Home Blog Page 328

Resmi LQ Lawfirm Membantah, Natalia Rusli Master Trust Lawfirm Dilaporkan Ke Polisi

0

Resmi LQ Lawfirm Membantah, Natalia Rusli CS Dilaporkan Ke Polisi

Guejabar.com || Jakarta – Kembali perseteruan antara LQ Indonesia Law Fim dengan Natali Rusli dkk, saling lapor melapor terjadi.

Dalam keterangan pers realese nya bahwa,” LQ Indonesia Lawfirm membantah tegas tuduhan penggelapan bilyet senilai 80 Milyar yang dilakukan oleh firma hukumnya, dan menjelaskan bahwa ini ulah, Natalia Rusli dan lawyer anak buahnya dari Master Trust Lawfirm yang memang selama ini berniat buruk menjatuhkan LQ Indonesia Lawfirm karena dikuak kebobrokannya, ujar Sugi, Kepala Humas dan Media, LQ Indonesia Lawfirm. “Kami ada bukti surat dan saksi-saksi untuk menguatkan tuduhan kami, Bahkan LQ sudah melaporkan Natalia Rusli, dkk atas modus ini ke kepolisian.”

“Untuk membongkar modus ini terlampir adalah surat Somasi dari Master Trust Lawfirm kepada Fikasa Group tertanggal 7 April 2021, yang jelas dalam pasal 4 ditulis bahwa “para nasabah atau klien kami telah memberikan bilyet asli kepada pihak saudara.” Disini jelas bahwa Pihak Master Trust Lawfirm, sejak awal mengakui dan mengetahui bahwa Bilyet yang disebut sebagai obyek penggelapan ada pada pihak Fikasa, bukan di LQ Indonesia Lawfirm atau (Alvin Lim, Hamdani atau Phioruci) namun dengan sengaja oknum Master Trust Lawfirm tidak menginformasikan dan malah menghasut para nasabah Fikasa yang menjadi klien Master trust Lawfirm untuk melaporkan Alvin Lim, dkk sebagai dendam pribadi untuk menyerang Alvin Lim, beber Sugi Kepala Humas LQ Indonesia Lawfirm kepada awak media 27/04/2021.

Di katakan Sugi, Perlu di ketahui bahwa Natalia Rusli dendam, karena LQ Indonesia Lawfirm tidak mau lagi menjalin kerjasama dengan Master Trust Lawfirm dikarenakan Natalia Rusli juga dilaporkan Polisi oleh korban DH yang memberikan kuasa melalui LQ, atas dugaan penipuan dengan modus penangguhan penahanan.

“LP dugaan penggelapan diadukan oleh klien Master Trust karena Natalia Rusli dari Master Trust Lawfirm dan anteknya bertujuan untuk menyerang LQ Indonesia Lawfirm dan menyerang pribadi Alvin Lim, Phioruci dan Hamdani. Padahal diketahui Natalia Rusli menyembunyikan informasi fatal dan krusial kepada kliennya, bahkan melakukan dugaan pemalsuan melalui Firma Hukum Rumah Keadilan yang mana Natalia Rusli sebagai pengendali. 

Ternyata para klien Fikasa yang menuduh LQ Menggelapkan adalah Klien Firma Hukum Rumah Keadilan dimana, Natalia Rusli, Anton, Bryan Mahulae dan Adnan diketahui mengunakan Rumah Keadilan sebagai alat untuk mengambil uang klien Fikasa dengan menjual nama Alvin Lim dan memalsukan surat untuk meyakinkan klien bahwa Alvin Lim ada dalam Rumah Keadilan padahal Alvin Lim tidak pernah ikut dalam Firma Hukum Rumah Keadilan.

Ternyata dari dokumen yang mencatut nama Alvin Lim, diduga dipalsukan oleh Para Terlapor Natalia Rusli, dkk. Atas penemuan tersebut, Alvin Lim melaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan pasal 263 KUHP, dengan LP No: 2244/ IV/ YAN 2.5/ 2021 / SPKT PMJ Tanggal 27 April 2021.
dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.
Dengan Para TERLAPOR:
Natalia Rusli, Anton, Adnan dan Bryan Roberto Mahulae dimana Natalia Rusli, Adnan dan Bryan selaku rekanan Firma Hukum Rumah Keadilan dan Anton selaku marketing yang merayu klien dalam mengunakan surat atau dokumen palsu tersebut agar klien percaya ada Alvin Lim di Firma Hukum Rumah Keadilan, terang Sugi.

