Home Blog Page 327

KAPEMASI Siap Menggawangi Kemajuan Bekasi

0

KAPEMASI Siap Menggawangi Kemajuan Bekasi

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Keluarga Pelajar & Mahasiswa Bekasi (Kapemasi) Bandung terus eksis dalam menggawangi kemajuan Bekasi.

14 April 2021 adalah Milad kapemasi yang ke 53 tahun dengan rangkaian-rangkaian acara yang bermanfaat untuk memajukan SDM bekasi & kepedulian terhadap masyarakat Bekasi.

“Diawali tanggal 6 April dengan Sayembara logo milad Kapemasi, lalu dilanjutkan dengan Lomba karya tulis ilmiah Se-Bekasi dalam rentang waktu 13 sd 20 April, kemudian dilanjutkan dengan Webinar Nasional pada 16/04, dan ditutup dengan Bukber dan santunan anak yatim dikediaman Mpo Yanti, alumni Kapemasi, di MI Tanwirul Islam 02, Desa Sukamanah, Kec. Sukatani. Di samping itu, kita juga mengadakan agenda sosial berbagi takjil dengan nama Yu Berbagi”, Ujar Ahmad Akmal atau yang biasa dikenal Bang Amay selaku ketua OC Milad Kapemasi ini.

“Kapemasi adalah organisasi yang kini telah berusia 53 tahun.Umur yang menegaskan bahwa KAPEMASI lahir, tumbuh dan berkembang telah menjadi bagian dari sejarah bekasi yang tidak bisa di pisahkan,  dan sekaligus telah menjadi anak kandung daerah bekasi. Didirikan oleh H. Utin Supena Dkk di haur pancur pada 14 April 1968 yang latar belakangnya adalah mahasiswa dan pelajar yang berasal dari bekasi. Membuat organisasi kita lekat dengan semangat kekeluargaan dan kebekasian”, ucap Hildan Aulia Rahma Selaku Ketua Umum Kapemasi Bandung.

“Salah satu yang membuat KAPEMASI tetap bertahan hingga kini adalah karena adanya seperangkat nilai dan gagasan yang telah terbentuk dan terpatri sejak lama. KAPEMASI dibentuk berlandaskan tiga unsur kekeluargaan, kelimuan dan kebekasian.


Yang ditekankan dalam Doktrin Trimatra KEILMUAN DALAM KEIMANAN, KEMANDIRIAN DALAM KEKELUARGAAN, dan KEBEKASIAN DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN, secara praksis di topang oleh paradigma pergerakan yang menekankan cara pandang kritis, konstruktif dan visioner”, ujar Ketua Umum dari Organisasi ini.

Ia juga menambahkan “Kini setelah usia kapemasi ke 53 tahun banyak hal yang harus di revitalisasi, redefinisi, reaktualisasi dan reposisi. keterlibatan KAPEMASI dalam berbagai gerakan pemikiran dan pengembangan sumber daya manusia Bekasi merupakan penegasan akan kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah”.

“Dilain itu KAPEMASI harus menata kembali format gerakannya dalam beberapa hal. Terutama dalam strategi pengembangan kaderisasi. Dimana kita tau bahwa hari ini kita sudah punya 2 komisariat aktif dan itu harus lebih di kembangkan untuk merangkul anggota-anggota kapemasi diberbagai kampus.
Ada tiga unsur yang mesti dikita jelaskan kepada anggota-anggota baru, yaitu ke-Bekasian, ke-Kapemasian, dan ke-Indonesiaan.


Kemudian format gerakan kedaerahan, dimana tag line rebut bekasi menjadi visi besar kapemasi bandung haruslah benar-benar dapat terwujud. Dengan sinerginya antara alumni, pengurus, dan anggota saya rasa visi besar tersebut dapat tercapai. Tentunya untuk mencapai tujuan vesar tersebut haruslah kita mulai dengan langkah kongkret tidak hanya wacana belaka. Harus ada langkah kongkret yg dimulai dan menata step by stepnya”, ujarnya.

“Sekecil apapun peristiwa apalagi sejarah organisasi, itu harus di tulis.Siapa yang mampu menulis sejarahnya, dia tidak akan lekang dan sirna di makan zaman, sejarahnya akan terus menjadi warisan berharga bagi generasi berikutnya dan mewarnai kehidupan”, imbuhnya.

