Home Blog Page 404

Hut Partai Golkar ke-56 Berlangsung Meriah Di DPD Kabupaten Bekasi

0

Hut Partai Golkar ke-56 Berlangsung Meriah Di DPD Kabupaten Bekasi

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Perayaan Hut Partai Golkar yang diselenggarakan secara virtual di masing masing DPD dengan intruksi dari DPP Partai Golkar berlangsung dengan khidmat dan meriah di kediaman Bupati Bekasi yang sekaligus ketua DPD Kabupaten Bekasi H. Eka Supria Atmaja SH. Rabu malam 21/10/2020

Dalam perhelatan ini juga dihadiri oleh para kader dan juga para anggota DPRD kabupaten Bekasi dari F-Golkar serta beberapa tamu undangan mulai dari Tokoh dan yang lainya.

Pada acara ini juga diisi dengan tasyakuran serta beberapa agenda lainya salah satunya tausiah dari salah satu mubaligh asli kabupaten Bekasi KH.Muhidir Hasby dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh beberapa Kader partai yang dimulai oleh ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi.

Protokol kesehatan pun diterapkan dengan selalu lakukan 3M di lokasi dan diwajibkan memakai masker.

Suasana semakin khidmat saat Ketua Umum DPP Golkar memberikan pidato secara virtual dan disambut dengan gembira oleh seluruh DPD Golkar secara virtual dan terlihat jelas kemeriahanya pada layar virtual yang sudah disediakan.

“Harapan kami seluruh pengurus dan kader Partai adalah bisa tetap solid agar Partai Golkar bisa memenangkan pada pilkada 2022 dan semakin berjaya, pengabdian Partai Golkar sendiri sudah terlihat jelas dari usia partai yang sudah 56 tahun” ucap salah satu Pengurus DPD Kabupaten Bekasi

Peringatan Hut Partai Golkar ini ditutup dengan foto bersama dan makan bersama seluruh pengurus dan kader partai yang menghadiri serta para tamu undangan.(red)

Pemerintah Daerah Harus Segera Ungkap Untuk Mencari Tahu Siapa Pemilik Mobil Putih Itu

0

Pemerintah Daerah Harus Segera Ungkap Untu Mencari Tahu Siapa Pemilik Mobil Putih Itu

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Terlihat Sebuah Mobil Blind Van Daihatsu GrandMax Berwarna Putih membuang beberapa bungkusan besar di duga Sampah ke Kalimalang di wilayah Tambun selatan. Rabu, (21/10/2020).

Sepanjang aliran sungai Kalimalang  Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi memang sudah di pagari beton, namun masih saja ada warga yang membuang sampahnya ke tepian sungai. 

” Sangat disayangkan kalau sungai yang seharusnya bisa memberikan banyak manfaat bagi warga DKI Jakarta malah dicemari oleh Sampah ” Tutur Irman

Diketahui berdasarkan Pasal 18 Perda Kabupaten Bekasi nomor 6 Tahun 2006 tentang perubahan atas Perda nomor 4 tahun 1999 tentang retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan, ancaman kurungan dari membuang sampah sembarangan yakni tiga bulan penjara dan denda Rp5 juta.

Berikut di hari yang beda saat media menghubungi Irman narasumber yang memvideokan oknum pembuang sampah di aliran sungai kalimalang, ” tidak peduli sebesar dan sebanyak apa sampahnya, mohon jangan buang sembarangan, apalagi ke kalimalang. Karena saya perhatikan, untuk dampak ringannya saja, banyak loh orang memancing disana. Apa tega melihat mereka makan ikan yg tercemar “.

” Belum adik adik yang mandi di aliran sungai, dampak besarnya kita sama2 taulah, untuk pemerintah, ayo terus cari cara bagaimana supaya semua masyarakat punya rasa peduli akan kalimalang dan sungai sungai di wilayah Kabupaten Bekasi “, Tambahnya.

Jangan seperti kejadian yg di video… semua tutup mata, tak ada hasrat untuk menegor, harusnya pemerintah mencari cara agar supaya semua orang punya rasa perduli,
Bukan cuma anjuran, ” jangan buang sampah “, Lanjutnya.

