Vaksinasi untuk warga Pasirsari dilakukan kembali pada Gerai Vaksin Presisi di Pusat olahraga Taman Sentosa, Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Dalam giat vaksinasi ini ditinjau langsung oleh Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sutrisno.
Kompol Sutrisno menjelaskan Gerai Vaksin Presisi ini adalah sebagai bentuk Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri dalam rangka Hut Polri yang ke 75.
“Giat vaksin ini masih dalam rangka Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri, dan masih dalam rangka Hut Polri ke-75”, Ucapnya.
“Dalam kesempatan ini juga kami (Polsek Ciksel-red), bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Pasirsari dan Puskesmas Cibatu sebagai nakes nya,” Tambahnya
Kapolsek juga bergarap agar seluruh warga Cikarang Selatan bisa mendapatkan vaksin, dan dilakukan secara bertahap tergantung kesediaan vaksin.
“Saya berharap agar seluruh warga Cikarang Selatan mendapatkan vaksin guna meningkatkan imun (Herd Imunity), dan semua ini dilakukan secara bertahap tergantung dengan kesediaan vaksin dan bergantian setiap desa nya,” Harapnya.
“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya wilayah Cikarang Selatan, agar terus patuhi protokol kesehatan, dan terapkan 5M dengan baik, karena covid-19 masih ada ditambah saat ini dalam masa PPKM Darurat,” Tutup Kompol Sutrisno.
Dihari Ke-12 Kesatuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi kembali menambah titik penyekatan jalan, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Di Kabupaten Bekasi sejak tanggal 3 – 20 Juli 2021.
Terbaru, ada empat titik penambahan penyekatan arah Jakarta, yakni di akses gerbang Tol Grand wisata, Akses Gerbang Tol Cikarang Barat, Cibatu dan Cikarang Pusat.
Salain penambahan titik penyekatan kepolisian juga merubah cara bertindak dalam kegiatan pembatasan mobilitas kepada masyarakat.
Kasatlantas AKPB Argowiyono mengatakan, dihari ke 12 ini petugas kepolisian sudah melakukan kegiatan PPKM Darurat, salama sepuluh hari ini ada beberapa evaluasi dalam melaksanakan kegiatan pembatasan mobilitas kepada masyarakat.
“Jadi tempat-tempat yang menjadi titik-titik pintu masuk kita lakukan pembatasan mobilitas,”ujar Argo saat memberikan keterangan dilokasi penyekatan akses gerbang tol Grand wisata tambun.
Pada awal pelaksanaan sebelumnya polisi hanya Menyekat 13 titik pembatasan dibatas Kota dan dalam Kota atau pusat-pusat keramaian yang ada di Kabupaten Bekasi.
Kini total lokasi penyekatan menjadi 17 titik dibatas kota dan jalan Tol yang diberlakukan di Kabupaten Bekasi.
“Titik pembatasan mobilitas ini untuk mengurangi aktivitas warga, namun masyarakat harus tau kebijakan dimassa PPKM Darurat, adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan lonjakan pandemi Covid-19 ini.
Argo menambahkan, evaluasi dihari ke-12 untuk pergerakan lalulintas sudah mengalami penurunan kurang lebih sekitar 31 persen di jalur-jalur yang dilakukan penyekatan.
Penyekatan diberlakukan mulai pukul 06.00 hingga 09.00 Wib. bagi masyarakat yang bekerja diluar Sektor esensial dan kritikal,
“Yang dibatasi ada beberapa pengecualian diluar sektor non esensial dan kritikal,”kata argo.
Kunjungi PMI Kota Bandung, Syahrir Siap Dorong Atensi PMI Kota Bandung
Guejabar.com, Kota Bandung
H. Syahrir Kunjungi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung ,dalam kunjunganya syahrir Ke PMI madalah dalam rangka Kroscek dan konsultasi persoalan Plasma konvalesen baik secara persediaan serta fasilitas yang tersedia di PMI Kota Bandung, Rabu (14/07/2021).
