Nyorog Pertanda Menjelang Bulan Puasa Terus di Pertahankan Sebagai Tradisi Orang Betawi
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Kebiasaan yang diadakan menjelang puasa, Tradisi nyorog menjadi simbol hormat keturunan betawi kepada Orang Tua, nyorog tersebut dengan membawa berbagai macam masakan dengan membawa rantang.
Menjelang bulan suci Ramadan sejumlah daerah di Indonesia turut menyambutnya dengan tradisi lokal, tak terkecuali di Bekasi, Di sini tradisi Nyorog menjadi rutinitas yang tak bisa ditinggalkan sebagai tradisi dan adat mayarakat keturunan betawi.
Nyorog merupakan tradisi budaya betawi untuk menghormati orang tua, maupun sanak keluarga yang memiliki usia jauh di atasnya.
Biasanya kalangan muda akan menghantarkan berbagai macam barang, termasuk makanan dan buah-buahan, beberapa hari menjelang masuknya hari puasa pertama.
Ketupat dan opor ayam menjadi salah satu makanan yang dibawa oleh masyarakat betawi ke rumah orang tua dan sanak saudara yang usia nya lebih tua.
Bagi masyarakat Betawi, orang tua dan keluarga merupakan hal yang terpenting dan wajib untuk dihormati.
Membawa sejumlah bingkisan, termasuk makanan menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi yang lama terputus oleh jarak.
Fikom Unisba Gelar Semimar Dengan Tema Perempuan Penangkal Hoaks
GUE JABAR | BANDUNG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sebanyak 9.417 temuan isu hoaks dalam periode Agustus 2018 hingga 16 Februai 2023. Hoaks yang telah meresahkan dan berdampak negatif bagi mereka yang mempercayainya tampak terus bermunculan. Berangkat dari situasi ini, Fikom Unisba melakukan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi dengan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM bersama Komunitas Pengajian Aisyiyah Kota Bandung selama 2 hari secara online dan offline, pada sabtu dan minggu, 18-19 Maret 2023. Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Rini Rinawati, Dra., M.Si ini adalah tentang Literasi Digital Melalui Pemberdayaan Perempuan : Sebuah Solusi Untuk Menumbuhkan Kesadaran Menangkal Hoaks. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Bandung, Dra. Eti Sri Mulyati, M.Pd. dan wakil ketua Dra. Tuti Kusmiati.
Dekan Fikom Unisba, Prof. Dr. Atie Rachmiatie, M.Si membuka kegiatan PKM ini secara resmi dan dalam sambutannya menyatakan perlu kegiatan ini dilaksanakan sebagai ikhtiar memberi pembekalan soal literasi terutama untuk kaum perempuan ditengah ‘tsunami’ informasi yang menyesatkan, sehingga kaum perempuan terutama yang tergabung dalam komunitas pengajian Aisyiyah akan siaga dan selalu waspada dengan berita-berita palsu.
PKM hari pertama diadakan secara virtual melalui zoom meeting dengan pemaparan materi dan diskusi bersama dosen Fikom Unisba, diantaranya Dr. Ferry Darmawan, S.Sos., M.Ds, yang memaparkan mengenai pengetahuan tentang hoaks. Dalam penjelasannya, disampaikan bahwa hoaks sering kali memiliki konten sensasional atau mengejutkan dan menggunakan bahasa yang emosional untuk memanipulasi pembaca agar mempercayai informasi yang tidak benar, kemudian dijelaskan juga mengenai cara mengidentifikasi hoaks itu sendiri, yaitu dengan memeriksa fakta informasi dengan menggunakan sumber yang kredibel, bersikap skeptis terhadap bahasa yang sensasional atau emosional, dan memverifikasi identitas sumbernya.
Sementara Tia Muthiah Umar, S.Sos., M.Si memberikan materi mengenai etika komunikasi di media sosial, dimana menurut dosen Fikom Unisba ini, etika komunikasi akan sangat mempengaruhi komunikasi, karena secara fakta, kehadiran moral yang baik dalam setiap bentuk komunikasi manusia akan menjadi modal yang kuat bagi terselenggaranya komunikasi yang memuaskan, untuk itu dalam bermedia sosial, komunikasi harus senantiasa berlandaskan pada akhlaqul karimah sesuai tuntunan quran dan hadist.