Tapi “siapapun kita, mari kita jaga kalimalang, sampaikan pada kami jika ada yang masih melakukan itu “, Tutupnya.(Lman)

GBS Kembali Di kunjungi Ibu Mentri Peranan Wanita RI dan Sesmen Koperasi dan UKM RI

0

GBS Kembali Di kunjungi Ibu Mentri Peranan Wanita RI dan Sesmen Koperasi dan UKM RI

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Luar biasa gebrakan dari Ketua GBS ( Gerai Bunda Sugi) yang
mengahdirkan dua Kementrian yaitu; Kementrian Peranan wanita Dan Perlindungan anak ibu Mentri I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan kementrian Koperasi dan UMKn Repubik Indonesia, Prof Rully Indrawan MSi hadir ditengah tengah pelaku UMKM yang tergabung di GBS ( Gerai Bunda Sugi) Yang beralamat di jl.Dr.Ciptio Mangunkusumo Ruko Plaza Lodium Blok C3/23 Simpangan, Cikarang utara Kabuaten Bekasi .

Sri Sugiarti SE S.ip Ketua Alisa Khadijah ICMI Kabupaten Bekasi yang menjadi pengawas di koperasi konsumen Alisa Khadijah menyampaikan ke awak media bahwa, hari ini tgl 20 Oktbet 2020 adalah hari yang sangat bersejarah buat saya bisa di kunjungii dua Kementrian langsung, bersama Mentri Ibu Bintang dan Sesmen Kementrian Koperasi UKM RI, ucap Sri Sugarti yang akrab di sapa bunda Sugi.

Bunda Sugi menambahkan, bukan hanya sekedar berkunjung ke UMKM GBS ini tetapi dua Kementrian ini bersinergy untuk menyelenggarakan event FGD penguatan kewirausahaan bagi kelompok strategis perempuan.

Saya sangat berterimakasih sekali kepada Ibu Mentei dan bapak Sesmen Koperasi di tengah kesibukan Beliau, disela sela kegiatan Ibu Mentri Peranan Wanita dan Sesmen Koprasi dan UKN RI dapat berkunjung ke anggota Koprasi Alisa Khadijah yang aktif di bank sampah, imbuhnya.

Aprisiasi sambutan Ibu Mentri dan pak Sesmen ke bank sampah yang dipelopori oleh ibu Nurmaria Putri sebagai anggota Koprasi Alisa Khadijah serta Ketua Ranting Alisa Khadijah ICMI kabupatem Bekasi sangat bangga sekali, saat bu mentri datang sedang aktifitas menimbang sampah perumahan yang disetorkan ke bank sampah, yg akan dijadikan produk pruduk yang mempunyai nilai jual, hasilnya produk tersebut sebagian dititipkan ke GBS utk dibantu jual, beber Sri Sugiarti.

Selain bangga Ibu mentri dan pak Sesmen juga banyak memberikan masukan mengenai proses pemanfaatan limbah termasuk administraisnya.
Kami sangat bangga atas kunjungan kedua Kementrian di lapak kami sebagai motivasi kami bahwa kami dapat perhatian khusus dari pemerintah, tutur Bunda Sugi.

Setelah berkunjung ke Koprasi Khadijah Ibu Mentri Peranan Wanita , Ibu Bintang dan Sesmen Koperasi UKM RI, meninjjau ke Ibu Rina Herlina Pelaku UKM yaitu NENG PAWON yang memproduksi snack oleh oleh khas Bekasi yaitu Stick jengkol, akar kelapa kentang mustofa dan lain lain, yang saat ini sudah mampu memproduksi 24 jenis produk.

Rombongan Ibu Menteri dan Sesmen tiba pukul 12.00 Wib langsung kelokasi GBS. Dengan ramah tamah sambil makan siang yang dsiapkan oleh team UKM yang tergabung di GBS yaitu,

rendang jengkol..ayam babakak bersama urap,soto betawi asinan betawi. Kami juga menghadirkan seledang mayang dan minuman birpletok kalo liat Ibu Mentri dan pak Sesmen merasakan enaknya masakan ibu2 ukm bekasi sampai nambah look.. ..dan belaiu berucap nanti kita pesen buat diacara Kementrian ya , ucap Bu Menteri.

Dalam sambutannya Sesmen Koperasi dan UKM mengatakan “bahwa PNM bisa memberikan solusi dan dengan waktu bersamaan dan akan mensuport para pelaku UMKM dengan program yg ada dikementrian ujar Sesmen Kop dan UKM RI.

