, Fami dan Perdi ke gawang lawan.

Sementara kubu Super Progresif Bandung hanya mampu meraih lima gol, selisih tipis dengan tim kebanggaan Kabupaten Bekasi. 

Atas perolehan 1 gol itu, Persikasi Bekasj berhasil menyandang Juara pertama Soeratin U-17 tingkat Jawa Barat dan gelar kedua diraih Tim Super Progresif. 

Ditemui terpisah, pelatih Persikasi, Abdullah Syafei menyatakan selama pertandingan Persikasi memilih pola bertahan. Hal tersebut sebagai strategi menghadapi Tim Bandung yang memiliki stamina penuh. 

“Ya, kita memilih bertahan karena sebelumnya tim sudah melewati serangkaian pertandingan ketika Depok City di Semifinal,” ujarnya. 

Dalam kondisi lelah setelah selang istirahat satu malam, kata dia, Persikasi harus menghadapi babak final melawan tim tangguh dari Bandung.

Ketua harian Persikasi Heru Budian Timor mengatakan kemenangan Persikasi Bekasi bisa jadi lantaran hadirnya Plt Bupati Bekasi H. Akhmad Marjuki yang membawa keberuntungan. 

“Sebuah keberuntungan Persikasi bisa menahan setiap serangan yang dilontarkan tim Super Progresif, baik di babak pertama maupun babak kedua,” kata dia.

Kalaupun menyerang balik, serangan tim Persikasi hanya mampu melakukannya beberapa kali.

“Tidak sedikit serangan tim Super Progresif nyaris membobol gawang Persikasi yang dijaga oleh Andika Farhan,” kata Heru.

Dia mengungkapkan, dengan kemenangan ini, Persikasi Bekasi berhasil mengembalikan tahta juara setelah sekian lamanya Piala Soeratin melanglang buana di Kota dan Kabupaten lain.
 
“Kemenangan ini untuk Kabupaten Bekasi. Berkat dukungan dari masyarakat Kabupaten Bekasi dan hadirnya Plt Bupati Bekasi H. Akhmad Marjuki, Piala Soeratin kini sudah kembali ke Bekasi,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan yang sama, ketua PSSI Kabupaten Bekasi, Hamun Sutisna menyatakan bahwa keberhasilan Persikasi menjadi Juara Soeratin U-17 Piala H. Umuh Muchtar adalah prestasi yang membanggakan.

“Ya, ini sangat membanggakan. Persiapan hanya tiga bulan, tapi Persikasi U-17 bisa meraih juara,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, semua pemain merupakan asli dari Kabupaten Bekasi dan berasal dari binaan sekolah sepakbola (SSB) dan klub yang ada di Kabupaten Bekasi.

(***)

Mendagri Dorong Penguatan Wilayah Perbatasan Melalui Pengembangan Potensi Kawasan

0

Mendagri Dorong Penguatan Wilayah Perbatasan Melalui Pengembangan Potensi Kawasan

Natuna – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mendorong penguatan wilayah perbatasan dengan mengembangkan potensi kawasan. Hal itu diungkapkannya saat melakukan peninjauan kegiatan layanan GISA Dukcapil serta penyerahan secara simbolis dokumen kependudukan bagi masyarakat nelayan di Kantor Camat Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, posisi pulau terluar dan wilayah perbatasan menjadi penting bagi bangsa Indonesia, terutama sebagai etalase negara dan bagian dari kedaulatan negara, termasuk Pulau Laut.

“Di samping kekuatan militer yang hadir, kita juga harus perkuat, percepat pembangunan di pulau-pulau terluar, termasuk juga daerah perbatasan, termasuk Kecamatan Pulau Laut,” kata Mendagri Tito.

Mendagri menambahkan, titik sentral penguatan itu bisa dilakukan lewat percepatan pembangunan berbasis administrasi wilayah kecamatan. Pasalnya, apabila mengambil basis wilayah Kabupaten, tak semua wilayah tersebut masuk sebagai bagian pulau terluar atau perbatasan. Sama halnya dengan Kabupaten Natuna, tak semua wilayahnya merupakan bagian pulau terluar dan berbatasan langsung dengan negara lain.

“Kita inventarisir seluruh Indonesia ini, totalnya ada 584 kecamatan yang ada di perbatasan. Ini di samping ada sisi pertahanan, tapi juga Bapak Presiden ingin membangun pemerataan pembangunan,” imbuhnya.