Pembicara yang lainnya adalah Dr. Dedeh Fardiah, Dra., M.Si yang mengajak peserta untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan cakap dan bijak. Selain itu juga dipaparkan tentang literasi digital terkait dengan proteksi, diantaranya perlindungan data pribadi, keamanan daring dan privasi individu. Di sesi ini, kebebasan berekspresi, kekayaan intelektual dan aktivisme sosial juga disampaikan, sekaligus juga dibahas soal pemberdayaan jurnalisme warga, kewirausahaan dan etika informasi.
Selain ketiga nara sumber di atas, hadir juga dosen Fakultas Dakwah Unisba, Dr. Nia Kurniati, Dra., M.Si dengan materi Islam dan hoaks. Dijelaskan bahwa Islam menaruh perhatian besar terhadap akurasi berita dan menyatakan perang terhadap berita bohong atau hoaks. Manusia yang suka berbohong dikategorikan sebagai orang yang munafik, untuk itu pendekatan agama menjadi instrumen penting dalam bermedia untuk menghindari keterpurukan, dan untuk memandu kehidupan manusia.
PKM hari kedua diselenggarakan secara offline di Aula TK. Aisyiyah Antapani Bandung. Keterampilan literasi menjadi materi yang disampaikan Dadi Ahmadi, S.Sos., M.Ikom sekaligus berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan peserta yang hadir. Peserta diharapkan mampu menyeleksi jenis dan isi media yang dikonsumsi sesuai dengan usia dan kebutuhannya, dapat mengatur kapan waktu mengonsumsi media dan membatasi jumlah jamnya, termasuk memahami dan mengapresiasi isi pesan serta, dapat mengambil manfaat dari isi media yang dikonsumsi tersebut. Selain itu, diadakan juga pelatihan sederhana dan beberapa permainan literasi yang dipandu oleh MC Aldin Aldama, S.Sos., M.Si dengan beragam hadiah menarik sebagai hiburan di akhir rangkaian PKM. Kegiatan yang mendapatkan respon baik dan sambutan peserta dengan antusias tinggi ini berharap berkelanjutan karena manfaatnya banyak dan menjadikan Aisyiyah sebagai agen of change yang istiqomah.
Terkait Polemik Balai Warga di Perum Sukaraya Berujung Mediasi
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Kasus polemik pembangunan balai warga di Blok AB RT 09 RW 07 Perum Sukaraya Indah, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi dilakukan mediasi di Polres Metro Bekasi yang difasilitasi oleh pihak Kepolisian menghasilkan beberapa kesepakatan namun akan melakukan mediasi lanjutan di kantor Desa Sukaraya.
Dalam mediasi tersebut dihadiri para pengurus GASIBU, Kepala Desa Sukaraya Dano Sumarno, Anggota BPD Sukaraya dan kuasa hukum pihak pelapor.
Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Gerakan Warga Sukaraya Indah Bersatu (GASIBU) Nurul yang mengatakan hasil dari musyarwah atau mediasi yang dilaksanakan di Mapolres Metro Bekasi memang tidak sesuai harapan dan nanti akan ada mediasi lanjutan di Kantor Desa Sukaraya pada Sabtu nanti 25/03/25.
“Menurut hasil mediasi tadi yang dilaksanakan di Polres Metro Bekasi masih jauh dari harapan kami yaitu untuk menghentikan kasus ini dan membebaskan ketua RW kami dari tuntutan atas laporan salah satu warga, namun nanti kita akan ada mediasi lanjutan pada hari sabtu mendatang di kantor Desa Sukaraya,” Terangnya.
Dirinya (Nurul-red), juga menjelaskan notulen atau hasil mediasi melalui pesan singkat di Whatsapp saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihak kepolisian akan memfasilitasi terkait kedudukan tanah pelapor yaitu akan memanggil pihak terkait yaitu Depeloper, Dinas Tarkim Kabupaten Bekasi, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi terkait ada lalai atau tidak terkait bangunan yang ada di Perum Suakaraya Indah.