Sebagai catatan penutup, Hildan Aulia Rahma atau yg kerap disapa Bang Hildan ini mengatakan “bahwa KAPEMASI lahir dan berkembang bukan sebagai organisasi di persimpangan jalan, yang kebingungan dengan sikap kiri dan kanan. Tetapi KAPEMASI lahir dengan identitas yang jelas, sebagai jangkar perubahan sosial bagi masa depan bekasi. Perubahan adalah nyata dan akan terjadi pada setiap waktu”.

(Novian Ramadhan / Redaksi )

Optimis Bergerak Maju Membangun Ketangguhan Ekonomi Papua Sektor UMKM

0

Optimis Bergerak Maju Membangun Ketangguhan Ekonomi Papua Sektor UMKM

Guejabar.com || Jakarta — Tantangan mendasar yang Papua dan Papua Barat terbagi tiga bagian yaitu konteks global, konteks nasional dan konteks daerah. Pada konteks global badalah upaya mencapai target SDGs di tahun 2030 di Papua dan Papua Barat, isu lingkungan, perhatian masyarakat internasional terkait isu HAM. Konteks nasional belum terpadu ya kebijakan dan program K/L, dan berakhirnya dana otsus 2% DAU nasional pada tahun 2020. Sementara konteks daerah angka kemiskinan di Papua sesuai data BPS di tahun 2019 26,55% relatif tertinggi se-Indonesia dan Papua Barat 21,51%.

Terkait dengan arah kebijakan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua, diarahkan dengan pendekatan budaya, dan pendekatan ekologi berbasiskan wilayah adat, ungkap John Wempi Wetipo, Wakil Menteri PUPR di Jakarta, Jumat (30/02/2021) di acara webinar yang diselenggarakan oleh Populis Indonesia dengan tema “Strategi Optimalisasi Pengembangan UMKM Papua di Masa Covid 19. Selain itu, John Wempi Wetipo menyampaikan arah pembangunan Papua dengan peningkatan pelayanan dasar, pelaksanaan Otonomi khusus, dan peningkatan konektivitas.

“Pemerintah Pusat dukung pembangunan infrastruktur di Papua untuk peningkatan ekonomi masyarakat karena tanpa pembangunan infrastruktur jalan penghubung tidak mungkin kita bangun apa yang kita harapkan, apakah membangkitkan potensi ekonomi yang ada,” ungkap John Wempi Wetipo, Wamen PUPR.

Asisten Deputi Koperasi dan UMKM Kemenko Perekonomian Iwan Faidi menyampaikan bahwa UMKM merupakan unjung tombak untuk mendukung perekonomian Indonesia dan untuk memenangkan persaingan di masa pandemi. Pelaku usaha termasuk UMKM perlu berinovasi dalam produksi barang dan jasa sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, pelaku usah dapat mengembangkan gagasan baru dibidang kewirausahaan sosial untuk turut berkontribusi dalam memecahkan berbagai persoalan sosial ekonomi masyarakat akibat dari dampak pandemi.

Kita semua memiliki semangat yang sama untuk mengembangkan UMKM nasional. Oleh karena itu, pemerintah beserta stakeholder terkait turut membangun sinergi dan kolaborasi. Dalam hal ini masing-masing pihak memainkan peran dan fungsi sesuai tugas pekerjaan secara efektif, terintegrasi dan berkesinambungan. Sehingga, optimisme pengembangan UMKM di Papua bisa diwujudkan.

Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar menyampaikan bahwa proses coching dan mentoring adalah kunci mewujudkan pelaku usaha UMKM dan wirausaha Papua. Hal ini sangat didukung oleh pemerintah agar pelaku usaha tersebut bisa bersinergi dengan lembaga pemerintah dan stakeholder terkait.

Sementara Deputi Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya memaparkan strategi pengembangan ekonomi kreatif yaitu “Gercep” adalah bergerak cepat, “geber” adalah bergerak bersama-sama memanfaatkan semua potensi untuk membangkitkan dan mempertahankan industri pariwisata. Adapun “gaspol”, adalah menggarap semua potensi lapangan pekerjaan yang ada.

