Home Blog Page 376

Merasa Ditipu, Karyawan PT AJS Pertanyakan Gaji Bulanan

0

Merasa Ditipu, Karyawan PT AJS Pertanyakan Gaji Bulanan

GJ ll Karawang – Beberapa karyawan operator PT. Anugrah Jaya Sedaya (AJS) yang berlokasi di Desa Anggadita Kecamatan Klari, mengeluhkan nasib mereka yang sampai sekarang belum mendapatkan gaji/upah kerja. Mereka diketahui sudah bekerja lebih dari satu bulan dan bahkan diantaranya dari bulan Agustus 2020 namun belum pernah merasakan gaji hasil kerja mereka di PT. AJS.

Hasil pantauan dari awak media pada Sabtu (21/2), kurang lebih sebanyak sebelas orang karyawan PT. AJS yang berhasil ditemui mengatakan bahwa mereka bekerja di PT. AJS melalui jasa rekruitmen (Yayasan) tenaga kerja mitra kerja PT. AJS.

“Saya masuk ke PT. AJS melalui yayasan rekruitmen di Cikarang Bekasi, namun saya kemudian dilimpahkan ke yayasan rekruitmen PT. SPT yang ada di Karawang. Pada waktu itu saya diharuskan membayar uang admin sebesar empat juta kepada pihak yayasan,” kata Putera (nama samaran/red).

Putera menambahkan selama bekerja di PT. AJS dirinya sudah satu bulan lebih namun sampai saat ini belum mendapatkan upah.

“Dari tanggal 18 Januari 2021 saya bekerja di PT. AJS, namun sampai sekarang saya belum di gaji, padahal sebelumnya dikasih tahu akan menerima gaji pada tanggal 18 Februari 2021. Ternyata bukan hanya saya saja, tapi masih banyak juga karyawan yang lain yang nasibnya sama dengan saya,” ujarnya.

“Selama saya kerja, di dalam pabrik hanyak nongkrong saja, ngopi saja, karena tidak ada pekerjaan jelas yang ditugaskan kepada karyawan. Saya harapkan pihak terkait bisa memperjuangkan nasih saya dan karyawan lainnya,” imbuh pria berusia 20 tahun tersebut.

Sementara itu berdasarkan informasi yang beredar beberapa waktu silam bahwa pihak Disnakertrans Kabupaten Karawang sudah melakukan kunjungam kerja ke PT. AJS tersebut untuk mengecek kebenarannya.

Dalam kunjungan kerja tersebut memang diketahui perizinannya belum lengkap karena masih ada yang sedang dipersiapkan izinnya oleh perwakilan perusahaan tersebut. Pihak AJS juga sudah mengeluarkan surat untuk perekrutan tenaga kerja.

(SS/CP-red)

Kades Karang Sari Turun Langsung Evakuasi Warga Yang Terjebak Banjir

0

Kades Karang Sari Turun Langsung Evakuasi Warga Yang Terjebak Banjir

GJ ll Kab.Bekasi – Bencana Banjir yang melanda di sebagian besar kabupaten Bekasi dengan ketinggian air hingga mencapai 1 meter lebih.

Desa Karang Sari kembali mengalami bencana banjir bahkan kali ini lebih parah dari banjir sebelumnya, dimana akses jalan terputus bahkan hampir menyeluruh karena banjir mencapai 75 persen dari wilayah desa karang sari.

Banjir kali ini juga hingga merendam kantor pemerintahan desa hingga 1,5 meter dan membuat pelayanan masyarakat terhambat.

Banyaknya warga yang bertahan dirumah masing – masing membuat pemerintahan desa harus mengevakuasi dengan bantuan perahu dari Koramil 08 Lemah Abang.

Kepala Desa H.Umbara (Lurah Bao) bersama Babinsa Koramil 08 Lemah Abang Imron Hadi mengevakusi warga yang bertahan dirumah masing – masing, pelaksanaan evakuasi pun berlangsung dramatis saat kepala desa H.Umbara mengevakuasi warga lansia yang bertahan dirumahnya. Minggu (21/02)

“Banjir kali ini lebih parah dari yang sebelumnya, kantor desa pun banjir yang sekarang terendam sekitar 1,5 meter, Alhamdulillah warga pun saat ini sudah dievakuasi dan berada ditempat yang aman”, Ucap Lurah Bao.