Sedangkan Kepala Desa Sukaraya Dano Sumarno dalam notulen tersebut mengatakan akan bertanggung jawab atas perlindungan sebagai warga SKI kepada pelapor dan meminta segera berdamai sesuai dengan permintaan kuasa hukum pelapor.
“Kita sudah sampaikan kondisi warga sangat resah atas polemik yang sudah berjalan 2 tahun tak kunjung selesai, kita menginginkan segera terjadi perdamaian karena balai warga ini dibangun untuk kepentingan umum,” Terangnya.
Jelang Bulan Suci Ramadhan, Polres Metro Bekasi Laksanakan Giat Cipkon dan OKJ
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kombespol Twedi Aditya Bennyahdi pimpin apel gabungan bersama Polri, TNI, Satpol PP dan Pokdar Kamtibmas di halaman Mapolsek Cikarang Selatan, Sabtu malam 18/03/23.
Didampingi oleh Wakapolres AKBP Erick Frendiez dan Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Chalid Thayib dan PJU Polres Metro Bekasi Kapolres berikan arahan kepada seluruh anggota yang mengikuti giat apel tersebut.
Kapolres Kombespol Twedi Adiyta Bennyahdi pada saat memberikan intruksinya mengatakan bahwa kegiatan dibagi menjadi dua yaitu Cipta Kondisi dan Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ).
“Yang pertama kita akan kembali melaksanakan cipta kondisi menjelang bulan Ramadhan, jangan sampai ada.yang melebihi jam.aktivitaa yang ditentukan,” Tegasnya.
“Kedua kita akan melanjutkan kegiatan Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ), banyak info di media sosial sedikit sedikit informasi masuk, terlebih ini malam akhir pekan seperti rawan tawuran, balap liar dan juga begal,” Terangnya.
“Bekerja sesuai SOP dalam melakukan operasi dan jangan berlebihan, jaga keselamatan diri dan bekerja dengan ikhlas,” Tutupnya.
Malam Puncak Perayaan Hari Jadi Desa Mekarmukti Sangat Meriah, Kades : Untuk Desa Mekarmukti Bangkit dan Maju
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Puncak perayaan hari jadi Desa Mekarmukti ke-41 berjalan dengan sangat meriah, yang diisi dengan Isra Mi’raj dan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan, Sabtu 18/03/23.
Kegiatan ini berlangsung setelah menjalani rangkaian demi rangkaian karena pada keberlangsunganya berjalan selama 7 minggu yang diisi dengan perlombaan islami untuk seluruh masyarakat Desa Mekarmukti.
Kepala Desa Mekarmukti Dede Sulaeman, S.Kom mengatakan dengan mengusung Tema “Bangkit Bersama Berkarya Untuk Desa Mekarmukti Maju Terus” dengan arti masyarakat Mekarmukti bangkit dari pandemi covid-19 dan bersama untuk kemajuan Desa Mekarmukti.
“Kita memiliki tema Bangkit Bersama Berkarya Untuk Desa Mekarmukti Terus Maju, dalam hal ini kita semua masyarakat Mekarmukti bangkit dari pandemi yang melanda selama 2 tahun lebih dan kita maju terus bersama membangun Desa Mekarmukti,” Ungkapnya.
Dede juga mengatakan bahwa kegiatan ini sangat dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Mekarmukti dan untuk memberikan sedikit hiburan serta perlombaan islami untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat Mekarmukti.
“”Rangkaian demi Rangkaian kegiatan sudah kita laksanakan selama 7 minggu dalam hal ini diisi dengan perlombaan islami yang diikuti oleh masyarakat Mekarmukti dan sangat dinanti,” Tambahnya.
Kepala Desa Mekarmukti juga mengatakan bahwa ini adalah peringatan hari jadi Desa Mekarmukti yang ke-41 dan baru dilaksanakan selama dirinya menjabat sebagai kepala desa karena terhalang pandemi Covid-19 yang melanda selama 2 tahun lebih.
“Ini peringatan hari jadi yang ke-41 dan baru pertama kali kita laksanakan selama saya menjabat sebagai kepala desa Mekarmukti karena kita terhalang pandemi covid-19 dimana banyak kegiatan yang kita tiada kan selain penanganan covid-19,” Terangnya.
