Home Blog Page 304

Empati Building Polsek Medan Satria Berikan Bantuan Kemanusiaan Pada Warga

0

Guejabar.com, Kota Bekasi

Berbagai upaya terus di lakukan guna meringankan beban warga yang terdampak wabah covid 19, seperti yang di lakukan petugas polsek Medan satria dengan melakukan empati building pembagian bantuan kemanusiaan,berupa sembako beras dan memberikan maker dari kapolda metro jaya, untuk warga di slim area terdampak covid 19 di wilayah kelurahan Medan satria kecamatan Medan satria kota Bekasi(Selasa/12/07).

Bertempat di wilayah Pondok ungu Rt 05/11 Kelurahan Medan satria Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, dipimpin Kapolsek Medan satria Kompol Agus Rohmat di dampingi wakapolsek dan beberapa petugas, pemberian bantuan kemanusiaan berupa beras dan Masker dari Kapolda Metro Jaya melalui polsek Medan satria untuk warga yang berada di Slum Area yang berdampak dari covid 19 di wilayah pondok ungu Rt 05/11 Kelurahan Kecamatan Medan satria Kota Bekasi.

Jumlah yang di berikan bantuan untuk warga dari petugas kepolisian Polsek Medan Satria sebanyak 50 karung beras ukuran 5 kilo gram dan 100 buah masker.

Selain memberikan bantuan sembako Kapolsek bersama wakapolsek juga memberikan sosialisasi mengenai PPKM Darurat dan himbauan kepada ketua Rt 05/11,agar selalu mengingatkan warga nya untuk menjalankan prokes 5 M yaitu selalu memakai masker,menjaga jarak,mencuci tangan dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.

“alhamdulilah hari ini kami melakukan giat pembagian sembako beras dan masker dari Kapolda metro jaya kepada warga yang tinggal di slim area terdampak covid 19” jelas Kapolsek Medan satria Kompol Agus Rohmat di sela kegiatan pembagian sembako kepada warga.

“Sebanyak 50 karung beras berukuran 5 kilo gram dan 100 masker hari ini kami berikan kepada warga,dengan tujuan dapat meringankan beban warga yang terdampak akibat pandemi covid 19” tegas Agus Rohmat.

(ASP&Red)

Polri Kedepankan Keadilan Restoratif Tangani Dr Lois

0

Guejabar.com, Jakarta

Kasus pernyataan dr Lois Owien yang dianggap secara sengaja menimbulkan keonaran di masyarakat. Lois diduga menyebarkan korupsi berita bohong di tiga platform media sosial.

Ia adalah dokter yang jadi perbincangan karena tidak percaya Covid-19.

Awalnya, dalam sebuah acara bincang-bincang (talk show) yang dipandu Hotman Paris dan Melaney Ricardo, Lois mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal dunia di rumah sakit bukan disebabkan virus SARS-CoV-2.

Menurutnya, para pasien meninggal karena interaksi obat yang berlebihan. Dia menyebut bahwa obat-obatan yang digunakan untuk pasien Covid-19 telah menimbulkan komplikasi di dalam tubuh pasien.

Selain itu, lewat akun Instagram @dr_lois7, ia juga aktif menyampaikan narasi yang di antaranya menyatakan Covid-19 bukan disebabkan virus dan tidak menular.

Lois kemudian ditangkap personel Polda Metro Jaya pada Minggu (11/7/2021) sore dan kasusnya dilimpahkan ke Mabes Polri.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh penyidik, di dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, mengakui perbuatannya serta tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

Mengingat seluruh barang bukti sudah miliki dimiliki oleh penyelidik dan yang bersangkutan tidak akan melarikan diri oleh karena itu penyelidik memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, Selasa (13/07/2021).

hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan.

Pendalaman materi pemeriksaan akhirnya Lois mengakui kesalahannya atas sejumlah opini mengenai Covid dalam menjalani seragkaian pemeriksaan intensif di kepolisian.