“Saya berharap banjir semoga cepat surut dan cepat berakhir, kasian lihat warga terlebih yang memiliki anak kecil dan balita yang harus mengungsi dan kondisi sering hujan setiap malamnya”,Tutup Lurah Bao.

(red)

Tanggul Jebol Dan Status Bekasi Darurat Banjir, Ini Kata Anggota DRPD Kab.Bekasi F-PDIP Nyumarno

0

Tanggul Jebol Dan Status Bekasi Darurat Banjir, Ini Kata Anggota DRPD Kab.Bekasi F-PDIP Nyumarno

GJ ll Kab.Bekasi – Jebolnya tanggul Citarum di Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kab.Bekasi Minggu 21 Februari 2021, serta banjir yang hampir merata di 20 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, saya mendesak agar Bupati Bekasi segera Tanggap Darurat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi harus segera menetapkan Kabupaten Bekasi dengan status “siaga darurat banjir”, dan kemudian segera pula ditetapkan menjadi “tanggap darurat banjir”, ungkap Nyumarno.

Kalau “Siaga Pandemi Covid-19” kan Bencana Non Alam, kemarin bisa sampai ada refocusing anggaran. Nah sekarang ini kan Banjir masuknya Bencana Alam. Jadi saya berharap regulasi membolehkan ditetapkannya status Kabupaten Bekasi Tanggap Darurat Banjir, agar dapat dialokasikan anggaran besar untuk tanggap darurat banjir”. Ini jelas kondisinya berbeda, bencana non alam (Covid-19), dan bencana alam (banjir), tegasnya.

Dengan ditetapkannya Kabupaten Bekasi menjadi “tanggap darurat banjir”, maka harus dilakukan hal-hal strategis, bahkan bisa mengambil anggaran dana tak terduga untuk kondisi tanggap darurat, sehingga dapat dipergunakan untuk penanganan korban dan dampak banjir.

Penanganan banjirpun juga bermacam-macam, dari mendirikan posko dapur umum, posko kesehatan, baju layak pakai, susu bayi, makanan bayi, pampers untuk balita, bantuan makanan siap saji, bantuan logistik lain, armada dan peralatan di BPBD, insentif rekan-rekan di BPBD, bahkan bisa juga penambahan perahu karet, namun upayakan perahu karet yang pakai mesin, agar sesuai kondisi arus banjir yang sangat deras.

“Penetapan siaga darurat banjir ini juga harus disampaikan ke Propinsi Jawa Barat, agar Kabupaten Bekasi juga masuk dalam siaga darurat banjir di wilayah Jawa Barat.

Dia menjelaskan, penetapan “status siaga darurat banjir” dan kemudian ditingkatkan menjadi “status tanggap darurat banjir” oleh Pemkab Bekasi ini sudah sangat layak dan sudah berdasarkan kondisi real banjir di lapangan, ungkapnya.

Hal lain yang tak kalah penting, di Kabupaten Bekasi ini ada Tim Fasilitasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TFTJSP), yang tugasnya mengkoordinasikan penyaluran CSR dari ribuan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi. Pindahkan perencanaan alokasi CSR, untuk penanganan korban dan dampak banjir, ini bisa dilakukan secepatnya, dan tanpa banyak regulasi lagi, cetus Nyumarno.

“Meski demikian, kami dari DPRD juga akan turut membantu mendorong serta memantau langsung penanganan banjir di lapangan,” walau hanya dimulai dari kepedulian dan bantuan pribadi yang ala kadarnya. Saya juga menghimbau kepada warga masyarakat Bekasi lainnya, yang tidak terdampak dan banjir sudah surut di wilayahnya, termasuk pelaku-pelaku usaha dan pabrik di Bekasi, Ayo bantu korban banjir, Ayo Peduli Banjir..!, pungkas Nyumarno.