Dalam acara puncak ini juga diisi dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dan terlihat sangat gembira menghadiri perayaan malam puncak hari jadi Desa Mekarmukti ke-41 ini.
Peringati Hari Air Sedunia, Sejumlah Komunitas Bersama Perusahaan Bersihkan Kali Cikarang
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Rehab Kali Cikarang Aksi bersih bersih sungai Cikarang bersama komunitas dan relawan lingkungan hidup dalam rangka Hari Air Sedunia di Kp Pengkolan, RT 02/04 Desa Kalijaya, Cikarang Barat kabupaten Bekasi pada sabtu (18/3/2023).
Kegiatan ini adalah hari air sedunia yang bertemakan ” Merawat sungai untuk keberlangsungan hidup” merupakan program kami rehab Kali Cikarang untuk membersihkan Kali Cikarang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli lingkungan terutama kepada kualitas air sungai yang lebih baik.
“Adapun kegiatan ini kita libatkan anak anak agar mereka bisa memahami bagaimana membuang sampah yang benar” Ucap Muhammad Yahya ketua Rehab Kali Cikarang
Adapun menurutnya,di belakang pemukiman ini adanya penyumbatan penyumbatan saluran air, bahkan kami sudah bergerak hampir empat tahun belum selesai.
“Empat taun kami begerak sampah di sini belum klar klar seperti sampah, pembuang oli, limbah cair berwarna ,padahal kami sudah share informasi ke beberapa media sosial” Ucapnya.
Sementara itu perwakilan tim CSR dari pihak Perusahaan PT FajarPaper Kurniawan mengatakan bahwa kami mendukung atas inisiasi rehab Kali Cikarang yang melakukan hari air sedunia
“Kami terpanggil untuk Aksi giat ini, di undang oleh rehab Kali Cikarang. Maka ini wujud kepedulian kami dari pihak perusahaan secara sosial terkait sungai yang ada di Cikarang ” Ujarnya
Di akuinya menurut dia, sungai ini sendiri yang saya dengar jauh berbeda di banding beberapa tahun yang lalu,di banding masa sekarang yang sudah cukup parah, dia berharap mudah-mudahan kita dengan niat yang ikhlas dan kerjasama dengan temen temen rehab dan masyarakat sekitar kita dapat mengembalikan, minimal tatanan bisa agak lebih baik, syukur bisa seperti dulu lagi yang asri dan nyaman.
Pihak Kecamatan Cikarang Barat yang di wakili oleh Kasie Trantib Supriadi menjelaskan bahwa kami atas nama pemerintahan kecamatan Cikarang Barat sangat mendukung kegiatan ini yaitu hari air sedunia.
” Atas inisiasi rehab Kali Cikarang dan temen temen komunitas sudah melaksakan giat ini, apalagi sudah banyak membantu kegiatan positif di wilayah Kecamatan kami terutama edukasi pada anak anak sekolah tentang lingkungan, khususnya tentang sungai yang berkaitan dengan kehidupan” Tuturnya.
Mudah-mudahan kedepannya, Supriadi berharap agar kegiatan ini terus berkesinambungan.
Ahmad bin Olim sebagai tokoh masyarakat Cikarang Barat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, jika di lihat keadaan sekarang, saat ini bahwa sungai yang ada di Cikarang sudah terlihat parah, jauh di banding beberapa waktu sekitar lima belas tahun silam.
” Saya klo boleh berpendapat sedih melihat sungai sekarang ,banyak sampah, pohon tumbang ke sungai sehingga kurang nyaman di lihat dan di rasakan, jauh bnget bang perbandingannya” Ucap Ahmad.
Keinginannya berharap mudah-mudahan atas keterlibatan serta dukungan aktif temen temen rehab Kali Cikarang dan komunitas lingkungan hidup, sungai bisa menjadi baik jangan semakin jorok dan parah.
