Home Blog Page 381

DEKLARASI PEMBENTUKAN ALIANSI KONSULTAN PENGKAJI TEKNIS INDONESIA

0

DEKLARASI PEMBENTUKAN ALIANSI KONSULTAN PENGKAJI TEKNIS INDONESIA

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Penyelenggaraan bangunan gedung harus dilakukan secara tertib administratif dan Prosedur teknis untuk menjamin kualitas bangunan gedung. Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2002, PP Nomor 36 Tahun 2005, dan Permen PUPR Nomor 27 Tahun 2018, diatur bahwa SLF (Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung) merupakan sertifikat yang menyatakan kelaikan fungsi sebuah bangunan dan gedung berdasarkan hasil pemeriksaan kelaikan fingsi nya dilakukan oleh Pengkaji Teknis.

Demikian disampaikan ketua Aliansi Konsultan Pengkaji Teknis Indonesia (AskPEKTI) Ir. M. Tahar Oesman, IAP dalam sambutannya pada pelantikan AskPEKTI di Hotel Sakura Kota Deltamas Kabupaten Bekasi, Rabu (21/10/2020) pagi.

Menurutnya, definisi dari konsultan dan pengkaji Teknis adalah orang, perseorangan atau badan usaha yang berbadan hukum, Badan yang mempunyai sertifikat kompetensi kerja kualifikasi ahli yang diberikan ranah oleh pemerintahuntuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung.

“Secara faktual, ketersediaan tenaga Pengkaji Teknis masih belum memadai secara kuantitatif dan belum merata penyebarannya di Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain secara kualitatif, praktek pengkajian teknis yang telah dilakukan dan berjalan saat ini masih belum memiliki standar kompetensi, standar kinerja, dan standar biaya. 

“Padahal kebutuhan (demand) masyarakat dunia usaha, corporate, dan sektor swasta, sangat besar ketergantungannya akan tenaga Pengkaji Teknis untuk mendukung proses penerbitan atau perpanjangan SLF, sudah sangat tinggi,” jelasnya.

Senada hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi H. Obing Fachrudin mengakui bahwa pembentukan AskPEKTI tidak mudah. Sehingga, saat terbentuknya AskPEKTI selaku pendiri dan sekaligus pembina, dirinya mengaku lega.

“Ke depan AskPEKTI ini akan menjadi asosiasi pengkaji teknis skala nasional,” harapnya.

Ketua KADIN berpesan agar pengurusan dokumen Laik Fungsi tidak dipersulit pemerintah, baik tingkat nasional maupun daerah.

“Inilah alasan kami mengajak beberapa pejabat daerah sebagai Dewan Pakar AskPEKTI, seperti pak Ir. H. MP Jamary Tarigan selaku Kepala Dinas PUPR,” jelas H. Obing. yang mana ke depannya harapan saya kehadiran AskPEKTI menjadi rumah besar untuk para konsultan dan pengkaji Teknis.

AskPEKTI, tambahnya, harus memberi warna dan bersinergi dengan kelelembagaan yang saling berhubungan seperti asosiasi-asosiasi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jasa Konstruksi di Kabupaten Bekasi.

“Kebetulan turut hadir Ketua Umum FMJK Kabupaten Bekasi, H. Yaman Edie Bair,” jelasnya.

Dalam kelembagaan AskPEKTI, H. Obing turut mengikutsertakan tokoh fenomenal penggerak pembangunan Kabupaten Bekasi bagian utara, H. Zakaria.

“Beliau memiliki konsep brilian menggandeng potensi masyarakat yang ada dan jejaring di tingkat nasional,” jelasnya. 

Bupati Bekasi diwakili Asda 3, Abdul Rofik menyampaikan rasa bangga Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja atas terbentuknya AskPEKTI di Kabupaten Bekasi. 

“Pak Bupati menitipkan rasa bangganya untuk disampaikan dalam forum ini karena AskPEKTI ini dipastikan menjadi prestasi Kabupaten Bekasi berikutnya,” jelas Abdul Rofik. 