Untuk percepatan dan memperkuat pemasaran produk ekraf dilakukan program Beli Kreatif Lokal (Jabodetabek), Beli Produk Kreatif Danau Toba dan hal yang sama juga bisa dilakukan di Papua dengan menggandeng PT. Pos Indonesia untuk menekan biaya distribusi.

(Tim Redaksi)

Dibulan Suci Ramadhan ICMI Kota Bekasi Penyantunan Para Yatim Dan Dhuafa

0

Dibulan Suci Ramadhan ICMI Kota Bekasi Penyantunan Para Yatim Dan Dhuafa

Guejabar.com || Kota Bekasi – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bekasi menggelar buka puasa dan santunan anak yatim piatu di kediaman Ketua ICMI Orda Kota Bekasi H.Marhaban Sigalingging pada Jumat (30/4/2021).

Acara yang didukung oleh Asuransi Tafakul Syariah tersebut juga dihadiri jajaran pengurus ICMI Orda Kota Bekasi dan puluhan anak yatim piatu.

Menurut Wakil Ketua ICMI Orda Kota Bekasi H. Sugeng Mulyanto, kegiatan tersebut merupakan aplikasi program sosial di tengah pandemi covid yang masih melanda bangsa Indonesia.

“Ya sangat baik kegiatan ini untuk mengaplikasikan program sosial ICMI di saat bulan suci Romadhon ini, lebih-lebih dengan adanya pandemi covid 19 yang juga masih melanda kota Bekasi ini,”tutur pria mantan anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014-2019 ini.

“Kita anggota ICMI di samping menyisihkan sebagian rizky nya untuk penyantunan para yatim dan dhuafa yang saat ini membutuhkan sekali. Minimal bisa mengurangi penderitaan masyarakat yang terdampak covid 19,”ujarnya.

Kegiatan ini, lanjut dia, dari anggota yang perduli dengan keberadaan yatim dan duafa. Kami sepakat akan menjadi program kegiatan rutin di saat bulan suci Romadhon,”tandasnya.

(Lmn)

Berharap Kakak Kembali Ke Indonesia, Salim Gelar Doa Bersama Yatim dan Dhuafa

0

Berharap Kakak Kembali Ke Indonesia, Salim Gelar Doa Bersama Yatim dan Dhuafa

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Sekian lama tak pernah bertemu bahkan sempat tidak terjalin komunikasi antara keluarga dengan seorang Pejuang Devisa (TKI) yang bekerja di Arab Saudi (Uun) warga Kampung Jati Desa Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

Menurut pemaparan keluarga yaitu Salim Samsudin (Adik Uun) bahwa sang kakak sudah hampir 12 tahun keluar negeri untuk bekerja dan mengadu nasibnya di negeri orang (Arab Saudi) demi membantu perekonomian keluarga.

Namun selama bekerja Uun tidak pernah memberi kabar bahkan tidak ada komunikasi selama 10 tahun sehingga membuat keluarga pun sempat putus asa karena tidak pernah mendapatkan kabar dari Uun.

Harapan dan doa dari sang adik Salim Samsudin yang sudah rindu ingin bertemu dengan sang kakak pun mendapat titik terang setelah mendapat bantuan dari anggota DPRD Kab.Bekasi dan dapat menjalin komunikasi kembali dengan Uun.

“Alhamdulillah doa dan harapan saya selama ini sudah mendapat titik terang atas bantuan anggota DPRD DPRD Kab.Bekasi dari F-Gerindra, sehingga kami (keluarga) bisa berkomunikasi kembali dengan kakak saya (Uun),” Ucap Salim.

Dalam bentuk syukur Salim Samsudin pun menggelar Doa bersama dengan yatim piatu dan dhuafa dikediamanya Jumat (30/04/21), dengan harapan sang kakak bisa segera kembali dari perantauanya di luar negeri.

“Doa bersama ini adalah bentuk syukur saya karena bisa berkomunikasi kembali dengan kakak saya yang sudah lama sekali berada di luar negeri dan sempat tidak ada komunikasi sekian tahun lamanya,” tambah Salim.

Salim Samsudin yang diketahui sebagai Team Relawan Kesehatan Desa Pasirgombong ini juga berbagi kebahagian dengan melakukan santunan kepada yatim piatu dan dhuafa yang berada disekitar kediamanya itu.