Meski demikian, ia menambahkan, dari 584 kecamatan yang ada di perbatasan, Pemerintah telah menetapkan 222 lokasi prioritas (Lokpri) pembangunan kecamatan pada Tahun Anggaran 2021-2024. Namun akibat pandemi Covid-19, percepatan pembangunan sempat terhambat. Karena itu, proses pembangunan ini akan kembali digenjot pada tahun 2022.

“Itu sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional yang dikeluarkan Bappenas, sudah dibunyikan, 222 lokasi prioritas berbasis kecamatan,” tutur Mendagri Tito.

Selaku Kepala BNPP, ia menekankan pembangunan dan pengembangan wilayah perbatasan akan diawali dengan pengembangan potensi yang dimiliki kecamatan itu sendiri. Mendagri mengilustrasikan, jika Kecamatan Pulau Laut memiliki potensi di sektor perikanan, maka sektor itulah yang akan digenjot. Misalnya, dengan memperkuat kemampuan nelayan agar memiliki kemampuan tangkap yang maksimal, memiliki kapal yang dilengkapi fasilitas penunjang, off taker atau penguatan penampung, serta market atau pasar.

Kendati demikian, Mendagri menekankan perlunya sinergisitas dan gotong royong seluruh level satuan pemerintahan. Tak hanya pemerintah pusat yang bekerja keras dalam melakukan pembangunan perbatasan, tetapi Pemerintah Kabupaten, termasuk Kecamatan juga harus turut serta dan serius dalam mengembangkan potensi di wilayahnya.

“Prinsipnya kita keroyok ramai-ramai. Sekali lagi, kita berkeinginan betul untuk mempercepat pembangunan Kecamatan Pulau Laut,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Dit intelkam Polda Jabar Lakukan Korkom dan Monitoring Pilkades Agar Terciptanya Pilkades Serentak yang Kondusif

0

Dit intelkam Polda Jabar Lakukan Korkom dan Monitoring Pilkades Agar Terciptanya Pilkades Serentak yang Kondusif

BANDUNG BARAT – Dalam rangka menciptakan situasi kondisi yang aman dan kondusif Polda Jabar melaui Direktorat Intelkam yang di pimpin KOMPOL ASEP RIDWAN H, SH melakukan Monitoring, Pemantauan, Cipta Kondisi, Pemetaan Kerawanan Konflik, Korkom dengan Polres Cimahi ( Satuan Intelkam IPTU A. DODY HERMAWAN, S.H., M.H ), Polsek Jajarannya, Kecamatan / Desa (Panitia Pilkades / P2KD) serta melakukan komunikasi, silaturahmi dan pemantauan kepada Para Calon Kepala Desa terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 di Kabupaten Bandung Barat yang akan digelar pada 28 November 2021.

Tercatat ada 171 Calon Kades 41 Desa di 14 Kecamatan dan jumlah DPT kurang lebih sebanyak 275.116 jiwa, KOMPOL ASEP RIDWAN H, SH mengatakan telah melakukan pemantauan di wilayah Kab. Bandung Barat yang melaksanakan pilkades tahapan demi tahapan dari mulainya masa kampanye tanggal 22 – 24 November dan saat ini masa tenang dari tanggal 25 – 27 November dan kemudian pencoblosan pada tanggal 28 November 2021 serta dilanjutkan penghitungan suara.

“Di setiap tahapan pihak Kepolisian khususnya Polres Cimahi dan Polsek jajarannya telah melakukan pengamanan terbuka maupun tertutup. Pengamanan terbuka saat pelaksanaan kampanye, tanggal 22, 23, dan 24 November 2021 melibatkan sekitar 850 personel tersebar ke seluruh wilayah Kab. Bandung Barat yang saat telah melaksanakan kampanye Pilkades. Kemudian pada saat masa tenang ini, di gelar juga kegiatan dan jumlah yang sama, sesuai penyampaian dari pihak Polres Cimahi.

Menjelang hari pencoblosan dan penghitungan suara, menurut Asep Ridwan, telah memetakan sejumlah daerah yang dianggap rawan, kurang rawan dan tidak rawan terjadi konflik baik dilihat dari segi jumlah pemilih, massa pendukung (Parpol, ormas, tomas, todat dll), Tingkat Kontestasi Pilkades yang cukup tinggi diantara para Calon, bentrokan antar pendukung calon, money politik dan faktor-faktor lainnya serta melakukan kunjungan kepada beberapa calon kepala desa guna menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas terkait Pilkades serta melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana ( Surat Suara, Kotak Suara, lokasi TPS ) pada saat pencoblosan dan perhitungan suara nanti tanggal 28 November 2021.

