Home Blog Page 212

Pemerintah Genjot Pangan Lokal Pengganti Komoditas Impor

0

Pemerintah Genjot Pangan Lokal Pengganti Komoditas Impor

Jakarta, 12 Agustus – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot produksi beberapa pangan lokal sebagai upaya melepas ketergantungan impor. Sejumlah komoditas pangan impor, seperti gandum, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina. Sementara Indonesia punya aneka komoditas pengganti.

Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan M Ismail Wahab mengatakan Indonesia tidak lagi mengimpor beras medium sejak tahun 2019 karena produksi padi yang masih tinggi sehingga mampu mengimbangi kebutuhan dalam negeri. Namun untuk jagung, kedelai, dan gandum diakui masih bergantung dari impor.

Oleh karena itu, kata dia, Kementan menyiapkan strategi berupa peningkatan produktivitas dan diversifikasi pangan lokal di tengah-tengah potensi munculnya krisis pangan dunia. “Tidak cukup kita meningkatkan produksi pangan kita, kalau tanpa ada diversifikasi,” kata Ismail, belum lama ini.

Untuk jagung, Indonesia masih mengandalkan impor guna memenuhi kebutuhan jagung pangan. Sementara jagung pakan tercatat tidak ada lagi impor dalam tiga tahun terakhir. “Kita masih mengimpor jagung untuk pangan. Ini yang cukup besar. Tahun ini kita mencoba bagaimana jagung pakan ini bisa mensubstitusi jagung untuk pangan,” katanya.

Mulai tahun ini, jelas dia, pemerintah berupaya mendongkrak produksi jagung rendah aflatoksin untuk menggantikan jagung pangan impor. “Ini akan kita lakukan sehingga impornya bisa dikurangi dengan adanya produksi dalam negeri,” ujarnya.

Adapun strategi yang disiapkan Kementan untuk meningkatkan produksi jagung rendah aflatoksin, yakni menerapkan kewajiban serap jagung lokal, melakukan duplikasi produk jagung rendah aflatoksin di daerah sentra jagung, dan penggunaan benih jagung yang memiliki kandungan pati tinggi. Uji coba produksi akan dilakukan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Bedasarkan data yang dipaparkan Ismail, impor jagung di 2021 mencapai 987.005 ton atau senilai Rp1,2 triliun.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa stok jagung dalam negeri masih relatif baik. Bahkan ada pengajuan dari beberapa pengusaha dan pengepul jagung untuk mengekspor jagung sebanyak 5.000 ton. Tapi permintaan itu belum diberi lampu hijau oleh pemerintah karena khawatir stok di dalam negeri tidak cukup.

Sementara untuk kedelai, kata Ismail, pemerintah telah memulai penanaman di luas area 350.000 hektare tahun ini. Sebagai upaya membebaskan Indonesia dari impor komoditas tersebut. Kemudian pada 2023 luas tanamnya ditargetkan bertambah menjadi 900.000 hektare, tahun 2024 seluas 1,15 juta hektare, tahun 2025 seluas 1,4 juta hektare, dan di 2026 seluas 1,5 juta hektare.

“Dengan (target) ini kita sudah bisa mencapai untuk memenuhi kebutuhan (kedelai) kita sendiri,” kata Ismail.

Tahun lalu impor kedelai Indonesia tercatat sebesar 7,91 juta ton, dengan rincian bungkil kedelai 4,9 juta ton dan biji kedelai 2,5 juta ton.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan gandum dalam negeri yang harganya naik karena imbas perang Rusia-Ukraina, pemerintah mempertimbangkan beberapa tanaman pangan lokal untuk mensubstitusinya, seperti singkong, sagu, dan sorgum. “Sorgum saya kira tanaman yang berpotensi besar untuk menggantikan gandum,” katanya.