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H.M Ben Kholiq saat menyampaikan sambutannya. “Saya optimis kehadiran AskPEKTI menjadi langkah awal yang nyata untuk dapat membina dan mengembangkan profesi pengkaji teknis di Indonesia dan berkontribusi mendukung pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Bekasi,” jelasnya. 

Dalam pantauan wartawan, acara pelantikan AskPEKTI berjalan tertib dan mengikuti aturan protokol Covid-19.

Hadir dalam kegiatan terebut sejumlah tamu undangan, diantaranya Ketua SMSI perwakilan Bekasi Raya (Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi), Doni Ardon, ketua KADIN H. Obing Fachrudin, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi H.M Ben Holik, Asda 3 Kabupaten Bekai Abdul Rofik, Kepala Dinas PUPR, Ir. H. MP Jamary Tarigan, Prof. DR. Ir. Suprapto, MSc. FPE.APU, Ir. Sofyan Muhammad Nasir dan pengurus AskPEKTI lainnya. (***)

Sinergitas Sektor 20 CH Dengan Kementerian Pertanian dan DisPertan Kab. Bekasi Bersama BBWS

0

Sinergitas Sektor 20 CH Dengan Kementerian Pertanian dan DisPertan Kab. Bekasi Bersama BBWS

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi — Untuk meningkatkan ketahanan pangan Sektor 20 Citarum Harum Bersinergi dengan Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi bersama BBWS.

Berkaitan dengan ketahanan pangan, Sektor 20 Citarum Harum bersama Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian serta di bantu oleh BBWS, Bersama – sama meninjau perencanaan normalisasi Irigasi di Desa Jaya Sakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020).

Kurang lebih dengan jarak 7 Kilo Meter irigasi di Desa Jaya Sakti rencananya akan di normalisasi, di karenakan di saat musim kemarau tiba, lahan pertanian di Desa Jaya Sakti sering kekurangan air, sehingga irigasinya harus di normalisasi untuk mengantisipasi kekurangan air untuk lahan pertanian.

Dengan di normalisasi nya irigasi, semoga bisa menjadi solusi untuk lahan pertanian di Desa Jaya Sakti ketika musim kemarau, dan bisa mengairi kurang lebih 600 Hektar lahan pertanian bahkan ribuan hektar di Desa Jaya Sakti, Umumnya di Desa – Desa lain di Kecamatan Muara Gembong.

Dansektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf Suyitno, S.I.P mengatakan, dirinya akan bersinergi dengan Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian dan BBWS untuk tujuan ketahanan pangan di Desa Jaya Sakti Umumnya di Kecamatan Muara Gembong.

“Kita akan sinkronkan, Sektor 20 dengan Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian dan BBWS bersama – sama bersinergi untuk tujuan bagaimana membantu masyarakat Desa Jaya Sakti umumnya masyarakat Kecamatan Muara Gembong dalam rangka ketahanan pangan, ” Katanya

Dansektor pun berharap, ketika berhasil di lakukannya normalisasi irigasi di Desa Jaya Sakti, bisa neningkatkan Lahan Tambah Tanam (LTT) untuk meningkatkan hasil pertanian yang secara automatis akan menguatnya ketahanan pangan, sehingga membuat masyarakat Desa Jaya Sakti akan lebih sejahtera, Tambahnya

Ditempat yang sama, Tri Hartono dari Tim Verifikasi PJ LTT Kementrian Pertanian menyampaikan, untuk permasalahan irigasi – irigasi dananya di Kementrian Pertanian sangat terbatas, meskipun dananya terbatas dengan harapan bisa mendapatkan menghasilkan yang maximal, bagaimana air bisa sampai ke lahan pertanian, untuk meningkatkan intansitas pertanaman dan produksitas hasil pertanian sehingga bisa membuat warga masyarakat sejahtera.

