Wujudkan Lingkungan Bersih, Koramil 02/Tarumajaya, Bersama Perangkat Desa Bergotong – Royong
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Dalam rangka menciptakan lingkungan Kantor Desa yang sehat, di masaa Pandemi Covid-19 ini, Babinsa Koramil 02/Tarumajaya, Serda Permadi bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan di Desa Setia mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Minggu (10/01/2021).
Menurutnya, kebersihan lingkungan Desa adalah fasilitas pelayanan publik mempunyai peranan yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Menjaga kebersihan lingkungan sama artinya menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, sampah dan bau tak sedap.
“Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang penyakit,” katanya.
Lebih lanjut Serda Permadi mengatakan, menjaga lingkungan sekitar adalah tanggung jawab bersama setiap warga. Kondisi lingkungan yang bersih merupakan cerminan hati yang bersih yang diterjemahkan dalam tingkah laku. Karena itu, dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekitar, salah satu upaya yang bisa dilakukan warga adalah peduli dengan lingkungan sekitar, membuang sampah pada tempatnya dan ikut serta membersihkan lingkungan.
“Tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan tidak selalu dibebankan kepada petugas kebersihan lingkungan. Sebab mereka hanya bertugas sesuai jadwal dan areanya masing-masing,” tegasnya.
Lingkungan yang bersih dan sehat tentu tak akan tercipta bila warga tidak berperan aktif, masa bodoh dan hanya mengandalkan petugas kebersihan. “Semoga Desa Setia mulya kita semakin bersih dan nyaman bagi masyarakat, Kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, dan keasrian lingkungan agar kita semua terhindar dari penyakit,” pungkas Permadi.
Serda Parmadi Berharap, selain desa binaannya menjadi bersih dan asri.
“Dirinya sangat apresiasi kepada warga masyarakat yang sudah kompak dan antusias malaksanan kerja bakti ini , karena kalau desa kita bersih kita juga yang bangga” tegas Serda Parmadi.
Dalam kegiatan kerja bakti tersebut selain Serda Parmadi dan warga masyarakat turut hadir PJ.Kepala Desa Setia Mulya Bapak Suseno.Spd. di dampingi para Kaur dan Kadus . sangat berterima kasih, gotong royong ini bisa terlaksana berkat bantuan dari babinsa yang berperan serta aktif peduli akan lingkungan desa setiamulya ini. ungkap kadus
Babinsa Koramil 13 Kedung Waringin Aktif Lakukan Komsos Kepada Masyarakat Guna Sosialisai Pentingnya Mematuhi 3M
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Babinsa yang bertigas di Desa Karang Harum selalu aktif lakukan Komsos guna sosialisasikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan lakukan 3M denga n dengan baik diantaranya pentingnya memakai masker disaat keluar rumah.
Babinsa Koramil 13 Kedung Waringin yang bertugas di Desa Karang Harum Sertu Kholiq lakukan komsos kepada masyarakat guna memberikan sosialisasi tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan lakukan 3M dengan baik diantaranya pentingnya memakai masker pada saat keluar rumah.
Karena di Kabupaten Bekasi ini kasua penyebaran Covid-19 kini sedang meningkat dan masyarakat wajib menjaga kesehatan demi keselamatan bersama agar tidak ada yang terpapar Covid-19, Sertu kholiq lakukan komsos ini di kampung Rawakuda RT 02 RW 01 Desa Karang Harum, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi. Minggu (10/01/2021)
Komsos ini dilakukan guna masyarakat sadar dan paham agar tetap menjaga protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan sehari – hari dan selalu gunakan masker pada saat keluar rumah.
Sertu Kholiq berikan himbauan kepada masyarakat diantaranya Bapak Enyah, Bapak Okah Lesamana dan Bapak Kasmin di wilayah binaan Koramil 13 Kedung Waringin.