Namun, jelas dia, karena sorgum tidak memiliki kemampuan mengembang layaknya gandum, maka dibutuhkan bantuan teknologi pangan untuk memberi sorgum kemampuan yang sama dengan gandum. “Sorgum ini satu famili dengan gandum dan menurut saya lebih sehat dari gandum,” katanya.

Pada 2021 impor gandum tercatat 11,69 juta ton. Pemerintah menargetkan pengurangan impor komoditi tersebut secara bertahap, yaitu impor gandum berkurang 5% tahun ini, menurun 10% di 2023, hingga di tahun 2025 impor gandum berkurang 20%.

“Tahun depan kita akan mengembangkan sorgum 55.000 hektare. Tahun ini pagu 15.000 hektare, lalu kita usulkan tambahan 40.000. Total tahun 2023 ada 55.000 (hektare). Ini antispasi seandainya gandum benar-benar langka di dunia,” kata Ismail.

Berkat Keberanian Warga, Pelaku Begal Gagal Lancarkan Aksinya dan Tertangkap

0

Berkat Keberanian Warga, Pelaku Begal Gagal Lancarkan Aksinya dan Tertangkap

Bekasi – Polsek Cikarang Utara, amankan pelaku begal yang hendak melancarkan aksinya di.Kp Baru Rt.03/02 Desa Karang Rahayu, Jumat (12/8/2022).

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Cikarang Utara Kompol Mustakim yang mengatakan, “Telah diamankan satu laki-laki yang diduga hendak melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” ujar Mustakim

Kejahatan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dikenal oleh masyarakat dalam sebutan begal, sangat meresahkan masyarakat, kembali diamankan oleh pihak Kepolisian.

“Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul dua puluh tiga, saat itu ada 3 remaja turun dari motor sambil mengacungkan clurit dan parang krmungkinan mau ambil motor dan ketika saksi sdr Ahmad Rida mendengar teriakan salah dari satu warga “MALING MALING” lalu dengan spontan, sdr Ahmad Rida, langsung mengejar menggunakan sepeda motornya, kurang lebih sekitar jarak dua ratus meter, satu orang dari tiga terduga pelaku, dapat berhasil diamankan, sedangkan dua, rekan lainnya berhasil melarikan diri,” kata Mustakim,

Dari terduga pelaku, diketemukan 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan No.Pol B 3850 TVB, dan sebilah senjata tajam berbentuk samurai

“Oleh warga terduga dan barang bukti diamankan dikantor Desa Karang Raharja, kini tersangka, kami amankan di Polsek Cikarang Utara, dan diserahkan kepada piket Reskrim untuk penanganan, guna dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan lebih lanjut,” terang Mustakim

Ia menambahkan, “Pelaku yg masih berusia 14 th dapat dijerat dengan pasal pasal berlapis, percobaan pencurian dgn kekerasan pasal 365 jo 53 KUHP, dan Undang Undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara,” tegas Mustakim.

(Humas Polsek Cikarang)

Vaksinasi Upaya Wujudkan Zero Case PMK

0

Vaksinasi Upaya Wujudkan Zero Case PMK

Jakarta, 12 Agustus – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai ada tanda-tanda terkendali. Satuan Tugas (Satgas) PMK mencatat, dari 37 provinsi sebanyak 24 provinsi terpapar wabah PMK. Dari jumlah itu, enam provinsi tidak ada penemuan kasus baru alias nihil, yaitu Bali, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan pihaknya menerapkan sejumlah strategi sehingga bisa masuk ke dalam salah satu provinsi yang mencatatkan nol kasus baru PMK. Menurutnya, DKI Jakarta patuh melaksanakan vaksinasi terhadap hewan-hewan ternak yang rawan PMK.

“Petugas melaksanakan vaksinasi terhadap ternak di sentra peternakan DKI Jakarta untuk memberikan kekebalan kelompok hewan rentan PMK,” kata Suharini ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (12/8).