(red)

Ketua AOB Geram, BEKASI DARURAT BANJIR Akibat Pembangunan Yang Tidak Memperhatikan AMDAL Dan Alih Fungsi Lahan

0

Ketua AOB Geram, BEKASI DARURAT BANJIR Akibat Pembangunan Yang Tidak Memperhatikan AMDAL Dan Alih Fungsi Lahan

GJ ll Kabupaten Bekasi – Hujan lebat mengguyur Bekasi beberapa hari ini mengakibatkan banjir di berbagai titik sekitar Bekasi, Cikarang Timur dilanda banjir, Villa Mutiara Cibitung direndam banjir, Papanmas Tambun Selatan pun banjir, tak terkecuali dengan Kawasan Elit Dukuh Bima Lambang Sari serta area jalan tol pun ikut terkena banjir.


Ketika ditemui oleh awak media disela-sela kegiatannya saat mengevakuasi warga Ketua Aliansi Ormas Bekasi (AOB-red), Zainal Abidin mengutarakan “hampir setiap wilayah di Kabupaten Bekasi terendam banjir setelah diguyur hujan deras beberapa hari belakangan ini, banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi, sebenarnya bisa ditangani dengan baik. Sepanjang, para pemangku kepentingan memperhatikan sejumlah hal. Dari sisi lingkungan, daerah resapan air di Bekasi memang semakin berkurang. Bahkan, sejumlah wilayah Ruang Terbuka Hijau di Bekasi dan sekitarnya yang seharusnya jadi daerah resapan, kini malah beralih fungsi jadi bangunan, mulai dari mall, hingga apartemen.” Tutur Zainal Abidin.

“Dari sini kita melihat, perlu ketegasan dari pemerintah dalam penanganan pelanggaran tata ruang atau alih fungsi lahan, serta Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait pembangunan yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi belakangan ini,” jelas Ketua AOB kepada awak media GUE JABAR Minggu, 21 Februari 2021.

Data Banjir BPBD Kab.Bekasi

Zainal Abidin menambahkan, “Pemerintah Daerah jangan asal memberikan izin membangun tanpa memperhatikan dampak lingkungan di kemudian hari, terlebih semakin sempitnya aliran sungai akibat dibetonisasi dan menumpuknya sampah di sekitar bantaran sungai.”

“Kami geram melihat situasi Kabupaten Bekasi yang terendam banjir seperti ini, Pemerintah seolah ‘mati gaya’ menangani musibah ini, BEKASI DARURAT BANJIR. Dalam waktu dekat ini AOB (Aliansi Ormas Bekasi-red) akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, DPRD Kabupaten Bekasi, serta Stake Holder terkait lainnya untuk mengkaji mencari win-win solution agar kedepannya Kabupaten Bekasi tidak dilanda banjir seperti ini.” Tutur Ketua AOB.

Untuk itu, Zainal Abidin menilai “perlu adanya gerakan kolektif dari berbagai pihak mulai dari, Pemerintah, Masyarakat, Pengusaha, Ormas/LSM, serta Organisasi Pemerhati Lingkungan. Masalah ini harus ditangani secara bersama-sama, dengan kesadaran bersama,”
“Pemerintah baik itu Eksekutif maupun Legislatif jangan menutup mata terhadap BEKASI YANG SAAT INI SEDANG DARURAT BANJIR,” tutup Ketua AOB, Zainal Abidin.


(CP-red)

Kades Desa Pasir Gombong Bentuk Dapur Umum dan Berikan Sembako Kepada Korban Banjir

0

Kades Desa Pasir Gombong Bentuk Dapur Umum dan Berikan Sembako Kepada Korban Banjir

GJ ll Kab.Bekasi – Bencana banjir yang diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi membuat beberapa wilayah di kabupaten bekasi, salah satunya diwilayah Desa Pasir Gombong Cikarang Utara, Sabtu (20/02).

Dengan adanya warga yang terdampak banjir di Desa Pasirgombong, Kepala Desa H.Maslam beserta jajaran membentuk Dapur Umum bersama tim kesehatan Desa Pasir Gombong.