Di tempat yang sama, Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, mengatakan,” bahwa nasabah Fikasa yang melaporkan dirinya adalah klien Natalia Rusli sendiri selaku pengendali Firma Hukum Rumah Keadilan, kita ada bukti surat Kontrak Sewa menyewa, dimana Kantor Rumah Keadilan disewa oleh Natalia Rusli untuk tempat kantor Firma Hukum Rumah Keadilan.

“Atas kejadian ini, saya melaporkan Natalia Rusli, Anton, Adnan dan Bryan Roberto Mahulae sebagai tanda keseriusan saya memberantas para oknum Lawyer. Mereka (para terlapor) dari awal sudah tahu dimana bilyet itu berada, dibuktikan dengan keterangan pers mereka (para terlapor) bahwa mereka mengetahui sudah ada proses perdamaian dengan Fikasa dan ada syarat yang belum dipenuhi oleh para klien. Diduga ketidakmampuan, Natalia Rusli dari Master Trust Lawfirm untuk mengurus para nasabah Fikasa yang menjadi klien Rumah Keadilan, sehingga dicarilah kambing hitam dan menjadi ajang fitnah. Parahnya, para klien Rumah Keadilan dan Master Trust Lawfirm yang menjadi korban, percaya saja dengan mulut manis Natalia Rusli, sama seperti ibu SK yang ditipu Natalia Rusli sebesar 500 juta rupiah dimana LP nya sedang di proses di Subdit Kamneg, Polda” ujar Alvin Lim.

Sementara itu, Advokat Leo Detri, SH, MH dengan tersenyum memberikan keterangan Persnya bahwa, tidak heran, Natalia Rusli tidak memberikan informasi ke klien-kliennya. Advokat seperti ini patut dipertanyakan ikut ujian PKPA atau hanya dapat sertifikat PKPA nya saja? Urusan uang cepat, urusan kerjaan lambat. Padahal jelas surat somasi Master Trust Lawfirm ke Fikasa, Natalia Rusli sudah tahu dimana keberadaan bilyet yang dilaporkan ke polisi yaitu tertera dalam surat somasi bahwa para nasabah Fikasa yang menjadi klien Master trust lah yang memberikan bilyet mereka ke pihak fikasa sebagai syarat perdamaian.
Hal tersebut tertera jelas disurat somasi Master Trust ke Fikasa.
Lucunya setelah Natalia Rusli mengatakan bahwa Fikasa perusahaan profesional, lalu Natalia mensomasi Fikasa. Perkataan Natalia Rusli selalu berubah-ubah dan bertolak belakang, apakah link berita media dibawah ini bohong?

https://topikonline.co.id/2020/12/04/natalia-rusli-fikasa-group-perusahaan-profesional-laporan-polisi-kami-cabut/

“Natalia Rusli kan sedang terjerat dugaan penipuan dimana laporan sedang diproses Polda Metro Jaya, dimana dalam aduan Natalia Rusli, mencatut nama Kapolri, Jaksa Agung bahkan Jampidum. Apalagi sampai buat berita pencitraan mendapatkan mobil BMW baru dari korban Investasi bodong, buktikan investasi bodong mana yang berhasil ditangani oleh Natalia Rusli? Korban First Travel saja tidak berhasil dibela haknya kembali, ucap nya.

“Kasihan para korban investasi bodong yang memilih Lawyer haus sensasi, bukan lawyer yang berprestasi.” jelas Sugi.