Menanggapi hal tersebut Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menerangkan bahwa terduga memberikan sejumlah klarifikasi atas pernyataannya selaku dokter atas fenomena pandemi Covid.

“Segala opini terduga yang terkait Covid, diakuinya merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset. Ada asumsi yang ia bangun, seperti kematian karena Covid disebabkan interaksi obat yang digunakan dalam penanganan pasien” Ungkap Dir Siber Mabes Polri ini.

Kemudian, opini terduga terkait tidak percaya Covid, sama sekali tidak memiliki landasan hukum. Pokok opini berikutnya, penggunaan alat tes PCR dan swab antigen sebagai alat pendeteksi Covid yang terduga katakan sebagai hal yang tidak relevan, juga merupakan asumsi yang tidak berlandaskan riset jelas Slamet.

Terduga mengakui opini yang ia publikasikan di media sosial, membutuhkan penjelasan medis. Namun, hal itu justru bias karena di media sosial hanyalah debat kusir yang tidak ada ujungnya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kami dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti mengingat seluruh barang bukti sudah kami miliki,” ungkap Slamet.

Pernyataan terduga selaku orang yang memiliki gelar dan profesi dokter yang tidak memiliki pembenaran secara otoritas kedokteran. Dalam klarifikasi Dokter Lois, ia mengakui bahwa perbuatannya tidak dapat dibenarkan secara kode etik profesi kedokteran.

“Yang bersangkutan menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan,” ungkap Slamet.

Berkaitan dengan reproduksi konten oleh terduga merupakan tindakan komunikasi yang dimaksudkan untuk memengaruhi opini publik.

Sejalan dengan kebijakan Polri baru yaitu mengedepankan keadilan restoratif dalam langkah penyelidikan kasus maka agar permasalahan opini seperti ini tidak menjadi perbuatan yang dapat terulang di masyarakat dan menjadi pelajaran bersama penyelidik memutuskan tidak menahan dr Lois ini.

“Kami melihat bahwa pemenjaraan bukan upaya satu-satunya, melainkan upaya terakhir dalam penegakan hukum, atau diistilahkan ultimum remidium. Sehingga, Polri dalam hal ini mengendepankan upaya preventif agar perbuatan seperti ini tidak diikuti oleh pihak lain,” ungkap Ketua Satgas PRESISI Polri ini.

Slamet juga berharap, upaya mengingatkan dokter ini agar bijak dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi sosial.

“Indonesia sedang berupaya menekan angka penyebaran pandemi, sekali lagi pemenjaraan dokter yang beropini diharapkan agar jangan menambah persoalan bangsa. Sehingga, Polri dan tenaga kesehatan kita minta fokus tangani Covid dalam masa PPKM Darurat ini,” pungkasnya.

Mengenai kasus ini Polri memberikan catatan bahwa terduga dapat diproses lebih lanjut secara otoritas profesi kedokteran.

(redaksi)

Bupati Bekasi Tutup Usia, Nyumarno : Beliau Orang Baik Semoga Husnul Khotimah

0

Guejabar.com, Kabupaten Bekasi

Wafatnya Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja membuat beberapa tokoh merasa sedih dan kehilangan, dan merasa luka mendalam.

Hal ini dialami oleh Nyumarno anggota DPRD Kab.Bekasi F-PDIP yang pernah merasakan seperjuangan bahkan pernah menjadi kompetitornya pada masa Pileg Kabupaten Bekasi 2014 silam karena 1 dapil dengan H.Eka Supria Atmaja, SH.

Nyumarno memaparkan kepada awak media setelah selesai prosesi pemakaman Bupati Eka, dan menerangkan bahwa Bupati selalu menjaga hubungan baik dan dekat dengan siapa pun baik dari Pemerintahan Daerah dan Anggota Legislatif, Senin (12/07/2021).