“Saya sangat berharap kepada semua aparat dan stek holder yang ada, terutama desa dan warga, karena kegiatan ini bersifat Swakelola dan padat karya, sehingga dana ini bisa di laksanakan oleh warga, dan memberikan dampak kepada masyarakat” Jelasnya

Hadir dalam kegiatan Dansektor 20, Kolonel Inf Suyitno, S.I.P, Danki Sektor 20 Kapten Cba Romlih,Tri Hartono dari Tim Verifikasi PJ LTT Kementerian Pertanian, Iwan dari Dinas Pertanian Kab Bekasi, Kaur Pembangunan Desa Jaya Sakti Suyatno, Kepala Desa Jaya Sakti Patori, Binmaspol dan Babinsa Desa Jaya Sakti, dan Personel Sektor 20 Citarum Harum.

Kegiatan pun berjalan dengan aman dan tertib, yang di isi dengan diskusi solusi untuk membantu petani di Desa Jaya Sakti.
“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”

(Juheri / Jpch – Red)

DPRD Kota Bekasi Dorong Pengembalian Alih Fungsi Lahan Ruang Terbuka Hijau

0

DPRD Kota Bekasi Dorong Pengembalian Alih Fungsi Lahan Ruang Terbuka Hijau

GUE JABAR || Bekasi Kota – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim mendorong pengembalian alih fungsi lahan ruang terbuka hijau atau RTH, guna memenuhi kuota 30 persen sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.

Diakui Arif, ketersediaan RTH di Kota Bekasi terbilang minim. Bahkan, dari pemenuhan target sebesar 30 persen, baru terpenuhi 12 hingga 14 persen. Karena itu, Arif mengimbau agar Wali Kota mengembalikan alih fungsi RTH sebagaimana mestinya.

“Kita akui RTH kurang dari 30 persen. Banyak yang dipakai, yang disewa, atau sekarang beralih fungsi, ini yang akan kita kaji lagi,” ucap Arif melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2020).

Politisi PDIP ini secara tegas mengatakan, alih fungsi RTH menjadi lahan komersil atau diperbisniskan dengan pihak swasta dapat merugikan lingkungan. Apalagi, kata Arif, Kota Bekasi merupakan daerah rawan banjir, sehingga membutuhkan lahan resapan yang memadai berdasar ketentuan.

“Kalau ada pemanfaatan RTH bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi, kita akan lihat bentuk perjanjiannya dan masa berlakunya. Semua harus dikembalikan lagi ke fungsi asalnya. Salah satunya alih fungsi lahan di Hutan Kota yang dikerjasamakan dengan pihak swasta, itu akan kita kaji lagi,” kata Arif memaparkan, pemanfaatan RTH seperti kawasan kuliner yang memakan sebagian Hutan Kota, bangunan di garis sepadan sungai dan jalan, serta lahan resapan lain dapat merugikan lingkungan.

“Saya berharap ada keterbukaan dari BPKAD sebagai instansi pencatat asset daerah, mana saja RTH milik pemerintah. Ini menjadi penting, apalagi sebentar lagi sudah musim hujan, dimana kita membutuhkan lahan resapan air,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan 30 persen, Arif sependapat dengan pernyataan Lembaga Koalisi Indonesia Lestari (KAWALI), bahwa Pemerintah Kota Bekasi harus secara tegas mengembalikan fungsi lahan terbuka hijau yang berubah peruntukannya.

Apalagi, kata Arif, Pemerintah Kota Bekasi sedang dalam fase keuangan yang tidak stabil. Sehingga, tidak memungkinkan membebaskan lahan guna memenuhi RTH sebesar 30 persen.

“Keuangan saat ini sedang tidak stabil, kalau kita beli lahan untuk memenuhi RTH 30 persen kan tidak mungkin. Karena itu, kita akan mencari mana lahan milik pemerintah yang dikerjasamakan. Kalau memang disewakan, maka berapa lama kerjasamanya, kita lihat waktu selesainya. Kalau yang dikomersilkan, nah ini kan yang jadi masalah,” pungkas Arif.

Hal senada dikatakan Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Alimuddin. Ia mengingatkan pemerintah lebih selektif dalam melakukan alih fungsi ruang terbuka hijau seperti menjadi tempat kuliner dan lainnya.