LQ Indonesia Lawfirm menghimbau agar masyarakat waspada atas kiprah Natalia Rusli serta para rekanan Master trust, seperti Adnan dan Bryan Roberto Mahulae yang menjadi kaki tangan Natalia Rusli dalam melancarkan aksinya. Bryan dan Adnan sebagai advokat tahu persis dimana Bilyet itu berada, mereka mengunakan Firma Hukum Rumah Keadilan dalam menerima kuasa dari nasabah Fikasa. Mereka (Natalia, Bryan dan Adnan) yang menempati kantor “Rumah Keadilan” di Belezza, sangat lucu jika mereka pura-pura tidak tahu dan bahkan menuduh LQ Indonesia Lawfirm menggelapkan bilyet nasabah Fikasa,beber Leo Detri SH,MH.

Sugi menambahkan,”LQ Indonesia Lawfirm ingatkan agar Bryan dan Adnan sebagai Advokat segeralah bertobat dan tidak ikut-ikutan hal yang buruk. Lihat sudah banyak korban dari Natalia Rusli, apakah kalian mau dikenal sebagai Advokat yang ikut-ikutan melanggar Hukum?

LQ Indonesia Lawfirm menghimbau agar Polda Metro Jaya segera menindak oknum-oknum yang menodai reputasi Institusi Aparat penegak hukum. Apalagi oknum Lawyer yang berani mencatut nama Kapolri dan Jaksa Agung. Sekarang dengan LP Dugaan pidana pemalsuan akan diusut tuntas modus Natalia Rusli dan rekanan Master Trust Lawfirm, bagaimana menipu korban investasi bodong dengan mencatut nama Alvin Lim, Pendiri LQ Indonesia Lawfirm, tutup Sugi dalam keterangan Pers nya.

(SS)

Sumber : Press realese Lq Indonesia Lawfirm

Aksi Warga Jatikarya Di Kawal Oleh Polres Metro Bekasi Kota

0

Aksi Warga Jatikarya Di Kawal Oleh Polres Metro Bekasi Kota

Guejabar.com || Kota Bekasi – Sebanyak 250 personil dari Polres Metro Bekasi Kota serta BKO dari Polda Metro Jaya diterjunkan untuk mengawal dan melakukan pengamanan aksi warga Jatikarya yang menduduki lahannya di tol Jatikarya 2 pada Senin (26/04).

“Hari ini kita mengamankan penyampaian pendapat di muka umum warga Jatikarya yang menyampaikan pendapatnya terkait dengan ganti rugi, mereka ahli waris dari tanah ini,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi kepada media.

Ia juga menyampaikan bahwa pengamanan tersebut untuk mendukung para warga dalam memperoleh hak nya atas tanah mereka yang belum digantikan hingga jalan tol Cimanggis -Cibitung beroperasi.

“Mereka hanya berharap bahwa dana ganti rugi yang dititipkan di pengadilan sebagai dana konsinyasi dapat segera dibagikan,” imbuhnya.

Dalam aksinya, para warga Jatikarya yang mayoritas adalah ibu rumah tangga sebagai ahli waris, membentangkan spanduk berisi tuntutan agar uang ganti rugi segera dilakukan oleh ATR BPN atas tanah mereka seluas 42,699 meter persegi dengan nilai 218 miliar.

“Hari ini mereka berunjuk rasa dipinggiran jalan tol, mengambil satu lajur, kami jaga mereka, berkoordinasi dan bekerjasama agar tidak menutup jalan tol ini kemudian juga karena saat ini masih pandemik, mereka juga kita arahkan, kita galang supaya tetap menggunakan masker dan menjaga jarak,” kata Kapolres.

Aksi warga Jatirasa ini berlangsung hingga malam hari, bahkan warga sempat mendirikan tenda di pinggir ruas tol Cimanggis – Cibitung. Namun, melalui pendekatan humanis, pihak kepolisian berdialog dengan warga peserta aksi, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal yang juga ikut terjun berhasil membujuk warga agar membubarkan diri.

“Saat ini mereka telah membubarkan diri, semoga apa yang mereka perjuangkan bisa segera terwujud, kita sebagai petugas kepolisian melayani masyarakat membantu mereka juga untuk mencapai tujuannya dengan menjaga Kamtibmas,” tambah Kapolres.

Aksi menduduki tanahnya oleh warga Jatikarya tersebut, berlangsung sejak sore hari menjelang berbuka puasa hingga malam hari. Petugas kepolisian yang berjaga memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan pendapatnya.

