PMII FISIP UIN Cabang Kabupaten Bandung Gelar MAPABA yang ke – 9

PMII FISIP UIN Cabang Kabupaten Bandung Gelar MAPABA yang ke – 9

GUE JABAR | BANDUNG – Digelar di Gedung Muslimat NU Jawa Barat yang bertepatan di area PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Barat, Kec. Buah Batu, Kota Bandung, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Rayon FISIP Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kabupaten Bandung menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru atau yang disingkat MAPABA.

Kegiatan Mapaba tersebut digelar selama tiga hari, terhitung sejak Jum’at sore 09 Desember hingga Minggu malam kemarin 11 Desember 2022.

Masa Penerimaan Anggota Baru atau Mapaba merupakan jenjang kaderisasi formal pertama yang ada di organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Setiap mahasiswa/i yang ingin tergabung secara sah menjadi anggota/kader organisasi tersebut haruslah mengikuti prosesi Mapaba.

Mapaba yang di gelar PMII Rayon FISIP tersebut ialah Mapaba yang ke 9 kalinya sejak PMII Rayon FISIP Komisariat UIN Bandung tersebut berdiri pada 2013 silam.

Pada perhelatan Mapaba kali ini, diambil tema oleh panitia pelaksana yang berbunyi “Pewarisan Nilai-nilai Pergerakan Dengan Semangat Kebangsaan, Kritis Transformatif, dan Militan Berlandaskan Ahlussunah Waljamaah”. Tema tersebut dimaksudkan untuk mencetak anggota baru yang kritis, peka dan sadar akan realitas serta militan terhadap organisasi PMII.

“Pada Mapaba yang ke-9 kali ini, kita mengambil tema tersebut, dengan sebuah gol atau tujuan yang ingin digapai, yakni terbentuknya para calon anggota yang memiliki nalar kritis tersendiri yang sadar dan peka atas lingkungan sosialnya, serta juga mampu memberikan solusi, dan lebih dari itu juga, kita ingin calon anggota baru nantinya memiliki sikap loyalitas dan Militan yang kuat terhadap organisasi.” Ucap Novian selaku ketua Pelaksana dalam acara tersebut.

Dalam prosesi Mapaba yang dihelat selama tiga hari tersebut. Para peserta Mapaba disuguhkan dengan materi-materi yang disampaikan oleh para pemateri. Dan bukan hanya itu, ada juga simulasi sidang serta simulasi Aksi yang dilakukan sebagai bentuk pembelajaran bagi para peserta yang notabenenya ialah mahasiswa-mahasiswi baru.

“Yah, selama tiga hari, para peserta ini diberikan penyampaian materi oleh para pemateri yang memang berkualitas. Disamping itu, ada juga simulasi Aksi dan sidang, yang mana ini jadi bahan pembelajaran buat mereka para peserta, yang kebanyakan juga masih mahasiswa semester awal” sambung ketua panitia.

(Novian)