Dari para Tim sukses dan calon kades yang berhasil di kunjungi dan ditemuin, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polda Jabar, Polres dan Polsek sudah mengawal pelaksanaan pilkades sampai saat ini berjalan aman dan kondusif serta menyampaikan kesanggupannya atau berkomitmen menjaga situasi pilkades berjalan aman, tertib dan kondusif sampai pelaksanaan pilkades selesai, dengan menerima apapun hasil perhitungan suara (terpilih atau tidak) dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas atau bahkan melakukan perbuatan melawan hukum,” ujar Asep Ridwan.

(Redaksi)

Diduga Akibat Konsleting Listrik, Toko Perabot dan Furnitur di Bekasi Ludes Dilalap Api

0

Diduga Akibat Konsleting Listrik, Toko Perabot dan Furnitur di Bekasi Ludes Dilalap Api

Kabupaten Bekasi – Diduga karena korsleting listrik sebuah Toko tiga ruang yang menjual peralatan rumah tangga dan elektronik ( Sumber Jaya) di jalan raya RE Martadinata Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, ludes dilalap si jago merah pada Rabu Siang (24/11/21).

Lokasi toko yang terbakar berada di jalan utama pusat keramaian membuat arus lalulintas tersendat dan terjadi kemacetan cukup parah di lokasi tersebut, sehingga lalulintas dialihkan oleh pihak Kepolisian.

Menurut salah satu warga Faizal (45) awal kejadian kebakaran diketahui nya berasal dari ruangan belakang,terlihat keluar asap dari atap bangunan tersebut.

“Saya liat asap hitam pekat dari atap belakang, diperkirakan api berasal dari ruangan belakang dan saya mencoba memberitahu ke toko sebelahnya karena posisinya berdekatan dengan toko lain. ” Ujar Faisal.

Ia juga menjelaskan toko yang menjual peralatan rumah tangga tersebut sudah beberapa hari yang lalu tutup, karena api semakin membesar akhirnya menyambar seluruh bangunan toko dan warga berinisiatif memendamkan api dengan alat seadanya.

“Warga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya karena dikhawatirkan menyambar ke toko sebelahnya. ” Ungkap faizal.

Pemadam kebakaran Kabupaten Bekasi yang datang ke lokasi menerjunkan 7 Unit Mobil Pemadam Kebakaran untuk memadamkan api agar tidak menyambar ke bangunan lain.

Heru Khairul Komandan Regu Damkar Kabupaten Bekasi mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan warga dia bersama tim Pemadam Kebakaran menuju lokasi.

“Kami menerjunkan 7 Unit Mobil Pemadam Kebakaran, kami sempat mengalami kesulitan karena kondisi toko tutup dan harus di jebol rolling dornya” Ujar Heru saat diwawancarai.

Selain kesulitan memadamkan api karena kondisi toko tertutup, Tim Damkar Kabupaten Bekasi juga kesulitan sember air hingga memperlambat evakuasi pemadaman tersebut.

“Diduga kebakaran terjadi karena korsleting listik , kerugian mencapai ratusan juta rupiah dan allhamdulilah setelah hampir satu jam api dapat dipadamkan. ” Tutupnya.

(Redaksi)

Baznas Kabupaten Bekasi Kunjungi Dan Beri Bantuan Kepada Bayi Pengidap Hydrosefalus Di RSUD Kabupaten Bekasi

0

Baznas Kabupaten Bekasi Kunjungi Dan Beri Bantuan Kepada Bayi Pengidap Hydrosefalus Di RSUD Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi – Baznas Kabupaten Bekasi kunjungi dan berikan bantuan kepada bayi bernama Nadira yang menderita penyakit Hydrosefalus anak dari Ibu Dini Angraini yang sedang dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi pada Rabu (24/11/2021).

Diketahui Nadira berusia 3 (tiga) bulan dan menderita Hydrosefalus sejak lahir hingga kini sudah dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi sejak hari minggu 21/11/2021 lalu.

Adapun bentuk bantuan yang di berikan Baznas Kabupaten Bekasi yaitu berupa bantuan kesehatan, paket sembako dan uang tunai sebesar Rp.2.630.000.

Selain bantuan kesehatan, paket sembako dan uang tunai, Baznas Kabupaten Bekasi pun akan berikan bantuan biaya sekolah untuk anak pertama dari Dini Angraini yang duduk di bangku kelas enam (6) sekolah dasar.