“Sebenarnya melanggar aturan, tapi karena mereka memulai sore, maka kita memberikan kesempatan buat mereka untuk menyampaikan pendapatnya, Kami juga telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan kementerian ATR BPN untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,”pungkasnya.

Sementara itu, kuasa hukum warga Jatikarya H.Dani Bahdani menilai bahwa sesuai mengacu pada putusan PK kedua 815 tahun 2018 tanggal 19 Desember 2019 seharusnya BPN tinggal menerbitkan surat pengantar.

“Apalagi mereka sudah diberikan fakta pendukung oleh lurah dan camat setempat yang menerangkan bahwa tanah itu milik warga,”ungkap H. Dani.

diketahui, ada 14 KK dengan 7 Bidang dengan 42.669 meter persegi yang seharusnya sudah mendapat uang konsinyasi. namun, hingga saat ini warga masih saja menunggu.

Reporter : Lman

Turangga Cakraudaksana :” Aksi Guru Honor Jalan Kaki Ke Istana Negara, Citra Buruk Pendidkan di Kabupaten Bekasi”

0

Turangga Cakraudaksana :” Aksi Guru Honor Jalan Kaki Ke Istana Negara, Citra Buruk Pendidkan di Kabupaten Bekasi”

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi melakukan long march ke istana negara, untuk curhat ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (26/04/2021).

Long march yang dimulai dari Kantor Bupati Bekasi menuju Istana Presiden sebagai wujud mencari keadilan dari kezaliman yang dialami oleh beberapa Guru Honorer Yang tergabung di FPHI dan selalu menyarakan perjuangannya aspirasinya yang tidak di gubris oleh Pemkab Bekasi

Andi Heryana dalam keterangan persnya mengatakan “Senin, 26 April 2021 pukul 09.00 Wib, kami start depan Kantor Bupati Bekasi menuju istana ingin curhat ke Presiden Jokowi, dan kami pun akan singgah di Komnas Ham.
“Kami akan sampaikan kezaliman yang kami alami ini,”Ucapnya

Andi juga menegaskan bahwa GTK Non ASN akan bertahan selama satu minggu di depan Istana Presiden RI.

“Target kami seminggu di depan istana untuk curhat keadilan kepada Presiden Jokowi,” ujar Andi.

Di katakan Andi Heryana, aksi ini dilakukan lantaran kegundahan dan kegamangan GTK Non ASN Kabupaten Bekasi yang sering melakukan aksi-aksi menyelamatkan Kabupaten Bekasi dari dugaan korupsi serta dari penyalahgunaan wewenang dan jabatan, beber nya.

“Kami meminta perlindungan hukum dan keadilan dari Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi,” .

“Ini semata-mata untuk menyelamatkan Kabupaten Bekasi ke depan dari orang-orang (para pejabat yang menyalahgunakan wewenang dan jabatan serta pembiaran kezaliman tersebut ),

Menuntut Andi, aksi moral yang pihaknya lakukan selama ini bertujuan untuk menyelamatkan Kabupaten Bekasi dan Negara Republik Indonesia pada umumnya. Namun, faktanya pihaknya malah diberikan label GTK Non ASN yang telah memiliki sikap tidak layak sebagai Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

“Mirisnya lagi,hak-hak kami (Gaji/Jasa Tenaga Kerja) tidak dibayarkan selama 4 bulan, terhitung sejak bulan Januari sampai saat ini. Kami lakukan ini semata-mata mencari keadilan dengan jalan kondusif,” terang Andi.
Dalam pantuan awak media aksi long march jalan kaki para guru honorer sampai pukul 21.00 Wib Senin malam sudah sampai di bilangan Kalimalang Bekasi Timur,.
Andi menambahkan para peserta Long march akan beristirahat di masjid yang terdekat, pungkasnya.