Berdasarkan data situs resmi Satgas PMK per 11 Agustus 2022, total hewan ternak di DKI Jakarta yang sudah divaksinasi sebanyak 1.168 ekor dan total ternak sembuh dari PMK 991 ekor.

Selain itu, menurut Suharini, pihaknya juga melakukan pengendalian pergerakan hewan secara ketat. “Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP melaksanakan kegiatan pengendalian dengan melakukan penutupan pergerakan hewan di daerah kasus,” kata Suharini.

Dinas KPKP DKI Jakarta juga melakukan upaya pengobatan terhadap ternak yang terinfeksi dan bergejala klinis. Upaya ini menunjukkan hasil berupa kesembuhan pada ternak yang sakit.

Sementara itu, dalam penanganan PMK, pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menekan penularan penyakit ini, terutama di provinsi dengan penyumbang kasus konfirmasi PMK terbesar, yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.

Di samping itu, sebagai upaya menekan penularan, pemerintah mendorong percepatan vaksinasi bagi ternak yang sehat. Vaksinasi memiliki kemampuan untuk mengendalikan jumlah kasus PMK.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito sebelumnya menyatakan kasus PMK di Indonesia ditargetkan melandai dan mencatatkan nol kasus baru pada akhir tahun ini.

“Kami bekerja dengan time frame enam bulan sejak Satgas dibentuk. Yang artinya kami harap pada akhir tahun ini kita bisa mengontrol situasi dengan memiliki jumlah kasus terlapor menurun dari waktu ke waktu, terkait kasus positif,” kata Wiku dalam sebuah acara daring, Kamis (4/8).

Optimisme tersebut terkait ketatnya kontrol dan koordinasi rutin dari pusat hingga ke daerah dalam menekan penyebaran wabah. Hal ini agar pelaksanaannya sesuai dengan kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi Satgas PMK, yaitu biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik daerah yang terinfeksi atau bebas infeksi. Untuk meyakinkan bahwa mereka melindungi wilayah mereka (bagi zona hijau) dan untuk zona merah diharapkan terus melaporkan kondisi terbaru,” kata Wiku.

Food Estate, Dukung Impian Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia

0

Food Estate, Dukung Impian Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia

Jakarta – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Edi Santosa optimistis program Food Estate mampu mendukung Indonesia menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicita-citakan Kementerian Pertanian.

Kementerian Pertanian berupaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia atau world food storage pada 2045. “(Indonesia sebagai lumbung pangan dunia) sangat mungkin (terwujud), syaratnya harus betul betul serius,” kata Edi, saat dihubungi, Jum’at (12/8).

Menurut Edi, Food Estate akan menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, program ini diharapkan memiliki daya saing tinggi.

“Food estate harus dibangun dengan daya saing, sehingga nantinya mendukung cita cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan wilayah Food Estate di dua provinsi yaitu Kalimantan Tengah, tepatnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Serta Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Selain itu juga berencana memperluas program terkait ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, dan Papua.

Sebelumnya Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Yadi Sofyan Noor menyatakan pembangunan Food Estate di Kalimantan Tengah bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara kuat di dunia.

Menurut Yadi, program yang dikembangkan Kementerian Pertanian tersebut sudah menunjukkan kemajuan hasil yang maksimal.

Berdasarkan data yang dihimpun Yadi, rata-rata penyusutan lahan di Indonesia mencapai 150.000 hektare per tahun. Sementara data cetak sawah di bawah 100.000 hektare, tepatnya 60.000 per tahun. Namun dengan adanya food estate, pencetakan sawah bertumbuh lebih cepat dan lebih maksimal.

Ketangkep Basah, 4 Pelaku Begal Dibekuk Polisi

0

Ketangkep Basah, 4 Pelaku Begal Dibekuk Polisi

GUE JABAR | KABUPATEN BEKASI – Anggota patroli Polsek Cikarang Timur mengamankan 4 orang pemuda yang hendak melakukan aksi begal di Jalan Raya Kobak Bitung, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/08/2022) lalu.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menjelaskan, pada saat anggota Polsek Cikarang Timur sedang melakukan patroli rutin di Jalan Raya Kobak Bitung Kelurahan Serta Jaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi melihat 2 (dua) unit sepeda motor honda beat tanpa plat nomor polisi berpapasan dengan anggota patroli Polsek Cikarang Timur.