Dilokasi H. Syahrir di sambut sekaligus ditemui oleh dr. Wahyu sebagai penanggung jawab penuh hal tersebut, dalam sela diskusi hal penting yg dikatakan oleh dr. Wahyu adalah kurangnya fasilitas alat produksi Plasma di PMI Kota Bandung dengan hal tersebut PMI Kota Bandung meminta perhatian dan bantuan Kepada H. Syahrir atas kekurangan fasilitas tersebut.
Kemudian Anggota DPRD Fraksi Gerindra , Syahrir yang biasa disapa Kang cecep menyatakan bahwa siap memberikan atensi dan mendorong agar lebih cepat kebutuhan fasilitas di PMI Kota Bandung tersebut lekas terpenuhi , agar berjalan lancarnya pelayanan PMI kota Bandung serta untuk dapat memenuhi Permintaan Plasma Konvalesen dari masyarakat yang membutuhkan.
H. Syahrir Berpesan Agar seluruh petugas di PMI selalu menjaga stamina (kesehatan) dan visibilitas pegunjung PMI agar pelayanannya di masa pandemi ini tetap prima.
Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya membuka gerai vaksin presisi dengan menyediakan layanan vaksin Covid-19 gratis untuk warga Kabupaten Bekasi di Aula Batalyon, Rabu (14/07/2021). Langkah itu dilakukan dalam rangka mempercepat vaksinasi kepada warga dan sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajarannya membuka gerai vaksin Presisi.
“Hari ini, sudah dilakukan vaksinasi terhadap 130 warga dari 150 vaksin yang disediakan,” ucap Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya Kompol Budi Prasetya, S.I.K di sela-sela kegiatan vaksin presisi kepada wartawan.
Menurutnya, kegiatan vaksinasi COVID-19 ini berlangsung selama 2 hari, yakni Rabu (14 Juli 2021) dan Minggu (18 Juli 2021).
“Bagi masyarakat yang mengikuti vaksinasi, hanya disyaratkan membawa e-KTP dan nomor telepon yang aktif,” jelas Kompol Budi Prasetya.
Gerai Vaksin Presisi, lanjutnya, merupakan upaya Polri dalam pertahankan kemampuan vaksinasi 1 juta perhari.
“Kepada masyarakat Kabupaten Bekasi dan sekitarnya yang belum menerima vaksin, silahkan mendaftarkan diri di Poli Klinik Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya jalan Jagasatru Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.
Kegiatan vaksinasi tersebut ditanggapi positif oleh salah seorang warga Desa Hegarmukti, Lestari yang telah usai melakukan Vaksin.
Dirinya menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan Vaksin dengan mudah sehingga dengan cepat dapat mencegah penyebaran Covid-19.
“Kegiatan ini sangat membantu kami masyarakat untuk bisa mendapatkan vaksin gratis. Dengan kegiatan ini kami sangat berterimakasih kepada Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Biddokkes Satbrimob yang sudah memfasilitasi kami untuk mendapatkan vaksin gratis,” ujar Lestari.
Dalam pantauan media, pelaksanaan kegiatan vaksinasi presisi tersebut berjalan dengan aman dan lancar dengan mematuhi protokol kesehatan.
Berbagai upaya terus di lakukan guna meringankan beban warga yang terdampak wabah covid 19, seperti yang di lakukan petugas polsek Medan satria dengan melakukan empati building pembagian bantuan kemanusiaan,berupa sembako beras dan memberikan maker dari kapolda metro jaya, untuk warga di slim area terdampak covid 19 di wilayah kelurahan Medan satria kecamatan Medan satria kota Bekasi(Selasa/12/07).
Bertempat di wilayah Pondok ungu Rt 05/11 Kelurahan Medan satria Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi, dipimpin Kapolsek Medan satria Kompol Agus Rohmat di dampingi wakapolsek dan beberapa petugas, pemberian bantuan kemanusiaan berupa beras dan Masker dari Kapolda Metro Jaya melalui polsek Medan satria untuk warga yang berada di Slum Area yang berdampak dari covid 19 di wilayah pondok ungu Rt 05/11 Kelurahan Kecamatan Medan satria Kota Bekasi.
Jumlah yang di berikan bantuan untuk warga dari petugas kepolisian Polsek Medan Satria sebanyak 50 karung beras ukuran 5 kilo gram dan 100 buah masker.