Di tempat terpisah Ketum LSM Benteng Bekasi Turangga Cakraudaksana mengatakan ke awak media lewat telp selulernya, Senin 26/04/2021, ” dirinya sangat prihatin apa yang terjadi saat ini, aksi para guru honor yang melakukan longmarch ini jelas menggambarkan potret pendidikan di Kabupaten Bekasi dan ketidakseriusan Pemkab Bekasi khususnya Bupati Bekasi dalam mengahadapi apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan para guru honorer, ucap Turangga

Turangga menambahkan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan sebagai pihak yang berkompeten seharusnya memberikan solusi yang terbaik bukan ikut mengintervensi bahkan meneror para guru honorer dengan akan memberhentikan para guru honorer yang vokal yang selalu menyuarakan aspirasinya, dengan adanya aksi long march para guru honorer jalan kaki ke istana negara, mencerminkan mutu , dan kwalitas pendidikan di kabupaten Bekasi, tercemar akibat Pemkab Bekasi yang menganggap remeh, tandasnya.

(red)

Guru Honorer Perjuangkan Nasib Sampai Jalan Kaki Ke Istana, Tokoh Bekasi Turut Prihatin

0

Guru Honorer Perjuangkan Nasib Sampai Jalan Kaki Ke Istana, Tokoh Bekasi Turut Prihatin

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Salah satu Tokoh Kabupaten Bekasi, H. Apuk Idris prihatin dengan nasib puluhan GTK Non ASN Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) hingga harus long march ke Istana Negara untuk mengadukan nasibnya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (26/4/2021).

Dalam Komentarnya H. Apuk Idris mengungkapkan, seharusnya tidak perlu terjadi perjuangan puluhan tenaga pendidik ini sampai long march atau berjalan kaki ke Istana Presiden. Guru merupakan tombak pembangunan generasi penerus bangsa yang harusnya diberikan dukungan.

“Saya tidak ada maksud untuk memojokan salah satu pihak baik Pemda Kabupaten Bekasi ataupun puluhan guru honorer yang saat ini tengah long march ke Istana Presiden untuk mengadukan nasib mereka,” kata H. Apuk Idris.

Dikatakan H. Apuk yang juga Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Bekasi, bahwa apa yang disuarakan para GTK Non ASN yang tergabung dalam Front Pembela Guru Honorer Indonesia (FPHI) adalah hal yang wajar yang perlu disikapi dengan arif dan bijaksana.

“Apa yang dituntut mereka itukan salah satunya adalah janji dari Bupati sendiri sebagai Kepala Daerah. Misalnya, seperti gaji Rp1,8 dinaikan Rp 1 juta menjadi Rp2,8 juta nyatanya baru terealisasi Rp300 ribu dengan kualifikasi,” jelasnya.

Ketua Forum Silaturahmi Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat (Format) Bekasi Raya ini juga mengatakan, sebagai pihak Pemerintah harusnya jangan anti kritik yang datang dari masyarakat, terutama masyarakat kelompok tenaga pendidik. Sebab, apa yang disuarakan adalah bagian dari perbaikan pendidikan.

“Kasian puluhan nasib guru honorer yang dianggap sebagai penggerak aksi untuk menuntut haknya ini malah dianggap sebagai musuh hingga haknya tidak diberikan selama 4 bulan. Saya berharap Bupati Bekasi bisa mengakhiri polemic guru honorer Kabupaten Bekasi ini,” pungkasnya.

(Tim Redaksi)

Ibu Muda Ditemukan Tewas, Diduga Kuat Pelaku Suaminya Sendiri Yang Berstatus WNA

0

Ibu Muda Ditemukan Tewas, Diduga Kuat Pelaku Suaminya Sendiri Yang Berstatus WNA

Kabupaten Bekasi – Warga Perum griya Asri 2 RT 04/023 desa sumber jaya kecamatan tambun selatan kabupaten Bekasi tepatnya di salah satu rumah di Blok E 13 nomer 23, yang di temukan wanita cantik beranak dua tewas mengenaskan dengan kondisi luka di bagian belakang kepala dan punggung yang di duga bekas bacokan senjata tajam( Minggu 25/04).

Peristiwa tragis yang menimpa Wulandari(27) wanita cantik beranak dua,yang bersuamikan Muhamad Yusuf(30) warga negara India, setelah adanya kecurigaan keluarga, tentang keberadaan korban yang terakhir bertemu pada jumat 23 April 2021, keluarga yang sempat melaporkan kasusnya hilangnya korban ke Polsek Tambun sangat terpukul mengetahui korban di temukan tidak bernyawa di rumah kontrakannya dengan kondisi sangat mengemaskan.