“Dengan lakukan Komsos ini saya berharap masyarakat bisa memahami pentingnya memakai masker pada saat keluar rumah guna mematuhi protokol kesehatan dan menjaga masyarakat agar tidak terpapar Covid-19”. Ujar Sertu Kholiq
Danramil Koramil 13 Kedung Waringin Kapten Chb Agus Trijoko sendiri mengatakan “Saya selalu menghimbau kepada seluruh Babinsa yang turun langsung ke wilayah agar selalu sosialisasikan pentingnya menjaga protokol kesehatan dengan baik”. Pungkasnya
Boy Rafli Amar, sosoknya Mirip Jenderal Hoegeng, Kapolri Jujur dan Teladan Bhayangkara
GUE JABAR || Jenderal Hoegeng merupakan sosok Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang dikenal tegas dan teguh menjaga kehormatan serta citra Polri. Integritasnya yang tinggi terhadap bangsa dan negara mengundang guyonan Presiden Republik Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam sebuah diskusi di Bentara Budaya Jakarta, bahwa hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng.
Dalam guyonan itu, Gus Dur menyinggung upaya pemberantasan korupsi pasca-Reformasi 1998 yang dilakukan Polri sebagai salah satu institusi yang diharapkan dapat segera berbenah guna menghadirkan citra Polri yang lebih baik di masyarakat.
Guyonan Gus Dur terhadap sosok Hoegeng dinilai sejumlah kalangan cukup pantas. Kejujuran dan integritas yang melekat dalam diri Hoegeng selama menjalani tugas sebagai seorang polisi terkenal jauh sebelum ia menyandang bintang empat di korps tribrata. Saking jujurnya Hoegeng, ia bahkan pernah disantet oleh seorang polisi korup saat memimpin Badan Reserse dan Kriminal di Kepolisian Sumatera Utara.
Kisahnya terjadi saat Hoegeng sering menangani kasus perjudian dan penyelundupan barang-barang mewah dari Singapura ke Indonesia berupa radio, tape recorder, dan arloji serta penyelundupan barang-barang dari Indonesia ke Singapura berupa minyak nilam dan karet.
Kabarnya, para penyelundup mendapat perlindungan dari aparat kepolisian yang korup.
Oknum polisi itu dendam dengan sikap Hoegeng. Ia lantas menyantet Hoegeng dengan meminta bantuan dari seorang dukun.
Saat dikirim santet, Hoegeng pasrah menerimanya. Hingga suatu hari datang seseorang mengaku dukun yang telah menyantetnya. Di hadapan Hoegeng, dukun itu mengaku bahwa dirinyalah yang telah menyantet Hoegeng atas permintaan polisi korup tersebut. Sang dukun mengaku menyesal dan meminta maaf kepada Hoegeng. Ia pun lalu mengobati Hoegeng.
Selain pernah disantet karena ketegasannya, Hoegeng juga pernah difitnah rekan sejawatnya di kepolisian.
Dilansir dari buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan karya Suhartono (2013), Hoegeng dipanggil Presiden Soekarno.
Saat itu, Presiden ingin menanyakan kebenaran kabar yang menyebut Hoegeng ingin menggulingkan atasannya, Soetjipto Joedodihardjo yang menjabat sebagai Kapolri sekaligus Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian (Pangak).
Ketika ditanya Presiden, Hoegeng terkejut lantas bertanya,”Siapa yang bilang?”.
Presiden Soekarno lantas menyebut satu nama. Hoegeng lalu minta agar dirinya dikonfrontasi dengan orang tersebut.
Presiden setuju dan menjadwalkan pertemuan dengan orang yang bersangkutan untuk mengkonfrontasi tuduhan itu.
Saat dikonfrontasi dengan orang tersebut, Hoegeng membawa buku besar yang menjadi catatan hariannya. Di hadapan Presiden, Hoegeng membenarkan bahwa dirinya memang didatangi oleh yang bersangkutan di kantor dan di rumahnya.
Secara rinci Hoegeng menyebutkan tanggal dan pertemuannya, serta isi detail pembicaraannya. Hoegeng juga membeberkan jawabannya setelah diajak yang bersangkutan untuk menggulingkan Menteri/Pangak Jenderal Pol Soetjipto.