“Selanjutnya, anggota Patroli Polsek Cikarang Timur melihat salah satu penumpang sepeda motor tersebut mengeluarkan senjata tajam jenis celurit yang diacungkan ke arah kendaraan yang berpapasan. Melihat kejadian tersebut, kemudian anggota patroli Polsek Cikarang TImur melakukan pengejaran dan pelaku berhasil diamankan tepat di Gang Kobak Bitung,” ujar Kapolres saat memberikan keterangan rilis di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (12/08/2022) siang.

“Penumpang 2 unit kendaraan sepeda motor honda beat tersebut berhasil dihentikan tepat di depan warga yang sedang berkumpul di warung. Kemudian setelah berhasil dihentikan, ke 4 (empat) orang tersebut yang mengendarai 2 unit sepeda motor beat digeledah. Setelah dilakukan penggeledahan, dari 4 (empat) orang tersebut, terdapat 2 (dua) orang yang kedapatan menguasai dan menyimpan senjata tajam jenis celurit,” tambahnya.

Selanjutnya, 4 orang yang berhasil diamankan tersebut adalah CS, MIS, FM, dan A. Dari 4 (empat) orang tersebut orang kedapatan menguasai dan menyimpan celurit yaitu CS menyimpan senjata tajam celurit dengan ciri-ciri bergagang hijau, dan MIS membawa celurit dengan ciri-ciri gagang berwarna coklat.

4 (empat) orang tersebut mengakui bahwa senjata tajam berupa celurit tersebut digunakan untuk melakukan tawuran dan melakukan pencurian dengan kekerasan (begal). Atas pengakuan tersebut, kemudian pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polsek Cikarang Timur guna penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, pelaku mengaku pernah melakukan hal yang sama salah satunya yang terjadi di Meikarta Lippo Cikarang baru – baru ini.

Keempat pelaku terancam Pasal 365 ayat 1 tentang pencurian dengan kekerasan dengan pidana kurungan 9 tahun penjara, Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Ayat 2 ke 2e jo pasal 55 KUHPidana Subs pasal 170 ayat 1 dan 2 ke 2e KUHpidana.

(Jar)

Arak – Arakan Kepala Kerbau di Ikuti Ribuan Masyarakat Desa Tanjung Baru

0

Arak – Arakan Kepala Kerbau di Ikuti Ribuan Masyarakat Desa Tanjung Baru

Kabupaten Bekasi – Ribuan masyarakat Desa Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat mengikuti Arak – Arakan Kepala Kerbau yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Tanjung Baru, Jum’at (12/08/2022) Siang.

Panasnya trik matahari di siang hari tak menyurutkan semangat ribuan masyarakat Desa Tanjung Baru baik yang menggunakan ratusan sepeda motor dan puluhan mobil mengikuti arak – arakan Kepala Kerbau yang mengelilingi wilayah perkampungan Desa Tanjung Baru yang sudah menjadi adat istiadat budaya leluhur dan Hajat Bumi yang selalu diselenggarakan setiap tahun, Yang selama 2 Tahun ini tidak selenggarakan karena Covid-19.

Kepala Desa Tanjung Baru, Dudu Sumbali, langsung memimpin acara arak-arakan Kepala Kerbau ke berbagai wilayah perkampungan Wilayah Desa Tanjung Baru.

Pantauan wartawan, Masyarakat Desa Tanjung Baru sangat antusia melihat arak – arakan. Bahkan tak sedikit Masyarakat menyambutnya dengan menyiramkan air kepada Masyarakat lainnya yang mengikuti arak-arakan. Karena menurut warga itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan saat arak – arakan Kepala Kerbau.