Menteri Bintang melalu PNM memberikan simbolis banpres terhadap 3 pelaku UKM di acara tersebut.
(SS)

Hanya Di Hadiri 3 Kepala Desa, Acara Sertijab Camat Sukakarya

0

Hanya Di Hadiri 3 Kepala Desa, Acara Sertijab Camat Sukakarya

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Usai hasil pejabat yang di lantik pada tanggal 16 Oktober 2020, terjadinya rotasi di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Salah satunya Pemerintahan Kecamatan Sukakarya yang telah terjadi rotasi kepada Camat yang sebelumnya di duduki oleh Encun Sunarto, SE, MM. yang di gantikan oleh Rusdi Azis, S.IP sebagai Camat Sukakarya, Acara serah terima jabatan (Sertijab) pun di gelar pada, Rabu (21/10/2020). Di aula Kecamatan Sukakarya.

Namun miris acara yang digelar hanya di sambut oleh 3 (Tiga) Kades (Kepala Desa), yang terdiri di wilayah Kecamatan Sukakarya dari 7 (Tujuh) Desa.

Diantaranya yang hadir adalah, Kades Eman (Sukajadi), PJ Umar (Sukalaksana), Wawan (Sukamakmur), empat Kades yang lainnya tidak ikut serta menghadiri acara Sertijab Camat Sukakarya.

Saat dimintai Komentarnya Rusdi Azis usai Sertijab dirinya menjelaskan, untuk acara Sertijab tidak ada hukumnya wajib.

“Tidak ada yang mewajibkan datang kepada para undangan termasuk Kades yang tidak datang, namun mereka yang merupakan unsur kecamatan dan wilayah selama tidak ada halangan seharusnya datang.”Terangnya Camat Sukakarya.

Karena kita tidak tau ketidak hadirannya kenapa, Masih Kata Camat “apakah berhalangan atau tidak enak badan, kita berharap untuk Kondisi mereka yang memang dalam baik baik saja seharusnya hadir.”

“Saya akan memberikan pembinaan, pengarahan, dan pendekatan emosional secara pribadi, baik itu di acara minggon kecamatan maupun minggon desa”.Pungkasnya Camat Sukakarya.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada keterangan dari yang bersangkutan atau Kades yang tidak hadir.
(tif/fbn)

DEKLARASI PEMBENTUKAN ALIANSI KONSULTAN PENGKAJI TEKNIS INDONESIA

0

DEKLARASI PEMBENTUKAN ALIANSI KONSULTAN PENGKAJI TEKNIS INDONESIA

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi – Penyelenggaraan bangunan gedung harus dilakukan secara tertib administratif dan Prosedur teknis untuk menjamin kualitas bangunan gedung. Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2002, PP Nomor 36 Tahun 2005, dan Permen PUPR Nomor 27 Tahun 2018, diatur bahwa SLF (Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung) merupakan sertifikat yang menyatakan kelaikan fungsi sebuah bangunan dan gedung berdasarkan hasil pemeriksaan kelaikan fingsi nya dilakukan oleh Pengkaji Teknis.

Demikian disampaikan ketua Aliansi Konsultan Pengkaji Teknis Indonesia (AskPEKTI) Ir. M. Tahar Oesman, IAP dalam sambutannya pada pelantikan AskPEKTI di Hotel Sakura Kota Deltamas Kabupaten Bekasi, Rabu (21/10/2020) pagi.

Menurutnya, definisi dari konsultan dan pengkaji Teknis adalah orang, perseorangan atau badan usaha yang berbadan hukum, Badan yang mempunyai sertifikat kompetensi kerja kualifikasi ahli yang diberikan ranah oleh pemerintahuntuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung.

“Secara faktual, ketersediaan tenaga Pengkaji Teknis masih belum memadai secara kuantitatif dan belum merata penyebarannya di Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain secara kualitatif, praktek pengkajian teknis yang telah dilakukan dan berjalan saat ini masih belum memiliki standar kompetensi, standar kinerja, dan standar biaya. 

“Padahal kebutuhan (demand) masyarakat dunia usaha, corporate, dan sektor swasta, sangat besar ketergantungannya akan tenaga Pengkaji Teknis untuk mendukung proses penerbitan atau perpanjangan SLF, sudah sangat tinggi,” jelasnya.