“Ya Alhamdulillah ada sedikit rejeki untuk berbagi kepada yatim piatu dhuafa yang ada disekitar kediaman saya, yang juga ikut mendoakan untuk kepulangan kakak saya,” tutup Salim.

Dalam acara ini juga terlihat beberapa aparatur pemerintahan Desa Pasirgombong dan Team Relawan Kesehatan Desa Pasirgombong yang turut mensuport Salim.

(Redaksi)

Pemasangan Kabel Fiber Oftic Indihome Di Duga Tanpa Ijin Lingkungan

0

Pemasangan Kabel Fiber Oftic Indihome Di Duga Tanpa Ijin Lingkungan

Guejabar.com || Kota Bekasi – Zaman yang serbainternet ini, mendorong banyak perusaan provider masuk ke barbagai pelosok untuk memperluas jangkuan. Akibat, kabel fiber oftic kini bergelantungan di berbagai tempat perkampungan. Tak semuah warga setujuh dengan adanyan kabel – kabel tersebut, kerena kehadirannya banyak yang di duga tidak ijin lingkungan wilayah setempat. Perusaan provider seperti menghindar cost social yang lebih tinggi, dengan memasang langsung kabel sepanjang 700M tersebut tampa ijin lingkungan setempat yang ada di wilayah RW. 011, Kampung Pulo Gede, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Warga resah kerna keberadaan kabel yang bergelantungan tanpa tertata rapih sepanjang 700M, dan di duga pekerjaan kabel fiber optic tidak mengantongi ijin lingkungan setempat. Rabu (28/04/2021)

Terpantauan di Lokasi saat di konfirmasi Nawawi selaku pengawas lapangan pekerjaan kabel oftic Indihome, mengngaku, hanya dokumen surat surat ada di kantor dan saya hanya membawa surat perintah denah lokasi pekerjaan yang akan di pasang kabel sajah.kata dia

Saat awak media mempertanyakan no kantor nya dan menelusuri atas ijin pekerjaan tersebut, pihak pengawas hanya masih menunggu kordinasi atasan atau pimpinan perusahaan tersebut.

Sementara,ketua Rw Noerhadi setempat setibanya dilokasi pekerjaan tersebut, menanyakan surat ijin lingkungan kepada pengawas lapangan. namun pengawas tidak membuktikan apa yang di minta ketua Rw setempat.

Untuk sementara pekerjaan tersebut di stop lingkungan RW hingga menunggu surat surat ijin lingkungan tersebut.

(Lman)

Giat Pos Penyekatan Arus Mudik, Polisi, Dishud dan Satpol PP Lakukan Giat Bersama

0

Giat Pos Penyekatan Arus Mudik, Polisi, Dishud dan Satpol PP Lakukan Giat Bersama

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Polres Metro Bekasi bersama jajarannya dan dibantu dishub dan satpol pp cikarang bekasi penjagaan atau pengecekan pengetatan di perbatasan bekasi dan karawang tepatnya di jalan kedung waringin kabupaten bekasi jawa barat, (29/4/2021).

pengecekan dan pengetatan yang arus mudik dari bekasi ke arah karawang di stop perjalanannya untuk di periksa, dari roda dua/sepeda motor dan roda empat/mobil pribadi maupun travel yang membawa penumpang mau mudik, untuk penumpang dan pengendara yang sudah memiliki kartu sweb antigen ataupun surat jalan dari dinkes, pengemudi sepeda motor maupun mobil di bolehkan jalan terus.

Hari ini kami melakukan pengecekan beberapa titik penyekatan dan saat ini kita berdiri di titik penyekatan tepatnya di jalan kedung waringin perbatasan kabupaten bekasi dengan kabupaten karawang di sini kami melakukan surat edaran prokes covid-19 pusat no 13 yang untuk melakukan pengecekan pengecekan baik terhadap kendaraan massal ataupun kendaraan orentasi dan kendaraan pribadi tujuannya adalah agar masyarakat yang mudik mendahului sebelum tanggal 6 di keluarkan tidak boleh di adakan mudik lagi itu di nyatakan sehat melalui tes sweb antigen gratis,

ini merupakan operasi kemanusiaan program dari kapolda metro jaya agar bener bener yang berangkat ke kampung halamannya sebelum tanggal 6 sebelum di larang itu sehat tidak terpapar virus covid-19, adapun di sini saat ini sasaran berkendaraan bermotor roda dua hari ini karena sampai tanggal 6 saat ini masih di perbolehkan untuk mudik, jadi mereka yang berkendaraan roda empat atau lebih itu masih menggunakan jalur tol karena tidak ada penyekatan, ucap Hendra Gunawan kapolres metro bekasi.