” Saya juga berharap pada masyarakat sekitar atau dimana saja berada, cobalah jaga lingkungan kita atau sungai kita biar bersih ,jangan buang sampah semaunya ,sungai bening kaya dulu bagus liatnya” Tuturnya Ahmad
Kegiatan hari air seduniapun di lakukan penanaman pohon , tebar benih ikan patin dan baung, Pemungutan sampah di sungai dan bantaran sungai serta penampungan sampah dalam karung yang di angkut ke tempat pembuangan sampah akhir serta di adakannya mancing bersama sebagai pelepas lelah sehabis melaksakan giat Aksi bersih bersih sampah.
Pembangunan Balai Warga Menjadi Polemik, Seorang Ketua RW Dilaporkan ke Polisi
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Balai warga menjadi salah satu tempat yang diharapkan semua kalangan sebagai tempat yang bisa dipergunakan demi kepentingan umum ataupun warga dalam segala hal.
Sama hal nya yang dibangun di Perum Sukaraya Indah di Blok AB RT 09 RW 07 Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, yang dibangun di sebuah lahan Fasos Fasum (RTH) yang berada di lahan milik develover perum tersebut.
Namun ternyata pembangunan balai warga tersebut menjadi polemik setelah adanya salah seorang warga yang meng klaim bahwa tanah tersebut merupakan miliknya yang dibeli dari pihak pengembang dan melalui kuasa hukumnya melayangkan surat somasi serta melaporkan ketua RW ke Polisi.
Bahwa atas kasus tersebut warga merasa terganggu, karena kasus pelaporan ke polisi sudah berlangsung sejak 23 Maret 2022 sejak didirikan nya balai RW Agustus 2021.
Bahwa warga ingin kasus ini cepat selesai, dan akhirnya warga sukaraya sebanyak 2400KK dari RT021 sampe RT 10 melakukan petisi yang tergabung dalam Gerakan warga Sukaraya indah bersatu (GASIBU) yang di kuasakan kuasakan kepada Edi Wahyono (ketua 1), Miswanto (ketua 2), M. Indrawan (ketua 3), Nurul Huda (Sekjen) dan Nur Ari (wasekjen).
Bawha warga dari RT 01 sampe RT 010 akan melakukan Aksi damai pada hari Minggu 19 Maret 2023 sampe Rabu 22 Maret 2023
Yang tuntutannya:
Hentikan /cabut pelaporan perihal pembangunan balai RW oleh pihak pelapor, Karena telah membuat kegaduhan warga masyarakat sukaraya indah.
Tapi sebelum terjadinya aksi pihak Gerakan Warga Sukaraya Indah Bersatu ( GASIBU) terbuka untuk mediasi, dan Upaya itu sudah di lakukan atas inisiatif Lurah setempat pada hari Jum’at tgl 17 Maret 2023 tetapi pihak pelapor tidak hadir.
Indrawan selaku ketua 3 yang tinggal di Perum tersebut mengatakan bahwa sebelum dibangun nya balai warga tersebut sudah melalui beberapa proses seperti musyawarah warga dan warga sepakat untuk membangun balai warga tersebut.
“Bahwa pada Tanggal 31 Juli 2021, dilaksanakan rapat bersama di blok AB RT 09 yang dihadiri khususnya oleh seluruh warga blok AB, dengan agenda sosialisasi tentang rencana pembangunan sebuBahwa hasil rapat tersebut adalah sebuah kebulatan suara untuk mendukung secara moril dan materil atas rencana pembangunan sebuah Balai di tanah kosong di blok AB Balai masyarakat RW. 07 tersebut,” Terang Indrawan
Indrawan juga menjelaskan bahwa pembangunan balai warga tersebut juga diawali dengan kerja bakti dan disitu turut hadir seluruh warga pada saat peletakan batu pertama.
“”Bahwa pada tanggal 15 Agustus 2021, secara bersama-sama seluruh pengurus lingkungan RT, RW & DKM dan warga menghadiri agenda kerja bakti dan doa bersama guna mengawali pembangunan Balai RW 07 tersebut,” Tambahnya.
Namun pada saat balai warga tersebut telah selesai dibangun seorang warga melalui kuasa hukumnya melayangkan surat somasi kepada ketua RW dan melaporkan kepada polisi dengan dugaan pengrusakan barang secara bersama sama yaitu sebuah pagar miliknya yang berdiri di atas lahan RTH tersebut.
Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Metro Bekasi setelah adanya laporan dari salah satu warga perum tersebut.
Polda Metro Jaya Berikan Himbauan P4GN dan Jam Operasional THM Jelang Bulan Suci Ramadhan
GUE JABAR | JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadhan 1444 H, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di tempat hiburan malam, Sabtu (18/3) dini hari.
Tak hanya itu, Polda Metro Jaya juga memberikan himbauan terkait batas jam operasional kepada tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa bersama Wadir Resnarkoba, Kasubdit 1 ,2 dan 3 Ditresnarkoba serta melibatkan anggota Provost, Paminal dan Biddokkes Polda Metro Jaya.
Mukti mengatakan, kegiatan patroli tersebut di bagi menjadi tiga titik lokasi yaitu di daerah SCBD, Senopati dan Kemang, Jakarta Selatan.
“Di lokasi pertama kami menemukan Cafe yang masih beroperasi, kami memberikan himbauan kepada para pengunjung untuk segera kembali ke rumah masing-masing,” katanya di wilayah SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2023) dini hari.
Kemudian, kata Mukti, di lokasi ke-dua di sekitar Gunawarman, Jakarta Selatan ada salah satu Cafe yang sudah tutup saat didatangi pihak Kepolisian.
“Ada salah satu Cafe sudah tutup saat kami mendatangi untuk memberikan himbauan kepada tempat hiburan malam,” ujarnya.
“Di lokasi ke tiga, kami juga mendapati beberapa tempat hiburan malam yang masih beroperasi, selanjutnya kami arahkan kepada pengunjung untuk segera pulang,” kata Mukti.
Mukti menjelaskan, kegiatan tersebut dalam rangka menghormati jelang bulan suci Ramadhan dan sesuai peraturan yang berlaku terkait batas jam operasional tempat hiburan malam di DKI Jakarta dan sekitarnya.
“Kami akan terus melakukan patroli rutin saat bulan ramadhan agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” ujarnya.
“Kami juga akan menindak tegas bagi pelaku tempat hiburan malam yang masih nekat buka hingga batas jam operasional yang ditentukan pemerintah daerah,” tegas Mukti.
Lapas Kelas IIA Cikarang Laksanakan Giat Bersih – Bersih Dalam Rangka Masa Bakti Pemasyarakatan ke-59
GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang laksanakan bersih – bersih pada blok hunian para warga binaan, kegiatan tersebut dalam rangka peringati masa bakti pemasyarakatan ke-59, Kamis malam (16/03/23).
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang Veri Johannes menerangkan bahwa kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh petugas Lapas kelas IIa Cikarang.
“Kegiatan malam ini dalam rangka masa bakti pemasyarakatan ke-59 yaitu bersih – bersih untuk merazia barang – barang yang dilarang dimiliki oleh para warga binaan,” Terangnya.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan petugas Lapas kelas IIa Cikarang dan kali ini kebetulan bersamaan dengan dalam rangka masa bakti pemasyarakatan ke-59,” Tambahnya.
Veri juga menjelaskan bahwa petugas telah melakukan pencegahan agar barang yang dilarang namun banyak akal yang dilakukan oleh para penghuni lapas dalam hal ini warga binaan yang ada di Lapas Cikarang dengan modus memanfaatkan kelengahan petugas, namun kami terus komitmen melakukan pencegahan agar barang seperti ini tidak masuk ke dalam blok hunian para warga binaan.
“Kita sudah melakukan upaya upaya pencegahan untuk masuknya barang barang yang dilarang masuk, Pencegahan pencegahan barang seperti ini melalui pemeriksaan pemeriksaan yang sudah dilaksanakan oleh para petugas baik pemeriksaan diluar ruang lingkup Lapas,” Ungkap Kalapas Cikarang Veri Johannes.
Kalapas juga menjelaskan untuk warga yang kedapatan secara langsung akan mendapatkan langsung dan akan menerima hukuman atau hal yang merugikan bagi warga binaan itu sendiri.