Saat di hubungi lewat chat Whatsapp melalui Kepala Baznas Kabupaten Bekasi H.Abdul Azis mengatakan begitu mendapat informasi adanya bayi yang menderita penyakit Hydrosefalus sejak lahir, Baznas Kabupaten Bekasi langsung berusaha mengkonfirmasi alamat bayi malang tersebut.

“Setelah mendapat informasi Kami (Baznas Kabupaten Bekasi) langsung berusaha mencari alamat korban untuk kita lihat kondisinya dan untuk menyalurkan bantuan, dan Alhamdulillah kini Ade Nadira sudah dalam penanganan medis di RSUD Kabupaten Bekasi,” Ucap Abdul Azis.

Lanjut Kepala Baznas Kabupaten Bekasi, “Kami juga sudah bertemu dengan pihak keluarga dan sudah berbincang, Baznas akan berikan bantuan kepada Kakak Sekolah kepada Kakak Nadira yang kelas 6 SD,” Tutupnya.

(Redaksi)

Diduga Asal Jadi, Peran Pengawasan Pemdes Karang Mukti Diharapkan Pada Kegiatan Leningan

0

Diduga Asal Jadi, Peran Pengawasan Pemdes Karang Mukti Diharapkan Pada Kegiatan Leningan

KABUPATEN BEKASI – Pekerjaan proyek Leningan Saluran Air Bapak Asep Saepudin Rt. 03/03 Desa Karang Mukti Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, diduga asal jadi.

Pasalnya kegiatan yang bersumber dari APBD Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Bekasi, kemudian dikerjakan oleh Cv. Barnard Bersaudara, dengan nilai Rp. 198. 049. 548., dari hasil pantauan awak media pemasangan pondasi bawah leningan tidak di gali terlebih dahulu, hanya menancapkan batu di genangan air,pada rabu 24 November 2021.

Bukan hanya itu, terlihat pada kegiatan leningan tersebut air yang masih banyak tanpa adanya pengeringan terlebih dahulu dari pihak yang mengerjakan, sehingga meragukan kualitas pada pembangunan leningan itu sendiri.

Lemahnya pengawasan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi diduga adanya pembiaraan dari pihak pengawas serta konsultan, karena pekerjaan proyek yang berjudul leningan saluran air bapak Asep saepudin sudah berjalan beberapa hari ini tetap berjalan seperti itu.

Mirisnya lagi, proyek tersebut sebetulnya berdekatan dengan Kantor Pemerintah Desa Karang Mukti, setidaknya Pemerintah Desa bisa ikut serta mengawasi pembangunan leningan tersebut, karena proyek leningan itu terealisasi dengan adanya usulan dari masyarakat yang di lanjutkan oleh pemerintah Desa Karang Mukti, sehingga bisa dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat juga.

Jika tetap adanya pembiaraan dan dibayarkan maka dugaan KKN demi keuntungan pribadi terlihat jelas, maka dari itu diharapkan peran ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi agar menghindari kerugian uang negara.

Sampai saat berita ini diterbitkan, belum ada pihak pengawas maupun konsultan yang dapat dihubungi.

Reporter : (Dayat)

Kembali Keluarkan CSR, FajarPaper Bangun Sumur Air Bersih dan Bagikan 17.000 Paket Alat Tulis Untuk 53 Sekolah Dasar di Kabupaten Bekasi Senilai Rp. 950.000.000,-

0

Kembali Keluarkan CSR, FajarPaper Bangun Sumur Air Bersih dan Bagikan 17.000 Paket Alat Tulis Untuk 53 Sekolah Dasar di Kabupaten Bekasi Senilai Rp. 950.000.000,-

Kabupaten Bekasi – Sebagai salah satu wujud kepedulian PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk (Fajar Paper) terhadap lingkungan sekitar , baru-baru ini telah selesai dilakukan 2(dua) agenda kegiatan CSR, sebagai bagian dari perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar, yaitu kegiatan dibidang pendidikan dan juga kegiatan CSR untuk peningkatan kesehatan masyarakat melalui tim CSR-Fajar Paper selaku pelaksana kegiatan CSR di lapangan.