“Bupati orang baik dan beliau dekat dengan siapa pun yang ada di sekitarnya, baik dari pemerintahan daerah ataupun temen di legislatif,” Ucapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini juga memaparkan kedekatanya dengan Bupati Bekasi tersebut.

“Beliau walaupun 1 Dapil waktu Pileg dengan saya, beliau selalu berusaha berhubungan baik dengan saya, bahkan begitu kita sama sama duduk di bangku DPRD Kabupaten Bekasi, beliau dekat dengan semua anggota, bahkan kita sering pergi bareng sampai service Hp juga kita berangkat bareng,” Ujarnya Nyumarno.

“Semoga Pak Bupati wafat dalam keadaan Husnul Khotimah, dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” Tutupnya.

Diketahui Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja wafat setelah menjalani perawatan selama 7 hari sejak Minggu (04/07/2021) di RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, karena terkonfirmasi terpapar Covid-19 setelah menjalani tes PCR dan hasilnya dinyatakan positif ditambah adanya penyakit yang dideritanya sejak lama.

(Redaksi)

Bupati Bekasi Wafat, Ketua GRPPH-RI DPW Jabar Turut Berduka Cita

0

Guejabar.com, Kabupaten Bekasi

Meninggalnya Bupati H. Eka Supria Atmaja membuat sebagian masyarakat merasa kehilangan akan kepemimpinan Bupati Kabupaten Bekasi, senyum ramah dan kesantunannya masih ada di benak bayang bayang masyarakat hingga saat ini.

Karangan bunga dan ucapan doa terus mengalir untuk Bupati Bekasi, sama halnya dengan yang di sampaikan Brian Shakti Ketua Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum Republik Indonesia (GRPPH-RI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat.

Dirinya masih tidak menyangka akan cepatnya kepergian Bupati Bekasi, Bupati yang di kenal ramah dan murah senyum itu begitu cepat meninggalkan kita semua.

“Almarhum adalah orang baik, saya mewakili Lembaga GRPPH-RI DPW Jabar mendoakan semoga beliau di tempatkan di surganya Allah SWT, dan bagi keluarga yang di tinggalkan agar bisa mengikhlaskan kepergian beliau.”Ucapnya Brian Shakti Kepada media Senin(12/07/2021).

Lanjutnya, Terlihat banyak orang yang merasa kehilangan beliau (H.Eka Supria Atmaja), dari kalangan masyarakat umum hingga para stakeholder yang ada di Kabupaten Bekasi, ramainya Doa yang mengiri kepergian beliau dari Media Sosial maupun Media Masa.

“Selamat Jalan Bupati Bekasi”. Ucapnya Brian Shakti

Dirinya berharap semoga dengan kepergian Bupati Bekasi ini menjadi pelajaran dan perhatian bagi kita semua, saat dalam pandemi Covid19 seperti ini.

“Mari bersama kita sayangi keluarga kita, dengan mematuhi Prokes yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, apa lagi saat ini dalam masa PPKM Darurat, kita kurangi segala aktivitas di luar rumah yang memang tidak terlalu penting, dengan tetap menjaga kesehatan dan melakukan 5M.”Pungkasnya Ketua GRPPH-RI DPW Jawa Barat.

Diketahui Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja telah meninggal dunia pada Minggu (11/07/2021), pukul 21.30 Wib yang bertempat di RS Siloam Tanggerang.

(Tf/redaksi)

H.Kurma Kepala Desa Simpangan Ikut Berduka Atas Wafatnya Bupati Bekasi

0
H.Kurma Kades Simpangan

Guejabar.com, Kabupaten Bekasi

Wafatnya Bupati Bekasi meninggalkan kesan bagi beberapa kepala desa yang pernah menjabat semasa H.Eka Supria Atmaja menjadi kepala desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

H.Kurma Kurniawan Kepala Desa Simpangan Cikarang Utara menuturkan kedekatanya dengan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja saat menjabat kepala desa.