Senada hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi H. Obing Fachrudin mengakui bahwa pembentukan AskPEKTI tidak mudah. Sehingga, saat terbentuknya AskPEKTI selaku pendiri dan sekaligus pembina, dirinya mengaku lega.

“Ke depan AskPEKTI ini akan menjadi asosiasi pengkaji teknis skala nasional,” harapnya.

Ketua KADIN berpesan agar pengurusan dokumen Laik Fungsi tidak dipersulit pemerintah, baik tingkat nasional maupun daerah.

“Inilah alasan kami mengajak beberapa pejabat daerah sebagai Dewan Pakar AskPEKTI, seperti pak Ir. H. MP Jamary Tarigan selaku Kepala Dinas PUPR,” jelas H. Obing. yang mana ke depannya harapan saya kehadiran AskPEKTI menjadi rumah besar untuk para konsultan dan pengkaji Teknis.

AskPEKTI, tambahnya, harus memberi warna dan bersinergi dengan kelelembagaan yang saling berhubungan seperti asosiasi-asosiasi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jasa Konstruksi di Kabupaten Bekasi.

“Kebetulan turut hadir Ketua Umum FMJK Kabupaten Bekasi, H. Yaman Edie Bair,” jelasnya.

Dalam kelembagaan AskPEKTI, H. Obing turut mengikutsertakan tokoh fenomenal penggerak pembangunan Kabupaten Bekasi bagian utara, H. Zakaria.

“Beliau memiliki konsep brilian menggandeng potensi masyarakat yang ada dan jejaring di tingkat nasional,” jelasnya. 

Bupati Bekasi diwakili Asda 3, Abdul Rofik menyampaikan rasa bangga Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja atas terbentuknya AskPEKTI di Kabupaten Bekasi. 

“Pak Bupati menitipkan rasa bangganya untuk disampaikan dalam forum ini karena AskPEKTI ini dipastikan menjadi prestasi Kabupaten Bekasi berikutnya,” jelas Abdul Rofik. 

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H.M Ben Kholiq saat menyampaikan sambutannya. “Saya optimis kehadiran AskPEKTI menjadi langkah awal yang nyata untuk dapat membina dan mengembangkan profesi pengkaji teknis di Indonesia dan berkontribusi mendukung pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Bekasi,” jelasnya. 

Dalam pantauan wartawan, acara pelantikan AskPEKTI berjalan tertib dan mengikuti aturan protokol Covid-19.

Hadir dalam kegiatan terebut sejumlah tamu undangan, diantaranya Ketua SMSI perwakilan Bekasi Raya (Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi), Doni Ardon, ketua KADIN H. Obing Fachrudin, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi H.M Ben Holik, Asda 3 Kabupaten Bekai Abdul Rofik, Kepala Dinas PUPR, Ir. H. MP Jamary Tarigan, Prof. DR. Ir. Suprapto, MSc. FPE.APU, Ir. Sofyan Muhammad Nasir dan pengurus AskPEKTI lainnya. (***)

Sinergitas Sektor 20 CH Dengan Kementerian Pertanian dan DisPertan Kab. Bekasi Bersama BBWS

0

Sinergitas Sektor 20 CH Dengan Kementerian Pertanian dan DisPertan Kab. Bekasi Bersama BBWS

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi — Untuk meningkatkan ketahanan pangan Sektor 20 Citarum Harum Bersinergi dengan Kementrian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi bersama BBWS.

Berkaitan dengan ketahanan pangan, Sektor 20 Citarum Harum bersama Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian serta di bantu oleh BBWS, Bersama – sama meninjau perencanaan normalisasi Irigasi di Desa Jaya Sakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020).

Kurang lebih dengan jarak 7 Kilo Meter irigasi di Desa Jaya Sakti rencananya akan di normalisasi, di karenakan di saat musim kemarau tiba, lahan pertanian di Desa Jaya Sakti sering kekurangan air, sehingga irigasinya harus di normalisasi untuk mengantisipasi kekurangan air untuk lahan pertanian.

Dengan di normalisasi nya irigasi, semoga bisa menjadi solusi untuk lahan pertanian di Desa Jaya Sakti ketika musim kemarau, dan bisa mengairi kurang lebih 600 Hektar lahan pertanian bahkan ribuan hektar di Desa Jaya Sakti, Umumnya di Desa – Desa lain di Kecamatan Muara Gembong.

Dansektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf Suyitno, S.I.P mengatakan, dirinya akan bersinergi dengan Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian dan BBWS untuk tujuan ketahanan pangan di Desa Jaya Sakti Umumnya di Kecamatan Muara Gembong.

“Kita akan sinkronkan, Sektor 20 dengan Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian dan BBWS bersama – sama bersinergi untuk tujuan bagaimana membantu masyarakat Desa Jaya Sakti umumnya masyarakat Kecamatan Muara Gembong dalam rangka ketahanan pangan, ” Katanya

Dansektor pun berharap, ketika berhasil di lakukannya normalisasi irigasi di Desa Jaya Sakti, bisa neningkatkan Lahan Tambah Tanam (LTT) untuk meningkatkan hasil pertanian yang secara automatis akan menguatnya ketahanan pangan, sehingga membuat masyarakat Desa Jaya Sakti akan lebih sejahtera, Tambahnya

Ditempat yang sama, Tri Hartono dari Tim Verifikasi PJ LTT Kementrian Pertanian menyampaikan, untuk permasalahan irigasi – irigasi dananya di Kementrian Pertanian sangat terbatas, meskipun dananya terbatas dengan harapan bisa mendapatkan menghasilkan yang maximal, bagaimana air bisa sampai ke lahan pertanian, untuk meningkatkan intansitas pertanaman dan produksitas hasil pertanian sehingga bisa membuat warga masyarakat sejahtera.

“Saya sangat berharap kepada semua aparat dan stek holder yang ada, terutama desa dan warga, karena kegiatan ini bersifat Swakelola dan padat karya, sehingga dana ini bisa di laksanakan oleh warga, dan memberikan dampak kepada masyarakat” Jelasnya

Hadir dalam kegiatan Dansektor 20, Kolonel Inf Suyitno, S.I.P, Danki Sektor 20 Kapten Cba Romlih,Tri Hartono dari Tim Verifikasi PJ LTT Kementerian Pertanian, Iwan dari Dinas Pertanian Kab Bekasi, Kaur Pembangunan Desa Jaya Sakti Suyatno, Kepala Desa Jaya Sakti Patori, Binmaspol dan Babinsa Desa Jaya Sakti, dan Personel Sektor 20 Citarum Harum.

Kegiatan pun berjalan dengan aman dan tertib, yang di isi dengan diskusi solusi untuk membantu petani di Desa Jaya Sakti.
“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”

(Juheri / Jpch – Red)

DPRD Kota Bekasi Dorong Pengembalian Alih Fungsi Lahan Ruang Terbuka Hijau

0

DPRD Kota Bekasi Dorong Pengembalian Alih Fungsi Lahan Ruang Terbuka Hijau

GUE JABAR || Bekasi Kota – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim mendorong pengembalian alih fungsi lahan ruang terbuka hijau atau RTH, guna memenuhi kuota 30 persen sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.

Diakui Arif, ketersediaan RTH di Kota Bekasi terbilang minim. Bahkan, dari pemenuhan target sebesar 30 persen, baru terpenuhi 12 hingga 14 persen. Karena itu, Arif mengimbau agar Wali Kota mengembalikan alih fungsi RTH sebagaimana mestinya.

“Kita akui RTH kurang dari 30 persen. Banyak yang dipakai, yang disewa, atau sekarang beralih fungsi, ini yang akan kita kaji lagi,” ucap Arif melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2020).

Politisi PDIP ini secara tegas mengatakan, alih fungsi RTH menjadi lahan komersil atau diperbisniskan dengan pihak swasta dapat merugikan lingkungan. Apalagi, kata Arif, Kota Bekasi merupakan daerah rawan banjir, sehingga membutuhkan lahan resapan yang memadai berdasar ketentuan.

“Kalau ada pemanfaatan RTH bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi, kita akan lihat bentuk perjanjiannya dan masa berlakunya. Semua harus dikembalikan lagi ke fungsi asalnya. Salah satunya alih fungsi lahan di Hutan Kota yang dikerjasamakan dengan pihak swasta, itu akan kita kaji lagi,” kata Arif memaparkan, pemanfaatan RTH seperti kawasan kuliner yang memakan sebagian Hutan Kota, bangunan di garis sepadan sungai dan jalan, serta lahan resapan lain dapat merugikan lingkungan.