Dalam pertemuan itu, Hoegeng memang diajak untuk ikut menggulingkan Menpagak. Namun, di catatan buku itu, Hoegeng menyatakan tak bersedia ikut mendongkel Menteri/Pangak. Selama Pak Tjipto adalah atasan Hoegeng, Hoegeng tidak mau mendongkelnya. Apapun alasannya.
“Jadi sampeyan jangan memutarbalikkan fakta begitu, Wong sampeyan sendiri yang mengajak untuk mendongkel pak Tjipto, mengapa saya yang kemudian dituduh?” jelas Hoegeng sambil membacakan dan menunjukkan catatan Kepada Presiden dan orang yang bersangkutan.
Akhirnya, Presiden bertanya kepada polisi yang memfitnah Hoegeng. “Apakah yang diceritakan Hoegeng itu benar?” tanya Soekarno.
Polisi itu lalu menjawab “Inggih Kasinggian (ya betul),” jawab polisi itu.
Tak lama, seusai jabatan Soetjipto Joedodihardjo sebagai Kapolri berakhir, Hoegeng ditunjuk untuk menggantikan nya menjadi Kapolri ke- 5 sejak 1968 hingga 1971.
Polisi sederhana
Sederhana”, kata itulah yang juga melekat dalam sosok Hoegeng. Cerita kesederhanaan ini tidak hanya diperlihatkan Hoegeng saat menjabat Kapolri, melainkan juga saat menjabat Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet pada Maret 1966-Juli 1966, dua tahun sebelum dilantik sebagai Kapolri.
Diketahui, selaku Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet, Hoegeng menolak pengawalan pribadi baik di kantor dan di rumahnya. Kepada sekretarisnya saat itu, Soedharto Martopoespito, Hoegeng beralasan, dia tetap bisa bekerja dengan baik meskipun tanpa pengawalan yang diberikan oleh negara.
Hoegeng juga menolak tawaran pengawalan di depan rumah yang menurutnya akan membuat teman-temannya tak berani berkunjung ke rumah.
Kebiasaan itu berlanjut ketika Hoegeng ditunjuk menjadi Wakil Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian (Pangak) dan Menteri/Pangak sebelum berubah nama menjadi Kapolri.
Hanya ada dua ajudan dinas yang bergantian bertugas saat hari kerja dan staf ajudan yang membantunya sehari-hari.
Jenderal Hoegeng pun tak mengizinkan mereka mengenakan pakaian dinas kecuali ajudan dinas yang memang mendampinginya sehari-hari. Staf ajudan pun diminta hanya berpakaian preman.
Boy Rafli Amar
Cukup banyak kisah kejujuran, kesederhanaan dan keteladanan sosok Hoegeng. Saat ini hanya terhitung jari jumlah petinggi Polri yang keteladanannya semirip Hoegeng. Salah satunya adalah Komjen Pol Drs Boy Rafli Amar, yang diusulkan Kompolnas ke Presiden Republik Indonesia untuk menggantikan Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri.
Salah seorang CEO media, Doni Ardon membeberkan keteladanan Boy Rafli Amar saat meliput kejadian gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat dan daerah sekitarnya.
Menurut dia, gempa yang mengakibatkan 1.115 orang tewas dan 2.329 lainnya terluka, 279.000 bangunan mengalami kerusakan, serta berdampak pada 1.250.000 warga di kawasan mendapat perhatian serius dari Kombes Pol Drs. Boy Rafli Amar yang menjabat Kapoltabes Padang saat itu.
“Saya selalu ingat, pak Boy Rafli Amar tanpa ragu mempersilahkan kendaraan pribadinya digunakan komunitas relawan dan lembaga kemanusiaan yang terlibat dalam upaya bantuan kemanusiaan untuk Sumatera Barat”.
“Beliau juga menggalang kepedulian berbagai kalangan untuk meringankan beban para korban, membantu evakuasi dan mengajak insan media untuk menyajikan informasi informasi yang penting guna mempercepat penanganan gempa Padang,” ucapnya kepada rekan media di Bekasi, Minggu (10/01/2021) pagi.