“Selain Adat Budaya atau Hajat Bumi juga menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung arak – arakan Kepala Kerbau”, kata Kepala Desa Tanjung Baru, Dudu Sumbali.

Sebagai ucapan rasa syukur kepada Allah SWT dan juga melestarikan adat budaya tradisional atau Hajat Bumi.

“Semoga masyarakat Desa Tanjung Baru selalu diberikan kesehatan, dilancarkan usahanya, Petani padi panennya bagus dan kita semua dijauhkan dari segala penyakit dan marabahaya”, harap Kades Tanjung Baru, Dudu Sumbali.

Untuk diketahui, Arak – Arakan Kepala Kerbau dimulai dari Kantor Desa Tanjung Baru dengan keliling ke berbagai Wilayah perkampungan Desa Tanjung Baru dan Finis di sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang selanjutnya Kepala Kerbau dilakukan tradisi untuk di kubur.

Pemerintah Percepat Vaksinasi Guna Tekan Penyebaran PMK

0

Pemerintah Percepat Vaksinasi Guna Tekan Penyebaran PMK

Jakarta, 11 Agustus – Pemerintah menargetkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap awal selesai dilakukan pertengahan September 2022. Diharapkan percepatan vaksinasi tersebut segera bisa menekan penyebaran wabah PMK.

“Kami menargetkan distribusi dan vaksinasi dua tahap awal yang sebanyak 3 juta dosis tuntas bulan ini atau maksimal pertengahan September,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito belum lama ini.

Indonesia meniru penanganan PMK dari negara-negara yang sudah terpapar wabah terlebih dulu dengan menyesuaikan kondisi terkini di dalam negeri. “Di Asia Tenggara, kontrol PMK lebih banyak atau mayoritas menggunakan vaksin. Studi membuktikan bahwa vaksin PMK mampu menekan dampak keuangan bagi smallholder livelihood di Asia Tenggara,” katanya.

Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam 2 fase, yaitu 800 ribu dosis yang telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Lalu fase dua, sebanyak 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak.

“Vaksinasi telah dilakukan sebanyak lebih dari 800 ribu vaksin kisaran Juni-Juli 2022. Di Indonesia jumlah kasus baru PMK melandai. Ini memperlihatkan vaksin mampu menekan PMK,” katanya.

Selain mendatangkan vaksin PMK dari lima perusahaan asing di luar negeri, pemerintah juga menggandeng perusahaan produsen vaksin lokal agar kebutuhan vaksin cepat dan mudah terpenuhi.

“Pemerintah mengupayakan percepatan pengadaan vaksin. Pemerintah juga berencana mengimpor bahan baku vaksin yang diproduksi dalam negeri, karena perusahaan farmasi lokal juga punya kemampuan memproduksi vaksin dalam jumlah besar,” kata Wiku.

Pangan Lokal Bisa Selamatkan Indonesia dari Ketergantungan Impor

0

Pangan Lokal Bisa Selamatkan Indonesia dari Ketergantungan Impor

Jakarta, 10 Agustus – Isu krisis pangan global yang semakin menguat justru menjadi pendorong bagi pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan lokal untuk menekan ketergantungan impor. Impor gandum, misalnya, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengakui kondisi global saat ini tidak biasa-biasa saja. Namun, kata dia, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi peningkatan produktivitas pertanian Indonesia karena didukung oleh sistem produksi yang terjaga baik.

“Sehingga (pertanian) memiliki kontribusi positif di saat sulit. PDB pertanian malah tumbuh. Ekspor naik berlipat-lipat, 38%. Naik tinggi. sistem produksi terjaga baik,” kata Suwandi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (9/8).

Data ekspor Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2022, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2022 mencapai US$93,47 miliar atau naik 38,68% dibanding periode sama tahun 2021. Sektor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang kenaikan 11,94% untuk periode yang sama.