“Setahu saya alih fungsi RTH menjadi tempat tertentu harus ada rotasi. Sebagai pengganti agar tidak berkurang. Jika hanya alih fungsi saja itu menyalahi prosedur,” ungkap Alimuddin saat dikonfirmasi.

Dikatakan politisi PKS itu, Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi harusnya memperhatikan fasos dan fasum di Kota Bekasi dalam ketersediaannya.

“Jangan dikemudian hari mengaku sulit menyediakan RTH, tetapi yang ada malah dikurangi, bukan menambah,” kata Alimuddin. Dia mengakui, RTH merupakan sutau kebutuhan penyeimbang antara pembangunan dan lingkungan. Sehingga eksekutif harus memperhatikan hal tersebut.

“Pembangunan penting, tapi tidak pembangunan fisik saja digenjot tanpa memperhatikan lingkungan. Karena lingkungan juga prioritas sebagai penyeimbang alam,” ujarnya.

Sementara kepala UPTD Hutan Kota, Anto Sugiarto, mengakui kawasan yang saat ini menjadi tempat wisata kuliner oleh pihak swasta adalah lahan milik hutan kota yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

“Saya tidak tahu menahu soal kawasan hutan kota yang dijadikan kawasan wisata kuliner oleh pihak swasta tersebut. Pokonya sudah ada MoU kerjsama, itu saja,” pungkasnya. (Rilis/Lman)

Disdik Kota Bekasi Bersama Kapolres Kota Bekasi Undang Kepala Sekolah Antisipasi Pelajar Terlibat Unjuk Rasa Anarkis

0

Disdik Kota Bekasi Bersama Kapolres Kota Bekasi Undang Kepala Sekolah Antisipasi Pelajar Terlibat Unjuk Rasa Anarkis

GUE JABAR – Bekasi Kota – Dinas Pendidikan Kota Bekasi berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota dan KODIM 0507/BKS terkait aksi unjuk rasa yang berpotensi tindak anarkis dengan melibatkan peserta didik. Senin, (19/10/2020).

Dengan mengundang seluruh perwakilan Guru baik tingkat SMP, SMA, dan SMK, Dinas Pendidikan Kota Bekasi melakukan pencegahan Keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi tindakan anarkis.

Tampak hadir dalam Rapat antara unsur Forkopimda dan Disdik Kota Bekasi dengan Kepala Sekolah tingkat SMP dan SMA / SMK se- Kota Bekasi dalam rangka antisipasi unjuk rasa pelajar, Staf Ahli Wali Kota, Hanan Taria, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Dr. H. Inayatullah, Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Pol Wijonarko, S.IK., M.Si, Dandim 0507/BKS, Letkol Arm Iwan Aprianto, SIP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi , Dr. H. Inayatullah meminta para Kepala Sekolah dapat memantau, mengawasi serta menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan sekolah, menjalin kerjasama dengan orang tua/wali murid memastikan putra/putrinya mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan dan membangun komunikasi harmonis dengan peserta didik.

Inayatullah juga mengatakan agar para Kepala Sekolah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat menyalurkan pemikiran kritis, bakat dan kreativitas peserta didik masing-masing, memastikan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) khususnya dan peserta didik pada umumnya untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan, dapat memastikan pihak siapa saja dengan maksud dan tujuan apa saja, untuk tidak melibatkan anak dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan dan pengerusakan serta dapat menghancurkan masa depan anak.

Selain itu, tambah Inayatullah mengatakan para orang tua dapat memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anaknya akan dampak dalam aksi unjuk rasa.

” Para orang tua harus memberikan pendampingan penuh terhadap anak-anaknya, membina anak dan memberitahu akan dampak yang ditimbulkan jika terlibat pada aksi unjuk rasa,” jelas Inayatullah.

Terlebih, kata Inayatullah, resiko penularan Covid-19 saat berkerumun sangatlah besar dan ini sangat membahayakan kesehatan bagi peserta didik.