Bukan hanya sekedar membuat dapur umum, Kades Pasir Gombong H.Maslam juga memberikan bantuan sembako kepada warganya yang terdampak banjir untuk sedikit meringankan beban warga.

Tim kesehatan yang disiagakan di posko banjir guna mengantisipasi adanya warga yang terserang penyakit akibat banjir, karena air yang kotor bisa mendatangkan penyakit, sehingga apabila ada warga yang terserang penyakit bisa ditangani secepatnya oleh tim kesehatan.

H.Maslam mengatakan “ini semua Aksi Cepat Tanggap pemdes Pasir Gombong untuk masyarakatnya, karena kita (pemdes) sangat respek terhadap kejadian apapun di masyarakat,” Ucap Kades

“Kami membuat dapur umum dan mensiagakan relawan kesehatan di posko banjir Pasir Gombong agar masyatakat (Korban Banjir) dapat terpenuhi kebutuhanya sehingga tidak ada warga kami yang mengalami lapar, dan tim relawan kesehatan disiagakan juga agar apabila ada warga kami yang terdampak banjir terserang penyakit dapat ditangani secepatnya,” tutup H.Maslam.

Salim Samsudin salah satu tim relawan kesehatan mengatakan ” Kami siap siaga selalu untuk menangani warga yang terserang penyakit sesuai intruksi dari kepala desa Pasir Gombong H.Maslam,” Ucap Salim.

Pembentukan Dapur Umum yang dipimpin oleh H.Maslam tersebut juga selain melibatkan tim relawan kesehatan ada beberapa lembaga yang turut bekerja sama dalam penanganan banjir tersebut diantaranya BPD Pasir Gombong dan juga ada bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.

(Vin-red)

Warga Perumahan Bumi Cikarang Makmur(BCM) Dirikan Posko Banjir Cikarang Selatan

0

Warga Perumahan Bumi Cikarang Makmur(BCM) Dirikan Posko Banjir Cikarang Selatan

GJ ll Kab.Bekasi – Warga perumahan Bumi Cikarang Makmur (BCM) mendirikan posko banjir, di blok G dan H juga dibeberapa blok lainnya perumahan bumi Cikarang makmur tergenang banjir setinggi pinggang, Sabtu (20/02)

Ali Nurhamzah salah satu relawan posko banjir mengatakan kepada awak media policewatch, bahwa didirikannya posko banjir tuk membantu warga yang banjir,dengan mengevakuasi,memberikan bantuan sembako, dan uang sumbangan ujarnya.

“Alhamdulillah diposko banjir ini kedatangan bang Obon Tabroni anggota DPRI RI dengan membawa bantuan buat disalurkan kepada warga perumahan BCM yang terkena dampak banjir, terima kasih bang Obon Tabroni atas bantuannya,” ungkap Ali Nurhamzah.

“Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada saudara Viar bersama RELAWAN TCI 2 yang menggalang dana bantuan dari warga perumahan Taman Cikarang Indah 2 sejak jam 10.00 hingga selesai jam 17.00 lalu di berikan langsung ke posko banjir di perumahan BCM, semoga barokah..aamiin,” Ucap Ali Nuryamzah.

“Saya sebagai pengurus RW 14 warga Perumahan Bumi Cikarang Makmur mengucapkan terimakasih kepada team Posko Banjir yang telah memberikan bantuan sembako, ini sangat membantu warga Yang terkena dampak banjir, Alhamdulillah suplay makanan pagi, siang dan sore tercukupi, juga obat obatan, akibat banjir ini aliran listrik juga mati sampai saat ini belum nyala,” Tutur RW 14 Perum BCM tersebut.

“Ibu – ibu yang punya bayi masih tinggal di pengungsian belum berani pulang kerumah masing, masing karena takut ada binatang seperti ular, melihat keadaan masih gelap tidak terlihat apapun, jika aliran listrik sudah nyala maka warga mau kembali kerumah masing masing,” Ujarnya.

“Sekarang bapak – bapaknya masih bergotong royong membersihkan bekas banjir dari lumpur,” ungkap Ade pengurus RW 14 warga perumahan bumi Cikarang makmur kepada awak media.