Selain memberikan bantuan sembako Kapolsek bersama wakapolsek juga memberikan sosialisasi mengenai PPKM Darurat dan himbauan kepada ketua Rt 05/11,agar selalu mengingatkan warga nya untuk menjalankan prokes 5 M yaitu selalu memakai masker,menjaga jarak,mencuci tangan dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.
“alhamdulilah hari ini kami melakukan giat pembagian sembako beras dan masker dari Kapolda metro jaya kepada warga yang tinggal di slim area terdampak covid 19” jelas Kapolsek Medan satria Kompol Agus Rohmat di sela kegiatan pembagian sembako kepada warga.
“Sebanyak 50 karung beras berukuran 5 kilo gram dan 100 masker hari ini kami berikan kepada warga,dengan tujuan dapat meringankan beban warga yang terdampak akibat pandemi covid 19” tegas Agus Rohmat.
Kasus pernyataan dr Lois Owien yang dianggap secara sengaja menimbulkan keonaran di masyarakat. Lois diduga menyebarkan korupsi berita bohong di tiga platform media sosial.
Ia adalah dokter yang jadi perbincangan karena tidak percaya Covid-19.
Awalnya, dalam sebuah acara bincang-bincang (talk show) yang dipandu Hotman Paris dan Melaney Ricardo, Lois mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal dunia di rumah sakit bukan disebabkan virus SARS-CoV-2.
Menurutnya, para pasien meninggal karena interaksi obat yang berlebihan. Dia menyebut bahwa obat-obatan yang digunakan untuk pasien Covid-19 telah menimbulkan komplikasi di dalam tubuh pasien.
Selain itu, lewat akun Instagram @dr_lois7, ia juga aktif menyampaikan narasi yang di antaranya menyatakan Covid-19 bukan disebabkan virus dan tidak menular.
Lois kemudian ditangkap personel Polda Metro Jaya pada Minggu (11/7/2021) sore dan kasusnya dilimpahkan ke Mabes Polri.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh penyidik, di dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, mengakui perbuatannya serta tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti.
Mengingat seluruh barang bukti sudah miliki dimiliki oleh penyelidik dan yang bersangkutan tidak akan melarikan diri oleh karena itu penyelidik memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, Selasa (13/07/2021).
hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan.
Pendalaman materi pemeriksaan akhirnya Lois mengakui kesalahannya atas sejumlah opini mengenai Covid dalam menjalani seragkaian pemeriksaan intensif di kepolisian.
Menanggapi hal tersebut Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi menerangkan bahwa terduga memberikan sejumlah klarifikasi atas pernyataannya selaku dokter atas fenomena pandemi Covid.
“Segala opini terduga yang terkait Covid, diakuinya merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset. Ada asumsi yang ia bangun, seperti kematian karena Covid disebabkan interaksi obat yang digunakan dalam penanganan pasien” Ungkap Dir Siber Mabes Polri ini.
Kemudian, opini terduga terkait tidak percaya Covid, sama sekali tidak memiliki landasan hukum. Pokok opini berikutnya, penggunaan alat tes PCR dan swab antigen sebagai alat pendeteksi Covid yang terduga katakan sebagai hal yang tidak relevan, juga merupakan asumsi yang tidak berlandaskan riset jelas Slamet.
Terduga mengakui opini yang ia publikasikan di media sosial, membutuhkan penjelasan medis. Namun, hal itu justru bias karena di media sosial hanyalah debat kusir yang tidak ada ujungnya.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kami dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti mengingat seluruh barang bukti sudah kami miliki,” ungkap Slamet.
Pernyataan terduga selaku orang yang memiliki gelar dan profesi dokter yang tidak memiliki pembenaran secara otoritas kedokteran. Dalam klarifikasi Dokter Lois, ia mengakui bahwa perbuatannya tidak dapat dibenarkan secara kode etik profesi kedokteran.
“Yang bersangkutan menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan,” ungkap Slamet.
Berkaitan dengan reproduksi konten oleh terduga merupakan tindakan komunikasi yang dimaksudkan untuk memengaruhi opini publik.