(Red)

Oknum Polisi Karawang yang Diduga Aniaya Warga Pebayuran, Akan Di Tindak Tegas Polres Metro Bekasi

0

Oknum Polisi Karawang yang Diduga Aniaya Warga Pebayuran, Akan Di Tindak Tegas Polres Metro Bekasi

Kabupaten Bekasi – Polres Metro (Polrestro) Bekasi berjanji akan bertindak tegas, professional dan transparan terhadap perkara dugaan aksi kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap seorang warga bernama Umar Toni (45) alias Joy yang merupakan warga Kampung Teluk Bango RT001/01 Desa Karang Harja Kecamatan Pebayuran.

Kasus penganiayaan tersebut diketahui sudah dilaporkan pada Januari 2021 lalu di Polres Metro Bekasi.

Diketahui, oknum anggota polisi berinisial P yang merupakan anggota kepolisian Mapolsek Pakis Jaya Polres Karawang.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajarannya agar perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Polisi itu menjadi perhatian untuk segera diselesaikan sesuai aturan perundang-undangan.

“Insya Allah kami akan tangani perkara ini dengan baik,” ujar Kapolrestro Bekasi Kombes Hendra Gunawan, Kamis (29/4/21).

Untuk lebih lengkapnya, Kapolres menambahkan, pihaknya mengarahkan rekan-rekan media untuk berkoordinasi dengan para penyidik di Satuan Reserse Polres Metro Kabupaten Bekasi, sehingga sudah sejauh mana tahapan perkara oknum polisi yang diduga menganiaya warga Kecamatan Pebayuran tersebut.

“Silahkan koordinasi dengan Kasatreskrim atau Wakasat Reskrim. Beliau akan jelaskan perkaranya,” jelasnya.

Sementara itu, pengacara korban Dudy Khairu Rizal W SH, MH mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para penyidik di Reskrim Polres Metro Kabupaten Bekasi. Selanjutnya pihaknya mendesak agar segera menetapkan terlapor P sebagai tersangka karena saat ini progresnya sudah tahapan penyidikan.

“Alhamdulilah saat ini sudah diberikan SP2HP oleh penyidik,dan sudah dinaikan prosesnya ke tingkat penyidikan, cuma memang terduga pelaku masih berstatus sebagai terlapor,semoga dalam waktu dekat ini terlapor bisa naik statusnya menjadi tersangka, agar bisa segera dilanjutkan di meja persidangan,” harapnya.

(Asp&Redaksi)

Pemkab Bekasi Peringati Nuzulul Quran dengan Prokes Ketat

0

Pemkab Bekasi Peringati Nuzulul Quran dengan Prokes Ketat

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran pada Ramadan tahun Tahun 1442 H kali ini dengan protokol kesehatan (Prokes ) yang ketat dengan undangan terbatas.

Peringatan yang menghadirkan dua orang dai kondang nasional yaitu Ustadz Haris Hakam (Jakarta) dan Ustadz Das’ad Latif (Makasar, diadakan di Mushola Al-Wahid, Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara, pada Kamis (29/04/21).

Bupati Bekasi, H Eka Supria Atmaja mengajak umat Islam khususnya warga Kabupaten Bekasi untuk menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum untuk kembali membaca dan memahami kandungan isi Alquran sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan sehar-hari.

“Sesuai dengan salah satu hikmah Nuzulul Quran yaitu Iqro yang artinya Bacalah. Maka dari itu, dalam kesempatan ini, saya juga mengajak kita semua untuk banyak membaca apapun peristiwa yang terjadi di sekitar kita maupun di belahan dunia yang lain. Karena dari membaca kita mengetahui hal-hal yang benar dari sumber yang terpercaya,” ujarnya.