(Amun/JG-red)

Bang Bule Kades Ciantra, Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

0

Bang Bule Kades Ciantra, Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

Kabupaten Bekasi – Kepala Desa Ciantra yang baru seminggu dilantik Mulyadi Fernando alias Bang Bule memberikan Bantuan untuk warganya yang terdampak banjir Sabtu (20/02/2021).

Bang Bule sapaan akrabnya meskipun baru seminggu dipercayai sebagai Kepala Desa Ciantra Kecamatan Cikarang Selatan ini, dengan sigap langsung terjun ke lokasi memantau warganya yang terkena banjir.
Bencana banjir hampir terjadi disetiap Kecamatan Kabupaten Bekasi tak luput juga di Desa Ciantra Kecamatan Cikarang selatan.

Pria asli Kelahiran Kabupaten Bekasi ini adalah satu Kepala Desa di Cikarang Selatan yang peduli terhadap warganya, memberikan bantuan kebutuhan warganya yang terdampak banjir yang melanda akhir-akhir ini.

“Mudah-mudahan Bencana Banjir di Kabupaten Bekasi ini terutama di Desa Ciantra bisa cepat surut dan bisa memulai tatanan Desa agar paling tidak menjadi Desa yang bebas banjir. ” Tutur Bang Bule

Bantuan yang diberikan Kades Ciantra kepada warga perum Kota Damai Lestari berupa kebutuhan sehari-hari ; Beras, telur, mie goreng, Aqua, dan juga sayuran.

Bukan hanya itu saja, ratusan nasi bungkus diberikan kepada warga yang terdampak banjir.

(is-red)

Ketua GMBI KSM Ciktim, Minta Pemdes Transparansi Anggaran Penanggulangan Bencana Desa Jatireja

0

Ketua GMBI KSM Ciktim, Minta Pemdes Transparansi Anggaran Penanggulangan Bencana Desa Jatireja

GJ ll Kab.Bekasi – Desa merupakan unit terkecil dari negara yang terdekat dengan masyarakat dan secara rill langsung menyentuh keutuhan masyarakat untuk disejahterakan. Sebagai wakil negara, desa wajib melakukan pembangunan baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia, sebagai upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebenar-benarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Salah satu prinsip penting dalam tata pemerintahan yang baik adalah transparansi dalam hal keuangan. Untuk memegang dan melaksanakan prinsip ini, maka harus selalu diterapkan dalam mengatasi setiap masalah keuangan desa.

Salah satu contoh penerapan misalnya bukti transaksi, Bukti transaksi berperan penting sebagai alat koreksi untuk mencocokkan antara catatan transaksi keuangan yang dituliskan dengan bukti transaksi pengeluaran anggaran belanja.

Berdasarkan pemberitaan di media sosial dan media online prihal kegiatan PPLK yang di duga fiktif dan setelah di cocokan pada data yang ada di situs KEMENDES masih banyak anggaran yang perlu ada kejelasan realisasi kegiatan nya.

Sebab itu, LSM GMB KSM Cikarang Timur Distrik Kabupaten Bekasi akan melakukan konfirmasi ke BPD, aparatur pemerintahan dan lembaga Desa Jatireja tentang pemanfaatan Keuangan Desa, karena di duga adanya beberapa permasalahan pada aspek pengelolaan Dana APBDES, antara lain belum adanya tranparansi penyelenggaraan dan pembinaan aparatur desa yang lengkap, mutahir dan sesuai dengan peraturan.

“Dalam manajemen keuangan desa harusnya terbuka jangan sampai anggaran pemerintah desa yang besar ini tidak di rasakan manfaatnya oleh masyarakat dan harus benar benar tepat untuk masyarakat, ini harus di selesaikan terdapat masalah yang mesti dihadapi seperti efektivitas dan efisiensi, prioritas, jangan membuat kita menduga terjadinya kebocoran dan penyimpangan serta rendahnya profesionalisme kepala desa dan aparatur nya.” Tegas Iyan Sepatian Ketua LSM GMBI KSM CIKARANG TIMUR DISTRIK KABUPATEN BEKAS, ketika di konfirmasi via telepon wa, Sabtu (20/02).