Kembali Keluarkan CSR, FajarPaper Bangun Sumur Air Bersih dan Bagikan 17.000 Paket Alat Tulis Untuk 53 Sekolah Dasar di Kabupaten Bekasi Dengan senilai Rp. 950.000.000,-

Kegiatan CSR dibidang Pendidikan dilakukan dengan pembagian paket buku dan alat tulis. Agenda Kegiatan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan berkelanjutan sehingga sudah menjadi agenda tetap dari Fajar Paper, Pelaksanaan tahun ini dilakukan selama bulan September-Oktober dan Fajar Paper telah membagikan paket buku dan alat tulis sesuai target yang ditetapan oleh pihak management perusahaan yaitu sejumlah 17.000 paket untuk murid-murid di 53 Sekolah Dasar yang tersebar 13 desa, yaitu desa Kalijaya, desa Sukajaya, desa Sukadanau, desa Suka asih, desa Sukadarma, desa Sukamanah, desa Sukamulya, desa Harjamekar, desa Tanjung Sari, desa Pasir Gombong, desa Karang asih, desa Sukawijaya, dan Cikarang Kota.

Bapak H. Zubastian, selaku perwakilan manajemem Fajar Paper mengutarakan “Bantuan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan di bidang Pendidikan, terutama dalam keadaan menghadapi situasi ekonomi sulit paska pandemi seperti saat ini.” ujarnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Tim CSR-Fajar Paper mendapat respon yang sangat positif dari para guru, orang tua murid dan juga para siswa-siswi. Tanggapan respon positif inilah yang menjadi penyemangat seluruh tim CSR-FajarPaper yang ikut peran serta dalam konteks berbagi kepada masyarakat dalam rangka perwujudan tanggungjawab perusahaan.

Bapak Aang Kunaefi selaku guru sekolah SDN Kalijaya 02 Cikarang Barat mengatakan “Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang diberikan melalui FajarPaper yang senantiasa mengingat murid-murid dan para guru di sekolah dasar terutama sekitar perusahaan. Atas apa yang telah diberikan FajarPaper kepada kami , yaitu penyampaian bantuan berupa alat tulis dan seragam guru juga sebelumnya dilakukan renovasi sekolah kami dan juga sekolah lainnya, kami selalu mengucapkan terima kasih. Walaupun dalam kondisi pandemi seperti ini, perusahaan tidak melupakan warga disekitarnya. Semoga FajarPaper bertambah sukses dan jaya. Amin”

Selain bantuan di bidang pendidikan, FajarPaper juga telah melakukan kegiatan CSR untuk Kesehatan masyarakat yaitu dengan membangun 3(tiga) titik sumur air bersih guna membantu masyarakat dalam peningkatan kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan air bersih.

Hal ini menjadi perhatian Fajar paper setelah melihat pemenuhan kebutuhan air bersih dalam keseharian masyarakat yang belum tercukupi, dimana kekurangan air bersih ini telah membuat banyak warga sekitar harus mencari sumber air di daerah lain untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci baju dan kegiatan lainnya.

Kondisi inilah yang akhirnya membuat perusahaan mengalokasikan kegiaatan CSR nya untuk pengadaan air bersih dan setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintahan desa serta survey langsung ke lapangan maka dilakukan pembangunan 3(tiga) titik sumur air bersih untuk warga di desa Kalijaya dan desa Harjamekar. Hal ini juga bentuk nyata kepedulian dan wujud tanggungjawab sosial dari FajarPaper kepada masyarakat sekitar perusahaan.

Bapak Dede selaku Kepala Desa Kalijaya Cikarang Barat mengatakan “Selama ini secara kontinu sembako untuk penanggulangan Covid-19 yang selalu diidistribuksikan kepada warga Kalijaya oleh Fajarpaper, dan sekarang bantuan sumur air bersih ini kembali dibangun oleh FajarPaper untuk bisa dimanfaatkan kepada warga kami,khususnya yang masih kekurangan air bersih. Semoga apa yang sudah dilakukan oleh FajarPaper ini bisa menjadi contoh untuk perusahaan lainnya yang ada di kabupaten Bekasi dan doa kami semoga FajarPaper terus maju dan sukses selalu.”

Bapak Ucun S.Pd selaku kepala sekolah SDN Kalijaya 01 Cikarang Barat mengungkapkan “Saya mengucap syukur dan ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada FajarPaper karena SDN Kalijaya 01 tahun ini selain mendapatkan bantuan paket alat tulis dan seragam guru, serta renovasi untuk sekolah kami baik kelas, perpustakaan, mushola, toilet, pagar dan kami juga dibuatkan sumur air bersih yang sangat kami butuhkan dalam kegiatan belajar mengajar kami yang sudah dilakukan secara offline secara bergantian yaitu pagi dan sore.”