Sementara ditempat yang sama Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, S.IK., M.Si mengatakan tujuan dari kegiatan ini dalam rangka untuk menyamakan persepsi terkait akhir-akhir ini banyaknya para pelajar yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa ini, hal ini perlu di antisipasi agar masa depan anak didik kita cemerlang, apabila ada pelajar yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa sering melakukan tindak pidana dan hal ini dapat memberikan dampak psikologis.

Dalam Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Para Kepala Sekolah menerapkan prosedur protokol kesehatan.

(Humas/Lman)

Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P. Laksanakan Pengukuran Untuk Pembuatan Sheet Pile di DAS Cib’et

0

Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P. Laksanakan Pengukuran Untuk Pembuatan Sheet Pile di DAS Cib’et

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi — Untuk mengantisipasi sering meluapnya sungai Cibeet yang rawan banjir. Dansektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf Suyitno, S. I. P laksanakan pengukuran untuk pembuatan Sheet Pile di Daerah Aliran Sungai Cibeet, Minggu (28/10/2020).

Pengukuran yang di lakukan di lokasi Kawung Tilu Kp. Ciranggon RT.02/01 Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi oleh BPBD Kabupaten Bekasi, dengan panjang 1000 meter di hadiri oleh Konsultan dan dan Personel Sektor 20 Citarum Harum.

Pengukuran di lakukan, rencananya untuk pemasangan Sheet Pile di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibeet guna mengantisipasi sungai Cibeet yang rawan sering meluapnya ketinggian air, yang dapat menyebabkan Masyarakat Desa Cipayung dan Desa Labansari terkena banjir.

Rencana kegiatan pembuatan Sheet Pile di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibeet, di sambut baik dan ucapan terimakasih dari salah satu tokoh masyarakat Kp. Ciranggon Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, (Gunawan-Red). Yang merupakan Owner Wisata Kawung Tilu di Desa Cipayung.

Gunawan, Mengucapkan, “Terima Kasih kepada Dansekror 20 Citarum Harum dan BPBD Kabupaten Bekasi atas realisasi supportnya,” Sampainya.

H.Adeng Hudaya, AP MSi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi mengatakan, dirinya sangat berharap pembuatan Sheet Pile atau Penanggulan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibeet dapet segera di realisasikan,

“Saya berharap kepada BBWS agar Site File atau Penanggulan di titik – titik di Bantaran Sungai Cibeet, yang rawan akan meluapnya air sungai Cibeet, dapat segera direalisasikan, agar Masyarakat, khususnya Warga Desa Cipayung dan Desa Labansari tidak lagi terkena Banjir akibat meluapnya Sungai Cibe’et., ” Katanya

Dansektor 20 Citarum Harum, Kolonel Inf Suyitno, S. I. P mengatakan kepada awak media, Bahwa Sektor 20 Citarum Harum akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warga masyarakat Kabupaten Bekasi,

“Kita Sektor 20 akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kab. Bekasi, sinergitas dan sinkronisasi antara Sektor 20 dengan instansi dan semua elemen sudah kita lakukan, di antaranya BPBD ini, ” Kata Dansektor.

(Juheri/Jpch-Red)

Dansektor 3 Bersama Masyarakat Dan JPCH Lakukan Program My Darling

0

Dansektor 3 Bersama Masyarakat Dan JPCH Lakukan Program My Darling

GUE JABAR || Kab.Bandung – Jurnalis Peduli  Citarum Harum (JPCH ) dengan program team  My Darling ( Masyarakat sadar lingkungan ) nya kembali menggelar acara bersama masyarakat Desa Mekarjaya ,Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung , dengan tema ” Mari Kita Menanam Sebelum Kita Di Tanamkan ”  di dukung Satgas Citarum Harum Dansektor 3 Minggu (18/10/2020).

Dansektor  3 di bawah Komando Kolonel Kav.Hudiono  bersama Komunitas Jurnalis Peduli Citarum Harum (JPCH) Pimpinan Asep Mulyana dan Panitia pelaksana Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling) Kabupaten Bandung Arbim  selaku Panitia Hendra Bunawan ( Ucok) ,Martika Edison, melakukan penanaman pohon dan bagi- bagi Masker. Bersama wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun.