Pria yang akrab di panggil Tonen inipun menambahkan Management keuangan yang baik berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan kepemerintahan desa untuk kesejahteraan warganya. “Oleh karena itu, asas-asas dalam pengelolaan perlu diterapkan, apalagi di masa pandemi ini dan di tambah lagi banyak masyarakat yang terdampak banjir, demi masyarakat saya akan perjuangkan apalagi ini berada wilayah pantauan saya di Cikarang Timur.”tuturnya.

Tonen menjabarkan Keuangan desa sendiri definisinya adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban desa. Ruang lingkup manajemen keuangan desa meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggung jawaban keuangan desa. Keuangan desa tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Prinsip atau asas tranparansi sendiri adalah sikap membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memproleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang pengelolaan keuangan desa dalam setiap tahapannya, baik dalam perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan anggaran, pertanggung jawaban, maupun hasil pemeriksaan, dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia desa.

Prinsip berikutnya yang harus dilaksanakan bersamaan dengan transparansi adalah prinsip memegang akuntibilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyeleggaraan pemerintah desa, khususnya pengelolaan keuangan desa harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Pada dasarnya manajemen keuangan desa mengutamakan kepatuhan dan kesesuaian peraturan-peraturan. Manajemen keuangan desa juga harus dilakukan secara berkelanjutan.

Asas-asas umum tersebut diperlukan juga untuk menjamin terselenggaranya prinsip-prinsip pemerintahan desa. Dengan dianutnya asas-asas umum tersebut dalam peraturan perundangan di bidang mangement keuangan desa yang bebas yang bersih, transpransi, bebas korupsi dan kolusi, efektif dan efisien serta transparan dan akuntabel, juga diharapkan dapat memperkokoh landasan pelaksanaan pemabangunan pedesaan.

Tugas dan tanggung jawab pelaku (Pengelola) keuangan desa. Tentunya masing-masing mempunya peran dalam pengelolaan Dana Desa (DD) seperti peran Kepala Desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan mewakili pemerintah desa dalam kepemilikan kekayaan milik desa yang dipisahkan, Sekretaris Desa bertindak selaku koordinator pelaksana teknis pengelolaan keuangan desa, Kepala Seksi bertindak sebagai pelaksana kegiatan sesuai dengan bidangnya dan terakhir Bendahara Desa dijabat oleh staf pada urusan keuangan.

“Saya sudah berkoordinasi dan menanyakan kepada anggota di wilayah Jatireja, dari anggaran penanggulangan bencana yang besarnya 50.000.000 pun ternyata masih banyak masyarakat yang terdampak banjir belum menerima bantuan dari pemerintah desa, desa harus seriuslah dalam pengelolaan apalagi terkait bencana, kasian kan masyarakat,” tutupnya.

(rg-red)

Banjir Desa Simpangan, Pemdes dan Camat Terjun Langsung Bantu Evakuasi Warga

0

Banjir Desa Simpangan, Pemdes dan Camat Terjun Langsung Bantu Evakuasi Warga

GJ ll Kab.Bekasi – Intensitas hujan yang tinggi mulai dari Kamis malam (18/02) hingga Jumat (19/02) membuat kali cilemah abang meluap dan membuat beberapa wilayah yang dilintasi banjir.

Salah satunya Desa Simpangan Cikarang Utara yang terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter yang merendam permukiman hingga sarana umum dan sekolah SDN Simpangan 02.

Pemdes Simpangan terjun langsung untuk membantu mengevakuasi warga hingga penyelamatan barang berharga milik warga yang dipimpin oleh Kades Desa Simpangan H.Kurma.

Mendengar laporan bahwa terjadi terjadi banjir yang cukup tinggi diwilayahnya Camat Cikarang Utara Enop Can, turun langsung untuk meninjau warganya dan juga membantu warga mengevakuasi bersama Pemdes Desa Simpangan.

H.Kurma mengatakan banjir ini kerap datang disetiap musim penghujan karena luapan air kali cilemah abang yang tidak mampu menahan debit air yang datang pada setiap musim penghujan.