Tak hanya itu, Kombes Boy Rafli Amar bahkan membiarkan rumah dinasnya dijadikan basecamp menginap para relawan dan insan media.
Sang mentor
Itulah sebutan pemuda Papua untuk Irjen Pol Boy Rafli Amar ketika menjabat sebagai Kapolda Papua. Boy Rafli Amar dinilai sosok jenderal yang tak pernah berjanji, tapi kinerjanya nyata dan dirasakan pemuda Papua.
Sang mentor pun tak pernah lelah membimbing pemuda Papua dengan cara memberikan nasihat, bimbingan, serta dukungan untuk kemajuan pemuda Papua.
“Bukan hanya itu saja, pelayanan dengan mengedepankan sikap humanis dan penuh kasih sayang selalu ditonjolkan oleh sang mentor untuk masyarakat Papua”.
“Kami sangat terharu. Beliau banyak mempertemukan saya dan teman-teman kepada pejabat Papua, bahkan membantu membuka jaringan, mempertemukan dengan sejumlah pihak pemangku kebijakan, baik di organisasi pemerintah maupun swasta,” kata Michael yang menjabat sebagai Direktur Cenderawasih Reading Center (CRC) kepada wartawan, belum lama ini di Papua.
Berani Jujur dan Hebat
Hal lain yang melekat pada sosok Boy Rafli Amar saat mengkampanyekan seluruh komponen bangsa untuk Berani Jujur dan Hebat. Brigjen Pol Boy Rafli Amar yang menjabat Karo Penmas Polri saat itu memasang spanduk raksasa ‘Berani Jujur Hebat’ pada akhir Desember 2012.
Pembentangan spanduk raksasa dilakukan Boy Rafli Amar untuk memberi efek pencegahan dan meminimalisir tindak pidana korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) di tubuh Polri serta untuk lebih meningkatkan keterbukaan dari para anggota Polri.
“Sejalan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini dan ke depan yang sangat kompleks, sangat tepat jika Presiden Republik Indonesia Ir H. Joko Widodo menunjuk dan memilih Komjen Pol Boy Rafli Amar untuk menggantikan Kapolri Idham Azis yang akan pensiun pada awal tahun ini,” komentar Ketua Umum Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, Moh. Fauzan Rahman.
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi dan akan diberlakukanya PSBB Proporsional di Jawa dan Bali, Muspika Kecamatan Kedung Waringin gelar operasi Yustisi di Wilayah. Minggu 10/01/2021
Operasi Yustisi ini dilakukan di Jln.Kp Kramat Desa Kedung Waringin, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Jajaran Koramil 13 Kedung Waringin ikut serta untuk laksanakan giat tersebut dan Babinsa yang diterjunkan diantaranya Sertu Purwanto dan Kopda Jaya untuk lakukan operasi Yustisi Pra PSBB Proporsional yang akan berlaku sejak 11 Januari sampai 25 Januari 2021 mendatang.
Sertu Purwanto bersama Kopda Jaya bersama 6 personil anggota Polsek Kedung Waringin yang menggelar operasi yustisi untuk menegakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dengan mematuhi 3M dengan target masyarakat yang tidak menggunakan masker pada saat keluar rumah dan para pengguna jalan.
Dalam operasi Yustisi tersebut petugas mendapati masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker pada saat keluar rumah dan para pelanggar tersebut diberikan pengarahan serta himbauan tentang bahayanya penyebaran Covid-19, dan setelah itu para pelanggar diberikan masker secara gratis oleh para petugas.