“H.Eka itu orang baik, Waktu saya menjabat sebagai kepala desa di tahun 1998 hingga 2006 itu Bupati H.Eka menjabat sejak 2003 hingga 2008 dan 3 tahun kita bersama menjabat sebagai kepala desa di Cikarang Utara, beliau sangat baik dan bijak saat menjadi kepala desa waluya,” Ucapnya.

Kepala Desa Simpangan juga menuturkan kedekatanya yang selalu bersama dalam setiap kegiatan yang ada di Kecamatan Cikarang Utara dan Kabupaten Bekasi.

“Kita sering berangkat bareng kemana mana setiap ada kegiatan, baik di kecamatan dan kegiatan di pemda kabupaten bekasi, bahkan beliau (Bupati-red) sering menjemput saya untuk jalan bareng setiap ada kegiatan,” Tuturnya.

“Begitu H.Eka jadi bupati juga ga lupa sama saya dan masih sering komunikasi,” Ucapnya.

“Semoga Bupati H.Eka wafat dalam keadaan husnul khotimah dan diterima iman islamnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dari tuhan yang maha esa,” Tutup Kades Simpangan H.Kurma Kurniawan.

(redaksi)

Ketum HIPMI PT Kabupaten Bekasi Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Bupati Bekasi

0

Guejabar.com, Kabupaten Bekasi

Berita atas meninggalnya Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, SH memberikan kesan duka yang mendalam untuk seluruh warga Masyarakat Kabupaten Bekasi. H Eka Supria Atmaja, SH meninggal dunia pada hari Minggu (11/07/2021) Jam 21.35, di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang.

M. Rizki Muhsin Ketua Umum HIPMI PT Kabupaten Bekasi 2020 – 2023 mengucapkan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, SH.

“Kami seluruh pengurus dan kader HIPMI PT se Kabupaten Bekasi turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya H. Eka Supria Atmaja, SH. Semoga Almarhum Husnul Khotimah, diampu segala dosa – dosanya dilapangkan kuburnya, ditempatkan di surga-Nya, serta keluarganya diberikan keikhlasan dan ketabahan. Aamiin”. Ucap Rizki Muhsin

“Bupati Bekasi merupakan sosok yang santun dan sangat peduli terhadap Masyarakat. Saya selaku Ketum HIPMI PT Kabupaten Bekasi selalu diberikan saran dan arahan yang konstruktif dan Progresif untuk seluruh kader HIPMI PT se Kabupaten Bekasi, salah satunya kami diperdayakan untuk menjadi manajemen Gema Baladeka Radio yang merupakan ownernya Bupati Bekasi dan masih banyak lagi pemberdayaan untuk kita HIPMI PT Kabupaten Bekasi. Semoga apa yang dilakukan Bupati Bekasi menjadi ladang pahala untuk Almarhum” Tambahnya

(jal/red)

Tangisan Warga Kabupaten Bekasi Iringi Prosesi Pemakaman Bupati Bekasi

0

Guejabar.com, Kabupaten Bekasi

Setelah beredar kabar Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja, SH, tutup usia di RS Siloam Kelapa Dua Tangerang Banten, Minggu malam (11/07/2021) sekitar pukul 21.35 wib, laman sosmed mulai dari status FB dan WhatsApp dibanjiri berita duka Wafatnya Bupati Bekasi.

Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja wafat setelah menjalani perawatan selama 7 hari sejak Minggu (04/07/2021) di RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, karena terkonfirmasi terpapar Covid-19 setelah menjalani tes PCR dan hasilnya dinyatakan positif ditambah adanya penyakit yang dideritanya sejak lama.

Sejak malam warga membanjiri kediaman Bupati karena ingin menyambut kedangan jenazah sang Bupati Bekasi.

Pada pukul 09.00 Wib jenazah Bupati Eka diberangkatkan dari RS Siloam Kelapa Dua Tangerang dengan pengwalan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, menuju ke Rumah Duka untuk di makamkan.