“Saya berharap ada keterbukaan dari BPKAD sebagai instansi pencatat asset daerah, mana saja RTH milik pemerintah. Ini menjadi penting, apalagi sebentar lagi sudah musim hujan, dimana kita membutuhkan lahan resapan air,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan 30 persen, Arif sependapat dengan pernyataan Lembaga Koalisi Indonesia Lestari (KAWALI), bahwa Pemerintah Kota Bekasi harus secara tegas mengembalikan fungsi lahan terbuka hijau yang berubah peruntukannya.

Apalagi, kata Arif, Pemerintah Kota Bekasi sedang dalam fase keuangan yang tidak stabil. Sehingga, tidak memungkinkan membebaskan lahan guna memenuhi RTH sebesar 30 persen.

“Keuangan saat ini sedang tidak stabil, kalau kita beli lahan untuk memenuhi RTH 30 persen kan tidak mungkin. Karena itu, kita akan mencari mana lahan milik pemerintah yang dikerjasamakan. Kalau memang disewakan, maka berapa lama kerjasamanya, kita lihat waktu selesainya. Kalau yang dikomersilkan, nah ini kan yang jadi masalah,” pungkas Arif.

Hal senada dikatakan Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Alimuddin. Ia mengingatkan pemerintah lebih selektif dalam melakukan alih fungsi ruang terbuka hijau seperti menjadi tempat kuliner dan lainnya.

“Setahu saya alih fungsi RTH menjadi tempat tertentu harus ada rotasi. Sebagai pengganti agar tidak berkurang. Jika hanya alih fungsi saja itu menyalahi prosedur,” ungkap Alimuddin saat dikonfirmasi.

Dikatakan politisi PKS itu, Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi harusnya memperhatikan fasos dan fasum di Kota Bekasi dalam ketersediaannya.

“Jangan dikemudian hari mengaku sulit menyediakan RTH, tetapi yang ada malah dikurangi, bukan menambah,” kata Alimuddin. Dia mengakui, RTH merupakan sutau kebutuhan penyeimbang antara pembangunan dan lingkungan. Sehingga eksekutif harus memperhatikan hal tersebut.

“Pembangunan penting, tapi tidak pembangunan fisik saja digenjot tanpa memperhatikan lingkungan. Karena lingkungan juga prioritas sebagai penyeimbang alam,” ujarnya.

Sementara kepala UPTD Hutan Kota, Anto Sugiarto, mengakui kawasan yang saat ini menjadi tempat wisata kuliner oleh pihak swasta adalah lahan milik hutan kota yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.

“Saya tidak tahu menahu soal kawasan hutan kota yang dijadikan kawasan wisata kuliner oleh pihak swasta tersebut. Pokonya sudah ada MoU kerjsama, itu saja,” pungkasnya. (Rilis/Lman)

Disdik Kota Bekasi Bersama Kapolres Kota Bekasi Undang Kepala Sekolah Antisipasi Pelajar Terlibat Unjuk Rasa Anarkis

0

Disdik Kota Bekasi Bersama Kapolres Kota Bekasi Undang Kepala Sekolah Antisipasi Pelajar Terlibat Unjuk Rasa Anarkis

GUE JABAR – Bekasi Kota – Dinas Pendidikan Kota Bekasi berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota dan KODIM 0507/BKS terkait aksi unjuk rasa yang berpotensi tindak anarkis dengan melibatkan peserta didik. Senin, (19/10/2020).

Dengan mengundang seluruh perwakilan Guru baik tingkat SMP, SMA, dan SMK, Dinas Pendidikan Kota Bekasi melakukan pencegahan Keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi tindakan anarkis.

Tampak hadir dalam Rapat antara unsur Forkopimda dan Disdik Kota Bekasi dengan Kepala Sekolah tingkat SMP dan SMA / SMK se- Kota Bekasi dalam rangka antisipasi unjuk rasa pelajar, Staf Ahli Wali Kota, Hanan Taria, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Dr. H. Inayatullah, Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Pol Wijonarko, S.IK., M.Si, Dandim 0507/BKS, Letkol Arm Iwan Aprianto, SIP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi , Dr. H. Inayatullah meminta para Kepala Sekolah dapat memantau, mengawasi serta menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan sekolah, menjalin kerjasama dengan orang tua/wali murid memastikan putra/putrinya mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan dan membangun komunikasi harmonis dengan peserta didik.