“saya terakhir Ketemu anak saya Wulandari pada hari Jumat, dan tidak lagi mendapat kabar, sedangkan suami korban menghilang dengan juga menghilangnya korban tanpa kabar” tutur Ayah korban Muhamad Toha(60) yang masih nampak terpukul dengan kematian korban.

“saya sangat yakin pelakunya suami korban, Karena selain kerap bertengkar ,suami korban sempat mengancam korban dengan akan di siram menggunakan air keras, dan korban menang kerap mengeluh kepada saya, prihal kekerasan yang kerap di lakukan suaminya terhadap korban” tambah Muhamad Toha.

Sementara petugas kepolisian bersama tim identifikasi polres metro Bekasi yang tiba di lokasi kejadian,langsung melakukan olah tempat kejadian perkara,dengan membuat garis police lend, di lokasi tersebut petugas langsung mengidentikasi jasad korban untuk selanjutnya di bawa petugas kerumah sakit polri Kramat jati untuk di otopsi.

“kami masih melakukan penyelidikan termasuk mengidentifikasi jasad korban dan sempat menemukan beberapa Bekas kekerasan di tubuh korban, namun kami masih menunggu hasil otopsi rumah sakit polri keramat jati, mengingat kondisi korban yang sudah mulai membengkak dan mengeluarkan Aroma tidak sedap” ujar Kanit Reskrim Polsek tambun Iptu Gunawan Pangaribuan saat berada di lokasi kejadian perkara.

“beberapa saksi telah kita minta keterangan termasuk keluarga korban dan juga mencari keberadaan suami korban yang menghilang dengan di temukannya jasad korban, nanti kita jelaskan setelah hasil otopsinya selesai” lanjut Iptu Gunawan Pangaribuan.

Sementara itu, pihak keluarga rencana akan memakamkan korban di tempat pemakaman umum tidak jauh tempat tinggal orang tua korban yang berada perum Bekasi griya Pratama tambun selatan usai jasad korban selesai di otopsi.

(Asp&Redaksi)

Merasa Dizolimi Guru Honor Kabupaten Bekasi Bakal Jalan Kaki Ke Istana Minta Perlindungan Ke Presiden Jokowi

0

Merasa Dizolimi Guru Honor Kabupaten Bekasi Bakal Jalan Kaki Ke Istana Minta Perlindungan Ke Presiden Jokowi

KABUPATEN BEKASI – Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi akan melakukan long march ke istana untuk curhat ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (26/04/2021).

FPHI menyebut long march yang dimulai dari Kantor Bupati Bekasi menuju Istana Presiden sebagai wujud mencari keadilan dari kezaliman yang dialami.

“Senin, 26 April 2021 pukul 09.00 Wib, kami start depan Kantor Bupati Bekasi menuju istana ingin curhat ke Presiden Jokowi, dan kami pun akan singgah di KomnasHam. Kami akan sampaikan kezaliman yang kami alami ini,”Ucapnya

Andi juga menegaskan bahwa GTK Non ASN akan bertahan selama satu minggu di depan Istana Presiden RI.

“Target kami seminggu di depan istana untuk curhat keadilan kepada Presiden Jokowi,” ujar Andi.

Dijelaskannya, aksi itu dilakukan lantaran kegundahan dan kegamangan GTK Non ASN Kabupaten Bekasi yang sering melakukan aksi-aksi menyelamatkan Kabupaten Bekasi dari dugaan korupsi serta dari penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

“Kami meminta perlindungan hukum dan keadilan dari Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi,” beber dia.

“Ini semata-mata untuk menyelamatkan Kabupaten Bekasi ke depan dari orang-orang (para pejabat yang menyalahgunakan wewenang dan jabatan serta pembiaran kezaliman tersebut ),” beber dia lagi.

Pasalnya, kata Andi, aksi moral yang pihaknya lakukan selama ini bertujuan untuk menyelamatkan Kabupaten Bekasi dan Negara Republik Indonesia pada umumnya. Namun, faktanya pihaknya malah diberikan label GTK Non ASN yang telah memiliki sikap tidak layak sebagai Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

“Mirisnya lagi,hak-hak kami (Gaji/Jasa Tenaga Kerja) tidak dibayarkan selama 4 bulan, terhitung sejak bulan Januari sampai saat ini. Kami lakukan ini semata-mata mencari keadilan dengan jalan kondusif,” demikian Andi mengakhiri.