“Banjir ini sudah sering sekali terutama setiap musim penghujan, itu pun luapan dari kali cilemah abang yang tidak mampu menahan debit air yang deras,”Ucap Kades.

Rumah Kades pun terendam banjir hingga 1 meter dihalaman dan sekira 50cm yang masuk kedalam rumah milik Kades Simpangan tersebut, Namun dia lebih memilih mengutamakan membantu warganya terlebih dahulu.

“Rumah saya pun sama terkena dampak banjir yang sekitar 1 meter dihalaman dan 50cm didalam rumah, tapi masyarakat lebih penting maka dari itu saya fokuskan untuk membantu masyarakat terlebih dahulu,”.

Dengan adanya tinjauan dari Camat Cikut H.Kurma berharap adanya penanggulan dibantaran kali cilemah abang agar tidak terjadi banjir di wilayahnya.

“Saya berharap semoga adanya proses penanggulan dibantaran kali cilemah abang pada tahun 2021 ini agar tidak terjadi banjir lagi diwilayah kami, dan saya ucapkan terima kasih kepada Camat Cikut yang sudah bersedia meninjau langsung warga kami yang terkena dampak banjir akibat luapan kali cilemah abang ini,” Tutup H.Kurma.

(vin/red)

Miris, Dalam Satu Minggu Dua Mobil Truk Celaka Karena Jalan Berlubang

0

Miris, Dalam Satu Minggu Dua Mobil Truk Celaka Karena Jalan Berlubang

GJ ll Kab.Bekasi – Akibat jalan berlubang di Jln.Industri Pasir Gombong tepatnya di Kp.Sempu Desa Pasir Gombong, Cikarang Utara Bekasi.

Sebelumnya telah terjadi kecelakaan sebuah mobil truk bermuatan kayu terguling persis di depan Pom Bensin Sempu, Selasa (16/02), dan pada hari Jumat (19/02)kembali terjadi mobil bermuatan kardus asal Surabaya terperosok dan miring serta tidak mampu karena ban bagian belakang terperosok pada lubang yang berada ditengah jalan.

Kondisi jalan yang rusak sudah lama selama ini.hnya ditambal dengan beberapa material dan kembali rusak terus menerus karena intensitas kendaraan yang melintas sangat banyak dan lumayan berat kapasitasnya.

Jalan Industri Pasir Gombong tersebut memang salah satu jalan di kabupaten Bekasi yang sangat aktif selama 24 jam baik kendaraan kecil maupun kendaraan berat seperti truk dan bus jemputan karyawan serta kontainer karena jalan tersebut adalah jalan menuju beberapa kawasan industri.

Ironisnya jalan tersebut rusak bukan hanya baru sebentar, karena sudah bertahun – tahun jalan tersebut rusak, bahkan warga Pasir Gombong sempat melakukan aksi demo dengan membuat sebuah miniatur kuburan tepat dijalan rusak tersebut beberapa waktu lalu, dan sudah ada perbaikan juga namun hanya ditambal oleh aspal dan rusak kembali.

Pengguna jalan yang sempat dimintai keterangan Ruben Silitonga mengatakan, jalan tersebut rusak sudah sangat lama saya setiap hari melintasi jalan tersebut dan selalu terhambat macet karena banyak kendaraan yang memperlambat lajunya karena jalan rusak terlebih jam pulang kerja karyawan dari kawasan industri dan banyak mobil jemputan yang melintas pada jalan tersebut.

“Setiap hari macet pak, saya setiap hari lewat situ apalagi kalo karyawan berangkat dan pulang kerja, sempat di aspal pada jalan tersebut beberapa waktu lalu namun rusak lagi, menurut saya harus diperbaiki secepatnya karena sudah membahayakan pengguna jalan, apalagi satu minggu ini sudah dua kali terjadi kecelakaan terus dijalan tersebut,” Ucap Ruben

Akibat kejadian tersebut juga sangat merugikan pengguna jalan, karena aktivitasnya terhambat dan setiap kejadian pasti mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang karena jalan tersebut selain rusak juga berlaku dua jalur baik dari arah cikarang dan sebaliknya.

(red)