FajarPaper secara terus menerus akan memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui Tim CSR-Fajar Paper baik untuk kemajuan dunia pendidikan maupun kepedulian menjaga kelestarian lingkungan hidup serta kehidupan sosial keagamaan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bekasi, melalui berbagai agenda kegiatan CSR yang dijalankan seperti pembagaian Zakat, bantuan hewan kurban, renovasi sekolah, bantuan sembako, bantuan bencana alam, santunan anak yatim piatu, bantuan alat tulis dan seragam guru, bantuan terhadap penanggulangan Covid – 19,dll.

Tentang PT Fajar Surya Wisesa Tbk

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper) adalah salah satu produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia dengan kapasitas produksi gabungan terpasang lebih dari 1,5 juta ton per tahun. Didirikan pertama kali sebagai perseroan terbatas pada tanggal 29 Februari 1988, kemudian status perusahaan berubah menjadi perusahaan terbuka setelah terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 19 Desember 1994 (FASW.JK).


FajarPaper adalah perusahaan masa depan, terutama dalam hal cara berpikir ke depan yang diterapkan dalam menjalankan usahanya, yaitu melalui konservasi energi dan lingkungan di sekitar perusahaan berada. Setiap produk yang dihasilkan berasal dari 100% kertas daur ulang dan sebagian besar kebutuhan energi untuk mesin-mesin kertas dapat dipenuhi sendiri melalui pembangkit listrik yang dimiliki Perseroan.

(Redaksi)

Puluhan Pemotor Terjaring Ops Zebra Jaya 2021 Polres Metro Bekasi

0

Puluhan Pemotor Terjaring Ops Zebra Jaya 2021 Polres Metro Bekasi

Kabupaten Bekasi – Berdasarkan intruksi Polda Metro Jaya, Polres Metro Bekasi menggelar Operasi Zebra Jaya 2021, Operasi ini menyasar jalan-jalan yang rawan pelanggaran lalu lintas, personel gabungan pun dikerahkan selama Operasi Zebra Jaya 2021.

Kegitan tersebut menyasar lokasi yang biasa disebut orang perapatan (Jurong) di Jalan Ki Hajar Dewantara Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (23/11/2021), dan memdapatkan puluhan pelanggar yang terjaring Ops Zebra Jaya 2021 tersebut.

Kegiatan Operasi gabungan tersebut di pimpin oleh AKP Hendaryusen, Kanit Reskrim Polres Metro Kabupaten Bekasi.

Menurut AKP Hendaryusen kegiatan ini dalam rangka penegakan lalulintas di wilayah kabupaten Bekasi.

Sementara saat di jumpai awak media Anggota TNI Kodim 0509 Kabupaten bekasi Koramil 08 Lemah Abang Peltu Slamet yang kebetulan bertugas dirinya menjelaskan, “kegiatan ini bentuk himbauan penegakan lalulintas, dan Himbauan kendaraan yang menggunakan knalpot bising juga, himbauan penggunaan masker terhadap pengguna jalan raya,” Ucap Peltu Slamet Kepada awak media

“Selama dalam kegiatan gabungan ini petugas masih menemukan pelanggar prokes yang tidak mengunakan masker dan puluhan pelanggar dengan knalpot bising,” ujar Peltu Slamet

Perlu di ingat kegiatan yang dilakukan hingga kami turun ke jalan saat ini selain penegakan kepada pelanggar lalu lintas juga bagian dari upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 melalui disiplin protokol kesehatan.

“Babinsa Koramil 08 Lemah Abang akan terus melakukan himbauan protokol kesehatan di wilayah tanggung jawab Koramil, Kita wajib waspada dengan penyebaran covid 19, Walau kasus penularan saat ini telah menurun namun jangan abai menerapkan protokol kesehatan, seperti wajib menggunakan masker saat beraktivitas terutama dilingkungan yang berpotensi adanya kerumunan” jelasnya

Selanjutnya saya sebagai Danposmil Lippo Cikarang mewakili Danramil 08 Lemah Abang berharap, himbauan disiplin prokes dapat lebih meningkatkan kesadaran warga pentingnya prokes.

“Diharapkan dengan kegiatan Oprasi Zebra 2021 ini yang digelar rutin, dapat mengedukasi warga sehingga tumbuh kesadaran untuk mematuhi aturan dan ajuran pemerintah tentang protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Danposmil.