Sejalan dengan kebijakan Polri baru yaitu mengedepankan keadilan restoratif dalam langkah penyelidikan kasus maka agar permasalahan opini seperti ini tidak menjadi perbuatan yang dapat terulang di masyarakat dan menjadi pelajaran bersama penyelidik memutuskan tidak menahan dr Lois ini.
“Kami melihat bahwa pemenjaraan bukan upaya satu-satunya, melainkan upaya terakhir dalam penegakan hukum, atau diistilahkan ultimum remidium. Sehingga, Polri dalam hal ini mengendepankan upaya preventif agar perbuatan seperti ini tidak diikuti oleh pihak lain,” ungkap Ketua Satgas PRESISI Polri ini.
Slamet juga berharap, upaya mengingatkan dokter ini agar bijak dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi sosial.
“Indonesia sedang berupaya menekan angka penyebaran pandemi, sekali lagi pemenjaraan dokter yang beropini diharapkan agar jangan menambah persoalan bangsa. Sehingga, Polri dan tenaga kesehatan kita minta fokus tangani Covid dalam masa PPKM Darurat ini,” pungkasnya.
Mengenai kasus ini Polri memberikan catatan bahwa terduga dapat diproses lebih lanjut secara otoritas profesi kedokteran.
Wafatnya Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja membuat beberapa tokoh merasa sedih dan kehilangan, dan merasa luka mendalam.
Hal ini dialami oleh Nyumarno anggota DPRD Kab.Bekasi F-PDIP yang pernah merasakan seperjuangan bahkan pernah menjadi kompetitornya pada masa Pileg Kabupaten Bekasi 2014 silam karena 1 dapil dengan H.Eka Supria Atmaja, SH.
Nyumarno memaparkan kepada awak media setelah selesai prosesi pemakaman Bupati Eka, dan menerangkan bahwa Bupati selalu menjaga hubungan baik dan dekat dengan siapa pun baik dari Pemerintahan Daerah dan Anggota Legislatif, Senin (12/07/2021).
“Bupati orang baik dan beliau dekat dengan siapa pun yang ada di sekitarnya, baik dari pemerintahan daerah ataupun temen di legislatif,” Ucapnya.
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini juga memaparkan kedekatanya dengan Bupati Bekasi tersebut.
“Beliau walaupun 1 Dapil waktu Pileg dengan saya, beliau selalu berusaha berhubungan baik dengan saya, bahkan begitu kita sama sama duduk di bangku DPRD Kabupaten Bekasi, beliau dekat dengan semua anggota, bahkan kita sering pergi bareng sampai service Hp juga kita berangkat bareng,” Ujarnya Nyumarno.
“Semoga Pak Bupati wafat dalam keadaan Husnul Khotimah, dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” Tutupnya.
Diketahui Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja wafat setelah menjalani perawatan selama 7 hari sejak Minggu (04/07/2021) di RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, karena terkonfirmasi terpapar Covid-19 setelah menjalani tes PCR dan hasilnya dinyatakan positif ditambah adanya penyakit yang dideritanya sejak lama.
Meninggalnya Bupati H. Eka Supria Atmaja membuat sebagian masyarakat merasa kehilangan akan kepemimpinan Bupati Kabupaten Bekasi, senyum ramah dan kesantunannya masih ada di benak bayang bayang masyarakat hingga saat ini.
Karangan bunga dan ucapan doa terus mengalir untuk Bupati Bekasi, sama halnya dengan yang di sampaikan Brian Shakti Ketua Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum Republik Indonesia (GRPPH-RI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat.
Dirinya masih tidak menyangka akan cepatnya kepergian Bupati Bekasi, Bupati yang di kenal ramah dan murah senyum itu begitu cepat meninggalkan kita semua.
“Almarhum adalah orang baik, saya mewakili Lembaga GRPPH-RI DPW Jabar mendoakan semoga beliau di tempatkan di surganya Allah SWT, dan bagi keluarga yang di tinggalkan agar bisa mengikhlaskan kepergian beliau.”Ucapnya Brian Shakti Kepada media Senin(12/07/2021).