Inayatullah juga mengatakan agar para Kepala Sekolah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat menyalurkan pemikiran kritis, bakat dan kreativitas peserta didik masing-masing, memastikan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) khususnya dan peserta didik pada umumnya untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan, dapat memastikan pihak siapa saja dengan maksud dan tujuan apa saja, untuk tidak melibatkan anak dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan dan pengerusakan serta dapat menghancurkan masa depan anak.

Selain itu, tambah Inayatullah mengatakan para orang tua dapat memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anaknya akan dampak dalam aksi unjuk rasa.

” Para orang tua harus memberikan pendampingan penuh terhadap anak-anaknya, membina anak dan memberitahu akan dampak yang ditimbulkan jika terlibat pada aksi unjuk rasa,” jelas Inayatullah.

Terlebih, kata Inayatullah, resiko penularan Covid-19 saat berkerumun sangatlah besar dan ini sangat membahayakan kesehatan bagi peserta didik.

Sementara ditempat yang sama Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, S.IK., M.Si mengatakan tujuan dari kegiatan ini dalam rangka untuk menyamakan persepsi terkait akhir-akhir ini banyaknya para pelajar yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa ini, hal ini perlu di antisipasi agar masa depan anak didik kita cemerlang, apabila ada pelajar yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa sering melakukan tindak pidana dan hal ini dapat memberikan dampak psikologis.

Dalam Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan Para Kepala Sekolah menerapkan prosedur protokol kesehatan.

(Humas/Lman)

Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P. Laksanakan Pengukuran Untuk Pembuatan Sheet Pile di DAS Cib’et

0

Dansektor 20 Kolonel Inf Suyitno, S.I.P. Laksanakan Pengukuran Untuk Pembuatan Sheet Pile di DAS Cib’et

GUE JABAR || Kabupaten Bekasi — Untuk mengantisipasi sering meluapnya sungai Cibeet yang rawan banjir. Dansektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf Suyitno, S. I. P laksanakan pengukuran untuk pembuatan Sheet Pile di Daerah Aliran Sungai Cibeet, Minggu (28/10/2020).

Pengukuran yang di lakukan di lokasi Kawung Tilu Kp. Ciranggon RT.02/01 Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi oleh BPBD Kabupaten Bekasi, dengan panjang 1000 meter di hadiri oleh Konsultan dan dan Personel Sektor 20 Citarum Harum.

Pengukuran di lakukan, rencananya untuk pemasangan Sheet Pile di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibeet guna mengantisipasi sungai Cibeet yang rawan sering meluapnya ketinggian air, yang dapat menyebabkan Masyarakat Desa Cipayung dan Desa Labansari terkena banjir.

Rencana kegiatan pembuatan Sheet Pile di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibeet, di sambut baik dan ucapan terimakasih dari salah satu tokoh masyarakat Kp. Ciranggon Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, (Gunawan-Red). Yang merupakan Owner Wisata Kawung Tilu di Desa Cipayung.

Gunawan, Mengucapkan, “Terima Kasih kepada Dansekror 20 Citarum Harum dan BPBD Kabupaten Bekasi atas realisasi supportnya,” Sampainya.

H.Adeng Hudaya, AP MSi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi mengatakan, dirinya sangat berharap pembuatan Sheet Pile atau Penanggulan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibeet dapet segera di realisasikan,

“Saya berharap kepada BBWS agar Site File atau Penanggulan di titik – titik di Bantaran Sungai Cibeet, yang rawan akan meluapnya air sungai Cibeet, dapat segera direalisasikan, agar Masyarakat, khususnya Warga Desa Cipayung dan Desa Labansari tidak lagi terkena Banjir akibat meluapnya Sungai Cibe’et., ” Katanya

Dansektor 20 Citarum Harum, Kolonel Inf Suyitno, S. I. P mengatakan kepada awak media, Bahwa Sektor 20 Citarum Harum akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warga masyarakat Kabupaten Bekasi,

“Kita Sektor 20 akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kab. Bekasi, sinergitas dan sinkronisasi antara Sektor 20 dengan instansi dan semua elemen sudah kita lakukan, di antaranya BPBD ini, ” Kata Dansektor.