Warga Kabupaten Bekasi yang melihat kedatangan iring – iringan mobil yang membawa jenazah Bupati langsung membanjiri persis tepat di depan kediaman Bupati Eka, dan kedatangan jenazah Bupati yang menggunakan mobil ambulan pun diiringi isak tangis warga, bahkan warga tidak membubarkan diri hingga proses pemakaman Bupati Bekasi ini selesai.

Dengan mendengarkan melalui pengeras suara warga mengikuti proses pemakaman Bupati dan ikut berdoa, walau tidak bisa melihat langsung ke area pemakaman sang Bupati dikarenakan harus mengikuti prokes dan jumlah yang mengikuti proses pemakaman hanya pihak keluarga saja.

Bupati Bekasi dimakamkan dihalaman rumahnya persis di dekat Mushola yang dibangun oleh Bupati dan belum lama di resmikan yaitu Mushola Al-Wahid.

Aminah (Warga sekitar kediaman Bupati), mengatakan bahwa “Bupati orang baik pak, dia sering membantu warga yang susah, bahkan semenjak saya mendengar bupati sakit saya selalu berdoa agar dia (bupati-red) cepat sembuh,” Ucapnya.

Ditempat yang sama Maemunah juga mengatakan “Bupati sayang sama orang miskin, saya sendiri sering diberi bantuan sama bupati, soalnya dirumah saya ada anak yatim, bupati anggap yatim ini anak asuhnya, pokoknya saya pribadi merasa sangat kehilangan pak, Semoga pak bupati meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan diterima iman islamnya amin,” Ucapnya sambil berlinangan air mata.

Proses pemakanam Bupati Eka Supria Atmaja, juga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dijaga ketat oleh aparat Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Bekasi.

Terlihat dalam pemakaman Bupati Bekasi ini, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, S.I.K.,M.Si, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, dan beberapa pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang mengikuti proses pemakaman hingga selesai.

(Redaksi)

Mengenang Almarhum H.Eka Supria Atmaja, Bupati Bekasi Yang Dekat Dengan Wartawan

0
Bupati Eka Saat Menghadiri HPN Tahun 2020 di Gedung Theatre Dinas Pariwisata Kab.Bekasi

Mengenang Almarhum H.Eka Supria Atmaja, Bupati Bekasi Yang Dekat Dengan Wartawan

BEKASI – Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. Sosok yang dikenal dekat dengan wartawan itu meninggal dunia pada usia 48 tahun di Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Kota Tangerang, Minggu (11/07/2021).

Kabar berpulangnya Bupati Eka dibenarkan Protokol Pemkab Bekasi, Ramdhan Nurul Iksan. 
“Ya, pak Bupati meninggal dunia pada hari ini (Minggu tanggal 7 Juli 2021_red) sekitar jam 21:30 Wib WIB di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua,” ketiknya kepada media.

H. Eka Supria Atmaja lahir di Bekasi, 09 Februari 1973. Ia seorang politikus Indonesia yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

Karir politiknya dimulai dengan menjabat Kepala Desa Waluya selama dua periode, yakni periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2006 dan periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2012. 

Bupati Saat Peresmian Kantor SMSI Bekasi Raya

Haji Eka juga sempat menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi periode jabatan 2014-2017.

Kedekatan almarhum Haji Eka Supria Atmaja dengan wartawan diakui banyak kalangan. Bupati Eka bahkan menjadi icon sebuah portal media siber yang dinamai esaasakitanews.com.

Saat perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 tingkat Bekasi Raya (Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi), lelaki yang murah senyum itu tampak hadir dan menerima penghargaan dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya, Doni Ardon.

Begitupun saat pelantikan pengurus PWI Bekasi Raya peduli, Bupati Eka tampak hadir dan sekaligus meresmikan kantor sekretariat SMSI Bekasi Raya di Ruko Thamrin Boulevard Jababeka pada 31 Agustus 2020. 