Ini merupakan acara yang ke  4 yang di gelar JPCH, dalam acara ini di hadiri kurang lebih 300 masyarakat , unsur Muspika, Wakil Bupati, Anggota DPD.RI.( Eni Sumarni ) DLHK Provinsi kepala Desa mekarjaya ( Dindin, ) BPD ( Bubun ), Pramuka sabilulungan, Hani (Founder Gerakan Hejo), Badega, serta Tokoh Masyarakat dan komunitas lain nya.

Sosialisasi masyarakat sadar lingkungan Terutama yang berkaitan dengan Program Citarum Harum dan pelestarian ekosistem lingkungan yang berada lingkungan sekitar Curug roda yang merupakan obyek wisata yang belum tersentuh, yang konon katanya banyak ceritra mistik nya.

Dalam sambutan nya Dansektor 3 Kolonel Kav.Hudiono menyampaikan ,” kita sangat prihatin melihat kondisi saat ini banyak hutan yang gundul sehingga menyebabkan banjir dan longsor , seperti yang terjadi di Garut selatan dan Tasikmalaya, kita tidak berharap itu  , ” Ujar nya.

” Namun kita jangan terlena kita tetap harus waspada, maka nya hari ini kita bersama My Darling melakukan penanaman pohon agar hutan kita terjaga , untuk anak cucu kita nanti, mari kita menanam sebelum kita di tamam ,” Ajak Dansektor.

Sementara Wakil Bupati Gun Gun mengatakan ,” Saya selaku wakil bupati sangat mendukung kegiatan yang dilakukan My Darling serta Dansektor 3 untuk melestarikan alam. Terutama curug roda yang bisa menjadi destinasi wisata, hal ini merupakan aset buat desa mekarjaya.

” Agar curug roda bisa tetap terjaga kebersihan nya apalagi di sini ada mata air yang yang bisa menjadi sumber kehidupan , kalau tidak kita rawat kasihan nanti anak cucu kita kelak bisa kekurangan air. ” Ujar nya.

Lanjut Gun Gun kita menanam hari ini mungkin bukan kita yang memetik tapi nanti mungkin anak cucu kita juga yang menikmati, karena merawat alam ini tugas kita bersama , jadi kami mendukung JPCH lanjutkan terus My Darling amazing ,” Sambil mengacungkan jempol.

Menurut Ketua Panitia Acara Ucok ,” gelaran ini sekaligus untuk mensosialisasikan curug roda untuk di publikasikan , agar menjadi sebuah obyek wisata yang di miliki desa mekarjaya, serta kegiatan ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program citarum harum bersama sektor lain nya. Disini kita mencoba berbaur dan berharmony dengan alam dengan balutan diskusi serta sarasehan tentang alam yang harus kita jaga dan kita lindungi bersama ,” Pungkasnya.

Sementara ketua my darling Kabupaten Bandung Arbim mengatakan  ” My Darling ini merupakan program Jpch yang mana para jurnalis yang tergabung di JPCH dalam rangka mendukung program citarum harum bukan hanya sekedar memberitakan saja namun kami juga mencoba menjadi pelaku langsung dengan cara membaur dengan masyarakat untuk mensosialisasikan kepada  masyarakat agar sadar untuk menjaga lingkungan.

“Program ini akan terus di lakukan keliling di tiap sektor yang ada di Citarum , dan terus menggelorakan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Arbim. (***)

1219 KPM Warga Desa Pasirsari Menerima Bantuan Sosial Tunai

0

1219 KPM Warga Desa Pasirsari Menerima Bantuan Sosial Tunai

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Bantuan Sosial Tunai Tahap VII (tambahan) direalisasikan kepada KPM yang berada di wilayah Desa Pasirsari Minggu 18/10/2020 di aula Desa Pasirsari.

Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tadinya hanya sampai bulan september ternyata di perpanjang dan belum ditentukan kapan batas akhirnya sesuai penuturan Erna (PSM) Desa Pasirsari.