Lanjutnya, Terlihat banyak orang yang merasa kehilangan beliau (H.Eka Supria Atmaja), dari kalangan masyarakat umum hingga para stakeholder yang ada di Kabupaten Bekasi, ramainya Doa yang mengiri kepergian beliau dari Media Sosial maupun Media Masa.
“Selamat Jalan Bupati Bekasi”. Ucapnya Brian Shakti
Dirinya berharap semoga dengan kepergian Bupati Bekasi ini menjadi pelajaran dan perhatian bagi kita semua, saat dalam pandemi Covid19 seperti ini.
“Mari bersama kita sayangi keluarga kita, dengan mematuhi Prokes yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, apa lagi saat ini dalam masa PPKM Darurat, kita kurangi segala aktivitas di luar rumah yang memang tidak terlalu penting, dengan tetap menjaga kesehatan dan melakukan 5M.”Pungkasnya Ketua GRPPH-RI DPW Jawa Barat.
Diketahui Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja telah meninggal dunia pada Minggu (11/07/2021), pukul 21.30 Wib yang bertempat di RS Siloam Tanggerang.
Wafatnya Bupati Bekasi meninggalkan kesan bagi beberapa kepala desa yang pernah menjabat semasa H.Eka Supria Atmaja menjadi kepala desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
H.Kurma Kurniawan Kepala Desa Simpangan Cikarang Utara menuturkan kedekatanya dengan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja saat menjabat kepala desa.
“H.Eka itu orang baik, Waktu saya menjabat sebagai kepala desa di tahun 1998 hingga 2006 itu Bupati H.Eka menjabat sejak 2003 hingga 2008 dan 3 tahun kita bersama menjabat sebagai kepala desa di Cikarang Utara, beliau sangat baik dan bijak saat menjadi kepala desa waluya,” Ucapnya.
Kepala Desa Simpangan juga menuturkan kedekatanya yang selalu bersama dalam setiap kegiatan yang ada di Kecamatan Cikarang Utara dan Kabupaten Bekasi.
“Kita sering berangkat bareng kemana mana setiap ada kegiatan, baik di kecamatan dan kegiatan di pemda kabupaten bekasi, bahkan beliau (Bupati-red) sering menjemput saya untuk jalan bareng setiap ada kegiatan,” Tuturnya.
“Begitu H.Eka jadi bupati juga ga lupa sama saya dan masih sering komunikasi,” Ucapnya.
“Semoga Bupati H.Eka wafat dalam keadaan husnul khotimah dan diterima iman islamnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dari tuhan yang maha esa,” Tutup Kades Simpangan H.Kurma Kurniawan.
Berita atas meninggalnya Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, SH memberikan kesan duka yang mendalam untuk seluruh warga Masyarakat Kabupaten Bekasi. H Eka Supria Atmaja, SH meninggal dunia pada hari Minggu (11/07/2021) Jam 21.35, di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang.
M. Rizki Muhsin Ketua Umum HIPMI PT Kabupaten Bekasi 2020 – 2023 mengucapkan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, SH.
“Kami seluruh pengurus dan kader HIPMI PT se Kabupaten Bekasi turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya H. Eka Supria Atmaja, SH. Semoga Almarhum Husnul Khotimah, diampu segala dosa – dosanya dilapangkan kuburnya, ditempatkan di surga-Nya, serta keluarganya diberikan keikhlasan dan ketabahan. Aamiin”. Ucap Rizki Muhsin
“Bupati Bekasi merupakan sosok yang santun dan sangat peduli terhadap Masyarakat. Saya selaku Ketum HIPMI PT Kabupaten Bekasi selalu diberikan saran dan arahan yang konstruktif dan Progresif untuk seluruh kader HIPMI PT se Kabupaten Bekasi, salah satunya kami diperdayakan untuk menjadi manajemen Gema Baladeka Radio yang merupakan ownernya Bupati Bekasi dan masih banyak lagi pemberdayaan untuk kita HIPMI PT Kabupaten Bekasi. Semoga apa yang dilakukan Bupati Bekasi menjadi ladang pahala untuk Almarhum” Tambahnya