“Iya, Bupati Bekasi Haji Eka Supria Atmaja memiliki hubungan dekat dengan wartawan. Beliau bahkan menjadi saksi pada pernikahan Ketua SMSI Bekasi Raya kang Doni di Kampung Bojong Koneng, Desa Telaga Murni, Cikarang Barat,” ungkap Wakil Ketua Bidang Organisasi SMSI Bekasi Raya, Irwan.

Diakuinya, meski memiliki hubungan dekat dengan Bupati Bekasi, tapi perusahaan pers yang tergabung dalam SMSI Bekasi Raya tetap bekerja secara profesional sesuai tupoksinya. 

“Ya, meski hubungan ketua SMSI kang Doni dengan Bupati Eka terlihat dekat tapi keduanya selalu menjaga jarak dan setahu saya kang Doni tidak pernah aji mumpung meminta pekerjaan (proyek pemda_red) atau minta-minta uang dan atau lainnya, semisal minta jabatan,” ucap Heru Budian Timor, sosok yang setiap hari mewakili H. Eka Supria Atmaja di Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bekasi (Persikasi). 

Dirinya terlihat sedih dengan kepergian Bupati Bekasi H. Eka
Supria Atmaja.

“Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni semua dosa-dosanya, dijauhkan dari siksa kubur dan siksa api neraka dan ditempatkan di surga-Nya, di surga Firdaus, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan ketabahan, Aamiin,” ketik
Heru mendoakan Ketua Umum Persikasi H. Eka Supria Atmaja.

Terpisah, ketua PWI Bekasi Raya Melody Sinaga menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja. 

Hal sama diungkapkan ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon.

“Bupati Bekasi Haji Eka orang yang baik, sabar dan penyayang. Dia bukan type pendendam dan mudah memaafkan kesalahan orang lain”.

“Kini pak Eka berpulang selama-lamanya. Ia meninggal di usia 48 tahun. Jasanya takkan pernah terlupakan untuk Bekasi,” kenang Doni Ardon.

(Redaksi)

Kabupaten Bekasi Berduka, Bupati Eka Tutup Usia

0
Alm H.Eka Supria Atmaja SH, Bupati Bekasi

Guejabar.com, Kabupaten Bekasi

Setelah terkonfirmasi Terpapar Covid-19, Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja, SH, meninggal dunia pada usia 48 Tahun, di RS SILOAM Kelapa Dua, Kota Tangerang, Minggu (11/07/2021).

Seperti yang diberitakan sebelumnya Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Siloam, Kondisi Ketua DPD Partai Golkar tersebut mengalami penurunan saturasi.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr,Sri Eni, pada Minggu, (4/7/2021), Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dirawat di ICU RS Siloam. Selain trombosit dan saturasi menurun, tes antigen dan pemeriksaan PCR setelah mendapatkan komfirmasi hasilnya positif.

“Diagnosa awal pertama demam berdarah, trombositnya turun hasil labnya, demam. Dikira awalnya demam berdarah, Terus dokter cek antigen hasilnya konfirmasi positif garisnya, kita PCR, PCR-nya kemaren positif tapi CTnya sudah mulai naik sudah 34 kemaren itu. Memang-kan ada komorbit riyawat sakit lamanya itu,” katanya saat dikonfirmasi (04//07)

Dijelaskan Eni, Bupati Bekasi kondisi jantung masih stabil, tekanan darah normal, denyut jantung normal. Kondisi makan enak, gak ada keluhan pada waktu itu.

“Gak ada keluhan penciuman, cuma mual, pusing kemarin kaya kesan demam berdarah aja. Jumat kemaren itu baru muncul batuk,” singkatnya.

Sebelum dibawa ke RS Siloam Tangerang, Bupati Eka sempat dirawat di RS Permata Keluarga Cikarang Bekasi.

Saat dibawa dari RS Permata ke RS Siloam, Bupati Eka dalam kondisi stabil.