Erna mengatakan kepada awak media guejabar.com “ini bantuan BST lanjutan tahap VII walaupun sebelumnya sempat mengatakan bahwa tahap VI adalah tahap akhir, berubah lagi pak sekarang tahap VII saya juga ga tau pastinya sampai kapan, yang saya tau sementata hanya sampai akhir tahun cuma itu aja”.

“Total 1219 KPM menerima bantuan sebesar Rp.300.000,- seperti tahapan sebelumnya dan kita ada penambahan 6 KPM sebagai data tambahan dari perikanan untuk bantuan ini karena sebelumnya total penerima 1213”. Tutup Erna

Yamin salah satu KPM penerima BST “terima kasih karena bantuan ini bisa dipergunakan untuk kebutuhan sehari hari dan dapat dipergunakan untuk membeli kuota internet untuk belajar anak saya, karena sekolah secara daring setiap harinya harus menggunakan kuota internet”. pungkasnya

Kapolsek Bekasi Kota Giat Patroli Cipkon Skala Sedang Dan Pembatasan Jam Opersional Wirahusaha Kota Bekasi

0

Kapolsek Bekasi Kota Giat Patroli Cipkon Skala Sedang Dan Pembatasan Jam Opersional Wirahusaha Kota Bekasi

GUE JABAR || Bekasi Kota – Kapolsek Bekasi Kota yang di pimpin langsung KOMPOL Armayani SH.MH dan 20 personil dan di dampingi Pedal Polsek Bekasi Kota IPTU Sudarmi SH. (KANIT BINMAS) melakukan giat patroli skala sedang , dan mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) serta himbauan dalam menyongsong adaptasi kebiasan baru.

Minggu ganggal 18/10/2020 pukul. 00.00 sampai selesai dalam penegakan disiplin protokol kesehatan Covid -19 dan antisipasi guantibmas wilayah hukum Polsek Bekasi Kota menggelar patroli skala sedang dengan menyisir ruas Jalan Jendral Sudirman, Jalan Raya I Gusti ngurah rai, pasar pagi Bintara, pertigaan pondok kopi bintara, jalan raya bintara raya, jalan KH Noer ali, Kota Bintang, Jalan Kampung Setu, Jalan Raya Bintara dan Jalan Raya Pemuda.

“Dalam kegiatan operasi tersebut polisi memeriksa sejumlah tempat tempat yang menjadi potensi kerumbunan saat malam hari, Warnet, cafe, warung yang masih buka lewat Jam 23.00 Wib dimana sesuai surat edaran Walikota No.440/6271/Setda- TU jelas mengatur batas Akhir buka operasional sampai jam 23.00 Wib selama pendemi Covid- 19. serta remaja – remaja yang bergerombol hingga larut malam dan juga antisipasi tauran remaja dan warga.

Kapolsek Bekasi Kota Kompol Armayni, SH, MH menyampaikan kepada pengunjung Warnet, warung, cafe, agar selaluh memperhatikan prosedur protokol kesehatan Covid-19 jaga jarak memakai masker dan cuci tangan.

Dan pelaku usaha yang masih membuka usaha lewat jam 23.00 Wib, kita tutup serta membubarkan pengunjung dan kita dapati pengunjung didalamnya yang melanggar protokol kesehatan,” ucapnya.

Selain itu untuk antisipasi penyebaran narkoba, kata Kapolsek, kepada pengunjung tadi juga kita lakukan langsung tes urine dan penggeledahan di tempat hiburan malam. 1 wanita dan 5 Pria, 6 orang hasilnya negatif dan tidak ditemukan narkoba pada mereka, hal itu kita lakukan karena saat di lakukan pemeriksaan di salah satu ruangan Karaoke kita temukan mereka dalam kondisi terpengaruh miras.

