Polsek Kedungwaringin Lakukan Vaksinasi Untuk Pelajar Tahap I

Guejabar.com || Kabupaten Bekasi – Polsek Kedungwaringin lakukan giat program percepatan Vaksinasi terhadap pelajar di SMUN 1 Kedungwaringin, Kampung Kedunggede, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi, sebanyak 346 Pelajar, Dengan menghabiskan sebanyak 35 Vial Vaksin Phyzer, Senin (30/08/2021).

Kegiatan ini juga dipimpin langsung oleh Kapolsek Kedungwaringin AKP Bambang Trimulyo, SH.,MH dan Kepala Puskesmas Kedungwaringin dr.H.Ahmad Hidayat, S.Kep sebagai penanggung jawab.

Dalam acara itu selain melibatkan anggota polsek juga melibatkan tenaga kesehatan dan sejumlah unsur muspika Kecamatan Kedungwaringin, Pihak sekolah SMUN 1 Kedungwaringin dan anggota koramil 13/Kedungwaringin.

Kapolsek Kedungwaringin AKP Bambang Tri Mulyo menyebutkan, kegiatan vaksinasi tersebut diharapkan dapat melindungi masyarakat dan pelajar dari penyebaran wabah Covid-19.

“Kami akan terus menekankan dan program ini guna percepatan vaksinasi terhadap pelajar yang ada di wilayah kedungwaringin,” tegasnya.

Sebelum pelaksanaan vaksinasi pelajar ini Kapolsek AKP Bambang juga mengecek kesiapan diantaranya protokol kesehatan yang diutamakan dan menghimbau agar tetap menerapkan 5M.

“Sebelum pelaksanaan saya mengecek kesiapan protokol kesehatanya dan saya juga menghimbau agar para peserta tetap mematuhi 5M yaitu masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak membatasi serta membatasi mobilitas,” ungkapnya.

Sebelum peserta dilakukan vaksinasi akan di cek dulu kesehatanya agar dipastikan bahwa tidak memiliki riwayat penyakit diantaranya, pernah menderita Covid-19, mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atau (ISPA) seperti batuk, pilek, dan sesak napas dalam 7 hari terakhir lalu sedang mendapatkan terapi jangka panjang terhadap kelainan darah, gagal jantung atau jantung koroner, auto imun seismik seperti SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.

Kemudian, penyakit kronis sedang menjalani hemodialisis, dialisis peritoneal, transplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan kortikosteroid, menderita Reumatik Auto imun atau Rheumatoid Arthritis, penyakit saluran pencernaan kronis, penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun, penyakit, kelainan darah, Imunokompromais atau defisiensi imun dan atau atau penerima produk darah atau transfusi.

(Red)