Namun kata Eni, memang khawatir karena saturasi (kadar oksigen dalam darah) turun dan perlu penanganan ruang ICU.

“Kami berkoordinasi semuanya ikut turun mensuport, dapatnya (ICU) di RS Siloam. Karena di Kabupaten Bekasi penuh semua. Dari kemaren kita cari rumah sakit yang ada ICU karena bapak ada Komorbit, sampai tadi pagi dapat informasi RS Siloam bisa ICU-nya,” katanya.

(Red)

PPKM Darurat Jawa Barat, Politisi Gerindra H. Syahrir : Perusahaan dan Pekerja Harus Jaga Prokes Dengan Baik

0
Anggota DPRD Prov Jawa Barat F-Gerindra H. Syahrir,S.E., M.Ipol

PPKM Darurat Jawa Barat, Politisi Gerindra H. Syahrir : Perusahaan dan Pekerja Harus Jaga Prokes Dengan Baik

Guejabar.com, Bandung

Anggota DPRD Prov Jawa Barat F-Gerindra H. Syahrir,S.E., M.Ipol, mengimbau dan meminta agar masyarakat dapat menerapkan prokes dengan baik terlebih pada saat ini Jawa Barat sedang dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Politisi Gerindra ini menilai virus Covid-19 varian baru (Delta) yang saat ini sudah menyebar di Indonesia Khususnya Jawa Barat sangat cepat sangat berbahaya dan sangat cepat penyebaranya di Indonesia.

Dari lonjakan kasusnya sudah mencapai 7.399 kasus baru dalam satu hari, dan Jawa Barat masih termasuk salah satu penyumbang tertinggi di Indonesia.

“Covid delta ini lebih menular dan membahayakan, jadi kalau kita mau keluar meskipun menggunakan mobil pribadi tetap jalankan prokes ketat, saya pikir dengan pelaksanaan yang ketat dan kesadaran dari semua pihak, kita harapkan berdampak pada menekan laju Covid dan seharusnya bisa” Ujar Syahrir kepada wartawan Jumat (09/11)

Syahrir juga mengatakan, dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai Covid-19, karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, karena tidak bisa dipungkiri dunia usaha inilah yang sangat kompeten dalam penyebaranya.

“Perusahaan juga harus menerapkan protokol kesehatan itu, mobilisasi dari pekerja yang perlu diperhatikan. Nah itu kami mengharapkan dengan protokol kesehatan yang ketat tetap harus ada kewaspadaan. Kewaspadaan terkait dengan varian baru dan lain sebagainya. K3, yaitu keselamatan dan kesehatan kerja dari pekerjanya harus terjaga,” Ujarnya.

Anggota DPRD Jabar ini juga mengingatkan tak hanya untuk pengusaha dan pekerja tetapi seluruh masyarakat juga jangan lengah apalagi abai pada prokes pencegahan virus Covid-19 ini. Oleh karenanya, ia sangat menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan 5M dengan baik selalu membawa hand sanitizer kemana pun.

“Usahakan pakai masker doubel meskipun menggunakan kendaraan pribadi, dan pastikan kaca mobil terbuka sehingga sirkulasi udara berputar. Ingat Covid Delta ini sangat menular, jadi betul-betul wajib social distancing dan hindari kerumunan,” tandasnya.

Politisi Gerindra ini juga menjelaskan aturan Work From Office (WFO) bagi sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, serta industri yang berorientasi ekspor diperbolehkan melakukan sistem kerja dari kantor dengan kapasitas 50% dari jumlah keseluruhan pekerja.

Sedangkan sektor kritikal seperti sektor energi, kesehatan, keamanan, logistik, transportasi, industri makanan, minuman, petrokimia, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar listrik dan air, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diperbolehkan melakukan sistem kerja dari kantor dengan penuh, yakni kapasitas maksimum 100% dengan memperhatikan prokes ketat.

(Red/WJT-red)