Sertu Purwanto mengatakan “Kami selaku anggota Koramil 13 Kedung Waringin selalu berusaha menjaga masyarakat dari penyebaran Covid-19 dan berusaha mencegah serta memutus mata rantai Covid-19 di Wilayah binaan Koramil 13 Kedung Waringin”.Ucap Sertu Purwanto
Sedangkan menurut keterangan dari Danramil Kapten Chb Agus Trijoko yang di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan “Kami selalu berusaha untuk menjaga masyarakat dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan dengan menjaga 3M dengan baik agar masyarakat Kedung Waringin tidak ada yang terkonfirmasi terpapar Covid-19”.ucap Danramil
“Dengan melakukan Operasi Yustisi ini salah satu kegiatan yang efektif agar memberi efek jera kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mematuhi prokol kesehatan dan menjalankan 3M dengan baik”.Tutup Danramil Kapten Chb Agus Trijoko
Demi Menjaga Masyarakat Dari Penyebaran Covid-19, Kepala Desa Pasirsari Menunda Resepsi Pernikahan Putrinya
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Covid-19 yang setadinya dapat diperkirakan akan berakhir masa pandemi di Indonesia dan Kabupaten Bekasi mendapatkan Zona Kuning mulai dari bulan November seakan memberikan angin segar kepada masyarakat kabupaten Bekasi, karena semua akan melakukan adaptasi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari hari.
Pemerintah Kabupaten Bekasi pun sudah memberikan beberapa kelonggaran untuk kegiatan sosial di masyarakat namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan dan salah satunya adalah resepsi pernikahan yang menggunakan standar prokol kesehatan dengan mengedepankan 3M.
Namun di akhir 2020 kasus penyebaran Covid-19 semakin meningkat dan pemerintah pun kembali memperketat protokol kesehatan dengan mencabut seluruh izin kegiatan sosial dimasyarakat semata-mata untuk menjaga masyarakat dari penyebaran Covid-19.
Atas kelonggaran pada saat Bekasi menjadi Zona Kuning H.Suparta Kepala Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan pun hendak menggelar resepsi pernikahan putrinya pada awal januari 2021.
Mengingat peningkatan kasus Covid-19 mulai dari akhir 2020 hingga awal 2021 ini dan adanya rencana PSBB Proporsional di Jawa dan Bali, akhirnya membuat Kepala Desa Pasirsari H.Suparta yang setadinya berencana akan mengadakan resepsi pernikahan putrinya yang akan diadakan pada tanggal (l0 dan 11 Januari 2021) resmi menunda acara resepsi pernikahan putrinya pada hari Jumat (8 Januari 2021), dan keterangan resminya di klarifikasi melalui video yang disebarkan kepada seluruh masyarakat Desa Pasirsari.
Menurut pantauan awak media tenda – tenda yang sudah dipasang untuk persiapan resepsi, dibongkar kembali dengan mengerahkan relawan siaga Desa Pasirsari Siaga untuk membatu para pekerja WO yang sudah su tunjuk H.Suparta sebagai Patner dalam resepsi yang akan digelar tersebut.
H.Suparta mengklarifikasi dan menjelaskan kepada bahwa penundaan acara resepsi ini karena mengingat meningkatnya kasus Covid-19, sebagai seorang Kepala Desa sudah semestinya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, Jangan sampai karena kepentingan pribadi saya, masyarakat menjadi korban dan ditakutkan nantinya ada yang terpapar Covid-19 dan penundaan ini juga sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Ya saya menunda resepsi pernikahan putri saya semata – mata demi menjaga masyarakat Desa Pasirsari, karena saat ini kasus Covid-19 semakin meningkat di Kabupaten Bekasi dan saya harus memberikan contoh kepada masyarakat dengan menunda resepsi ini walaupun dengan berat hati, karena masyarakat lebih penting keselamatanya dari pada kepentingan saya pribadi”. Ucap H.Suparta
Keputusan Kepala Desa Pasirsari tersebut mendapatkan banyak apresiasu dari seluruh muspika yang juga sebagai Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Cikarang Selatan.
Seorang warga yang tidak menyebutkan identitasnya memberikan Apresiasi juga karena ini contoh pemimpin yang harus kita teladani, pemimpin yang tidak mengedepankan kepentingan pribadi tetapi kepentingan masyarakat, menurutnya H.Suparta sosok figur yang sangat bijaksana yang selalu hadir dalam setiap kesempatan di tengah masyarakat. pungkasnya
Miris Pasien Covid Usai Keluar Dari RSUD Kambuh Lagi, Belum Mendapatkan Tindakan Dari Pihak Terkait
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Ibu Neneng warga kampung pakuning, RT 02 RW 01 Desa Sukarapih, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi. Punya penyakit ginjal dan sudah melakukan HD ( cuci darah ), Ibu neneng melakukan HD di RS Bhakti Husada dan dirujuk ke RSUD Cibitung.