Dia juga meminta, kegiatan keagamaan selama Bulan Ramadan tetap mematuhi protokol kesehatan, sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Setiap masjid harus memiliki tim yang memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan di setiap pelaksanaan ibadah atau pertemuan keagamaan. Saya berharap hal ini dapat diterapkan sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Setda Kabupaten Bekasi, Beni Yulianto Iskandar, menegaskan acara peringatan Nuzulul Quran tersebut digelar dari pukul 16.00 WIB hingga waktu maghrib dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita mewajibkan seluruh tamu undangan yang datang melakukan tes swab antigen terlebih dahulu demi mencegah penyebaran Covid-19,”ujarnya.

Ia juga menyampaikan dalam kegiatan tersebut, Bupati Bekasi juga menyerahkan santunan dari Baznas Kabupaten Bekasi kepada anak yatim sebanyak 200 orang berupa tas sekolah dan uang sebesar Rp.200.000, kemudian santunan untuk 500 warga dhuafa berupa sembako yang didistribusikan melalui para Ketua RT masing-masing di wilayah Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara.

“Selain itu juga disalurkan pula bantuan CSR dari Bank bjb Cikarang berupa seperangkat alat sholat dan CSR dari PT. Jababeka berupa cairan desinfektan dan hand sanitizer diberikan kepada DKM dan jamaah Musholla Al-Wahid,” terangnya.

(Redaksi)

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bekasi

Dihimbau Kadisdik Pemkab Bekasi Untuk Kembali, FPHI : Pak Carwinda Kami Sudah Sampai Jakarta

0

Dihimbau Kadisdik Pemkab Bekasi Untuk Kembali, FPHI : Pak Carwinda Kami Sudah Sampai Jakarta

Guejabar.com || JAKARTA – Ketua Korda Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi, Andi Heryana, enggan berkomentar banyak terkait adanya tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan (Ka Disik), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, H. Carwinda yang muncul ditengah perjuangannya berjalan kaki (long march) dari Bekasi menuju Jakarta, Senin (26/4/2021) kemarin.

“Maaf, bukan kami belagu atau melawan, tapi kami sudah merasakan kezholiman yang nyata dengan berjalan kaki sampai ke Jakarta,” kata Ketua FPHI, Andi Heryana sambil bernada lirih Rabu (28/4/2021).

Andi Heryana pun mengingat, sikap Carwinda selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, ketika menghadiri undangan pertemuan di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu 21 April 2021.
Dalam pertemuan itu, sambung Andi, Carwinda berujar kalaupun 9.300 orang GTK Non ASN jika diberhentikan itu adalah haknya, termasuk alasan pemberhentian kepada yang bersangkutan.

“Kalaupun 9.300 orang GTK Non ASN jika saya berhentikan pun itu terserah saya,” jelas Andi mengingat sikap Carwinda pada pertemuan yang sangat menyayat dan melukai hati kami selaku kelompok pengajar dan pengabdi.
Dalam kesempatan itu, lanjut Andi, Carwinda juga menyatakan, bahwa dia berhak memilih mana yang tidak diperpanjang lagi kontrak kerjanya sebagai tenaga pengajar serta dengan alasan terserah dirinya untuk memberhentikan.

“Sikap itu, sudah sangat jelas ditunjukan pak Carwinda selaku pimpinan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi yang menunjukan arogansi kekuasaannya terhadap kami yang memang hanya berprofesi sebagai pengajar. Orang kecil,” kata Andi.

Masih kata Andi, himbauan Carwinda selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi melalui media agar Front Pembela Honorer Indoneia (FPHI) Kabupaten Bekasi yang melakukan long march ke Istana Negara, untuk kembali serta duduk bersama kami hargai. Namun, kami sudah sampai di Jakarta.

“Jangan terus–menerus mempermainkan kami. Ketika kami tetap bersuara di Bekasi, kami diacuhkan bahkan kami diintimidasi dan difilter dengan sesama rekan. Prilaku yang sama pun kami rasakan ketika kami menuntut janji,” ingatnya.

Padahal, lanjut Andi lagi, apa yang kami tuntut, bukanlah yang yang berlebihan wajar jika kami para guru honorer atau GTK Non ASN meminta sedikit perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, demi mempertahankan hidup kami sebagai tenaga pengajar ditengah semakin beratnya beban ekonomi.