(SS)

Seorang Pria Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta di Stasiun Lemah Abang

0

Seorang Pria Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta di Stasiun Lemah Abang

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Seorang pria tewas tertabrak Kereta api dari Jawa Tengah dengan tujuan Pasar Senen Jakarta pada Minggu (25/04/2021).

Pria tersebut tertabrak saat melintasi rel kereta di Jalan Raya Lemah abang.

Dari tempat kejadian menurut keterangan saksi saat di jumpai awak media Ade Ridwan (42) dirinya menjelaskan “awalnya korban dari Pasar Lemah Abang ,hendak menyebrang menuju arah pulang, kebetulan pria tersebut bertetangga dengan saya,
saat menyebrang kereta cepat Sindoro yang melintas ke arah Jakarta langsung menghantam tubuh korban hingga terseret sekitar 50 meter,” Ungkap Ade.

Korban di ketahui atas nama Zaenal usia 59 Tahun
Alamat Kampung Kaum lebak Rt 04 Rw 02 Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit Annisa Lemah abang kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian,
Proses evakuasi pun diiringi isak tangis saat keluarga korban melihat keadaan korban yang mengenaskan.

Warga disekitar membantu untuk mengumpulkan ptongan tubuh korban dan di bawa ke rumah sakit. sampai saat ini baru pihak keluarga korban dan Aparatur Desa Simpangan yang hadir untuk membantu mengurus dan mengantar korban ke rumah sakit annisa.

Terlihat juga Kepala Desa Simpangan H.Kurma yang ikut membantu serta mengurus jasad korban ke RS Annisa Lemah Abang.

Kasus tertabraknya warga oleh kereta api tersebut kini sudah dalam penanganan pihak kepolisian Polsek Cikarang.

(Tim/Redaksi)

Antisipasi SOTR, Polsek Cikarang Selatan Lakukan Operasi Kamtibmas

0

Antisipasi SOTR, Polsek Cikarang Selatan Lakukan Operasi Kamtibmas

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Antisipasi Sahur On The Road dan aksi Tawuran, Polsek Cikarang Selatan melaksanakan Operasi Cipta Kondisi Patroli Skala Besar, Serta memeriksa Kendaraan sepeda Motor berknalpot bising. Minggu (25/04/2021) dini hari.

Di pimpin oleh Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sutrisno dan 32 Personil gabungan diturunkan dengan melibatkan unsur TNI – Polri, langsung menyisir tiga titik diwilayah hukum Polsek Cikarang Selatan, di Jl. Cikarang Cibarusah, Desa Sukaresmi. Area Cifest Desa Ciantra, dan di Jl. Cikarang Cibarusah, Desa Sukaresmi, Kabupaten Bekasi.

“Malam ini kita mengadakan operasi cipta kondisi dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibnas khususnya dalam acara sahur on the road yang berpotensi menimbulkan keributan juga memeriksa kendaraan yang berpotensi kenalpot rissing, yang mengganggu masyarakat,”ucap Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sutrisno.

Selanjutnya petugas melakukan pengecekan terhadap para remaja yang sedang nongkrong disalah satu warung kopi dipinggir jalan yang sedang menunggu sahur kedapatan para remaja melanggar protokol kesehatan, karena tidak menggunakan masker, Selain itu menemukan lima unit sepeda motor yang digunakan tanpa surat / STNK.

“Ada beberapa para remaja yang tidak menggunakan masker kita sanksi push up agar tidak diulangi kembali, selain itu diperiksa satu persatu kendaraan motornya, yang tidak ada suratnya kita amankan,”ujar Kapolsek.

Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan 18 Unit kendaraan sepeda motor diantara 12 Unit berknalpot bising, dan 5 Unit tanpa STNK, serta 1 unit kendaraan motor + bedug sahur keliling.