Dari keterangan keluarga Ibu Neng bahwasanya Pada taggal (1 Januari 2021). Ibu Neneng HD di RS Bhakti Husada dan dari Keterangan dokter Ibu Neneng pada paru-parunya ada cairan dan kotor dan di nyatakan terpapar Covid tanpa hasil swab, lalu kemudian di rujuk ke RSUD Cibitung, dan pihak RSUD Menerima rujukan dari RS bakti Husada.
Ibu neneng di masukan ke ruang isolasi yang dikategorikan pemulihan tanpa bisa dibesuk oleh keluarga dan di isolasi selama 14 hari, Namun pada keterangan boleh pulang degan lampiran
Setelah dilakukan pemeriksaan terkait Covid-19 dengan kriteria sebagai berikut 1 OTG 20 DP3 PDP hasilnya kondisi saat ini kondisi stabil yang dilingkari PDP tindak lanjut isolasi mandiri 14 hari Bekasi (6 Januari 2021) yang menerangkan RSUD kabupaten Bekasi.
Setibanya di rumah keadaan Pasien sesak dan harus cuci darah, “Kami coba hubungi puskesmas, dan pihak puskesmas hanya mengarahkan agar pasien dibawa ke RSUD tanpa mau memberikan rujukan atau pengawalan kepada pasien dengan menggunakan mobil ambulandan, Kita keluarga pun tidak ada sama sekali di lakukan rapid tes dari pihak puskesmas padahal Kita jelas kontak langsung degan pasien”.
Saat awak ingin mengkonfirmasi puskesmas, Kepala Puskesmas tidak ada dokter tidak yang ada hanya staf yang memberikan penjelasan, “Bahwasanya benar tadi pihak keluarga datang ke puskesmas dan kita sarankan ke RSUD, Kita juga tidak tau kalau ada warga disini ada yang menjadi Pasien Covid “. Pihak Dinkes atau RSUD tidak ada pemberitahuan ke kita
Pihak RSUD saat di konfirmasi dr.Lilah menyarankan untuk rujuk kembali dan Puskesmas yang memeriksa keadaan pasiennya, dan coba komunikasi dengan DINKES saja, Karena setiap yg dirawat di RSUD pasien Covid otomatis surveillance RSUD buat laporan secara online ke DINKES.
Sebagai informasi IGD dan ruang rawat pasien Covid RSUD Kabupaten Bekasi sedang penuh, di IGD saja ada stag 8 pasien Covid tapi belum bisa naik karena ruang rawat pasen Covid penuh.
“Agar memudahkan mendapat RS rujukan, bisa hubungi PSC 119 nanti mereka yang akan mencarikan RS rujukan, sehingga pasien mendapat kepastian tempat rawat dan coba komunikasi dengan PSC 119, semoga mendapat kemudahan mba Mariam yang sedang menolong pasien Covid”.jelas pihak RSUD
Dan media konfirnasi ke pihak Dinkes dr.Alamsyah lewat wahasap hanya bisa berkomentar dan berikan tangapan satu kata ” silakan hubungi RSUD”.Ucapnya
Jelas dari pantauan media Lensa pihak terkait kurangnya dalam melayani Pasien Covid-19 yang keadanya sekarang sesak dan harus cuci darah apalagi di biarkan keluarga Pasien kontak dengan orang lain.
Babinsa Koramil 13/ Kedung Waringin Bantu Distribusi Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Pandemi Covid 19
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Babinsa Koramil 13/Kedungwaringin kembali memonitor dan membantu distribusi paket sembako bagi warga terdampak pandemi covid 19, bertempat Kp Bleker 003/005 Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. Sabtu (9/1/2021)
Dalam rangka kegiatan pendistribusian, sembako Bantuan Sosial Pangan ( BSP ) Program Keluarga Harapan ( PKH ) dan Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS ) Covid -19 dari kemensos RI di E-Warong BSP seKecamatan Kedungwaringin.