Ada dua langkah yang dilakukan Kementan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia, yaitu memantapkan kapasitas produksi dari tanaman pangan lokal yang sudah ada, seperti padi dan jagung. Juga melakukan diversifikasi produksi dan konsumsi tanaman pangan lokal.

“Jepang, Korea itu kuat karena cinta produksinya. Jangan membeli produk orang lain. Belilah produk-produk petani kita,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beragam tanaman pangan lokal yang berpotensi menjadi pengganti gandum, seperti singkong, sorgum, sagu, ubi jalar, talas, dan lainnya. Yang tengah digencarkan Kementan saat ini adalah perluasan produksi sorgum.

Karena sorgum mudah dibudidayakan pada lahan yang tidak subur, bahkan tandus. Sorgum juga masih satu kerabat dengan gandum dalam penamaan ilmiah. “Kelebihan sorgum adalah sekali tanam bisa dikepras dua kali. Artinya, setahun bisa tiga kali panen dengan sekali masa tanam,” katanya.

Penyuluh Pertanian Lapang Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Esti Fauziah menambahkan, sorgum tidak memerlukan persiapan banyak sebelum ditanam. “Bahkan di tanah berbatu saja sorgum bisa tumbuh dengan baik. Tidak seperti tanaman padi yang memerlukan air banyak, memerlukan olah tanah,” kata dia dalam diskusi itu.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sebaran lahan tanaman sorgum banyak berada di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan produktivitas berkisar 3-4 ton per hektare. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur produktivitasnya 4-5 ton per hektare. Total luas lahan sorgum di seluruh wilayah mencapai sekitar 15 ribu hektare.

Sementara Pelaksana Tugas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, Isfahari menilai, semua tanaman pangan lokal Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Juga mampu menurunkan ketergantungan terhadap impor gandum.

“Bayangkan kalau kita bisa mensubstitusi 10 sampai 30% terigu yang ada,” kata dia dalam diskusi daring terpisah. Impor gandum Indonesia mencapai sekitar 11 juta ton per tahun.

Kendati diakui Risfaheri bahwa tepung sorgum atau tepung pangan lokal lain belum memiliki sifat mengembang layaknya terigu dari gandum. Namun, kata dia, hal tersebut bisa disiasati dengan teknologi pangan.

“Barangkali para penelitia bisa merekayasa komoditas pangan kita yang tidak punya sifat mengembang bisa disisipkan mungkin seperti zat adiktif yang bisa membuat mengembang,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gandum dan mulai beralih ke tanaman pangan lokal, seperti singkong, sorgum, dan sagu.

Pangan Lokal Bisa Selamatkan Indonesia dari Ketergantungan Impor

0

Pangan Lokal Bisa Selamatkan Indonesia dari Ketergantungan Impor

Jakarta, 10 Agustus – Isu krisis pangan global yang semakin menguat justru menjadi pendorong bagi pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan lokal untuk menekan ketergantungan impor. Impor gandum, misalnya, sempat terkendala karena perang Rusia-Ukraina.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengakui kondisi global saat ini tidak biasa-biasa saja. Namun, kata dia, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi peningkatan produktivitas pertanian Indonesia karena didukung oleh sistem produksi yang terjaga baik.

“Sehingga (pertanian) memiliki kontribusi positif di saat sulit. PDB pertanian malah tumbuh. Ekspor naik berlipat-lipat, 38%. Naik tinggi. sistem produksi terjaga baik,” kata Suwandi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (9/8).

Data ekspor Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2022, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2022 mencapai US$93,47 miliar atau naik 38,68% dibanding periode sama tahun 2021. Sektor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang kenaikan 11,94% untuk periode yang sama.

Ada dua langkah yang dilakukan Kementan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia, yaitu memantapkan kapasitas produksi dari tanaman pangan lokal yang sudah ada, seperti padi dan jagung. Juga melakukan diversifikasi produksi dan konsumsi tanaman pangan lokal.