(Juheri/Jpch-Red)

Dansektor 3 Bersama Masyarakat Dan JPCH Lakukan Program My Darling

0

Dansektor 3 Bersama Masyarakat Dan JPCH Lakukan Program My Darling

GUE JABAR || Kab.Bandung – Jurnalis Peduli  Citarum Harum (JPCH ) dengan program team  My Darling ( Masyarakat sadar lingkungan ) nya kembali menggelar acara bersama masyarakat Desa Mekarjaya ,Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung , dengan tema ” Mari Kita Menanam Sebelum Kita Di Tanamkan ”  di dukung Satgas Citarum Harum Dansektor 3 Minggu (18/10/2020).

Dansektor  3 di bawah Komando Kolonel Kav.Hudiono  bersama Komunitas Jurnalis Peduli Citarum Harum (JPCH) Pimpinan Asep Mulyana dan Panitia pelaksana Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling) Kabupaten Bandung Arbim  selaku Panitia Hendra Bunawan ( Ucok) ,Martika Edison, melakukan penanaman pohon dan bagi- bagi Masker. Bersama wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun.

Ini merupakan acara yang ke  4 yang di gelar JPCH, dalam acara ini di hadiri kurang lebih 300 masyarakat , unsur Muspika, Wakil Bupati, Anggota DPD.RI.( Eni Sumarni ) DLHK Provinsi kepala Desa mekarjaya ( Dindin, ) BPD ( Bubun ), Pramuka sabilulungan, Hani (Founder Gerakan Hejo), Badega, serta Tokoh Masyarakat dan komunitas lain nya.

Sosialisasi masyarakat sadar lingkungan Terutama yang berkaitan dengan Program Citarum Harum dan pelestarian ekosistem lingkungan yang berada lingkungan sekitar Curug roda yang merupakan obyek wisata yang belum tersentuh, yang konon katanya banyak ceritra mistik nya.

Dalam sambutan nya Dansektor 3 Kolonel Kav.Hudiono menyampaikan ,” kita sangat prihatin melihat kondisi saat ini banyak hutan yang gundul sehingga menyebabkan banjir dan longsor , seperti yang terjadi di Garut selatan dan Tasikmalaya, kita tidak berharap itu  , ” Ujar nya.

” Namun kita jangan terlena kita tetap harus waspada, maka nya hari ini kita bersama My Darling melakukan penanaman pohon agar hutan kita terjaga , untuk anak cucu kita nanti, mari kita menanam sebelum kita di tamam ,” Ajak Dansektor.

Sementara Wakil Bupati Gun Gun mengatakan ,” Saya selaku wakil bupati sangat mendukung kegiatan yang dilakukan My Darling serta Dansektor 3 untuk melestarikan alam. Terutama curug roda yang bisa menjadi destinasi wisata, hal ini merupakan aset buat desa mekarjaya.

” Agar curug roda bisa tetap terjaga kebersihan nya apalagi di sini ada mata air yang yang bisa menjadi sumber kehidupan , kalau tidak kita rawat kasihan nanti anak cucu kita kelak bisa kekurangan air. ” Ujar nya.

Lanjut Gun Gun kita menanam hari ini mungkin bukan kita yang memetik tapi nanti mungkin anak cucu kita juga yang menikmati, karena merawat alam ini tugas kita bersama , jadi kami mendukung JPCH lanjutkan terus My Darling amazing ,” Sambil mengacungkan jempol.

Menurut Ketua Panitia Acara Ucok ,” gelaran ini sekaligus untuk mensosialisasikan curug roda untuk di publikasikan , agar menjadi sebuah obyek wisata yang di miliki desa mekarjaya, serta kegiatan ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program citarum harum bersama sektor lain nya. Disini kita mencoba berbaur dan berharmony dengan alam dengan balutan diskusi serta sarasehan tentang alam yang harus kita jaga dan kita lindungi bersama ,” Pungkasnya.

Sementara ketua my darling Kabupaten Bandung Arbim mengatakan  ” My Darling ini merupakan program Jpch yang mana para jurnalis yang tergabung di JPCH dalam rangka mendukung program citarum harum bukan hanya sekedar memberitakan saja namun kami juga mencoba menjadi pelaku langsung dengan cara membaur dengan masyarakat untuk mensosialisasikan kepada  masyarakat agar sadar untuk menjaga lingkungan.

“Program ini akan terus di lakukan keliling di tiap sektor yang ada di Citarum , dan terus menggelorakan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Arbim. (***)