Serma Eman menuturkan “Kita turut serta membantu pelaksanaan pengiriman paket sembako ketempat tujuan. Ini bentuk perhatian kita dan membantu serta mengayomi masyarakat,”kata Babinsa.
Bantuan Pangan Sembako ( BPS ) Covid -19 tersebut senilai Rp. 200.000 ( Dua ratus ribu rupiah ) yang isi sembako dari Kemensos RI antara lain, Beras 10 kg ( Kualitas Premium ) Telor 1 Kg, Kacang ijo 1/4 kg, Buah jeruk 1/2 kg serta, Ikan Bandeng 1 kg .
Selanjutnya, E Warong yang melaksanakan pendistribusian Sembako, diantaranya Agen HOLIL dengan Nomor Agen BNI 311181033 sebanyak 687 Penerima manfaat (Datang perorangan ) Kemudian untuk yang tidak hadir 163 Orang. Dari 850 Penerima manfaat.
Saat tatap muka,Danramil 13/Kedung Waringin Kapten chb Agus Trijoko menambahkan, setidaknya bantuan ini sangat bermanfaat bagi mereka yang benar benar terdampak covid 19, mereka yang sebelumnya mengandalkan upah harian akan tertolong. “Demi lancarnya program bantuan ini, kita kawal hingga tempat tujuan, jangan sampai ada salah penerima”imbuh Danramil.
Kapten Chb Agus Trijoko memastikan juga agar Kegiatan pendistribusian Sembako dari BSP Perluasan Covid-19 atau Bansos Covid-19 berjalan dengan aman dan lancar dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan. Tandasnya
Tak Pernah Lelah, Kepala Desa Karang Sari Lakukan Penyemprotan Disinfektan Guna Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Kepala Desa Karang Sari H.Umbara (Lurah Bao) lakukan penyemprotan disinfektan secara berkala dan bagikan masker kepada warga guna menjaga lingkungan masyarakat dari penyebaran Virus Covid-19 di Wilayah Desa Karang Sari. Sabtu (09/01/2021)
Sebelumnya Lurah Bao sudah melakukan penyemprotan di beberapa kampung dan kali ini di Kampung Citarik, Desa Karang Sari, Kecamatan Cikarang Timur.
Dalam penyemprotan disinfektan kali ini H.Umbara memberikan himbauan kepada masyarakat agar melakukan pola hidup sehat dan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan baik yaitu dengan mengedepankan 3M di dalam kehidupan sehari – hari dan Kepala Desa Karang Sari tersebut berikan masker kepada masyarakat dengan total sekitar 1200 masker.
“Saya berharap seluruh masyarakat Karang Sari bisa selalu menjaga protokol kesehatan dengan baik dan kepada seluruh warga jangan lupa terapkan protokol kesehatan dalam aktivitas setiap hari”. ujar H.Umbara
Masih H.Umbara “saya akan terjun langsung dalam kegiatan yang ada di masyarakat terutama demi menjaga masyarakat saya dari penyebaran Covid-19, karena semua adalah tanggung jawab kami pemerintahan desa sebagai leading sektor untuk menjaga masyarakatnya dari segala hal terutama yang sekarang sedang meningkat yaitu penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi ini”. tutup H.Umbara
Dalam kegiatan kali ini juga Pemdes bersinergi dengan BPD, Karang Taruna Kang Sari, Karan Taruna Cikarang Timur, Anshor dan Bidan Desa Karang Sari dari Puskesmas Lemah Abang Ny.Siti Aisyah yang menjelaskan kepada masyarakat tentang menjaga 3M dengan baik agar tidak terpapar Covid-19.