”Dari hasil patroli Cipkon tadi saya meminta kepada pelaku usaha dan pengunjung hiburan malam kedepannya agar mematuhi protokol kesehatan, kepada pelaku usaha juga patuhi surat edaran Walikota tentang jam operasional dan protokol kesehatan, jangan sampai nanti dilakukan penindakan penutupan usahanya,” tutupnya.(Lman)

Ops Pekat Polres Metro Bekasi Berhasil Angkut Ratusan Botol Miras

0

Ops Pekat Polres Metro Bekasi Berhasil Angkut Ratusan Botol Miras

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Giat malam minggu Jajaran Polres Metro Bekasi lakukan Opd Pekat di wilayah hukum Polsek Cikarang Selatan. 17/10/20 Sabtu malam

Dalam giat kali ini seluruh jajaran dari Polres Metro Bekasi dengan sasaran penyakit masyarakat, mulai dari minuman keras, pelacuran, penyalah gunaan narkoba dan sebagainya yang berindikasi melanggar hukum guna menjaga kondusifitas.

Ops Pekat ini guna menciptakan situasi yang Aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bekasi Kapolrestro Bekasi Kombes Pol. Hendra Gunawan S.Ik,M.Si, memerintahkan Kasat Resnarkoba sebagai leading sectornya Kompol Dr. Budi Setiadi, SH., MH. Untuk memimpin Operasi skala besar Yang melibatkan 70 Pers. Gabungan dari Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Selatan.

Dalam Ops Pekat ini juga berhasil menyita ratusan botol mirah dari salah satu cafe yang berada di kali malang Cikarang Selatan sebagai barang bukti dan diangkut ke Mapolsek Cikarang Selatan.

Kasat Sabhara Polres Metro Bekasi mengatakan “Malam ini ada perintah dari kapolres untuk melakukan giat Ops Pekat guna memberikan situasi yang kondusif karena sampai saat ini dalam keadaan covid-19 yang masih berlanjut dan juga masih menyebar di Kabupaten Bekasi”.Ucap Kasat Sabhara Polres Metro Bekasi (Red)

Diskusi Polres Metro Bekasi Dengan Mahawiswa UPB Menghasilkan Kesepakatan Bersama.

0

Diskusi Polres Metro Bekasi Dengan Mahawiswa UPB Menghasilkan Kesepakatan Bersama.

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan S.Ik,M.Si menerima perwakilan mahasiswa dari BEM Universitas Pelita Bangsa dan lakukan diskusi yang menghasilkan kesepakatan bahwa kepolisian Polres Metro Bekasi akan menjadi fasilitator.Sabtu 17/10/20

Pada dasarnya dalam melakukan aksi di muka umum harus mengikuti UU no 9 tahun 1998 yaitu rutenya, tujuanya hal hal yang di perlukan dalam pengamanan, agar mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya bisa secara aman dan tertib sehingga terjalin situasi yang kondusif dan bisa menjaga hak hak orang lain dalam setiap aksi.

Kapolres mengatakan, “kita (Kepolisian) siap menjadi fasilitator mahasiswa dalam melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, dan siap diajak berdiskusi dengan mahasiswa agar tercipta aksi yang damai dan tidak ada penyelundup agar hal hal yang tidak di inginkan tidak akan terjadi”.

“kami sudah merencanakan membuat MOU bagaimana pengawalan, pengamanan dan pelayanan setiap mahasiswa melakukan aksinya dan bagaimana semestinya kepolisian menjadi fasilitator setiap aksi mahasiswa kedepanya”.tutup kapolres

Firman selaku perwakilan dari BEM UPB mengucapkan “Terima kasih kepada kepolisian yang sudah mau menjalin silaturahmi kepada mahasiswa dan berharap bisa bekerja sama dalam kepolisian dalam pengamanan setiap aksi mahasiswa kedepanya, Dan saya ucapkan juga terima kasih karena Kepolisian Polres Metro Bekasi yang sudah berkontribusi dalam proses pemulihan rekan rekan kami yang terluka dan kini keadaanya sudah menbaik”.

Lanjut Wini sebagai DPM UPB sangat mengapresiasi atas kerja sama diskusi dan silaturahmi antara kepolisian dengan kawan kawan pelita bangsa, “saya sangat mendukung teman mahasiswa untuk mencari santunan untuk kawan kawan yang terluka kemarin dan saya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah berkontribusi dan sangat peduli terhadap kawan kami mahasiswa UPB”.pungkasnya (Red)