(Indra Wiro)

Wartawan Bukan untuk Ditakuti, Kejati Jabar Siap Bersinergi

0

Wartawan Bukan untuk Ditakuti, Kejati Jabar Siap Bersinergi

BANDUNG – Hingga kini, masih banyak pihak yang merasa “takut” atau terintimidasi saat didatangi wartawan. Namun, sejatinya, apabila memang tujuan kedatangan wartawan itu benar dan pihak yang didatangi tak punya kesalahan, ketakutan itu seharusnya tak perlu terjadi.

“Kalau ada wartawan datang ke kantor kita dan bertanya sesuatu yang memang tupoksi kita, hadapi. Jelaskan apa adanya. Wartawan bukan untuk ditakuti atau dijauhi tapi ajaklah berdiskus,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dr Asep Nana Mulyana SH, MHum, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar, Jalan Wartawan 2 Nomor 23, Kota Bandung, Senin (22/11/2021).

Kajati hadir dengan didampingi sejumlah pejabat utama Wakajati Sungarpin, Asintel Sugeng Hariadi, Asdatun Wahyudi, Asbin Benny Darmawan, Kajari Kota Bandung M Iwa Suwia Pribawa, Kajari Kabupaten Bandung Sunarko, serta Kasi Penkum Dodi Gazali Emil. Rombongan diterima Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat dan para pengurus harian.

Asep menuturkan, apabila ada wartawan yang datang ke kantor kejaksaan untuk bertanya perkembangan kasus, setiap kajari harus terbuka untuk menjelaskannya. “Jelaskan saja perkembangan kasus yang sedang diselidiki dan berikan pengertian bahwa kasus A masih berjalan. Apabila memang ada hal-hal yang harus ditunda sementara publikasinya karena untuk mencegah pelaku kabur atau menghilangkan barang bukti, sampaikan. Saya yakin, dengan keterbukaan itu teman-teman wartawan akan sangat mengerti karena itu terkait proses penyidikan. Kalau tidak dijelaskan, malah nanti ada pemikiran yang tidak-tidak dari media atau publik,” ujar pria asal Tasikmalaya ini.

Oleh karena itu, Asep tidak mau mendengar ada berita seorang kajari di Jabar yang kabur dari pintu belakang untuk menghindari pertanyaan para wartawan. “Kalau ada kajari saya yang sulit diakses dan tertutup, laporkan ke saya atau Asintel saya. Kami sangat terbuka,” kata Guru Besar Luar Biasa di Undip dan Unpad tersebut.

Lebih lanjut Asep menuturkan, saat ini, profesi wartawan sangat rentan untuk dikriminalisasi. Hal itu tak lepas dari banyaknya sejumlah aturan yang bisa menjerat para wartawan atas berita yang dimuatnya apabila tak mengikuti kaidah yang tepat.

Foto Bersama Kejati Jabar dengan Pengurus PWI Jabar

Atas hal itu, Asep mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan media, salah satunya PWI Jabar, apabila ada anggota PWI Jabar yang terjerat hukum. “Tentunya, dengan tetap saling menjaga profesionalitas masing-masing,” katanya.

Kolaborasi lainnya adalah saling pengayaan terkait aturan-aturan yang ada serta tupoksi masing-masing pihak. “Banyak aturan yang bisa mengancam seorang wartawan terjerat kasus hukum. Di sinilah kami akan sharing. Termasuk tentang penggunaan istilah-istilah hukum yang tepat sehingga berita yang dibuat semakin press klaar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengapresiasi kehadiran Kajati Jabar dan para pejabat utamanya ke Kantor PWI Jabar. Pada kesempatan itu, Hilman juga memaparkan tentang aktivitas jurnalisme yang saat ini sangat rentan untuk dijerat hukum. Sejumlah aturan menjadikan seorang jurnalis mesti hati-hati sebelum membuat sebuah berita. Namun, tidak semua jurnalis memahami hal tersebut.

Oleh karena itu, pengayaan dari aparat penegak hukum, khususnya terkait hal-hal yang bisa menjerat jurnalis ke dalam hal pidana, menjadi sebuah keniscayaan. “Kolaborasi ini akan sangat bermanfaat bagi kami di PWI Jabar serta seluruh anggota kami. Keterbukaan dan transparansi yang menjadi semangat Kajati, tentunya akan sangat membantu para wartawan di daerah-daerah, untuk mengakses informasi di setiap kejari,” ujarnya.