“Untuk warga yang kedapatan memiliki barang seperti ini secara langsung konsekuensinya tidak mendapat remisi dan yang lainya,” Pungkasnya.
FORDEM UIN Bandung Gelar Aksi di Kampus, Kritisi UKT, Fasilitas, Hingga Kekerasan Seksual
GUE JABAR | BANDUNG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokrasi Mahasiswa (Fordem) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UIN Bandung, pada Kamis 16 Maret 2023. Aksi tersebut digelar dan dimulai dari kampus 2 di Depan Gedung Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, kemudian dilanjutkan dengan Longmarch ke kampus 1 melakukan unjuk rasa ke setiap Gedung Fakultas hingga berakhir di Gedung Rektorat.
Aksi yang digelar kali ini mempertanyakan soal pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Fordem UIN Bandung menilai kategorisasi UKT yang dibebankan kepada mahasiswa seringkali tidak sesuai dengan latar belakang ekonomi keluarga mahasiswa apalagi ditengah kondisi ekonomi orangtua mahasiswa yang tidak bisa di prediksi setiap waktunya karena situasi krisis.
“Hal yang paling substansial adalah soal Uang Kuliah Tunggal yang secara pengkategorian nya ini seringkali tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi mahasiswa,” kata Ketua Fordem Jalaludin Iqbal kepada wartawan Kamis, 16 Maret 2023.
“Apalagi ditambah kondisi ekonomi orangtua mahasiswa yang tidak bisa di prediksi setiap waktunya dan tentunya ini harus menjadi pertimbangan Rektorat UIN Bandung dibawah kepempinpinan Rektor Mahmud,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal sistem pembayarn UKT ini tidak sejalan dengan amanat UU bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara, tanpa memandang status ekonomi.
Selain itu Fordem UIN Bandung juga menyoroti terkait pengelolaan anggaran UKT yang tidak transparan oleh pihak kampus.
“UKT yang seharusnya diperuntukkan menunjang pembelajaran dan pemberdayaan mahasiswa dari tatanan HMJ sampai DEMA-U/SEMA-U sebagai ruang aktualisasi pendidikan politik bagi mahasiswa menjadi terhambat akibat terdapat dugaan kurangnya transparansi birokrasi kampus dalam memberikan informasi pengelolaan keuangan dari UKT kepada mahasiswa,” ujar Iqbal.
Selain itu isu lain yang disorot dalam aksi Fordem kali ini adalah terkait fasilitas kampus yang kurang memadai terutama soal lahan parkir dan ruang publik mahasiswa.
Selanjutnya terkait masalah kebijakan mengenai penanganan dan pencegahan kekerasan seksual sesuai SK Dirjen Pendis no. 5494 atau terkait SK rektor mengenai draft pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang mana belum sepenuhnya diimplementasikan.
Sementara itu, Kordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan Aksi hari ini merupakan puncak kekecewaan kita terhadap birokrasi kampus yang sampai akhir periode kepemimpinan Rektor Mahmud dinilai gagal dalam memprioritaskan kemaslahatan mahasiswa.
“Tentu birokrasi bukan hanya sekedar pelaksana administratif dan teknis perkuliahan, lebih dari itu harus kemudian memastikan kualitas pembelajaran (teaching quality) dan serapan lulusan (graduate employability) ini terealisasikan dengan baik,” kata Rojak
“Padahal kampus UIN Bandung merupakan kampus PTKIN terbaik no 1 di Indonesia, tetap pada kenyataan nya banyak yang mesti di evaluasi,” pungkas Rojak
Adapun tuntutan aksi Fordem UIN Bandung kali ini adalah:
Menuntut Birokrasi untuk menyelesaikan fasilitas kampus yang belum tersedia
Menuntut Birokrasi untuk memberikan Transparansi pada Dana UKT Mahasiswa
Menuntut Birokrasi Transparan dalam Anggaran Penyelenggaraan Pesona PTKIN yang Diduga adanya penyelewengan Administratif
Tolak Kapitalisasi Pendidikan di Ruang Akademik
Realisasikan pembentukan Satgas PPKS dan libatkan mahasiswa dalam pembentukan Satgas PPKS.