“dari 18 kendaraan yang kami amankan langsung di bawa ke kantor Polsek Cikarang Selatan untuk diperiksa,”pungkasnya.

(Asp&Redaksi)

Bentuk Kepedulian Pada Masyarakat, Forpoda Kab. Bekasi Berbagi Takjil Di Berbagai Kecamatan

0

Bentuk Kepedulian Pada Masyarakat, Forpoda Kab. Bekasi Berbagi Takjil Di Berbagai Kecamatan

Gue Jabar || Kab.Bekasi – Forum Potensi Pemuda (Forpoda) Kabupaten Bekasi terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah berhimpun bagi pemuda dari berbagai elemen yang memiliki kepedulian sosial kemasyarakatan.

Hal ini dibuktikan dengan masifnya kerja-kerja sosial yang terus digalakkan di tengah masyarakat. Khususnya pada bulan ramadan 1442 H kali ini dengan program Takjil On The Road (TOTR) agenda berbagi takjil kepada masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Pada Sabtu sore (24/04/2021) , Forum Potensi Pemuda (Forporda) Kabupaten Bekasi mengadakan berbagi jtakjil di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ini merupakan yang Ke-enam kalinya Forpoda melakukan kegiatan berbagi takjil, setelah sebelumnya sempat mengadakan kegiatan yang sama di beberapa kecamatan yang berbeda di Kabupaten Bekasi.

Seperti yang diungkapkan oleh Dimas Anwar Ramdani, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dari agenda ini “Agenda TOTR ini dilaksanakan diberbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi seperti Kecamatan Sukakarya, Sukatani, Karang Bahagia, Cikarang Utara, Cikarang Barat dan Cibitung. Dimulai sejak Selasa (20/04/2021) sd Sabtu (24/04/2021) sore kemarin. Semoga di tahun yang akan datang ataupun kegiatan-kegiatan yang lainnya bisa kita saba 23 Kecamatan”.

Ketua Umum Forpoda Kabupaten Bekasi Muhtadin Assidieq, S. Pd. Mengungkapkan “Kegiatan ini adalah salah satu program trobosan awal yang kita jalankan setelah program beasiswa jenjang SMA dan S-1 yang sebelum ini kita luncurkan, ini adalah bentuk kepedulian kita kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bekasi”.

(Novian Ramadhan / Redaksi)

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

0

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

Guejabar.com || Bali – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri akan memberikan yang terbaik dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Saat ini, kata Sigit, Polri telah menurunkan beberapa peralatan dan kapal guna mendukung upaya pencarian.

“Seluruh kegiatan memberikan yang terbaik yang bisa kami lakukan. Kami telah menurunkan 4 kapal guna mensupport pencarian kegiatan kemanusiaan,” kata Sigit di Bali, Sabtu (24/4/2021).

Dalam upaya pencarian KRI Nanggala, Kapolri menyampaikan akan terus mendampingi. Ia pun menyampaikan keprihatinan insiden hilangnya KRI Nanggala.

“Kami keluarga besar Polri mengucapkan keprihatinan yang sangat mendalam terkait insiden ini,” katanya.

Mantan Kabareskrim ini pun menuturkan 4 kapal milik polairud yang diturunkan yakni KP Gelatik-5016, KP Enggang-4016, KP Barata-8004 dan KP Balam-4017. Keempat kapal itu dilengkapi dengan robot pencarian yakni ROV atau drone bawah laut.

“Dalam kesempatan ini kami selalu berusaha untuk terus melakukan apa yang bisa kami lakukan, dengan segala upaya yang ada kami akan menurunkan 4 unit kapal, kapal gelatik, barata, balam, dan enggang, yang tentunya kami turunkan untuk membantu dalam rangka pencarian,” ucapnya.

Tak hanya menurunkan kapal, drone dan peralatan pendukung pencarian KRI Nanggala, Sigit menuturkan pihaknya juga siap menyiapkan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) jika nantinya diperlukan.

Seperti diketahui, kapal selam Nanggala 402 pembawa 53 awak kapal sejak hilang kontak hingga kini belum juga ditemukan. Sejumlah instansi termasuk beberapa negara turut membantu proses pencarian namun belum membuahkan hasil.

(Tim Redaksi)