Hilman pun membeberkan, di tengah ledakan disrupsi digital saat ini, ribuan situs berita online pun muncul di Jabar. Namun, tidak semuanya telah terverifikasi oleh Dewan Pers. Wartawan pun sangat banyak namun tak semuanya tersertifikasi oleh PWI atau pun organisasi pers lainnya.

“Untuk PWI Jabar, anggota kami yang sudah tersertifikasi saat ini mencapai 600 lebih. Insyaallah anggota kami tidak melenceng dari aturan-aturan jurnalisme dalam menjalankan tugasnya. Namun, apabila ada wartawan yang mengaku anggota PWI Jabar dan bermasalah dengan hukum karena sebuah pemberitaan, kami siap dikonfirmasi oleh rekan-rekan di kejaksaan,” katanya.

Konfirmasi diperlukan untuk memastikan apakah dia memang anggota PWI Jabar atau bukan. Sekaligus memastikan apakah jeratan pidana itu terkait dugaan tindak pidana di bidang pers atau bukan. “Kalau memang terkait delik pers, kami harus memastikan pula agar proses penyidikannya berpedoman pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika tidak, maka bisa dikenai pidana umum,” ucapnya.

(Redaksi)

Yana Menangis dan Meminta Maaf Bersama Istrinya Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

0

Yana Menangis dan Meminta Maaf Bersama Istrinya Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sumedang – Usai ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian Resort Sumedang lantaran telah membuat berita kebohongan yang menimbulkan keonaran atau kehebohan di masyarakat luas, Yana Supriatna akhirnya meminta maaf.

Pria yang kini menjadi perbincangan di masyarakat Sumedang bahkan beritanya heboh hingga seantero Nusantara itu kini hanya bisa menangis dan meminta maaf kepada masyarakat dihadapan polisi dan wartawan di Aula Tri Brata Mapolres Sumedang, Senin (22/11).

Diketahui, sebelumnya Yana Supriatna (40) yang merupakan warga Babakan Regol Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan itu membuat pesan suara kepada istrinya melalui pesan Whatsap yang berisi tentang kabar bahwa dirinya memberikan tumpangan kepada orang misterius usai melaksanakan sholat di daerah Simpang Pamulihan. Kemudian pesan suara kedua Yana mengabarkan bahwa dirinya seperti akan hanyut disungai dan berkata sudah tidak kuat. Bahkan Yana meninggalkan motor miliknya di Cadas Pangeran.

Kemudian istrinya melapor ke Polsek Sumedang Selatan dan ditindak lanjuti dengan Pencarian di Sekitar Cadas Pangeran bersama dengan Petugas Gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, BPBD, Basarnas, Para Relawan dan juga Masyarakat sekitar. Bahkan Anjing pelacak pun dikerahkan untuk mencari Yana.

Akan tetapi ternyata Yana tidak hilang. Yana ditemukan oleh Polisi di wilayah Kadipaten Majalengka dalam kondisi sehat. Dan ternyata apa yang dikabarkan kepada istrinya tersebut adalah sebuah kebohongan.

Kini Yana pun dikenakan Pasal 14 ayat 22 UU RINo 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukuman pidana.

Dalam pasal itu, disebutkan bahwa, barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun Yana tidak ditahan, lantaran ancaman hukuman maksimalnya 3 tahun penjara.

“Yang bersangkutan wajib diberlakukan wajib lapor setiap hari,” katanya.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo menambahkan, keberadaan Yana setelah pihaknya melacak sinyal ponsel Yana. Yana pun ditemukan di depan sebuah klinik di wilayah Kadipaten, Majalengka.

“Kami melacak keberadaannya menggunakan IT. Mulanya sinyal ponsel Yana ada di Cirebon, lalu sempat mati. Dan ketika menyala lagi sinyalnya berada di Kadipaten Majalengka,” ucapnya.

Kepada polisi, Yana mengaku sempat berniat meloncat ke jurang Cadas Pangeran, namun niat itu diurungkan karena Yana teringat keluarganya.

Atas kejadian yang menghebohkan ini, Yana dan istrinya pun meminta maaf kepada semua pihak, dari mulai kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas, dan masyarakat.

“Permintaan maaf ini saya sampaikan setulus-tulusnya, tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun,” ujar Yana, sambil menangis.

Yana mengaku, dirinya melakukan hal tersebut murni karena ada masalah keluarga dan pekerjaan.

“Informasi yang beredar bahwa saya punya istri kedua itu tidak benar,” ujarnya.

(Radar Sumedang/gun)