“Jepang, Korea itu kuat karena cinta produksinya. Jangan membeli produk orang lain. Belilah produk-produk petani kita,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beragam tanaman pangan lokal yang berpotensi menjadi pengganti gandum, seperti singkong, sorgum, sagu, ubi jalar, talas, dan lainnya. Yang tengah digencarkan Kementan saat ini adalah perluasan produksi sorgum.

Karena sorgum mudah dibudidayakan pada lahan yang tidak subur, bahkan tandus. Sorgum juga masih satu kerabat dengan gandum dalam penamaan ilmiah. “Kelebihan sorgum adalah sekali tanam bisa dikepras dua kali. Artinya, setahun bisa tiga kali panen dengan sekali masa tanam,” katanya.

Penyuluh Pertanian Lapang Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Esti Fauziah menambahkan, sorgum tidak memerlukan persiapan banyak sebelum ditanam. “Bahkan di tanah berbatu saja sorgum bisa tumbuh dengan baik. Tidak seperti tanaman padi yang memerlukan air banyak, memerlukan olah tanah,” kata dia dalam diskusi itu.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sebaran lahan tanaman sorgum banyak berada di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan produktivitas berkisar 3-4 ton per hektare. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur produktivitasnya 4-5 ton per hektare. Total luas lahan sorgum di seluruh wilayah mencapai sekitar 15 ribu hektare.

Sementara Pelaksana Tugas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional, Isfahari menilai, semua tanaman pangan lokal Indonesia memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri. Juga mampu menurunkan ketergantungan terhadap impor gandum.

“Bayangkan kalau kita bisa mensubstitusi 10 sampai 30% terigu yang ada,” kata dia dalam diskusi daring terpisah. Impor gandum Indonesia mencapai sekitar 11 juta ton per tahun.

Kendati diakui Risfaheri bahwa tepung sorgum atau tepung pangan lokal lain belum memiliki sifat mengembang layaknya terigu dari gandum. Namun, kata dia, hal tersebut bisa disiasati dengan teknologi pangan.

“Barangkali para penelitia bisa merekayasa komoditas pangan kita yang tidak punya sifat mengembang bisa disisipkan mungkin seperti zat adiktif yang bisa membuat mengembang,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gandum dan mulai beralih ke tanaman pangan lokal, seperti singkong, sorgum, dan sagu.

Sambut HUT RI ke 77, Polres Metro Bekasi Gelar Doa Bersama Lintas Agama

0

Sambut HUT RI ke 77, Polres Metro Bekasi Gelar Doa Bersama Lintas Agama

GUE JABAR | Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi gelar acara lintas agama yang dihadiri seluruh unsur masyarakat, TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat di Bumi Perkemahan Bojongmangu, 11/08/2022.

Doa bersama lintas agama tersebut mengusung tema Untuk Negeri Menuju Indonesia Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa doa bersama ini untuk untuk menyambut HUT Indonesia ke 77.

“Kita hadir dalam doa bersama lintas agama ini untuk mendoakan negara kita tercinta yaitu Indonesia dalam menyambut HUT ke 77,” Katanya.

Kapolres juga menegaskan jumlah peserta yang hadir dalam doa bersama tersebut sebanyak 450 orang baik dari Polri, TNI dan Masyarakat.

“Jumlah peserta sebanyak 450 orang sesuai dengan semangat juang 45, itu semua dari TNI, Polri dan juga masyarakat,” Terangnya.

Terlihat juga di akhir acara Kapolres, Dandim dan perwakilan FKUB berikan santunan kepada Yatim Piatu setempat.

Ditempat yang sama Sekjen FKUB H.Habibi mengatakan bahwa doa bersama ini sangat memberikan pesan positif, karena bisa membangkitkan semangat dan persatuan Indonesia.

Dirinya juga menegaskan bahwa kegiatan doa bersama lintas agama ini kali keempat dilaksanakan.

(Redaksi)