“Apa segitu beratnya, tuntutan kami sebagai guru honorer ditengah kesulitan ekonomi yang semakin berat?. Ketika kami bersuara, malah kami semakin ditindas bahkan hingga memutus kontrak kerja dengan berbagai macam tuduhan,” keluhnya.

Kami tetap hargai, tambah Andi, bahkan kami tetap hormat dengan himbauan Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi Carwinda namun luka kami sudah sampai menuju Jakarta bahkan saat ini menginap di Komnas HAM RI yang selanjutnya kami menuju ke Istana Negara sesuai janji kami yang terzholimi.

“Kami, sudah sampai ke Jakarta dengan berjalan kaki dari Bekasi dengan merasakan teriknya sinar matahari, lelah hingga bercucur keringat membasahi tubuh kami ditengah kami menjalankan ibadah berpuasa. Semoga Tuhan mendengar perjuangan kami,” imbuhnya.

GTK Non ASN Ingatkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi
Andi pun mengingatkan Carwinda selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi bahwa pengabdian GTK Non ASN, sudah puluhan tahun berjalan kondusif, tapi dengan kehadiran Carwinda selaku Kepala Dinas menjadi tambah gadung dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi dengan menyalahgunakan wewenang dan jabatan.

“Kami honorer terdaftar dalam Kementerian Pendidikan dalam DAPODIK dan mempunyai NUPTK. Dan sampai hari ini dana bos pusat kami dapatkan. Kok pak Carwinda tega memainkan APBD yang merupakan hak kami hanya, kerena haus kekuasaan,” tuding Andi.

Lebih jauh, Andi menilai DPRD Kabupaten Bekasi mestinya juga harus normatif menggunakan haknya atas masalah rakyatnya dalam hal ini, GTK Non ASN yang terdzolimi. Secara kasat mata sudah mengetahui permasalahan di dunia pendidikan khususnya Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dan para Komisi IV.

“Tapi nyatanya, malah membiarkan atas kekejaman ini bahkan cenderung takut dengan Kadisdik. Ambil sikap donk sesuai tugas dan fungsi. Kok malah manut dengan Kadisdik apa lagi dengan Bupati asal yes Men,” pungkasnya.

(Redaksi)

LAMI Bersama Guru Honorer Kabupaten Bekasi Demo Di Istana

0

LAMI Bersama Guru Honorer Kabupaten Bekasi Demo Di Istana

Guejabar.com || Kab.Bekasi – Serentetan aksi guru honorer Kabupaten Bekasi mulai dari aksi damai di lingkungan Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi selama lima hari berturut-turut, dimana tuntutan guru dan tenaga kependidikan Non-ASN yang dikabulkan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Bupati menyampaikan akan merevisi surat penugasan yang diterbitkan Dinas Pendidikan (Disdik) serta memberikan gaji untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Non ASN sebesar Rp2,8 Juta perbulan flat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni Kabupaten Bekasi, serta aksi demo ke KPK hingga aksi moral long march guru honorer Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) korda Kabupaten Bekasi dinilai Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) merupakan suatu bukti kinerja Kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi patut dipertanyakan, aksi guru honorer menjadi sorotan masyarakat dan menjadi salah satu persoalan ditingkat nasional.

Jonly Nahampun Ketua Umum LAMI mengatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Jangan membuat gaduh dunia pendidikan Kabupaten Bekasi, aksi moral guru honorer telah menjadi buah bibir masyarakat dan membuat malu Bekasi.

“Carwinda sebagai Kepala Dinas jangan buat gaduh”, ucapnya kepada wartawan. Selasa (27/4).

Lanjut Jonly, karena pernyataan yang dilontarkan Kepala Dinas yang tidak akan memperpanjang kontrak 24 orang guru honorer inilah yang menjadi gaduh, hingga terjadinya aksi moral long march guru honorer ke Istana Negara, LAMI mendukung penuh aksi guru honorer dan LAMI akan ikut aksi demo bersama guru honorer di Istana besok.

“LAMI bersimpati terhadap guru honorer, kami suport perjuangan mereka, dari mulai membantu penyediaan santapan sahur, sambutan LAMI Jakarta Raya, hingga besok kita ke Istana Negara bersama guru honorer”, tutupnya.

(SS)