“Bapak Ibu kita semua harus menjaga kesehatan dan jangan lupa terus pakai masker disaat keluar dari rumah karena wajib menjaga kesehatan agar tidak terpapar Covid-19 dan jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan dengan patuhi 3M”. terang Siti Aisyah
“Apabila sehabis lakukan aktivitas diharapkan cuci tangan terlebih dahulu jangan langsung pegang muka, karena penyebaranya melalui mulut, hidung dan mata, dan cuci tanganya juga wajib menggunakan sabun”.tutup Bidan Siti Aisyah
Anwar Soleh Dukung Pengurus Rukun Tani Untuk Segera Laporan Polisi Tentang Perusakan KUD di Sukaraya
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Dengan Viralnya pembongkaran aset KUD di wilayah Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, dimana itu masih ada dugaan tanah yang bersengketa, karena masing masing mengklaim bahwa tanah tersebut yang berdirinya bangunan KUD adalah milik Perumahan Cluster Green City 2 dan pihak pengurus Rukun Tani.
Hal itu pun menyita perhatian publik, khususnya Anwar Soleh selaku ketua L-KPK (Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi) Kabupaten Bekasi, dirinya berkomentar bahwa sepakat apah yang di katakan oleh Pengurus Rukun Tani, bahwa perobohan bangunan KUD yang sudah tidak berfungsi merupakan suatu perusakan.
“KUD adalah bangunan negara, jika semudah itu di robohkan dan tidak di ketahui sebelumnya oleh pengurus KUD itu sendiri, sangat tepat apa bila di duga telah melakukan perusakan aset negara”Ujarnya.Jumat (08/01/2020).
Anwar Soleh atau sering di sapa akrabnya Anwar Uban, Dirinya curiga dengan adanya perobohan bangunan KUD di wilayah Desa Sukaraya adanya kepentingan dari pihak Perumahan, demi kelancaran bisnisnya.
“Saya juga pantau itu bangunan KUD yang ada di Sukaraya, yang memang di sekitarnya adalah perumahan, namun tidak elok apa bila di kategorikan membahayakan masyarakat. Karena disekitarnya pun jauh dari pemukiman, disinyalir kuat ada nya kepentingan yang harus merusak bangunan negara tersebut.”Ucapnya Ketua L-KPK Kabupaten Bekasi.
Dia pun berharap kepada pemerintah baik dari Kabupaten maupun pusat, agar ikut serta turun ke lokasi KUD di Sukaraya, demi tidak terjadinya konflik yang berpanjangan antara pengurus KUD dan pihak Perumahan.
Bukan hanya itu, dirinya mendukung penuh pengurus Rukun Tani segera melaporkan kepihak yang berwajib, dirinya menilai dengan robohnya bangunan KUD tanpa sepengetahuan dari pengurus itu merupakan suatu tindakan perusakan apa lagi itu adalah aset negara sudah jelas masuk ranah pidana, dan itu harus di tindak tegas oleh aparat penegak hukum.Pungkasnya.
Ibadah Sholat Jumat, Babinsa Isi Acara Komsos di Masjid
GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Untuk memastikan pelaksanaan shalat Jumat di masjid sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid19, Peltu H.Asmad Babinsa Koramil 02/Tarumajaya Kodim 0509/Kabupaten Bekasi bersama imam masjid ust. H. Ilyas dan Ketua DKM, H. Muhiddien, melakukan penegakan disiplin mematuhi protokol kesehatan di ruang lingkup Masjid Al-Addien Kp. Tikungan RT 002 RW 14 Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Jumat,(8/1/2021)
Peltu H.Asmad, menjelaskan untuk pelaksanaan shalat Jumat di masjid, jamaah wajib menggunakan masker, pada saat memasuki masjid, dan pihak DKM wajib menyiapkan sabun cuci tangan dan wajib wudhu di masjid, pengurus masjid tidak menggelar sajadah dan jemaah wajib membawa sajadah sendiri.
“Babinsa berkordinasi dengan pihak DKM masjid untuk lakukan protokol kesehatan ketat pada saat ibadah sholat jumat karena pasti akan adanya penumpukam jamaah, oleh karena itu sebelum pelaksanaan kita persiapkan segala sesuatu untuk menjaga protokol kesehatan pada saat pelaksanaan ibadah sholat jumat”.tegasya
“Pelaksanaan ibadah sholat pun harus menjaga jarak antar jamaah agar tetap terjaga protokolnya minimal 1m untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Babinsa.